Holywings Digugat 100 Milyar

PRES RELEASE

DIREKSI PT ABG (Holywings Group) BERTANGGUNG JAWAB ATAS PROMOSI MIRAS GRATIS BAGI PENGUNJUNG BERNAMA ‘’MUHAMMAD’’ DAN ‘’MARIA’’

Caption: HENDARSAM MARANTOKO S.H. M.H.

Menyikapi promosi miras gratis bagi nama pengunjung ‘’Muhammad’’ dan ‘’Maria’’ yang dilakukan oleh Holywings Indonesia sebuah brand dagang milik PT ABG yang secara terang-terangan telah melecehkan dan menghina para penyandang nama ‘Muhammad’’ yang identik dengan nama Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah SWT, manusia sempurna dan tanpa ada cacat celanya serta pokok-pokok ajaran islam yang mengharamkan miras. Oleh karena itu, kami Para Advokat yang tergabung dalam ACTA (Advokat Cinta Tanah Air) yang didampingi rekan-rekan HAMI (Himpunan Advokat Muda Indonesia) dan para Advokat Lainnya selaku kuasa hukum dari prinsipal Muhammad Faisal selaku Penggugat I dan M.Chusni Mubarok selaku Penggugat II (‘’PARA PENGGUGAT’’) serta penyandang nama ‘’Muhammad’’, beragama islam, dan umat beragama yang mengimani dan memuliakan Nabi Muhammad SAW serta ajaran-ajaran agama islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin dan demi kerukunan umat beragama melawan E.S.W Direktur Utama PT ABG selaku Tergugat I dan PT ABG Selaku Tergugat II (‘’PARA TERGUGAT’’), menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Penghinaan, penistaan, dan pelecehan Agama merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia, dimana Kebebasan beragama merupakan bagian penting dari hak dasar kemanusiaan (Pasal 28G dan Pasal 29 UUD 1945). Dan di Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa (Sila kesatu Pancasila), tindakan tersebut merupakan suatu tindak pidana (rechtdelicten) yang dari kodratnya merupakan perbuatan tercela dan sebagai bentuk anti-pati terhadap program pemerintah dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No.8 dan No.9 Tahun 2006 serta dapat merusak tatanan dan kerukunan umat beragama dan menyebabkan masalah disintegritas bangsa.
  2. Mendukung Proses hukum yang lagi berjalan terhadap 6 (enam) karyawan Holywings Indonesia oleh Aparat Kepolisian, khususnya Kepolisian Resort Jakarta Selatan.
  3. Meminta pertanggung jawaban Direksi (in casu Direktur Utama PT ABG) yang patut diduga telah lalai dan tidak menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengurusan dan pengambilan kebijakan atas promosi miras gratis yang dilakukan oleh para Karyawan Holywings yang mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, antar golongan) sesuai dengan ketentuan Pasal 1367 KUHPerdata jo. Pasal 1 angka 5 dan Pasal 97 UU No.40/2007 tentang Perseoran Terbatas.
  4. Meminta kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang yang akan memeriksa perkara ini untuk mengadili, memutus, dan mengabulkan tuntutan kerugian immaterial sebesar Rp. 100 Milyar atas penghinaan terhadap Para Penggugat selaku penyandang nama ‘’Muhammad’’ yang dilakukan oleh Para Tergugat yang nantinya akan disumbangkan sebagai zakat, infaq, dan sadaqah ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atas nama umat beragama dan kemanusiaan.
  5. Meminta PARA TERGUGAT untuk meminta maaf, mengakui kesalahan, dan menyesali perbuatannya serta tidak akan mengulangi perbuatan tersebut terhadap PARA PENGGUGAT selaku penyandang nama ‘’Muhammad’’, umat muslim, dan Masyarakat Indonesia dimuka Pengadilan dan dihadapan publik yang dimuat di 3 saluran televisi nasional dan 3 media cetak nasional selama 7 hari berturut-turut sejak perkara ini diputuskan oleh Pengadilan Negeri Tangerang.
    Demikian pers rilis ini dibuat penegakan hukum tetap harus dijalankan. Fiat Justitia Ruat Caelum (tegakan keadilan meski langit akan runtuh).

*Press release ini disampaikan oleh: HENDARSAM MARANTOKO S.H. M.H. pada Hari Kamis, tanggal 30 Juni 2022, Pukul : 15.00 WIB, di Pengadilan Negeri Tangerang, jl. TMP Taruna No. 7, Tangerang.

*Lihat YouTube kami

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang