Arsip Tag: Alfian Nurrizal

Tangis Warga Jember Pecah Lepas Kepergian Alfian

Lihat Videonya 

BintangEmpat.Com – Rabu (19/02/2020), Kepolisian Resort Jember menggelar Welcome and Farewell Parade, untuk menyambut kedatangan pejabat  Kapolres Jember yang baru AKBP. Aris Supriyono, S.I.K, M.S.i, sekaligus melepas AKBP. Alfian Nurrizal, S.H, S.I.K, M.Hum selaku pejabat Kapolres Jember yang lama.

Suasana haru terlihat usai berlangsungnya upacara tradisi Pedang Pora pelepasan pejabat Kapolres Jember yang lama. Tidak sedikit dari peserta Upacara pelepasan yang menitikkan air mata melepas kepergian AKBP. Alfian Nurrizal beserta Ibu Nita Alfian.

Dari sekian banyak warga Jember yang turut hadir terlihat seirang Ibu, bernama Heni (35) sangat terpukul. Heni tiba-tiba muncul sembari mendorong kursi roda membawa seorang pria paruh baya yang menderita lumpuh.

 

Tangis haru pecah, air matanya deras mengalir di pelupuk, seolah masih belum percaya dengan realita melepas kepergian Ndan Alfian dan keluarganya.

” Ndan Alfian orang yang sangat baik. Beliau telah memberikan cinta dan pengorbanannya kepada warga Jember,” ungkap Heni.

Heni sempat curhat karena Ndan Alfian begitu cepat meninggalkan Jember. Dia hanya bisa meminta agar semua merelakan untuk melepas kepergian AKBP Alfian Nurrizal bertugas ke tempat yang baru dan mendoakannya semoga Allah melapangkan langkah perjalanan karir yang sukses dalam keberkahan.

Lantas Heni tak sanggup lagi meneruskan kata. Hingga Heni untuk kedua kalinya mengusap air matanya sambil memeluk lagi dada mantan Kapolres Jember ini. Sementara itu AKBP. Alfian Nurrizal juga tak kuasa menahan rasa haru, di biarkannya air mata Ibu beranak satu ini membasahi baju dinasnya.

Kapolres jember
Tangis warga jember

Suara tangisnya pun tak kuasa  membendung air mata orang – orang lain disekitarnya yang juga terasa begitu berat melepas kepergiannya. Namun, dia tampak berusaha tegar merangkul AKBP. Alfian Nurrizal.

Kemudian warga yang tadi mulanya berjajar berbaris rapi kini berhambur mengelilingi AKBP. Alfian Nurrizal , mereka berebut mengabadikan momen perpisahan yang tak pernah mereka duga, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah pejabat Kapolres Jember yang dilepas ribuan warga Jember.

Teriring senandung hadrah religi gema Sholawat Nabi yang mengantarkan kepergiannya. ‘Selamat Jalan Ndan Alfian, Selamat Bertugas di tempat baru. Kami akan selalu merindukanmu. Ndan Alfian tak hanya sekedar memberikan banyak kenangan, namun juga telah mendidik dengan cinta dan ketauladanan’ .

Rapi (70), kakek asal Ambulu yang turut hadir, juga menangis mengenang kebaikan Alfian Nurizzal selama menjabat sebagai Kapolres Jember, walau hanya beberapa bulan, namun jiwa kemanusiaan dan sosialnya dikenang warga Jember.

“Pak Alfian itu sering membantu orang-orang kecil, kita sudah melihat bagaimana sepak-terjang beliau, orang-orang kecil seperti kita selalu diperhatikan bahkan kami dianggap seperti keluarganya”, kenang Rapi, yang tak henti-hentinya meneteskan air mata.

Mantan Kapolres Jember itu tak bisa berkata-kata panjang, dia hanya bisa mengucap maaf.

“Saya mohon maaf kepada semua warga Jember, jika ada salah dan pelayanan yang kurang berkenan, ikhlaskan… doakan saya agar amanah mengemban tugas sebagai Waka Polres Metro Bekasi Kota”, tutup Alfian, Pria kelahiran Madura ini.

*Red. [email protected]

Tiru Pembangunan Zona Integritas Polres Lumajang Terima Kunjungan Tim ZI Polres Jember

BintangEmpat.Com – Kepolisian Resort Lumajang menerima kunjungan Tim Zona Integritas (ZI) Polres Jember. Kunjungan ini sebagai wujud komitmen bersama membangun zona integritas di unit kerja masing – masing.

Polres Jember Raih WBBM 2019

Sharing pengetahuan antara Tim Zona Integritas Polres Jember dengan Polres Lumajang terkait persiapan pembangunan Zona Integritas ( ZI ) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) terfasilitasi melalui kegiatan studi tiru yang digelar di Ruang Eksekutif Lantai 2 Mapolres Lumajang. Jumat (07/02/2020).

Sentuhan Alfian Kepada Evi Pengidap Tumor Ganas

Kabagren Polres Jember Kompol. Nur Hadi Suseno mendapat mandat sebagai Ketua Tim ZI untuk mentransfer pengetahuan tentang poin kunci keberhasilan Polres Jember meraih dan mempertahankan predikat WBK Dan WBBM.

“Pembangunan Zona Integritas bukan sekedar pengumpulan dokumen. Menyiapkan ZI membutuhkan peran penting pimpinan sebagai role model dalam komitmen bersama untuk bekerja keras dan berintegritas”, tutur Kabagren Polres Jember.

Polres Jember Bongkar Kasus Kejahatan Jalanan Dan Prostitusi

Dalam sambutannya, Wakapolres Lumajang Kompol. Hendry Soelistiawan, S.E mengatakan dalam persiapan pembangunan Zona Integritas, baik penanggung jawab maupun operator Program ZI Polres Lumajang harus berubah dalam pola pikir dengan didasari komitmen yang tinggi.

” Para operator Zona Integritas Polres Lumajang agar berkoordinasi dan berkomuikasi dengan operator masing – masing Tim Pokja Program ZI Polres Jember”, Ungkapnya.

Kapolres Jember Jadi Figur Teladan Yang Di Cintai Rakyat Kecil

Sementara itu, Tim Zona Integritas Polres Jember terdiri dari Staf dan Operator penanggung jawab 6 komponen pengungkit yaitu Manajemen Perubahan,Penataan Tatalaksana, Penataan Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Polisi Panggil PD Muhammadiyah Jember Soal Surat Tantangan Debat Ke Jamaah NU

Kegiatan Studi Tiru ini menjadi bagian komparasi implementasi dan inovasi terkait peningkatan pelayanan publik yang menjadi pokok bahasan utama.Tak cukup hanya diskusi, tapi juga pendalaman terhadap langkah kongkrit dan kiat – kiat yang telah dilakukan Tim ZI Polres Jember.

“Selain itu, harus ada strategi pembangunan ZI yang jitu dari masing-masing pokja. Untuk menjadi WBK harus ada program – program unggulan maupun inovasi”, Kata Paurhumas Polres Jember sebagai Tim Pokja Penataan Tata Laksana.

Pelukan Alfian Kepada Bocah ‘Gizi Buruk’ Menyayat Hati

Disisi lain, Tim ZI Polres Jember juga berbagi cerita seputar proses membangun Zona Integritas dan memaparkan mengenai survei IKM yang harus dilakukan Anev triwulan guna perbaikan kualitas pelayanan publik.

” Survei ini nantinya yang menjadi rujukan bagi Satuan Kerja untuk mendapatkan Predikat WBK – WBBM,” Pungkasnya”.

(Red. Humas Polres Jember).

Pengakuan Korban Banjir Sungai Jompo

BintangEmpat.Com – Rumah warga bernama Cip AlJumani (55), di Dusun Gendir, Rt 04 Rw 08, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur, nyaris ambruk akibat diterjang banjir bandang. Sabtu Sore(01/02).

Pondasi bagian dapur rumahnya sudah retak dan miring menjorok ke bibir sungai. Supaya tidak ambruk atap dapur ditopang bambu. Jika tidak segera di tangani, rumah ini terancam roboh.

” Dapur rumah saya hampir saja ambruk. Kemarin air mengalir deras (sambil menunjuk bagian belakang dapur), ada pohon besar dibawa arus banjir lalu menabrak kesini”, Ujar Jumani, dengan nada sedih.

Minggu Siang (02/02), Bersama Ketua DPRD Jember, Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal, disela-sela kegiatan peninjauan banjir bandang, bersama Rombongan Gubernur Jatim sekaligus juga memberikan bantuan sosial kepada warga terdampak bencana.

Foto: Gubernur Jatim memberikan arahan kepada Kapolres Jember

” Sesuai petunjuk Ibu Gubernur, penanganan warga terdampak bencana bagi rumah warga yang mengalami kerusakan. Proses rehab rumah ini akan diprioritaskan “, tutur Kapolres saat menyerahkan santunan tali asih.

Jumani menaruh harapannya agar pemerintah segera membantu menangani rumahnya yang rusak. Sambil berkata terbata-bata, Jumani sesekali mengusap air mata dengan logat bahasa madura.

Ia menceritakan kondisinya pasca banjir bandang.
Kini Ia dan keluarganya mengaku masih trauma untuk tinggal di rumah mereka. Untuk sementara, mereka memilih mengamankan diri tempat penampuan.

Ia sangat berterimakasih kepada pemerintah, khususnya Polres Jember yang sangat perduli dengan rakyat kecil.

“Terima kasih pak polisi (Kapolres), saya sudah sering dengar kalau bapak (Kapolres) sering membantu rakyat kecil” ucapnya malu ketika dirangkul bahunya oleh Kapolres Jember.

Sehari sebelumnya, hujan mengguyur Kota Jember dengan intensitas tinggi. Banjir bandang tersebut masuk hingga ke rumah warga dan merusak 1 Jembatan penghubung perkebunan Kali jompo. 1 Orang warga mengalami luka ringan dan 269 Jiwa terpaksa mengungsi. ([email protected] Res Jember)

Kapolres Jember Minta Penyelenggara Pemilukada 2020 Bersikap Netral

BintangEmpat.Com – Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP.  Alfian NurrizalS, meminta penyelenggara pemilukada tahun 2020 agar bersikap netral dan profesional dalam menjalankan tugasnya menyelenggarakan Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Jember, secara jujur dan adil.

“ Untuk menciptakan Pemilukada Tahun 2020 yang aman, damai dan Kondusif, Kami berharap  sinergitas pihak -pihak terkait agar ditingkatkan,  tentunya  Kordinasi harus intens dilakukan  dengan kami sebagai Pihak keamanan“, tutur Kapolres saat melakukan koordinasi terkait tahapan pelaksanaan Pemilukada di Kantor KPUD Jember. Selasa (28/01).

Kakek 60 Tahun Lumpuh 5 Tahun Kisahnya Sungguh Memilukan

Dalam kegiatan koordinasi menghadapi Pemilukada Tahun 2020, Ketua KPUD Jember M. Syai’i menjelaskan  tahapan saat ini telah memasuki seleksi Badan Ad Hoc PPK dan tahapan pendaftaran Bacabub dan Wakil Bacabub.

“ Semua masih berjalan sesuai agenda dan tidak ada kendala”, Ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Jember didampingi  Ketua KPU, Komisioner KPU Divisi Hukum Desy Anggreini, Komusioner KPU Divisi SDM Andi Wasis dan Komisioner KPU Divisi Teknisi Susanto melakukan  pengecekan  tahapan seleksi panitia pelaksana tingkat Kecamatan (PPK) diruang Aula KPUD Jember.

Kapolres Jember juga berharap  pihak-pihak terkait agar mengantisipasi kemungkinan timbulnya potensi kerawanan kamtibmas selama digelarnya tahapan Pemilukada Tahun 2020 menjadi tanggung jawab bersama.

Waduh… Kantor DPRD Lumajang Kosong

“ Waspadai isu-su atau berita hoax yang semakin kuat dihembuskan melalui media sosial, Laporkan dan Kita redam bersama. Jegeh Apike Jember”, tutupnya.

( Red. [email protected] Res Jember)

Gerakan Reformasi Jember Tuntut Bupati Turun, Ini Yang Dilakukan Polisi

Pendekatan Pengamanan Humanis, Bikin Suasana Aksi Unras GRJ Lebih Mencair

Jawa Timur – Pendekatan humanis Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP. Alfian Nurrizal, S.H, S.I.K, M.Hum, kepiawaiannya saat memimpin pengamanan membuat suasana unjuk rasa massa Gerakan Reformasi Jember (GRJ) yang digelar di depan Pendopo Wibawa Graha, Jember, lebih mencai, pada Jumat Siang (24/01/2020).

Kakek 60 Tahun Lumpuh 5 Tahun Kisahnya Sungguh Memilukan

Sekitar 150 Orang Massa GRJ melakukan orasi menuntut mundur Faida dari Jabatannya sebagai Bupati Jember.

Mereka mendesak Pemerintah Pusat dan Provinsi agar menelisik khusus terhadap kebijakan strategis  Bupati dan melakukan audit investigatif terhadap penggunaan APBD Jember.

Dalam pengamanan ini, Polres Jember menerjunkan sekitar 400 Personil lengkap dengan kendaraan water canon, security barier dan ambulance.

Kapolres Jember tampak membaur di tengah massa sembari bercengkerama, hingga sesekali Ia turun langsung menenangkan emosi peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai.

Kapolres Jember bagikan makanan ke para demonstran
Kapolres Jember bagikan makanan ke para demonstran

Sikap tegas yang  dilakukan dalam menegakkan aturan dengan tetap mengedepankan sikap humanis menuai apresiasi.

Termasuk dari massa peserta aksi yang salut dengan tindakan tegasnya dengan menertibkan poster bernada hasutan sehari sebelum digelarnya unjuk rasa ini.

Mereka memuji langkah berlian Kapolres yang sebetulnya memang dibutuhkan dalam performan kelembagaan polisi sebagai benteng keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dugaan Permainan Solar Bersubsidi Sopir Ancam Clurit Wartawan, Lapor Polisi Malah Disuruh Damai

”Kami berterima kasih atas pengawalan polisi dalam unjuk rasa ini. Apalagi bapak Kapolres turun langsung membaur bersama Kami”,  ucap Kustiono, Kordinator Aksi Massa GRJ.

Didampingi Kasat Intelkam AKP. Dartok Darmawan, Kapolres Jember juga meminta anggotanya agar membagikan air minum untuk para peserta aksi.

Bahkan, dia tak sungkan merogoh kantong pribadinya membelikan minuman dan makanan dari pedagang keliling yang sedang berjualan.

Usai pengamanan, Kapolres Jember AKBP. Alfian Nurrizal menegaskan, pengamanan aksi unjuk rasa berlangsung aman dan terkendali, tidak ada kericuhan dan petugas pengamanan di lapangan sudah melaksanakan tugas sesuai SOP.

Demontran mencium tangan Kapolres Jember sebagai tanda kasih sayang
Demontran mencium tangan Kapolres Jember sebagai tanda kasih sayang

Saat peserta aksi berusaha masuk pintu gerbang Pendopo, Aparat  hanya bertahan untuk menghalangi mereka agar tidak masuk Pendopo.

”Sampai berakhir aksi ini, massa membubarkan diri dengan tertib dan selama jalannya aksi Kami dapat membaur bersama dalam semangat damai tanpa kekerasan dan aksi anarkis, Jegeh Apike Jember”, jelas Alfian Nurrizal.

Ketika ditanya SOP menjaga para demonstran agar tertib dan damai, dia menjelaskan standarnya.

17 Penasihat Kapolri

“Mas bisa lihat sendiri, bisa langsung tanya ke para demonstran. Kami para polisi membaur saling berjabat tangan”, pungkas Alfian dengan tersenyum.

(Red. Hadi @HumasPolresJember).

Kapolres Jember Jadi Figur Teladan Yang Dicintai Rakyat Kecil

Bintangempat.com, Jawa Timur – Ditengah badai kejahatan dan ketidakpedulian, memang butuh kebesaran jiwa untuk bangkit dari keterpurukan zaman.

Maka dari pada itu, salah satu diantara Kita harus berani memposisikan diri sebagai pribadi yang peka terhadap jeritan kaum lemah.

Apabila pemimpin dapat hidup bersama-sama lebih  dekat, lebih  peduli dan mengabdi masyarakat. Niscaya solidaritas sosial dan rasa saling percaya dapat digalang kembali.

Pemandangan perilaku itu tampak jelas dari wujud kesalehan sosial yang ditunjukkan dari figur AKBP. Alfian Nurrizal,S.H,Si.K,M.Hum dari beragam bentuk kegiatan sosialnya di ruang publik.

Kejati Sumatera Utara Didatangi Pocong

Polisi berparas tampan ini kerap hadir merasakan senasib sepenanggungan dengan penderitaan warganya yang membutuhkan pertolongan.

Pria kelahiran asal Sumenep ini, disela-sela kesibukannya, Ia seolah tak kenal lelah hanya sekedar menuntaskan rasa keinginannya agar lebih dekat lagi dengan anak-anak yatim piatu dan kaum duafa yang tinggal di pelosok Desa Mulyorejo Kecamatan Silo, Jember.

Didampingi unsur Muspika Silo, Kepala Desa Garahan dan tokoh masyarakat berikut ratusan warga berseragam kaos Jegeh Apike Jember ikut serta mengawal kegiatan Bhakti Sosial Polres Jember yang di gelar di Kantor Balai Desa Mulyorejo.

Sekitar 100  orang warga penerima manfaat bantuan itu terdiri dari anak yatim, fakir miskin dan penyandang disabilitas yang menyambut antusias  bantuan ini.

Suasana haru bernuansa religi mewarnai acara pembagian bantuan sosial yang dirasa membawa angin segar bagi mereka.

Kendati demikian, Kapolres Jember berharap bantuan ini dapat meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan hariannya.

Bejat Cucu Perkosa Neneknya Sampai Pendarahan

”Kami mengajak warga untuk bersama sama mendukung program Jegeh Apike Jember, tentunya kami akan siap hadir untuk masyarakat guna mengambil langkah progresif dan solutif”, tuturnya.

Di lain pihak, Kepala Desa Garahan Saniman mengaku bangga dan bahagia karena bisa istiqomah bersama Polres Jember dalam kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat dan merangkul semua golongan.

”Terima kasih Pak Kapolres yang masih setia hadir menjawab keluhan harapan masyarakat”, pungkasnya.

Ditempat yang sama, Suminah (45) dengan memggendong putranya yang disabilitas, mendatangi Alfian (Kapolres Jember), seolah merasakan kehadiran pemerintah.

“Terimakasih pak polisi atas bantuannya, ini menandakan pemerintah telah hadir di masyarakat kecil seperti saya” , ujarnya polos, disambut pelukan Alfian.

Pemandangan yang sangat mengharukan, seorang calon Jenderal tanpa risih memeluk masyarakat dengan baju lusuhnya.

( Red. Hadi @ Humas Polres Jember)

Bapak Sekap Anak Kandung Di Kandang Ayam Gegerkan Kota Jember

Sekap Anak Kandungnya di Kandang Ayam, Pria ini Di tetapkan Tersangka

Jawa Timur – EW ( 41 ) Warga Dusun manggis, RT 01, Rw 01, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Jember, terduga pelaku tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga, akhirnya di tetapkan tersangka.

Nenek 80 Tahun Hidup Sebatangkara Di Rongsokan

EW tega menyekap anak kandungnya sendiri MI (12) di kandang ayam dekat rumahnya. Sebab, Ia merasa kesal dengan anaknya yang kecanduan game online.

EW diduga telah melakukan pemukulan, memborgol dan menelanjangi dan mengikat korban di tiang kandang ayam samping rumahnya.

“ MI mengalami broken home dengan perlakuan kekerasan fisik oleh ayah kandung sendiri. Kejadiannya sabtu lalu (11/01) sekira pukul 11.00 Wib. Saat itu, EW menghubungi pengasuh anaknya yang bernama Salma. Ketika dicari, sang anak ditemukan sedang bermain game online di salah satu warnet di Jalan Riau”, Ujar Kapolres Jember saat menggelar Press Conference di Mapolres Jember. Senin Siang ( 13/01).

Di TKP ini, Setelah mendapatkan informasi korban, Salma meminta tolong agar EW memanggil korban. “Namun, tak kunjung keluar atau mengikuti keinginan ayah kandungnya, akhirnya tersangka ini menarik tangan kiri untuk keluar dan melakukan tindakan kekerasan fisik.

“ Dari hasil pemeriksaan oleh penyidik. EW melakukan pemukulan sebanyak 2 kali dengan tangan kiri dan 1 kali dengan tangan kanan. Korban juga ditendang dengan lutut kaki kanan mengenai perut dan paha, “ Imbuh Alfian.

Setelah terjadi pemukulan, Korban MI dibawa ke rumah. Karena risih kelihatan warga sekitar, korban ini dipindah ke kadang ayam samping rumahnya.

“ MI ditelanjangi, Korban diikat menggunakan tali ban yang panjang, jari jempol kiri diborgol, pergelangan kaki kanan juga diborgol dengan borgol besar di tiang kandang ayam lalu di kunci dari luar oleh EW,” paparnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan sekira pukul 13.30 Wib, korban MI berhasil kabur dengan cara membakar karet ban yang di kaitkan di tiang kandang ayam dengan borgol ke kaki korban hingga putus.

“ Dalam keadaan masih telanjang, MI pergi kerumah tetangganya yang bernama Baidi, untuk meminta dipinjami baju dan celana kemudian dengan menumpang ojek, lantas mereka mendatangi Koramil.

Mengetahui kejadian tersebut anggota Koramil menghubungi Polsek Sukorambi untuk melepaskan borgol dan menindak lanjuti kejadian tersebut dengan membawa korban ke Unit PPA Satreskrim Polres Jember”, terangnya.

EW oleh Penyidik dijerat dengan pasal 44 junto pasal 5 Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga Nomor 24 Tahun 2004, dengan Ancaman hukumannya di atas 15 tahun penjara.

Lumajang Darurat Aids

Menurutnya, motif tersangka menyekap korban karena kesal dengan tingkah laku korban yang susah dinasehati. Pengakuan tersangka, korban sering mencuri uang dan ponsel untuk bermain game online.

Sementara itu, kondisi korban mengalami trauma berat. Polisi bersama Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berusaha memulihkan kondisi psikis korban.

Ada Apa KPU di KPK?

Bapak Sekap Anak Kandung Di Kandang Ayam

“Korban ini sehari-hari tidak tinggal bersama pelaku. Korban diasuh oleh bersama orang lain,” pungkasnya.
( Red. Gusti @ Humas Polres Jember )

 

Duh… Nenek 65 Tahun Diperkosa Malah Masuk Penjara

Duh… Nenek 65 Tahun Ngaku Diperkosa Malah Masuk Penjara

Jawa Timur – Sumintuk/S (65), seorang perempuan warga Dusun Krajan, Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaporkan pemerkosaan atas dirinya ke polisi. Belakangan terungkap bahwa laporan itu adalah palsu.

Sumintuk mengaku di hadapan polisi, bahwa peristiwa pemerkosaan dan penganiayaan itu terjadi pada 4 Desember 2019 di rumahnya. Saat itu, ia ditemukan oleh tetangga dalam keadaan terlentang dan pingsan di atas ranjang.

Tak ada yang tahu penyebabnya. Namun saat itu, lehernya terluka. Ia memakai daster warna merah dan di sampingnya ada celana dalam warna putih.

Berita Terkait : Nenek 65 Tahun Diperkosa Kapolres Jember Turun

Polisi baru meminta keterangan pada 6 Desember 2019, saat S sudah pulih di RS Daerah dr. Soebandi. Penganiayaan dan perkosaan meluncur dari bibirnya.

Polisi pun melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara. Polisi mencurigai adanya sejumlah keterangan yang tidak masuk akal. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kerusakan pada vagina Sumintuk maupun bekas sperma. Tempat tidur Sumintuk juga rapi dan tak ada tanda-tanda adanya pergumulan.

Darurat Sampah Kapolres Ubah Sampah Jadi BBM

Darah dari leher Sumintuk mengalir ke arah dada. Ini artinya Sumintuk mendapat luka di leher dalam keadaan duduk. “Seharusnya kalau pemerkosaan dalam posisi tidur, seharusnya aliran darah di leher akan mengenai ke belakang. Pengakuan korban dengan alat bukti tidak ada keterkaitan,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal.

Tanggal 9 Januari 2020, polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah Sumintuk. Di sana ditemukan sebilah pisau dengan bercak darah yang diletakkan dalam bak plastik warna hijau di bawah ranjang Sumintuk.

Penculikan Dengan Jual Organ Tubuh Anak Menyebar Kembali

Sehari kemudian, polisi kembali meminta keterangan Sumintuk. Dari sini terungkap bahwa si nenek melukai lehernya sendiri saat itu. “Saya berusaha bunuh diri dengan melukai leher saya dengan menggunakan pisau itu,” katanya.

Duh… Nenek 65 Tahun Diperkosa Malah Masuk Penjara

Ia memang tiga kali menyayat kulit lehernya hingga tiga kali dalam keadaan duduk.
Sumintuk kemudian tak sadarkan diri setelah sempat sebelumnya meletakkan pisau itu dalam bak di bawah ranjangnya. Ia baru sadar pada 4 Desember 2019 di Puskesmas Umbulsari.

Ada Apa KPU di KPK?

“Dia mengaku melukai dirinya dengan alasan terjerat utang Rp 10 juta. Kami menjadikan dia tersangka karena pengaduan palsu, dan kami jerat dengan pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman penjara satu tahun empat bulan,” kata Alfian. (*)

Polres Jember Dirikan Kantor Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat

 

Cegah Banjir Kapolres Jember Survey Sungai

Rapat koordinasi bencana

Jawa Timur – Menyikapi potensi bencana alam yang disebabkan cuaca ektrem yang terjadi belakangan ini. Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP. Alfian Nurrizal, S.H,S.I.K M.Hum meminta seluruh Jajarannya agar siap dan tanggap dalam merespon setiap kejadian yang diakibatkan bencana alam.

Kesiapan tindak lanjut aksi tanggap darurat, Rabu Siang ( 08/01/2020), Kapolres Jember mengingatkan pentingnya koordinasi antar lembaga maupun pihak terkait bukan hanya kesiapan personil saja, tetapi menyangkut peralatan, sarana dan prasarana penanggulangan bencana maupun logistik pendukungnya.

Kapolres Jember rapat koordinasi bencana banjir di Mapolres Jember, gandeng Basarnas, TNI dan pihak terkait.

“ Meminimalisir resiko dampak bencana menjadi tugas bersama, masyararakat juga perlu di ajak melakukan pencegahan dini terhadap potensi bencana di Kabupaten Jember. Rencananya Kita akan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam”, Kata Kapolres saat ditemui sebelum memimpin Rakor Bersama BPBD Jember di Ruang Loby Mapolres.

KPK OTT Bupati Sidoarjo

Usai digelar Rapat Koordinasi, tak berselang lama Kapolres Jember bergerak melakukan survey lapangan terhadap lokasi rawan banjir di Wilayah Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari, Jember. Didampingi Unsur Muspika Kecamatan Bangsalsari dan perangkat desa, Kapolres Jember turun langsung menyisir sungai yang rawan bencana.

“ Tentunya disini Kami ingin memantau langsung kondisi sungai-sungai yang rawan banjir, sehingga masyarakat bisa lebih waspada”, Ujar Kapolres.
Pihaknya menghimbau masyarakat tetap waspada dengan potensi bencana. “ Bila sedang beraktifitas di luar rumah dan hujan lebat, cari tempat aman yang jauh dari ancaman pohon tumbang”, tuturnya.

500 Kapal Nelayan Siap Bantu TNI Amankan Laut Natuna

Lebih lanjut Kapolres meminta masyarakat yang bermukim di tepi sungai atau lereng- lereng, bila sudah diketahui terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi dalam waktu lama maka segera lakukan evakuasi secara mandiri.
( [email protected] Polres Jember)

Kapolres Jember Rangkul Janda