Proyek Rest Area B29, Terancam “Mangkrak” Force Major, “Error'”
Proyek Rest Area B29, Terancam “Mangkrak” Force Major, “Error'”
Lumajang, Bintang Empat.Com
Proyek Pembangunan view point’ kawasan b29 (plaza pengunjung penataan dan pendestrian) DAK fisik, yang dikerjakan oleh CV Gembira Jaya Jember, hingga masa pelaksanaannya yang berakhir pada tanggal 26 Desember 2022 mendatang, proyek tersebut sepertinya bakal tidak mampu terselesaikan, pasalnya dari sejumlah item pekerjaan hingga saat ini, Senin (19/12/2022), belum dikerjakan.
“Semisal pagar, dan beberapa item pekerjaan belum dikerjakan, kalau alasan Medan yang sulit itu atau seringnya terjadi longsor, itu terkesan mengada-ngada”, Ujar salah satu rekanan kontruksi yang meminta nama dan identitasnya tidak dimediakan.
Proyek yang menelan anggaran APBD 2022 sekitar hampir Rp 2 Milyard itu seakan hanya pemborosan uang negara jika dikerjakan oleh pelaksana konstruksi seperti CV Gembira Jaya, yang pengerjaannya seakan asal-asalan dan terkesan molor, menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Yudi Prasetyo, yang juga menjabat Kabid Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, mengatakan masa pelaksanaan dari CV Gembira Jaya berakhir pada tanggal 26 Desember 2022, dan itupun setelah ada perpanjangan waktu karena ada longsong (Force Major)
“Sudah kami berikan perpanjangan waktu sampai tanggal 26 Desember 2022, karena force majer” Terang Yudi.
Sementara Riyan selaku Direktur Pelaksana CV Gembira Jaya yang dikonfirmasi melalui sambungan telephone genggamnya, Senin (19/12/2022) mengatakan kontrak kerja pelaksanaan dalam pengerjaan rest area B 29 masih ada waktu dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
“Pelaksanaannya belum berakhir, masih sampai tanggal 31 Desember 2022, dan saat ini masih ada waktu”Kilahnya.
Dengan nada yang terkesan kurang bersahabat, Riyan juga mengatakan pekerjaannya selama ini terkendala tanah longsor, sehingga dirinya belum bisa memastikan apakah ada perpanjangan waktu atau tidak.
“Bayangkan lokasi proyeknya kena longsor sampai beberapa kali, kita masih mengajukan perpanjangan waktu, coba siapa yang menentukan perpanjangan Force majer”,Pungkasnya Riyan pura-pura bodoh atau memang tidak mengerti dengan Force Majer itu sendiri. (Bas).

