Semua tulisan dari BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Otsus Gagal Sejahterakan Dan Indonesiakan Orang Papua

BintangEmpat.Com — Ustadz Saiful Islam Al Payage, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) provinsi Papua mengungkapkan bahwa UU No. 21 tahun 21 tentang Otonomi Khusus Papua telah gagal sejahterakan masyarakat Papua dan juga telah gagal meng-Indonesia-kan orang Papua sebagai warga negara Indonesia.

Pernyataan ini diungkapkan Ustadz Al Payage dalam webinar yang digelar Petisi Rakyat Papua (PRP) dan difasilitasi oleh Suara Papua TV pada Senin 27 Juli 2020 dengan tema 20 tahun Implementasi Otonomi Khusus di Tanah Papua.

Ustadz Al Payage menjelaskan, menurut hematnya, tujuan diberikan Otsus ke Papua adalah pertama, memperkuat integritas NKRI agar masyarakat Papua ini bisa menjadi Indonesia seutuhnnya mencintai NKRI. Tujuan kedua adalah mensejahterakan rakyat Papua. Dua tujuan ini yang harus dicapai dalam 20 tahun implementasi Otsus itu.

“Tapi selama Otsus diberlakukan selama 20 tahun di Papua, telah gagal sejahterakan orang Papua dan juga telah gagal meng-Indonesia-kan orang Papua. Faktanya orang Papua susah [tidak berhasil] di-Indonesia-kan,” ungkap Ustadz Al Payage.

Dia kemudian menerangkan tentang kegagalan Otsus dalam implementasinya selama 20 tahun di Tanah Papua yang menguatkan agrmentasinya tentang dua tujuan utama Otsus yang tidak tercapai di Papua.

“Bukti bahwa Otsus gagal Indonesiakan orang Papua adalah adik-adik saya mahasiswa-mahasiswa kita baik di Uncen universitas cenderawasih baik di Jogja, Manado, Surabaya pokoknya seluru Indonesia meneriakkan supaya pisah dari NKRI. Padahal tujuan Otsus itu untuk meredam suara-suara ini. Tapi setelah 20 tahun, itu ini tidak mereda. Tetapi justru nyatanya hingga Otsus akan berakhir ini, isu memisahkan dari NKRI ini tambah meningkat,” katanya.

Berikutnya, kata dia, Otsus juga tidak berhasil sejahterarakan orang Papua. Ini artinya tujuan kedua dari Otsus tidak tercapai. Karena, lanjut dia, kesejahteraan rakyat dari otsus tidak menjawab.

Dia mencontohkan, dari sisi pendidikan, sekolah-sekolah seperti Manokwari, Jayapura dan di Tanah Papua ini fasilitasnya sangat minim.

“Apa lagi kampung saya di Yahukimo. Apa lagi di daerah-Daerah pedalaman fasilitasnya sangat luar biasa memprihatinkan. Bagaimana meningkatkan pendidikan orang Papua. Dari sisi kesehatan juga bermasalah. Misalnya di masa Corona ini fasilitas kesehatan kurang memadai, fasilitas kurang lengkap,” terangnya.

Soal fasilitas kesehatan, menurut pengamatannya, pemerintah sudah melarang orang luar tidak boleh masuk ke Papua karena memang fasilitas kesehatan di Papua ini sangat memprihatinkan.

“Padahal otsus ini dananya sangat besar sekali. Apa susahnya! Harusnya bisa bangun rumah sakit yang terbaik di Jayapura, Manokwari, dan Wamena. Sampai detik ini saya melihat belum bisa saya katakan mensejahterakan rakyat,” tegas Ustadz Payage.

Demikian juga dari sisi politik. Kursi DPRD, DPRP sudah diisi banyak oleh orang yang bukan orang Papua. Apalagi dari segi ekonomi.

“Ekonomi ini lebih hancur lagi. Kita bisa lihat di jalan-jalan orang Papua berjual di Jalan, yang punya ruko ini kan saudara kita  dari luar dari bugis dari Jawa baik dari mana yang datang sementara kita orang Papua sendiri hanya jual pinang di pinggir-pinggir padahal negara sudah memberikan dana yang sangat besar sekali, otsus sampai 20 tahun tidak bisa mensejahterakan rakyat Papua,” terang Payage.

Tujuh narasumber dihadirkan dalam webinar tersebut antara lain tokoh agama gereja Kristen Protestan, Ketua Sinode Gereja Kingmi Papua, Pdt. Dr. Benny Giay, tokoh agama Muslim, Ketua MUI Papua, Ustadz Saiful Islam Al Payage, Dr. Agus Sumule, Akademisi Unipa Manokwari, Pastor Alberto John Bunai, Pr, Koordinator Jaringan Damai Papua (JDP) dan Koordinator 57 Pastor Papua, Novel Matindas dari Amnesty Internasional dan Victor Yeimo, Jubir Internasional KNPB dan Jubir PRP. Selain itu, Willem Rumaseb, Sekertaris Dewan Adat Papua (DAP) tidak bisa bergabung dalam webinar itu. (*)

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Arnold Belau

Nurul Khomsi Qurban 5 Sapi dan 5 Kambing

Foto: Jamaah khusuk mengikuti sholat Ied di halaman Masjid Nurul Khomsi

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Allaahuakbar, Allaahuakbar, Allaahuakbar… gema takbir berkumandang menyambut Idul Adha 1441 H, ditengah pandemi Covid-19 atau yang dikenal dengan corona. Namun pandemi itu tak membuat loyo bagi umat islam untuk menyambutnya.

Seperti jamaah Masjid Nurul Khomsi, Dusun Keduwul, Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, para jamaah dengan khusuk menjalankan sholat Idul Adha secara berjamaah pada 31 Juli 2020.

Foto: Yasir Tajid

Jamaah yang hadir hampir mencapai 300 orang itu, di-imami oleh Muhammad Soleh, dari Kecamatan Sukodadi, disambung khutbah yang disampaikan oleh Khotib Yasir Tajid, dari desa setempat.

Dalam sambutannya, Yasir menyampaikan arti sebuah pengorbanan dari Nabi Ibrahim. “Jika kita tidak bisa berkorban yang besar, mari kita belajar berkorban yang kecil-kecil dahulu”, ujarnya.

Foto: proses penyembelihan hewan qurban, tampak Muhammad Soleh sedang mengeksekusi dengan golok tajamnya.

Setelah khutbah selesai, para jamaah melanjutkan sembelih hewan qurban. Dalam hal ini, Masjid Nurul Khomsi menyembelih 5 ekor sapi jantan dan 5 ekor kambing jantan. Tukang sembelih itu sendiri langsung dilakukan oleh Muhammad Soleh disambut gema takbir.

Pembagian daging akan didistribusikan untuk seluruh warga Dusun Keduwul. Menurut Takmir sekaligus ketua panitia qurban, Mustari, menuturkan bahwa warga akan mendapatkan 1 kg daging.

Foto: dari kiri Abu Amar dan Mustari

“Kami akan bagikan daging satu kilo gram ditambah yang lainnya, jadi sekitar 2 kilo gram-an totalnya per kepala keluarga”, jelas Mustari.

Mustari berterimakasih kepada para jamaah yang telah iklas mengurbankan sapi dan kambingnya. “Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh para jamaah”, pungkasnya mengakhiri.

Galang Dana DPC Granat Paluta Bhakti Sosial

BintangEmpat.Com, Sumatera Utara –  Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Norkotika Padang Lawas Utara (DPC Granat Paluta) melakukan bakti sosial turun kejalan untuk penggalangan dana terhadap musibah korban kebakaran di Lingkungan II, Pasar Gunung Tua, Kec. Padang Bolak, kabupaten Padang Lawas Utara Pada Rabu, 29/07/2020 di jalan lintas provinsi Sumatera Utara tepat di simpang IV (empat) pusat kota gunung tua.

Baca juga : Kejari Paluta Sidak Ke Lokasi Pembangunan Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa

Saat ditemui awak media  Sekretaris Granat Paluta, Rizky Romahdon Harahap di dampingi oleh kader yang saat ini aktif dalam kepengurusan mengatakan “Dana untuk bantuan ini, pengurus Granat Paluta melakukan penggalangan dana dari pengguna jalan tersebut yang melintas di jalan lintas provinsi di perempatan jalan simpang IV Pasar Gunung Tua, tepatnya di depan reruntuhan bangunan rumah dan toko yang terbakar di pusat kota pasar gunung tua.

Dahlan Syahputra Siregar mengatakan, “kegiatan dilakukan sebagai wujud kepedulian rasa sosial kami dari pengurus dan kader Granat Paluta terhadap korban yang mendapat musibah bencana kebakaran ini, apapun dan di manapun berada, kami tetap siap melakukan untuk rasa keperdulian terhada seluruh warga yang mendapat musibah seperti dll”.

Baca juga : Aksi Petisi Tolak RUU HIP Depan Kantor DPRD Paluta

Rizky menuturkan  “dalam kegiatan ini dapat terus dilakukan, sebagai wujud  solidaritas kemanusiaan terhadap korban yang terkena musibah di tengah pandemi virus Corona yang melanda kita saat ini”, cemasnya.

“Bukan hanya menimbulkan rasa kepedulian tapi sangat prihatin dan merasa iba terhada keluarga Korban. namun juga harus dapat berkontribusi aktif serta memberikan manfaat terhadap masyarakat yang terdampak musibah,” ungkap Rizky kepada media biro Paluta Harahap kuro kuro.

Total dana yang didapat untuk bantuan, terkumpulkan sebanyak Rp. 2.905.000. (Dua juta sembilan ratus lima ribu rupiah) dan bantuan tersebut diserahkan langsung kepada saudara Usman, salah satu seorang korban yang mengalami musibah kebakaran rumah serta usaha dan warung kopinya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat Kab. Paluta yang telah membantu kami dan terlaksananya kegiatan ini, semoga kita semua mendapat balasan yang setimpal, dan diberi kesehatan dan umur panjang untuk langkah kita yang lebih baik didepan seluruh masyarakat banyak, khusus di kab Paluta” ucap Rizky

Baca juga : Dianggap Tidak Serius Tangani Kasus Dugaan Korupsi Dinas Perkim Paluta, Kejatisu Didemo 8 Kali

Adapun Korban yang mengalami musibah kebakaran sebanyak 2 unit rumah permanen dan 2 unit Rumah Pertokoan (Ruko) di Lingkungan II, Kel. Pasar Gunung Tua, Kec. Padang Bolak,kab Paluta, yang terbakar pada Senin 27-07-2020 sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun akibat terjadinya kebakaran tersebut, yang diduga disebabkan korsleting arus listrik, dan kerugian ini ditaksir ratusan juta rupiah.

 

*Harahap kuro

‘Kriminalisasi Jurnalis’ Polsek Kalideres Digeruduk

Sidang Perdana 4 Wartawan Secara Virtual, Ratusan Jurnalis Seruduk Polsek Kalideres

BintangEmpat.Com, Jakarta – Empat wartawan media online www.bidikfakta.com menjalani persidangan perdana, Selasa, 28 Juli 2020. Walau terkesan sangat dipaksakan, keempat wartawan berinisial BW, RH, AR, dan SW, harus mengikuti persidangan yang berlangsung secara virtual di PN Jakarta Barat. Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), dan pengacara keempat wartawan bersidang di ruang sidang PN Jakarta Barat, sementara para wartawan mengikuti persidangan dari Polsek Kalideres.

Menyikapi penyidangan keempat rekannya itu, seratusan jurnalis dari seputaran Jabodetabek mendatangi Mapolsek Kalideres. Terlihat hadir di antara para wartawan itu antara lain Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, Pimpinan Redaksi BidikFakta.Com, Yoyon Wardoyo, dan Ketua Kaukus Pembela Wartawan, Kaleb Siringoringo. Tujuan utama kedatangan para wartawan ini adalah untuk menunjukkan solidaritas mereka terhadap rekannya yang terkena musibah ‘kriminalisasi jurnalis oleh oknum polisi Polsek Kalideres’ dan menyaksikan persidangan keempat rekannya tersebut.

Walaupun kedatangan rekan-rekan wartawan ini bertujuan baik, namun sangat disayangkan, mereka akhirnya harus kecewa dengan sikap dan arogansi para polisi di Mapolsek Kalideres ini. Pasalnya, para wartawan yang datang bersama keluarga keempat rekannya yang disidang itu tidak dapat menyaksikan persidangan akibat dihambat oleh petugas di sana dengan alasan yang dibuat-buat. Kapolsek Kalideres, Kompol Slamet, melalui Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Syafri Wasdar, melarang para wartawan dan keluarga para tersidang untuk masuk menyaksikan persidangan di ruang khusus yang disediakan untuk persidangan hari itu.

“Tidak boleh masuk menyaksikan persidangan mereka. Jika ingin mengikuti persidangan, keluarga boleh menyaksikan di ruang sidang di PN Jakarta Barat,” ujar Syafri.

Alasan itu selanjutnya dipertanyakan oleh para wartawan dengan mengatakan bahwa persidangan ini merupakan sidang terbuka, jadi siapapun boleh menyaksikan persidangan di manapun sidang itu digelar. Syafri terlihat tidak bergeming, ia kemudian beralasan bahwa mengingat situasi pandemik covid-19, maka tidak diperkenankan siapapun untuk masuk menyaksikan persidangan keempat wartawan itu.

Alibi tersebut kemudian disergah oleh Wilson dan kawan-kawan. Mereka lalu meminta ditunjukkan peraturan tertulis atau surat yang memuat ketentuan pelarangan wartawan dan pengunjung untuk menyaksikan persidangan. Hal ini tentu saja membuat Syafri dan beberapa oknum polisi di ruang lobby Polsek Kalideres tidak dapat memberikan jawaban. Kondisi tersebut menyulut suasana panas yang memicu keributan antara wartawan dengan para polisi itu.

“Mana peraturannya atau secarik kertas surat yang isinya menyatakan bahwa wartawan dilarang meliput dan menyaksikan persidangan ini?” tanya Wilson Lalengke dengan suara keras. Pertanyaan itu kemudian ditimpali oleh Kaleb Siringoringo dengan menyatakan bahwa para oknum polisi itu telah berbuat ‘suka-suka’ selama ini. “Kalian ini berbuat suka-suka kalian terhadap warga di negeri ini, mana itu polisi yang justru diduga melakukan pemerasan terhadap si penadah KJP itu, jangan kalian sembunyikan!” seru Siringoringo dengan lantang.

Sebagaimana diketahui bahwa persidangan keempat wartawan hari Selasa kemarin itu merupakan rangkaian peristiwa dugaan pemerasan terhadap seorang rentenir penadah 583 buah KJP yang digadaikan para orang tua siswa beberapa waktu lalu. Dalam peristiwa itu, aktor intelektual dan pelaku utama, Rosyid, belum ditangkap oleh polisi alias masih buron hingga saat ini. Turut dalam tim yang melakukan permintaan uang ke Tanti Andriani (sang rentenir – red) itu, adalah seorang polisi bernama Bubun (bukan Gungun Gunawan sebagaimana pemberitaan sebelumnya). Oknum polisi Bubun ini bertugas di unit Provost Polda Metro Jaya.

Para wartawan yang menggeruduk Mapolsek Kalideres ini kemudian mempertanyakan keberadaan polisi Bubun yang dalam kasus ini hanya dijadikan saksi. Padahal, faktanya, Bubun terlibat langsung ikut bersama Rosyid ke rumah Tanti Andriani, yang diduga kuat untuk pengambilan uang 4,5 juta rupiah di rumah rentenir itu.

Saat wawancara dengan Wilson Lalengke di kediamannya, Rabu, 20 Juli 2020, terkait persidangan perdana rekan-rekan wartawan yang dikriminalisasi polisi Kalideres di hari sebelumnya, Wilson mengatakan bahwa dirinya bersama ratusan wartawan dan keluarga para wartawan yang disidang tidak tahu persis jalannya persidangan. “Kita dilarang oleh Kanit Reskrim, AKP Safri, untuk masuk ke dalam ruangan tempat persidangan online berlansung. Saya sempat menanyakan peraturan secara tertulis-nya, tapi Safri tidak bisa menunjukkannya,” jelas alumni PPRA-48 Lemhannas RI Tahun 2012 itu.

Oleh karena itu, sambung Wilson, ia mendesak Pimpinan Polri untuk mengevaluasi kinerja bawahannya di Polsek Kalideres. “Sangat jelas para polisi itu tidak promoter dalam menjalankan tugasnya. Mereka tidak profesional, tidak mampu melaksanakan tugasnya dengan sistem yang modern, dan paling fatal, mereka tidak transparan, mereka sangat tertutup. Pasti ada yang disembunyikan dalam kasus ini,” imbuhnya.

Ketua Umum PPWI ini menyatakan sangat kecewa atas sikap dan pelayanan buruk yang dipertontonkan secara vulgar oleh para oknum polisi di Polsek Kalideres kemarin itu. “Kita sebagai rakyat sudah susah-payah beri makan para oknum polisi itu, bahkan hingga celana dalam mereka dibeli dari uang rakyat, tapi mereka bersikap arogan, tidak simpatik, pelayanan buruk terhadap kita yang datang baik-baik untuk menyaksikan jalannya sidang keempat wartawan itu,” kata Wilson dengan menyesalkan sikap dan perilaku para oknum polisi Kalideres.

Untuk itu, saran dia, sebaiknya proses penyelidikan, penyidikan, dan penanganan kasus tidak lagi dipercayakan kepada Polsek Kalideres. “Seluruh penanganan kasus yang muncul di Kalideres dilimpahkan ke Polres Jakarta Barat atau ke Polda Metro Jaya saja. Polsek Kalideres itu cukup diberi tugas hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” beber lulusan pasca sarjana program studi Global Ethics dari Universitas Birmingham, Inggris, ini mengakhiri wawancara. (APL/Red)

Referensi:

Polsek Kalideres Sita Ratusan KJP dari Renternir, Wilson Lalengke: Harus Diusut Tuntas https://pewarta-indonesia.com/2020/06/polsek-kalideres-sita-ratusan-kjp-dari-renternir-wilson-lalengke-harus-diusut-tuntas/

Polsek Kalideres Tahan Wartawan Saat Berupaya Ungkap Pegadaian KJP, Ini Pesan Wilson ke Kapolres Jakarta Barat https://www.ppwinews.com/2020/07/polsek-kalideres-tahan-wartawan-saat.html

Diduga Membela Penadah KJP, Wilson Lalengke Minta Kapolri Copot Kapolsek Kalideres https://pewarta-indonesia.com/2020/07/diduga-membela-penadah-kjp-wilson-lalengke-minta-kapolri-copot-kapolsek-kalideres/

TA Belajar Jadi Penadah Pegadaian KJP dari Tetangganya https://pewarta-indonesia.com/2020/07/ta-belajar-jadi-penadah-pegadaian-kjp-dari-tetangganya/

Viral Berita Penggadaian KJP, Polsek Kalideres Dihubungi Banyak Pihak https://pewarta-indonesia.com/2020/07/viral-berita-penggadaian-kjp-polsek-kalideres-dihubungi-banyak-pihak/

Praktek Penggadaian KJP Juga Terjadi di Jatinegara Jakarta Timur https://pewarta-indonesia.com/2020/06/praktek-penggadaian-kjp-juga-terjadi-di-jatinegara-jakarta-timur/

Lagi, Ditemukan Dugaan Praktek Gadai KJP di Jakarta Timur https://pewarta-indonesia.com/2020/06/lagi-ditemukan-dugaan-praktek-gadai-kjp-di-jakarta-timur/

Kapolsek Diduga Sebar Kebohongan melalui Konferensi Pers, PPWI: Memalukan! Pakai Uang Negara untuk Produksi Hoax https://www.ppwinews.com/2020/07/kapolsek-diduga-sebar-kebohongan.html

Beritakan Hoax, Kompas dan Tribunnews Jangan Jadi Penjilat Pantat Kapolsek https://pewarta-indonesia.com/2020/07/beritakan-hoax-kompas-dan-tribunnews-jangan-jadi-penjilat-pantat-kapolsek/

Kasus KJP, Pimpred Bidik Fakta: Empat Orang itu Benar Wartawan, Bukan Gadungan!!! https://www.ppwinews.com/2020/07/kasus-kjp-pimpred-bidik-fakta-empat.html

Kapolsek Kalideres Dilaporkan ke Propam Mabes Polri https://www.ppwinews.com/2020/07/kapolsek-kalideres-dilaporkan-ke-propam.html

Reka Ulang (Imajinatif) Kejadian Pengungkapan Kasus Pegadaian KJP di Kalideres https://pewarta-indonesia.com/2020/07/reka-ulang-imajinatif-kejadian-pengungkapan-kasus-pegadaian-kjp-di-kalideres/

Poster Habib Rizieq Tak Mempan Dibakar Malah Dipampang Di Markas FPI

Foto: Poster IB HRS yang gagal di bakar masa, dan sekarang dipampang di Markas FPI Pusat, Petamburan, oleh anggota FPI.

BintangEmpat.Com, Jakarta – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video poster gambar pentolan FPI, Habib Muhammad Rizieq Shihab (IB HRS) tak bisa dibakar oleh sejumlah pendemo. Meski pendemo telah menyulut api, api tersebut hanya bertahan beberapa detik saja kemudian padam. Spanduk Rizieq Shihab tak mempan dibakar.

Dalam video tersebut tampak sejumlah orang mengenakan pakaian merah putih menggelar demo di depan kantor DPR RI pada Senin (27/7/2020).

Dalam demo tersebut mereka menolak Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali ke Indonesia dan menyebut Rizieq sebagai pengkhianat bangsa. Mereka menyebut Rizieq dalam spanduk tersebut sebagai manusia sampah.

Lihat Videonya, Poster Habib Rizieq Shihab Tak Mempan Dibakar

“Manusia di foto ini adalah sampah. Dia tidak berguna lagi. Jadi tidak ada tuntutan kita mencemarkan nama baik karena dia sudah mengkhianati negeri ini, tak mengakui kemenangan pak Jokowi,” teriak orator dalam video tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PA 212, Ustad Slamet Ma’arif, menyatakan sikap. “Kami Mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS”, kata Ustad Slamet dihubungi BintangEmpat.Com, (28/7/2020).

Baca: Foto Habib Rizieq Di Injak-injak, Ini Sikap Ulama

Senada dengan Wasekjen PA 212, Ust Novel Ba Mu’min buka suara. “Sudah qodarullah mas, pada hari itu Allah tunjukan dan berikan karomah untuk hambanya imama besar Hb Rizieq Syihab yang posternya saja tidak mempan dibakar bahkan posternya sudah ditemukan dan di pampang di Petamburan, lagi lagi Allah Tunjukan Karomah atau kewalian Habib Rizieq Syihab”, tulis Ust Novel kepada BintangEmpat.Com, (29/7/2020).

“Sebagai bukti kalo kita buka sejarah mundur sedikit saja ketahun 2016 pada saat Aksi Bela Islam yang kedua yaitu ABI 411, HRS ditembaki dengan membabi buta dengan gas air mata ternyata beliu tidak bergeming apalagi tumbang, padahal selongsong gas air mata banyak yang jatuh di atas mobil komando dimana HRS berdiri dan hampir semua masa kocar kacir dan tumbang serta dibawa kerumah sakit Budi Kemuliaan”, jelas Ustad Novel.

“Dan baru di zaman ini selama bumi diciptakan dan juga manusia diciptakan manusia bisa berkumpul pada ABI ke tiga, 212 tahun 2016 sebanyak tujuh juta orang, bahkan tahun 2018 hampir kurang lebih tiga belas juta orang dan dengan izin Allah, HRS satu-satunya menjadi magnet untuk berkerumunnya masa karena beliau sudah menjadi salah satu korban kriminalisasi ulama, beliau berada di Saudi Arabia karena hijrah mengikut kepada Rasulullah selaku sang datuk HRS yang juga berhijrah untuk menyiasati perjuangan dakwahnya”, imbuh Ustad Novel.

“Namun kami umat Islam khususnya pencinta imam besar sudah suatu kewajiban membela ulama, yang juga cucu Rasulullah dengan cara apapun dan resiko apapun, karena jelas hanya neo pki yang berani menghina dan menantang ulama, yang mana pki perjuangan ini sangat kecewa atas kekalahan ruu hip tidak jadi diterima di DPR karena TAP MORS  No 25 Tahun 1966 gagal dibuang serta trisila dan ekasila gagal masuk dalam RUU BPIP, yang memang justru BPIP pun harus dibubarkan”, jelas Ustad Novel lagi.

“Dan kami meminta kepada aparat kepolisian untuk segera menindak para provokator yang jelas telah memecah belah anak bangsa dan selalu membuat gaduh bangsa ini dengan gaya – gaya neo pki itu sebagaimana polri dengan segera memproses kasus pembakaran poster bergambar kepala banteng yang kemarin sempat dibakar masa”, pungkas Ustad Novel. Tim.

Foto Habib Rizieq Di Injak-injak, Ini Sikap Ulama

Lihat Videonya

 

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA FPI, GNPF ULAMA DAN PA 212 ATAS PELECEHAN, PENGHINAAN DAN ANCAMAN PEMBUNUHAN TERHADAP IMAM BESAR HABIB RIZIEQ SHIHAB (IB HRS)

Sehubungan dengan kejadian yang sangat tidak bermoral pada Aksi 27 Juli 2020 di depan
gedung DPR / MPR oleh kelompok Neo PKI yang menghinakan dan melecehkan Ulama
sekaliber Habib Muhammad Rizeiq Shihab ( HRS adalah cucu Rasulullah ) dengan merusak dan
menginjak – injak bahkan membakar poster Ulama Indonesia Imam Besar FPI Al Habib
Muhammad Rizieq Shihab, maka kami dengan tegas menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Bersyukur kepada Allah SWT dengan mengucapkan Alhamdulillah atas tidak
    terbakarnya poster dengan foto IB HRS saat berupaya dibakar oleh gerombolan Neo PKI
    pada saat Aksi, ini menunjukan kebesaran Allah SWT dan Karomah IB HRS.

  2. Bahwa IB-HRS sebagai Warga Negara Indonesia yang merdeka memiliki hak dan kebebasan untuk pulang kembali ke Tanah Air Indonesia kapan saja tanpa tekanan atau ancaman mau pun intimidasi dari pihak mana pun.

  3. Mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS di
    depan gedung DPR / MPR RI.

  4. FPI, GNPF Ulama dan PA 212 akan menempuh jalur Hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian.

  5. Mendesak penegak Hukum segera memproses pelaku penghinaan dan pelecahan terhadap
    IB HRS dalam waktu yang secepat – cepatnya.

  6. Menghimbau umat Islam untuk mengedepankan proses upaya – upaya hukum baik hukum Negara, Agama ataupun Hukum Adat kepada pelaku – pelaku penghinaan dan pelecehan Ulama / Habaib terutama IB HRS.

  7. Mengintruksikan kepada laskar FPI dan Mujahid 212 untuk bersiap siaga dalam menghadapi tantangan mereka Komunis penghianat bangsa serta menjaga para Ulama dan Tokoh masyarakat dari ancaman gerombolan Neo PKI.

  8. Dikarenakan kebangkitan Neo PKI yang berteriak – teriak mendukung pancasila padahal merusak pancasila itu sendiri maka kami menuntut dengan tegas agar Inisiator RUU HIP dan Partai yang ingin merubah (MAKAR) terhadap Pancasila di proses Hukum dan jika terbukti secara Hukum maka wajib DIBUBARKAN.

  9. Jika “MAKAR” ini tidak diproses secara Hukum maka Netralitas dan Nasionalis POLRI
    sebagai penegak Hukum dan TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI dan pancasila patut dipertanyakan.

Jakarta, 28 Juli 2020 / 7 Dzulhijjah 1441 H

Ketua Umum FPI: KH. M Shobri Lubis.

Ketua Umum GNPF-U: Ust.Yusuf M Martak.

Ketua Umum PA 212: Ust.Slamet Ma’arif.

Foto: Ketua Umum PA 212: Ust.Slamet Ma’arif

*ditulis oleh Ust.Slamet Ma’arif.

Wajib Pajak Menjerit, Samsat Surabaya Utara Bungkam

Foto: Andreas AW, ketika menjabat PDPP Samsat Trenggalek.

BintangEmpat.com, Surabaya – desas-desus Pungutan liar (pungli) di Samsat Surabaya Utara, jalan Kedung Cowek, bukan menjadi rahasia umum. Praktek-praktek pungli tiap hari terjadi di Samsat Surabaya Utara, korbannya lagi-lagi para wajib pajak.

Seperti halnya yang terjadi pada seorang warga net mengeluahkan pelayanan Samsat Surabaya Utara, Kedung Cowek, Surabaya, saat mengurus biaya mutasi dan balik nama.

Keluhan warga net itu diungkapkan di media sosial Facebook. Akun Facebook atas nama Muhammad Abdul Muid Alchoiri itu merasa di tipu oleh oknum yang diduga calon di Samsat setempat, yang diunggah pada 26 Juli 2020, pukul 06.13 Wib.

Screnshoot

Berikut isi postingan akun Muhammad Abdul Muid Alchoiri di salah satu Facebook grup Surabaya:

(Penipuan/calo)
pagi saya datang ke SAMSAT KEDUNG COWEK SURABAYA. Saya parkir di depan kemudian saya di tawarin tukang parkir mau bantu pengurusan mutasi dan balik nama. Awalnya saya tidak mau berhubungn dengan dia.
Saya mau urus sendiri ,kmudian dia bilang 20rb aja mas buat makan saya ibah..yauda mas ayok.
Kemudia tukang parkir ngarain ktemenya (calo/nanda) mreka bilang dbagi dua 10rbn tiap org , saya ikut lah sama temenya. Diminta formulir 125rb dan biyaya mutasi 950rb. (Dengan perjanjian ada kuitansi yg resmi dr samsat,saya kira ini biyaya pembuatan bpkb+stnk baru) dan calony bilang iya itu biyaya nya…ok saya kasi lah..
Sya kira aman. Ternyata dikasilah kuintasi palsu dengan ditulis sendri si calo (nanda) tersbut..
Saya mulai curiga mau tanya bagian dalam informasi biyayany ternyta mutasi hanya 250rb..
Calony marah dan saya marah merasa ditipu jg.kemudian berdebat dengan (calo/nanda) dan dia ngajak teman2ny saya mau dkroyok dengan smua calo. Kmudian sya mengalah karena saya juga salah percya

NB : modusnya bantu cmn byar 20rb buat makan (tentunya ibah) .kemudian biyaya membengkak dengan jaminan kuintansi resmi dari samsat ternyata palsu .

Saya share bukan untuk menyudutkan pihak samsat tapi tolong pihak samsat di perketat lagi internalnya..dan di tempat sana lebih banyak calo dari pada pengunjungnya..semoga masyarakat belajar dari kesalahan saya. (Apalagi jaman skrng susa cari uang) smga bermanfaat 🙏

Bukti kuintansti yg dbengkakaan (palsu)..yg seharusnya kena 2.150 menjadi 3.235 (pajakstnk+mutasi).

Menanggapi keluhan warga net tersebut, tim investigasi BintangEmpat.Com berusaha mencari tanggapan dari pengelola data pelayanan perpajakan (PDPP) atau yang sering disebut Adpel dan Kanit Reg Ind (KRI) Samsat Surabaya Utara tersebut.

Namun sangat disayangkan, PDPP atau Adpel Samsat Surabaya Utara, Andreas. A. W, ketika dikonfirmasi ke WhatsAppnya memilih bungkam tak menjawab.

“👆ijin tanggapanya, ijin juga minta nmr WA KRI sby utara”, tulis BintangEmpat.Com kepada Andreas, pada 27 Juli 2020, pukul 12.32 Wib.

Namun bukannya menjawab, Andreas memilih bungkam dan hanya membaca konfirmasi dari BintangEmpat.Com, hanya terlihat tanda dua centang biru, artinya hanya dibaca saja, hingga berita ini diterbitkan, 28 Juli 2020.

Terdengar informasi bahwa Andreas bakal dipromosikan menjadi Kepala Seksi (Kasi), namun apa mungkin seorang pemimpin dengan karakter kepemimpinan seperti itu bisa menjadi sauri tauladan bagi bawahannya?.

Sejak menjabat sebagai PDPP Samsat Surabaya Utara, Andreas sering mendapat sorotan miring dari masyarakat, baca beritanya Bongkar Dugaan Pungli Di Samsat Surabaya Utara, Segera Turunkan Tim Saber Pungli dan juga Pungutan Liar Di Samsat Surabaya Utara, Warga Net Menjerit

Dengan pemberitaan, semoga bisa memjadi catatan bagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Gubernur Jawa Timur, dengan programnya CETTAR.

Hingga berita ini diturunkan belum ada hak jawab baik dari Bapenda ataupun dari pihak kepolisian. Bersambung… *Tim.

Pungutan Liar Di Samsat Surabaya Utara, Warga Net Menjerit

BintangEmpat.com, Surabaya – desas-desus Pungutan liar (pungli) di Samsat Surabaya Utara, jalan Kedung Cowek, bukan menjadi rahasia umum. Praktek-praktek pungli tiap hari terjadi di Samsat Surabaya Utara, korbannya lagi-lagi para wajib pajak.

Seperti halnya yang terjadi pada seorang warga net mengeluahkan pelayanan Samsat Surabaya Utara, Kedung Cowek, Surabaya, saat mengurus biaya mutasi dan balik nama.

Keluhan warga net itu diungkapkan di media sosial Facebook. Akun Facebook atas nama Muhammad Abdul Muid Alchoiri itu merasa di tipu oleh oknum yang diduga calon di Samsat setempat, yang diunggah pada 26 Juli 2020, pukul 06.13 Wib.

Screenshot

Berikut isi postingan akun Muhammad Abdul Muid Alchoiri di salah satu Facebook grup Surabaya:

(Penipuan/calo)
pagi saya datang ke SAMSAT KEDUNG COWEK SURABAYA. Saya parkir di depan kemudian saya di tawarin tukang parkir mau bantu pengurusan mutasi dan balik nama. Awalnya saya tidak mau berhubungn dengan dia.
Saya mau urus sendiri ,kmudian dia bilang 20rb aja mas buat makan saya ibah..yauda mas ayok.
Kemudia tukang parkir ngarain ktemenya (calo/nanda) mreka bilang dbagi dua 10rbn tiap org , saya ikut lah sama temenya. Diminta formulir 125rb dan biyaya mutasi 950rb. (Dengan perjanjian ada kuitansi yg resmi dr samsat,saya kira ini biyaya pembuatan bpkb+stnk baru) dan calony bilang iya itu biyaya nya…ok saya kasi lah..
Sya kira aman. Ternyata dikasilah kuintasi palsu dengan ditulis sendri si calo (nanda) tersbut..
Saya mulai curiga mau tanya bagian dalam informasi biyayany ternyta mutasi hanya 250rb..
Calony marah dan saya marah merasa ditipu jg.kemudian berdebat dengan (calo/nanda) dan dia ngajak teman2ny saya mau dkroyok dengan smua calo. Kmudian sya mengalah karena saya juga salah percya

NB : modusnya bantu cmn byar 20rb buat makan (tentunya ibah) .kemudian biyaya membengkak dengan jaminan kuintansi resmi dari samsat ternyata palsu .

Saya share bukan untuk menyudutkan pihak samsat tapi tolong pihak samsat di perketat lagi internalnya..dan di tempat sana lebih banyak calo dari pada pengunjungnya..semoga masyarakat belajar dari kesalahan saya. (Apalagi jaman skrng susa cari uang) smga bermanfaat 🙏

Bukti kuintansti yg dbengkakaan (palsu)..yg seharusnya kena 2.150 menjadi 3.235 (pajakstnk+mutasi).

Menanggapi keluhan warga net tersebut, tim investigasi BintangEmpat.Com berusaha mencari tanggapan dari pengelola data pelayanan perpajakan (PDPP) atau yang sering disebut Adpel dan Kanit Reg Ind (KRI) Samsat Surabaya Utara tersebut. Pemberitaan ini masih sepihak belum terkonfirmasi ke Adpel dan KRI. Kami akan mengupayakan secapat mungkin agar berimbang dan terungkap kebenarannya.

Food by Nics Bikin Nafsu

Menu Rice Bowl Lauk Dendeng

BintangEmpat.Com – Week End sudah tidak bisa dipungkiri lagi menjadi waktu juga Hari Jajan Nasional. Berbagai menu jajan berseliweran lewat di berbagai lini masa.

Week end kali ini, BintangEmpat.Com mau kasih kalian rekomendasi jajan sehat dan hygienis yang sedang hapening. Nah, ini dia jajanan yang perlu kalian coba. Food by Nics Bikin Nafsu…

Varian menu yang disajikan

Secara umum Food by Nics ini menawarkan 2 menu yaitu Ricebowl dan Dimsum. Sengaja semua menu ini limited pack jadi ga dibuat masal. Masak hari ini.. Makan hari ini!

Ricebowl Food by Nics endiri menyajikan daging sapi pilihan. Ricebowl daging sapi tersedia dalam beberapa rasa seperti dendeng balado, beef teritaki, paru balado. Jangan kawatir ada varian daging ayamnya dan juga udang.

Di menu dimsum kalian bisa mencoba dimsum mentai, dimsum original dan juga dimsum mentai cheese. Hmmmm…
Yang lebih seru pilihan pilihan menu itu dilabeli harga Rp.25.000,- all item.

Daftar menu

Jangan sampai ketinggalan Food by Nics juga membuat promo buy 6 free 1.
Penasaran? Karena limited pack jadi kalian meski melakukan PO Order dahulu. Ini nomor yang bisa kalian hubungi kusus Jabodetabek:
NICOLE: (WA) 0877 1925 1976
atau kunjungi Instagram
IG: @FOODBYNICS
Jajan sehat dan hygienis! *Red