Mencoba Usir Wartawan Saat Konfirmasi, Perusahaan Sarang Walet di Lomaer Terancam Akan Dilaporkan Ke APH

BERITA TERBARUINFORMASI

Bangkalan, BintangEmpat.com- Sabtu,(17/01/2026) perusahaan sarang burung walet milik warga negara asing (Cina) di Desa Lomaer, Dusun Pancor, Kecamtan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura Provinsi Jawa Timur, menjadi sorotan setelah mencoba mengusir wartawan saat hendak melakukan konfirmasi terkait keributan yang terjadi.

Menurut informasi yang dihimpun, keributan tersebut dipicu oleh dugaan ketidaksesuaian janji gaji kepada pekerja pembersih sarang walet di perusahaan tersebut.

Para pekerja dijanjikan upah Rp100 ribu per hari oleh kepercayaan pemilik perusahaan yang diduga bernama (Sin), namun tak sesuai janji dan harapan, setelah berkerja karyawan ternyata menerima upah hanya Rp. 80ribu perhari, hingga masalah ini memicu keributan dilokasi perusahaan tersebut.

Masih dilokasi yang sama, (Aziz) mencoba melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait permasalahan tersebut, ia justru diduga diusir oleh pemilik perusahaan, pengawas, dan satpam.

“Saya datang ke perusahaan tersebut untuk melakukan konfirmasi terkait adanya keributan dan dugaan ketidaksesuaian janji gaji, namun saya malah diusir oleh pemilik perusahaan, pengawas, dan satpam,”ujar, (Azis) saat dikonfirmasi oleh media ini.

Tindakan pengusiran terhadap wartawan ini tentu sangat disayangkan oleh oknum perusahan tersebut. Sebagai mana media/ atau wartawan memiliki hak untuk mencari dan menyampaikan informasi kepada publik. Tindakan menghalang-halangi wartawan dalam menjalankan tugasnya merupakan pelanggaran terhadap kebebasan pers.

Dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, terutama Pasal 4 ayat (2) dan (3) yang menjamin kebebasan pers, serta Pasal 18 ayat (1) yang mengatur sanksi pidana penjara maksimal 2 tahun atau denda Rp500 juta bagi siapapun yang sengaja menghambat tugas jurnalistik. Hal ini mencakup larangan penyensoran dan pembredelan, serta melindungi hak wartawan untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan pengusiran wartawan dan permasalahan gaji pekerja.

*Rdk.