2 Lokasi Rabat Beton di Desa Jeruk Porot Diduga Bermasalah
SAMPANG, BintangEmpat.com – Pembangunan rabat beton di Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, menuai sorotan publik. Proyek yang baru rampung sekitar dua bulan tersebut dilaporkan sudah mengalami kerusakan berupa retakan di sejumlah titik, sehingga memunculkan dugaan adanya persoalan dalam kualitas pengerjaan.
Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan, retakan dan mengelupas tampak memanjang di badan jalan rabat beton. Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin parah apabila tidak segera dilakukan perbaikan, terlebih rabat beton tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas warga, termasuk mobilitas pertanian dan ekonomi Desa. Warga resah perbaikan akan membebani masyarakat, yang mana ekonomi masyarakat dibawah standart
Salah satu warga Desa Jeruk Porot, yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui pada Sabtu (10/01/2026), membenarkan bahwa pembangunan rabat beton tersebut bersumber dari anggaran Desa. Menurutnya, proyek tersebut merupakan kewenangan Kepala Desa Jeruk Porot Kabupaten Sampang.
“Pembangunan rabat beton ini milik Dana Desa. Baru sekitar dua bulan selesai, tapi sudah terlihat banyak retakan,” ujarnya.
Warga setempat juga mengaku heran dengan kondisi rabat beton yang relatif baru namun sudah mengalami kerusakan. Beberapa warga menilai, mutu material maupun metode pengerjaan patut dipertanyakan, mengingat umur bangunan yang seharusnya masih sangat layak digunakan.
“Kalau baru dua bulan sudah retak, kami khawatir ke depannya cepat rusak. Padahal jalan ini sering dilewati warga,” ungkap salah satu warga Desa Jeruk Porot.
Terpisah, Aktifis Agus Wedi merasa prihatin dengan Kondisi tersebut yang menimbulkan dugaan bahwa pembangunan rabat beton tidak dikerjakan sesuai standar teknis yang semestinya, baik dari sisi kualitas bahan, ketebalan beton, maupun proses pengerjaan. Agus Wedi berharap agar penanggung jawab pekerjaan terkait segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan pengecekan menyeluruh di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak penanggung jawab pekerjaan Desa Jeruk Porot Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi rabat beton di Dusun Bere’ elah Desa Jeruk Porot Kecamatan Torjun, Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna mendapatkan penjelasan mengenai spesifikasi teknis, pengawasan proyek, serta langkah tindak lanjut atas kerusakan yang terjadi. Dengan Anggaran di satu titik lokasi di Dusun Bere’elah berkisar Rp. 230.307.797,00 serta 1 titik terpisah di Dusun Jerembe berkisar Rp. 180.000.000,00 terindikasi terlalu banyak menyerap keuntungan.
Agus Wedi selaku penerima aduan masyarakat Desa Jeruk Porot berharap penanggung jawab dan kepala desa setempat dapat bersikap transparan dan bertanggung jawab agar pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat jangka panjang, bukan justru menimbulkan kerugian dan keresahan di tengah warga desa Jeruk Porot Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang. (Red)

