Pelayanan Puskesmas Galis, Bangkalan, Dikeluhkan Warga, Begini Penjelasanya.
Bangkalan, BintangEmpat.Com –Pelayanan kesehatan di Puskesmas Galis Kabupaten Bangkalan masih menjadi persoalan yang terus dikeluhkan warga. Meski sudah memiliki program pelayanan kesehatan yang baik, namun di lapangan masih ditemui adanya pelayanan kesehatan di tingkat paling bawah belum maksimal di lakukan, Seperti yang dirasakan warga yang terpaksa anaknya harus di rujuk ke Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, Selasa 06/01/2026.
Seorang warga Kecamatan Galis berinisial M, mengaku kecewa atas pelayanan di Puskesmas Galis lantaran anaknya yang dirawat mulai tanggal 02/01/2026 hingga 05/01/2026 kondisinya semakin memburuk.
”bukan tambah membaik malah tambah memburuk, tanggal 2 masuk kondisi dan simbiosisnya baik, sekarang dikasih obat, dikasih cairan kok malah tambah menurun simbiosisnya dari 100% menjadi 40%, ini salah yang sakit apa salah obat,” ungkapnya.
Ia juga mengeluhkan adanya indikasi penyakit tambahan setelah dirawat di Puskesmas tersebut.
”Awalnya hasil tes darah infeksi sama tipes. setelah dua hari di sini kok kata hasil tes darah tadi mengarah ke DBD. pola keng ecampur nyamuk obatnya,” Imbuhnya sembari bertanya tanya.
Menanggapi hal tersebut Samiyah selaku kepala Puskesmas Galis menyarankan agar keluarga pasien konsultasi langsung dengan Dokter yang bertanggungjawab agar mendapatkan penjelasan.
”Monggo silahkan kalau mau tanya – tanya keluarga pasien langsung ke puskesmas biar ketemu langsung sama dokter penanggung jawab nya,” ujarnya saat dikonfirmasi via chat WhatsApp. Selasa, (06/01/2026).
Kepala Puskesmas Galis yang akrab dipanggil Memey itu juga sedikit menjelaskan terkait indikasi tambahan penyakit yang dikeluhkan oleh pasien.
”Kalau DBD memang masa krisis masing – masing orang beda pak, karena DBD bukan karena infeksi makanya, kalau pasien DBD walaupun sudah di infus tapi intake (makan dan minumnya) gak banyak bukan tambah sembuh, justru akan tambah lemas dan penandanya memang pemeriksaan darah trombosit, tiap hari hasil trombosit akan berubah ubah di fase kritis, kembali ke pasien lagi tambah gak makan minum banyak, maka trombosit akan tambah turun, lemas, ada yang Sampek perdarahan dan sampai syok,” Jelasnya.
*Rdk

