Arsip Tag: 02

Doa Pendukung O2 Diterima Tuhan

BintangEmpat.Com, Jakarta – Intelektual Nahdlatul Ulama (NU) KH Nadirsyah Hosen menilai bahwa doa para pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sudah diterima oleh Tuhan.

BACA: Anies Disebut ‘Goblok’

“Gus, kenapa doa ulama pendukung 02 tidak dikabulkan Allah? Padahal katanya sudah konsultasi ke wali yang kasyaf. Gimana penjelasannya?. Doa mereka tidak ditolak Allah, bahkan diterima Allah,” tulis Nadirsyah dalam akun twitternya @na_dirs, Jumat (19/7/2019).

BACA JUGA: Mahkamah Agung Vonis Jokowi Bersalah

Hanya saja doa yang diterima oleh Tuhan adalah doa yang baik. Dan pria yang karib disapa Gus Nadir itu menduga doa terbaik yang dilantunkan pendukung Prabowo-Sandi adalah Jokowi sehingga Capres nomor urut 01 itu terpilih menjadi Presiden di periode 2019-2024.“(Doa diterima) dalam bentuk diberi sesuatu yang lebih baik. Itulah kasih sayang Allah. Makanya 01 menang,” celetuk Gus Nadir.

BACA: Penulis Buku ‘Jokowi Under Cover’ Bebas

Perlu diingat bahwa sepanjang Pemilu 2019 Indonesia sempat dihebohkan dengan doa salah satu deklarator tagar 2019 Ganti Presiden yakni Neno Warisman.

BACA: MA Tolak Kasasi Kedua Prabowo

Di mana dalam agenda Munajat 212 di Monas pada hari Kamis 21 Februari 2019 itu, Neno berseloroh dalam doanya, jika Tuhan tidak menangkan Prabowo-Sandi, ia khawatir tidak ada yang menyembah Tuhan lagi.

BACA: Mahkamah Agung Vonis Jokowi Bersalah

“Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami.Karena jika Engkau tidak menangkan, Kami khawatir ya Allah Kami khawatir ya Allah, Tak ada lagi yang menyembah-Mu,” penggalan isi doa Neno Warisman.

SOROT: Bakal Ada Pertemuan Lanjutan Jokowi-Prabowo

*Sumber Redaksi

 

 

Perlawanan Rakyat Pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi

 

 

Bintangempat.com, Jawa Timur –  Melihat fenomena yang terjadi usai hasil keputusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI), Presiden Front Pribumi Ki Gendeng Pamungkas – – sering disingkat KGP – menjadi tertarik untuk memprediksi Indonesia ke depan.

Menurut pengakuan KGP, ia merenung dan membayangkan bagaimana kecewa leluhur bangsa dan para pendiri bangsa yang utama,
seperti Bung Karno, Bung Hatta, Tan Malaka, dan Sjahrir sedih melihat kondisi bangsa ini.

Video Pidato Prabowo Atas MK

Mereka tentu akan menanyakan pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar bangsa ini diselamatkan dari kehancuran.

Presiden Front Pribumi Ki Gendeng Pamungkas kali ini merujuk pada Serat yang ditulis Sri Aji Joyoboyo yang disebut memiliki ratusan ramalan soal masa depan Nusantara. Dimana Joyoboyo meramal Nusantara dari masa runtuhnya Kerajaan Kediri hingga sekarang. Di antara ratusan itu, ada delapan ramalan yang relevan dengan peristiwa di Tanah Air saat ini.

Kedelapan ramalan tersebut adalah Murcaning Noyogenggong Sabdopalon, Semut Ireng Anak-anak Sapi, Kebo Nyabrang Kali, Kejajah Saumur Jagung Karo Wong Cebol, Pitik Tarung Sak Kandang, Kodok Ijo Ongkang-ongkang, Tikus Pithi Anoto Baris dan Reinkarnasi Noyogenggong Sabdo Palon.

Ramalan yang menyebut ‘Pithik jago tarung sak kandang’ (Ayam jantan berkelahi satu kandang). Isyarat dari ramalan sang pujangga waktu itu agar masyarakat mewaspadai akan adanya ancaman disintegrasi atau perpecahan bangsa.

 

Bila kemudian ramalan tersebut dihubungkan dengan terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G 30 S) bisa relevan kan?

“Saat ini bukan lagi pertarungan antara pendukung 01 melawan pendukung 02.” Hal itu dikatakan KGP pada Jumat (28/6) pagi di Malang.

“Namun saat ini adalah pertarungan antara nasionalis sejati dan melawan anti nasionalis. Sejarah selalu berulang, ” Kata KGP.

Menurut KGP, ” Yang dimaksud sebagai anti Nasionalis adalah sikap yang ditunjukkan oleh siapa pun mereka dengan ciri tidak mandiri sebagai bangsa yang merdeka dan lebih suka menjadi kuli bagi bangsa lain alias mau enaknya saja makan rente bank dengan bekerja dikit tapi untung besar alias mental calo “.

KGP melanjutjan, ” Kondisi ke depan akan terjadi kemarahan, perlawanan dan apatisme masyakarat yang meluas di seluruh tanah air. Mereka tidak percaya lagi pada lembaga hukum yang tujuan dasarnya adalah mencari keadilan “.

” Apatisme itu sulit dicari siapa yang mempeloporinya? Tidak ada provokator yang bisa dituduh sebagai penggerak. Inilah gaya perlawanan rakyat kedepan, setidaknya selama setahun ini, ” imbuh KGP.

KGP menambahkan, ” Mereka yang marah, berang dan apatis bukan hanya rakyat biasa tapi juga akan melingkupi pada para pegawai, tentara, dokter, guru dan Aparatur Sipil Negara lainnya ” .

” Mereka yang punya dana berlebih akan bergaya hidup sangat hedonistik, makan dan minum dalam kemewahan. Sedangkan yang hidup dalam kesulitan hanya melihat itu semua sebagai tontonan yang menyakitkan. Yang kaya tidak tahu apakah yang diperbuatnya salah atau tidak, sedangkan yang kurang beruntung hanya memendam kekecewaan dan kemarahan melihat kondisi disparitas yang sangat lebar.
Sebagai umat Islam tentu meyakini adanya Firman Allah

قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَآءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَآءُ ۖ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَآءُ ۗ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

_”Katakanlah (Muhammad), Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu ” .
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 26)

” Begitulah nasib umat Islam Indonesia yang punya ciri sebagai berikut: Pertama, suka menutup mesjid padahal ada yang ingin itikaf, ingin dhuha, ingin mesjid menjadi sentra pendidikan di luar rumah tangga: baik pra sekolah maupun selagi masa bersekolah. Mesjid seakan milik pribadi dan mirip museum dengan memberlakukan jam buka dan tutup.

Kedua, umat Islam sulit dan atau tidak bisa bersatu. Terlihat sesama anggota kelompok komunitas bergesekan sehingga sibuk bersaing demi menonjolkan dan menolak apresiasi di antara sesama kawan.

Ketiga, mayoritas umat bhakil dalam berbagi, bersedekah dan berwakaf karena sebagian ada yang hanya ingin terlihat sebagai alim individu bukan alim sosial. Kealiman atau kesalehan diri lebih suka ditunjukkan dengan pergi haji berkali-kali ke Mekah padahal tetangga sekitar atau saudara kalian ada yang patut kalian perhatikan.

Keempat, umat Islam lebih toleran pada etnis pembohong bahkan bangga bila jadi babu mereka, padahal kalau saja umat mengamalkan Sila ketiga dari Pancasila maka umat dari kaum pribumi akan jauh lebih maju dari Malaysia, Korsel, Jepang bahkan Cina sekalipun.

BACA JUGA:

Permohonan PHPU Ditolak, Jokowi-MA Dinyatakan Sebagai Paslon Presiden Dan Wapres Terpilih

Din Syamsuddin : Pernyataan Moeldoko Mengerikan, Jika Tidak Dicegah Akan Dinilai Lalai

Gatot Nurmantyo: Bangkit Dan Bergerak Atau Negara Kita Akan Punah

Kelima, umat saat ini tidak belajar dari sejarah. Mereka tidak paham kata-kata dari Buya Hamka (soal *kerja*), Haji Agus Salim (soal *tuan rumah*), Bung Hatta (soal *tenggelam ke dasar laut*), Tan Malaka (soal *Aksi Massa*), Sjahrir (diplomat ulung), dan Bung Karno (soal *musuhmu adalah dari Bangsamu sendiri yang _koruptif_*), jelas KGP.

Front Pribumi dan KGP sudah sejak 1972 berjuang menyuarakan nasionalisme. Melakukan pencerahan lewat budaya, baik melalui musik, gerakan renovasi Surau, dan pemasangan spanduk dan penyebaran kaos yang mengingatkan bahaya penjajahan modern lewat Proxy war.

Perlawanan Rakyat Pasca Keputusan Mahkamah Konstitusi

Menurut KGP sebagai penutup, musuh bangsa ini sesungguhnya adalah pribumi sampah para jongos cina. ” Sebentar lagi kira-kira setahun berjalan bangsa ini akan mendadak nasionalis. Mereka akan mencari pemimpin yang asli yang bisa membawa ke arah perubahan sesuai pancasila dan UUD 1945. Perlawanan rakyat sebentar lagi. Setahun berjalan berjalan, tidak lama lagi. Dan bangsa ini tengah mempersiapkan untuk mendadak kaget agar tidak terlihat dungu, ” pungkasnya.

*Red

Permohonan PHPU Ditolak, Jokowi-MA Dinyatakan Sebagai Paslon Presiden Dan Wapres Terpilih

 

Video Jokowi Bakal Terpilih Lagi

 

BintangEmpat.Com, Jakarta – Ir. H. Joko Widodo dan Prof. KH. Ma’aruf Amin (Jokowi-MA) dinyatakan sebagai pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih oleh Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi, tepat pukul 21.16 wib, malam ini, Kamis (27 Juni 2019).

Hal itu terungkap ketika 9 orang anggota Majelis Hakim secara tegas menolak permohonan dari pemohon PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum), pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Video Demo MK 1 Orang Pingsang

 

Setelah pembacaan hasil selama lebih dari 9 jam, pada akhirnya Majelis menyatakan menolak permohonan pemohon secara keseluruhan. Pembacaan hasil sidang yang dihadiri oleh para kuasa hukum pemohon, kuasa hukum pihak terkait (paslon Jokowi-MA), termohon KPU dan Bawaslu RI, dilakukan di bawah penjagaan super ketat aparat keamanan dari Kepolisian Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia.

Keputusan persidangan PHPU di Mahkamah Konstitusi, yang merupakan hasil final dari rangkaian panjang pelaksanaan Pemilihan Presiden/Wapres, itu sebelumnya sudah diprediksi banyak pihak. Prof. Mahfud MD yang merupakan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, misalnya, sejak awal sangat yakin bahwa permohonan PHPU pasti ditolak.

“Hasil persidangan PHPU sudah bisa diputuskan, karena tidak ada yang bisa dibuktikan atas apa yang dituduhkan sebagai kecurangan, jadi permohonan harus ditolak,” kata Mahfud beberapa hari lalu.

Keputusan Mahkamah Konsitusi malam ini direspon baik oleh kedua paslon. Prabowo-Sandi telah memberikan pernyataan menghormati dan menerima keputusan tersebut hanya beberapa menit setelah majelis hakim MK selesai membacakan hasil persidangan PHPU 2019 tersebut.

Menyusul Joko Widodo pada beberapa menit kemudian juga telah menyampaikan pernyataannya, yang pada intinya mengajak seluruh anak bangsa untuk bersatu, melanjutkan pembangunan bangsa dan negara ke depan.

“Tidak ada lagi kosong satu, kosong dua, sekarang mari kita bersatu membangun Indonesia yang lebih maju, Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih sejahtera. Kami, Jokowi dan KH, Ma’aruf Amin akan menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Jokowi.

(APL/Red)

 

Moeldoko, Kubu 02 Bukan Perusuh

Video Pengakuan Eks Tim Mawar

 

BintangEmpat.Com, Jakarta – Menguak kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019 di sekitar gedung Bawaslu kemarin, menelan korban nyawa dan menjadi perhatian publik bahkan dunia pun menyoroti tragedi tersebut.

Pemerintah menduga kericuhan yang terjadi sejak demo kemarin hingga hari ini, bagian dari upaya sistematis dari kelompok tertentu. Mereka sengaja ingin memperkeruh suasana pascapengumuman hasil Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko menyebut kelompok ini bukan dari kubu 02, alias tim pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Video Ust Lancip Demo 22 Mei

“Ada sebuah upaya sistematis dari kelompok tertentu, di luar kelompok teroris yang ingin mendompleng suasana ini,” kata Moeldoko, saat memberikan keterangan pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu 22 Mei 2019.

Untuk itu, Moeldoko mengimbau masyarakat tidak ikut-ikutan dalam aksi kerusuhan tersebut. Dia meminta, agar masyarakat Indonesia tidak melibatkan diri ke kerumunan massa, supaya situasi menjadi kondusif.

Menurut Moeldoko, situasi politik sesungguhnya sudah berakhir, apalagi kubu pasangan calon 02, sudah menempuh jalur konstitusi dengan melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas hasil Pilpres 2019. “Ini jelas-jelas upaya (dari kelompok tertentu) melakukan kerusuhan. Saya tegaskan seperti itu, kenapa? Karena, upaya hukum sudah ditempuh oleh kelompok yang berkepentingan, yakni 02. Tetapi, ada kelompok yang ingin suasana menjadi keruh, tidak baik. Ada kelompok tertentu yang ingin mendompleng situasi ini,” pungkasnya.

Video Mayjen Soenarko

 

*Sumber Redaksi

Video Penggal Kepala Jokowi Ternyata Ketua KPPS

 

Bintangempat.com, Jakarta – Polisi menangkap Heriawan Susanto di Bogor tak lama setelah video pria tersebut viral karena melontarkjan ancaman akan penggal kepala Joko Widodo (Jokowi). Belakangan diketahui kalau Heriawan ternyata ketua KPPS di lingkungan rumahnya.

 

Massa Tuntut Diskualifikasi Paslon 01

Menyambangi Rumah Heriawan di Jalan Palmerah Barat RT 9 RW 7, Palmerah, Jakarta Barat. Terlihat Heriawan merupakan pendukung capres nomor urut 02. Bahkan tulisan Prabowo-Sandi Indonesia Menang tampak terpampang besar di ventilasi pintu rumah HS yang berada di gang sempit.

Saat ini rumah dua lantai tersebut dalam keadaan kosong. Ayah HS yang tinggal serumah dengan sang anak tak berada dirumah sejak Minggu 12 Mei 2019 kemarin.

AMP-TKP 2019 Sorot Misteri Kematian Petugas Pemilu

Ketua RT 09/07 Harto K Seha, membenarkan bahwa HS merupakan pendukung 02. “Kalau pendukung 02 memang iya, tapi kalau untuk seberapa fanatiknya saya enggak tahu ya karena dirumahnya juga enggak pernah ada pertemuan,” kata Harto saat ditemui, Senin (13/5/2019).

Dari keterangan tetangganya, Heriawan sering ikut dalam berbagai unjuk rasa, mulai Aksi Bela Islam, hingga aksi di Bawaslu selalu ikut. Ia berangkat bersama temannya.

Natalius Pigai: 144 KPPS Meninggal, KPU Terancam Pidana

“Karena kan kemarin yang lain pada kerja jadi ga ada yang ikut. Biasanya sih ramai-ramai, mungkin dia kelepasan ya namanya suasananya lagi panas,” ujarnya.

 

Harto tak menyangka bila Heriawan terjerat kasus itu. Ia sempat terkejut saat polisi berpakaian preman datang kerumah Heriawan. Kala itu, Hasto sempat menanyakan ke Heriawan mengenai pemilu. “Kebetulan dia Ketua KPPS,” ucapnya.

ANAK CHINA ANCAM TEMBAK JOKOWI DIBEBASKAN

Bukannya di jawab, Heriawan malah terlihat murung. Bersama dengan dua polisi itu, Hasto baru mengetahui bahwa Heriawan telah diamankan. Kedatangan polisi ke rumahnya di Palmerah untuk mengambil sejumlah barang bukti, seperti Jaket, Peci, dan Tas.

Harto menambahkan, secara umum Heriawan dikenal sebagai anak yang baik dan aktif berorganisasi di lingkungannya. Ia bukanlah anak nakal yang suka menongkrong dan mabuk mabukan.

“Dia itu baik, dan aktif juga di karang taruna, intinya bukan anak nakal yang suka nongkrong-nongkrong lah, kerjanya juga di bidang wakaf Alquran,” kata Harto.

*Red.

*sumber sindonews.com

Sebar Video Hoax Di Youtube Pemuda Garut Ditangkap

Foto : Rukman, pemilik akun " Tv explore news "
Foto : Rukman, pemilik akun ” Tv explore news “

 

Bintangempat.com, Jawa Timur – Sebar Video Hoax di Youtube pemuda asal Garut, Jawa Barat ditangkap Polres Jombang, pemuda itu adalah Rukman bin Ikin Solikin (30), alamat Kampung Gandayayi RW/RT: 003/005, Curah Rejo Ds. Cibiuk Kaler, Kec. Cibiuk Kabupaten Garut, Jawa Barat.

 

Rukman ditangkap karena penyebaran berita hoax melalui youtube “DIDUGA CURANG EMAK EMAK LABRAK KPU JOMBANG JATIM”, pada hari Sabtu tanggal 27 April 2019, sekira pukul 12.00 wib, oleh Unit Resmob Polres Jombang dipimpin Kasat Reskrim polres jombang Akp Azi Pratas Guspitu, di Kampung Neglasari, Kelurahan Cibiuk Kaler, Kec Cibiuk, Kab Garut Provinsi Jawa Barat, gabungan dengan Resmob Polres Garut dan Kanit Reskrim Polsek Cibiuk atas laporan dengan nomor laporan: LPA/04/IV/2019/JATIM/RES.JBG tanggal 26 April 2019.

 

Menurut Kasat Reskrim Polres Jombang, Akp Azi Pratas Guspitu, ” Rukman dijerat Pasal 40 undang undang nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang undang no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, ” tegas Azi.

Polisi menyita barang bukti:
– 1 (satu) unit dosbook hp sony .
– 1 (satu) unit hp sony xperia warna hitam dengan nomor 081386567245 dengan akun ” Tv explore news ” [email protected]

 

Modus yang digunakan, ” Bahwa pelaku pendukung 02 mengetahui situasi politik lagi panas, akhirnya pelaku mengambil salah satu video di medsos kemudian mengedit dengan menambahkan tulisan DIDUGA CURANG EMAK EMAK LABRAK KPU JOMBANG JATIM, kemudian oleh pelaku diupload untuk menambah panas situasi politik yang lagi ramai dan panas saat ini, ” terang Azi.

Baca Pungli Di Samsat Ponorogo Dan Madiun

Azi menambahkan, ” Tidak ada orang yg menyuruh maupun mengendalikan, pelaku melakukan nya sendiri “.

Video yang beredar pada hari Jumat tanggal 19 april 2019 telah beredar video HOAX di Youtube dengan judul ” 1NDIKA4SI CUR4NG!! 3MAK 3MAK L4BRAK GUD4NG KPU JOMBANG J4TIM!!! ” yang meresahkan dan menimbulkan kegaduhan di wilayah hukum polres jombang.

*Siwa.

*DUMM.

 

Pemilihan Suara Ulang Mojokerto Jokowi Unggul

 

Coblosan Ulang, Capres-cawapres 01 Unggul 145 Suara

BintangEmpat.Com – Calon presiden dan calon wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin menang dalam Pemilihan Suara Ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Dusun Wotlemah Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari Kabupeten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (23/04/2019).

Jabatan Kepala Dinas PUPR Lumajang Terindikasi ‘Titipan’

Berdasarkan perhitungan yang berlangsung yang dimulai pukul 13.05 WIB, pasangan Jokowi-Maruf Amin memperoleh 145 suara, sementara Prabowo-Sandiaga memperoleh 47 suara, dan 1 suara tidak sah.

Di TPS 01 dari 300 Daftar Pemilih Tetap (DPT) dengan rincian laki-laki 147 pemilih dan perempuan 153 pemilih, yang hadir hanya 193 pemilih dan yang tidak hadir sebanyak 107 pemilih.

Ahmad Arif, divisi teknis KPUD Kabupaten Mojokerto, mengatakan, Pemilihan suara ulang ini jika dibandingkan dengan pemilihan pada tanggal 17 kemarin memang ada penurunan, baik jumlah partisipasi pemilih maupun perolehan suara yang didapatkan Paslon 01 ataupun 02.

“Pada tanggal 17 kemarin tingkat partisipasi pemilih tinggi tingkat kehadiran pemilih mencapai 235 hari ini turun diangka 63% karena yang hadir hanya 193,” kata Arif, Selasa (23/04/2019).

Sedangkan, lanjut Arif, untuk perolehan masing-masing paslon yang kemarin pada tanggal 17 paslon 01 mendapatkan 175 suara sekarang turun menjadi 145 suara, untuk Paslon 02 kemarin mendapatkan 56 suara sekarang turun mendapatkan 47 suara, sedangkan untuk suara tidak sah kemarin 5 suara sekarang hanya 1 suara.

“Setelah ini selesai kotak suara langsung diserahkan oleh PPS kepada PPK Mojosari untuk kemudian diikutkan di rapat rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan yang di targetkan selesai hari ini,” pungkasnya.

*Tupay

Jokowi Sementara Unggul 55% Versi Real Count KPU

 

Foto screenshot situs KPU RI Jokowi masih unggul dengan perolehan suara sementara 55,76%.

BintangEmpat.Com, Jakarta –

Hasil Hitung  Suara Pemilu Presiden Dan Wakil Presiden  RI 2019 Tingkat Nasional. Versi 24 April 2019 pukul 15:15.03 progress 237.909 dari 813.350 TPS atau data yang masuk 29.25051%

( 01 ) Joko Widodo Ma’ruf amin 55.76% dan ( 02 ) Prabowo Subianto sandiaga Salahudin Uno 44.24%

WILAYAH(01) Ir. H. JOKO WIDODO – Prof. Dr. (H.C) KH. MA’RUF AMIN(02) H. PRABOWO SUBIANTO – H. SANDIAGA SALAHUDIN UNO
192.000923.388
1.502.6481.180.501
225.7081.469.631
522.980769.448
396.193487.794
762.4481.161.536
547.094542.919
864.907672.027
345.542195.262
338.690273.469
892.974802.175
1.698.8252.019.179
5.088.3151.528.826
591.133245.245
3.398.9291.504.519
507.207835.539
1.129.77988.086
264.011575.886
WILAYAH(01) Ir. H. JOKO WIDODO – Prof. Dr. (H.C) KH. MA’RUF AMIN(02) H. PRABOWO SUBIANTO – H. SANDIAGA SALAHUDIN UNO
782.772101.408
795.476700.372
414.326266.204
190.095355.776
406.880289.488
395.853147.350
251.573201.701
882.7481.148.239
417.460597.385
280.460258.625
179.936105.407
146.67379.782
74.099104.401
38.3889.904
17.1502.027
111.70347.533
284.86198.236

Disclaimer


Data yang ditampilkan pada menu Hitung Suara:

  1. Merupakan data berdasarkan angka yang tercantum dalam Salinan Formulir C1sebagai Hasil Penghitungan Suara di TPS. Jika terdapat perbedaan antara angka yang tertulis dengan angka yang tercantum dalam salinan Formulir C1, akan diperbaiki sebagaimana mestinya.
  2. Bukan merupakan hasil final, karena hasil akhir penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 akan ditetapkan secara manual melalui rapat rekapitulasi secara berjenjang di setiap tingkatan. Oleh karena itu jika terdapat kesalahan dalam pengisian C1 dapat diusulkan perbaikan pada rapat rekapitulasi di tingkat kecamatan.

#KPUTransparan

*Siwa.

Jokowi Unggul, Netizen Tuding Oknum KPU Jahat

 

Foto screenshot facebook
Foto screenshot facebook

BintangEmpat.Com, Jakart – Pasangan Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo, yang akrab disapa Jokowi, dalam hitungan quick count atau hitungan cepat, sementara unggul dengan persentase kisaran 54% atas paslon Presiden dengan nomor urut 02 Prabowo Subianto, hampir seluruh lembaga survei quick count menyatakan Jokowi unggul 54% (persen).

 

Bahkan website komisi Pemilihan Umum  Republik Indonesia KPU RI untuk saat ini penghitungan suara secara real count menunjukkan kisaran 56%, hampir sama dengan hasil penghitungan sementara lembaga survei quick count.

 

Seorang netizen dengan akun Facebook dengan Dony Aditya menanggapi hasil tersebut, Dony menuding bahwa ada oknum KPU berbuat jahil dan  jahat seperti dalam unggahan videonya dia menjelaskan kronologi penghitungan suara di KPU.

 

“Halo assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh teman-teman saya adalah salah satunya netizen, Nama saya Dony Aditya, yang ingin mendapatkan informasi berimbang jujur dan tidak meninabobokan rakyat lagi dari masyarakat. Tujuan saya membuat video ini apa tadi malam saya sudah membuat sebuah status yang sudah saya share ke publik tentang bagaimana cara melihat dan mengecek situs KPU untuk mendapatkan data valid dari real count dengan sample TPS” terang Dony dalam videonya yang diunggah pada 18 April 2019 di status akun Facebooknya.

 

Dony melanjutkan, “Tapi beredar kabar situs KPU pada hari ini mengalami hack , ada hacker yang berusaha Untuk memanipulasi data agar seolah-olah suara dari jokowi-ma’ruf itu lebih besar daripada Prabowo-Sandi”.

“Ini sebenarnya bukan ulah hacker dan bukan juga ulah perites, tapi ini kejahilan oknum KPU sendiri seolah-olah mereka mengambil data acak agar grafik Jokowi lebih besar Prabowo,” lanjut Dia.

Untuk lebih jelasnya, biar tidak salah-paham simak videonya dibawah ini.

 

*Siwa