Arsip Tag: Asn

Oknum ASN Judi Diciduk Polisi

BintangEmpat.com, Sumatera Utara – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) kepergok sedang main judi jenis leng (Kartu) bersama kawan-kawannya di salah satu warung Desa Aek Haruaya Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Oknum yang berinisial ASE ini diketahui masih aktif menjabat sebagai Kabag ULP di wilayah Lingkungan Pemerintah kabupaten Paluta.

Baca juga : APBD dan APBDes Bojonegoro Masihkah Menjadi Lahan Korupsi?

Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Irwa Zaini Adib, S.I.K melalui Kanit I Pidana umum Iptu PM. Siboro saat dikonfirmasi media , “benar kami telah melakukan penangkapan terhadap oknum ASN yang bekerja dilingkungan Pemkab Paluta pada Rabu 19/02/2020 sekira pukul 01.00 Wib dini hari di desa Aek Haruaya dan masih dalam pemeriksaan di Unit Umum Polres Tapsel”, jelasnya.

Baca juga : Jemput Paksa Anak Kiai Cabuli Santri, Polisi Dihalangi

“Kami juga mengamankan 3 orang tersangka karena telah melakukan perjudian di salah satu warung di desa Aek Haruaya Kecamatan Portibi kabupaten Padang Lawas Utara salah satu adakah oknum ASN di Pemkab Paluta,barang bukti berupa kartu dan uang”, ungkap Kanit.

Sementara Bupati Padang Lawas Utara Andar Amin Harahap SSTP, M.Si juga dikonfirmasi terkait kasus yang merusak Nawa cita ASN di Kab. Paluta ini memlalui chat WA,  “Dari pihak pemkab akan memproses dan memberikan sanksi terhadap oknum tersebut sesuai dengan peraturan yang ada”,  singkatnya dalam Chat WA.

Tangis Warga Jember Pecah Lepas Kepergian Alfian

(Harahap Kuro Kuro)

Video Mesum Oknum Staf Kecamatan Jadi Sorotan Publik

BintangEmpat.com, Jawa Timur -Herianto Kades Sidorenggo Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, tidak bisa membayangkan terkait viralnya video mesum yang diduga diperankan oleh warganya yang masih tergolong masih bertetangga.

Lihat YouTube Kami Klik

“Saya tidak bisa membayangkan, suaminya kerja jauh-jauh mencari nafkah untuk keluarga, tapi istrinya digituin (selingkuh,red) sama orang lain”, ujarnya, Jumat (20/12/2019).

Sentuhan Alfian Kepada Evi Pengidap Tumor Ganas

 

Fakta baru dijelaskan oleh Herianto, bahwa pemeran wanita dalam vidoe porno yang beredar yang ada kemiripan dengan Darmi (40) Warga RT.6, RW.1, Dusun Krajan, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampel Gading Malang, adalah ketua RT menggantikan suaminya selama bekerja keluar kota.

“Itu (Darmi, red) Ketua RT, menggantikan suaminya yang sedang bekerja keluar kota, selama menjadi ketua RT ya tidak ada masalah”, terangnya.

Fakta lain Herianto juga menceritakan bahwa Marjadi (50) Warga RT.5 RW., Dusun Krajan, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampel Gading Malang, yang juga ada kemiripan dengan pemeran pria dalam video porno tersebut, pernah menjabat Pjs Kades Sidorenggo selama proses pilkades.

“Pak Jadi itu pernah menjabat Pjs Kades, kalau gak salah selama tiga bulan sebelum saya dilantik”,jelasnya.

Bermula beredarnya video tidak senonoh yang diperankan oleh pria dan wanita yang diduga dilakukan oleh pasangan selingkuh, yang menyebar cepat di wilayah kecamatan Ampelgading dan sekitarnya, ternyata warga sekitar tidak asing melihat wajah pemeran kedua pasangan mesum ini, dalam video yang berdurasi 1.59 menit itu nampak jelas bahwa aktor pria setengah baya yang berbaring diatas ranjang dalam keadaan posisi terlentang tidak mengenakan pakaian sama sekali alias telanjang bulat, dan tangan kanannya sedang memegang camera untuk pengambilan adegan manja wanita yang sedang membaringkan kepala didadanya dengan sesekali mengulum puting susu aktor pria tersebut, yang tak lama kemudian pemeran wanita yang memiliki wajah mirip dengan Ketua RT.6, RW.1, Dusun Krajan, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampel Gading yang tak lain adalah Darmi, setelah mengecupi puting susu aktor pria, langsung berpindah posisi menuju arah kelamin pria yang mirip oknum Staf Kecamatan Ampel Gading yang kuat dugaan adalah Marjadi, dan langsung memasukkan kejantanan milik orang yang mirip Marjadi kedalam mulutnya hingga berkali-kali sampai terlihat ereksi.

 Video Porno Oknum Staf Kecamatan Ampelgading Dan Ketua RT Terus Menjadi Sorotan Publik

Sebenarnya ada dua Video yang beredar, namun dalam adegan satunya hanya diperankan oleh wanita yang ada kemiripan wajah dan postur tubuh dengan Darmi, dalam adegannya Darmi mengenakan kaos lengan tiga perempat berwarna merah muda dan menyingkap rok yang sedang dipakainya bermotif batik tanpa mengenakan celana dalam sementara posisi camera tepat dibawah nya sehingga tampak jelas kewanitaan wanita yang seakan sudah tak bermoral ini, dalam adegannya Darmi memainkan jari telunjuk tangan kanannya yang ujungnya sudah dibungkus berbahan karet bergerigi, seperti sedang melakukan Orgasme, dan didetik-detik adegan tersebut, nampak Darmi seperti meminta camera yang terletak dibawah kewanitaannya untuk melihat hasil syutingannya.

*bas

Beredar Video Mesum Staf Kecamatan Di Malang Diduga Pelakunya Bertetangga Sudah Berkeluarga

Lihat YouTube Kami

Jawa Timur – Beberapa minggu terakhir, warga Ampelgading, Malang, dihebohkan dengan viralnya aksi panas percintaan diatas ranjang kedua pasangan pria dan wanita, yang diduga pula kedua pelaku aktor dalam adegan mesum perselingkuhan itu, masing-masing saling mempunyai keluarga, dan yang lebih gila lagi keduanya masih bertetangga.

Kemiripan aktor pria dan wanita mesum dalam video porno itu, yang berdurasi 1.59 menit itu, sangat mirip dengan Marjadi (50), Warga RT.5 RW, Dusun Krajan, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampel Gading, Malang. Dan Aktris wanitanya mirip dengan Darmi (40), Warga RT.6, RW.1, Dusun Krajan, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampel Gading, Malang.

VIRAL: 

Nenek 65 Tahun Diperkosa Kapolres Jember Turun Tangan

“Wajahnya mirip pak Marjadi dan mbak Darmi, padahal keduanya masih bertetangga dan sama-sama punya keluarga, “ujar Warga sekitar yang melarang identitasnya dimediakan, Senin (16/12/2019).

Masih menurut warga, kedekatan antara Marjadi dan Darmi, memang membuat warga Desa Sidorenggo curiga, namun berhubung tidak memiliki bukti atas dugaan perselingkuhannya sehingga warga hanya bisa diam dan bertanya-tanya dalam hati.

Baca: Polri Berduka Satu Anggota Brimob Gugur Baku Tembak Di Poso

“Sebenarnya keduanya sudah lama dekat, tapi kami gak menyangka kalau keduanya ada hubungan intim, tapi kalau benar yang dalam vidoe itu adalah mereka lho ya, ” urai warga ragu.

Untuk memastikan bahwa aktor dan aktris itu adalah Marjadi dan Darmi, sejumlah awak media mencoba untuk menemui keduanya, namun hingga berita ini ditayangkan keduanya belum bisa dikonfirmasi, bukan hanya rumah keduanya, Marjadi yang masih aktif menjadi staf kecamatan Ampelgading juga tidak pernah bisa ditemui, meski sudah didatangi kekantor Kecamatan Ampelgading.

“Beliau (Marjadi), ada kegiatan di Malang, ” ujar staf kecamatan rekan kerja Marjadi.

Baca: Viral Video Banser Tantang Jafar Shodiq Dibalas Preman Bertato

Film porno yang menyebar melalui Whattshap itu, terbagi menjadi dua cuplikan film, film yang berdurasi 1.59 menit menunjukkan Aktor Pria sedang rebahan dalam kondisi telanjang bulat, dan Aktris wanita mengenakan pakaian motif acak hitam dan biru, kepala wanita tersebut sedang bersandar didada aktor pria, sambil sesekali menjilat dan mengecup puting payudara pasangannya.

Setelah itu, wanita tersebut berpindah posisi untuk mengulum (oral seks) alat kelamin pria tersebut, sepertinya pengambilan gambar dilakukan oleh pemeran pria.

Baca: Pria Beristri 40 Tahun Perkosa Gadis 10 Kali Hingga Hamil

Sedangkan video kedua, yang berdurasi 2.50 menit hanya menunjukkan wanita yang sama sedang melakukan orgasme, dalam video tersebut si wanita mengenakan kaos lengan panjang berwarna ping muda, adegan yang dilakukan hanya dengan menggosok-gosokkan jari telunjuknya ke daerah kewanitaannya, dan ujungnya jari yang digunakan untuk menggosok – gosok sudah dipasangi alat bergerigi.

Video mesum gemparkan kota Malang

Sepertinya, untuk video yang kedua ini juga pengambilan gambarnya dilakukan orang lain, karena pada cuplikan menit – menit terakhir camera yang berada dibawa kaki wanita tersebut bergerak berpindah karena wanita tersebut meminta cameranya untuk dilihat mungkin untuk melihat hasil syutingannya. (Bas/Lor).

SOROT Siswi Kelas 1 SD Dicabuli Guru Kasusnya Mandek

Naas Kedua Anaknya Satu Tewas Satu Diamputasi Masih Dikebiri Oknum ASN

Foto: Ade Irma Harahap harus diamputasi salah satu kakinya di RSU Rantau Perapat.

Redaksi BintangEmpat.Com, Sumatera Utara – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, inilah nasib yang dialami pasangan suami istri (pasutri) Gajah Harahap dan istrinya Masnun Siregar warga asal Desa Batang Baruhar Jae, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Video Detik-detik Wiranto Ditusuk

Pasalnya kedua anaknya yaitu Ade Irma Harahap usia 17 tahun dan Fiqih Hamdani Harahap 16 tahun mengalami kecelakaan. Fiqih Hamdani Harahap tewas pada 8 Oktober 2019, pukul 16.40 wib di RSUD Gunung Tua, Kab Paluta dan Ade Irma Harahap harus diamputasi salah satu kakinya di RSU Rantau Perapat. Diketahui keduanya masih Mondok di Pondok Pesantren Kampung Banjir Darussalam.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi di jalan nasional lintas G Tua- Kota Pinang Desa Huta Lombang kec Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara pada tanggal 08/10/2019 kemarin.

Baca RSUD Sibuhuan Peras Pasien

Gajah Harahap masih merasa merasa sedih dan terpukul dengan musibah itu, namun sangat disayangankan, ketika dia tertimpa musibah dana asuransi dari Jasa Raharja masih dikebiri oleh Jon Harahap mantan Sekretaris Desa Batang Baruhar Jae yang sekarang menjabat sebagai Staf di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Padang Lawas Utara.

“Saya kecewa atas tindakan oknum Pegawai Negeri Sipil yang mendampingi saya dalam mengurus pencairan Dana Jasa Raharja, karena si Jon diduga melakukan pungutan liar (pungli) sebanyak Rp.6.000.000, yang awalnya si Jon meminta Rp.10.000.000 kepada saya, namun saya meminta tolong untuk di kurangi akhirnya menjadi Rp.6.000.000, ” terang Gajah Harahap ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, (16/10/2019).

Gajah Harahap berharap oknum PNS tersebut mengembalikan uangnya, karena dalam situasi ini Ade Irma masih di rawat di rumah sakit kakinya sudah di amputasi membutuhkan biaya perawatan.

Baca Honor Tenaga Medis Tidak Dibayar, RSUD Sibuhuan Lumpuh

Sungguh miris, ketika dikonfirmasi kepada Jon Harahap, dia menyangkal dan merasa difitnah, pasalnya uang tersebut diberikan kepada oknum Polisi.

“Saya difitnah bahwa uang Rp. 6.000.000 tidak saya berikan ke pihak kepolisian, padahal uang itu benar saya berikan ke salah Satu oknum Polisi, ” jawab Jon Harahap.

Menurut salah satu keluarga Gajah Harahap, Polsek Padang Bolak sudah mengembalikan uang kepada pihak sikorban dengan sebesar Rp. 3.000.000. Dan sisa uangnya tidak di ketahui dimana, setelah diambil dari rekening Gajah Harahap pada Jumat 11-10-2019.

“Pak jon menyuruhnya (Gajah) untuk mengambil uang ke mesin ATM sebesar Rp. 6.000.000 dan ayah Ade Irma Harahap diam terpaku menahan kesedihannya karena ia di perlakukan lagi seperti itu, ” ungkap salah satu kerabat Gajah Harahap.

*(Harahap Kuro Kuro).

 

Heboh Pasangan ASN Pasuruan Selingkuh Digerebek Suaminya

Perempuan Bercadar

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Kecurigaan yang selama ini dirasakan telah terjadi, si suami harus rela melihat atau memergoki sang istri lagi berduaan bersama selingkuhan disebuah kamar kos di perumahan Pondok Indah Sejati, Pasuruan, pada Jumat (5/7) siang.

Sepasang selingkuhan Rony Andrianto yang diketahui sebagai Kepala Seksi Sarana Prasana Pendidikan Anak Usia Dini (Kasi Sarana Prasarana Paud), Dinas Pendidikan Pasuruan Kota, warga asal Probolinggo bersama Wilujeng Marhaeni, yang juga diketahui seorang Kepala Sekolah di sebuah yayasan TK Aba 1 Kota Pasuruan warga Pleret, Kota Pasuruan tak berkutik ketika tertangkap basah lagi berduaan di kamar kos.

Budi Purnomo (40) selaku suami dari Wilujeng Marhaeni atau yang akrab dipanggil Ajeng menjelaskan, bahwa Ia telah mencurigai sikap dan kebiasaan prilaku istrinya sejak tahun 2018. Ditambah adanya sebuah percakapan di Instagram (IG) dengan kata-kata mesra yang diduga selingkuhannya.

Selayaknya orang yang mengalami masa puber, bahkan sebuah kontak instagram yang diduga selingkuhannya itu oleh Ajeng diberi nama “My Lovely”. Sehingga apa yang selama ini menguatkan kecurigaan Budi atau suami Wilujeng Marhaeni selama ini benar-benar terbukti.

“Memang pada September 2018 lalu istri saya kok tiba tiba minta cerai dan akhir-akhir ini tidak biasanya istri saya itu pulang lambat. Bahkan sampai pulang malam setiap harinya, disitu saya mulai curiga dan sempat saya menemukan bukti chating sembari dengan kata sayang, “kata Budi kepada sejumlah awak media.

Diketahui bahwa pasangan suami istri Budi dengan Ajeng tersebut memang sedang mengalami dilema permasalahan di dalam jalinan rumah tangganya. Sehingga ketidak-harmonisan diantara keduanya pun, sudah diketahui oleh orang tua dari masing masing.

Dengan berbagai upaya dan inisiatif dilakukan untuk mengetahui kaitannya dengan perubahan yang dilakukan istrinya, akhirnya Budi memutuskan untuk menginstal sebuah aplikasi pelacak atau semacam GPS di sebuah hand phone atau ponsel milik istrinya.

BACA : Maruf Amin Bakal Diganti Ahok

Bermula dari situlah, lalu Budi melakukan pemantauan dari sebuah aplikasi GPS terhadap gerak gerik perjalanan istrinya di luar saat jam kerja. Sehingga dengan mudah sang suami bisa mengetahui keberadaan dan lokasi sang istri akan pergi kemana.

Berangkat dari arah Pandaan melalui GPS ponselnya, Budi mencari keberadaan istrinya yang ketika itu berada di titik lokasi yang menurutnya asing di sebuah tempat perumahan yakni Pondok Indah Sejati. Spontan Budi langsung menuju ke Pasuruan dan terus mencari keberadaan sinyal istrinya.

BACA JUGA: Hoax, Kenali Sosok Audrey Yu

Sampai ditempat yang dicurigai menjadi titik lokasi istrinya berada, Budi yang saat itu didampingi oleh pihak kepolisian atau Bhabinkamtibmas bersama Bhabinsa setempat langsung menggerebek kamar kos di Pondok Sejati Indah blok 6.

Nahas bagi perempuan yang akrab dipanggil Ajeng, awalnya ingin bermanja sayang dengan selingkuhannya ternyata diketahui dan dipergoki oleh suaminya sendiri yang saat itu bersama saudara dan pihak keamanan.

Setelah agak lama mengetuk pintu kamar kos yang diduga menjadi tempat kedua pasangan selingkuhan berada, alhasil setelah pintu kamar kos tersebut dibuka didapati sepasang selingkuhan itu tak bisa berkutik dengan kondisi pakaian acak-acakan.

SOROT : Nama HRS Disebut Dalam Rekonsiliasi, PA 212 Bersuara

Mirisnya lagi, ternyata kedua pasangan selingkuhan itu statusnya sama-sama berkeluarga dan masing-masing memiliki 2 orang anak.

Atas kejadian tersebut, tentunya sangat memukul perasaan dari orang orang terdekat seperti keluarga dan orang tuanya termasuk dinas terkait.

Tak ingin permasalahan tersebut menjadi runyam, akhirnya kedua pasangan Roni dan Ajeng bersama suaminya Budi langsung dibawa ke Polsek Purworejo, Polres Pasuruan Kota.

Selanjutnya hasil dari mediasi yang di jembatani oleh pihak Polsek, akhirnya kedua belah-pihak antara suami dan istri sepakat bahwa permasalah hukum atas kejadian tersebut diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Namun pihak suami Budi, secara administratif akan melaporkan perbuatan kedua pasangan selingkuh yang tak lain istri beserta laki-laki selingkuhannya itu ke dinas terkait mengenai profesinya keduanya sebagai pegawai Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah.

“Demi masa depan anak, memang perkara hukum kita selesaikan dengan cara kekeluargaan. Namun secara administratif saya akan laporkan masalah perselingkuhan ini ke dinas, biar mereka tahu rasa. Selanjutnya akan saya cerai istri saya”. Tegasnya Budi.

Baca : Cemburu, Saudara Ipar Dibacok Hingga Usus Terburai

Sementara dari pihak Polsek Purworejo melalui Bripka Hendra selaku Kanit Reskrim di Polsek setempat menyatakan.

“Ketiga belah pihak setelah dimediasi telah bersepakat dan memutuskan untuk membuat surat pernyataan bersama, agar perkara ini tidak melanjutkan ke rana hukum. Karena setelah memikirkan dampak sosial dan psikologi yang ditimbulkan terhadap anak mereka kedepan” jelas Bripka Hendra.

Disis lain, Ikhsanudin selaku Sekretaris Kelurahan Purworejo, Kota Pasuruan yang saat itu juga ikut memediasi di Polsek Purworejo berharap supaya kejadian serupa tidak terulang. Dan berpesan kepada para pemilik kos atau rumah kontrakan, agar lebih selektif lagi khususnya terhadap para penghuni termasuk laporan administrasinya yang jelas.

BACA JUGA: Kursi Yang Kalian Rebutkan Ada Darah Segar Harun Al Rasyid

“Setelah kejadian ini, kita berharap pihak pemilik kos atau rumah kontrakan harus menjaga ketertiban dengan cara mendata para calon dan penghuni kos termasuk surat suami istri bagi penghuni rumah tangga”. Harapnya.

*Redaksi.

Poligami ASN Pemkab Lumajang Bakal Digugat Puluhan Advokat

Video URB Sebut Kpps Tewas Karena Racun Rokok

 

BintangEmpat Com, Jawa Timur – Rudi Purbo Wahyono,ST., Kasubbag Pembinaan Evaluasi dan Konsultasi pada Kantor Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Setda pemkab Lumajang, dalam pemberitaan sebelumnya berinisial RD, di portal Bintangempat.com pria yang disebut-sebut sebagai suami nikah siri dari wanita berinisial VN (40), ASN staf pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Lumajang yang juga mantan istri sah dari Muhammad Badrul Huda, SH., (40) Pangacara yang bertugas di Kabupaten Tuban, mengelak dan tidak mengakui ketika dikatakan sebagai pihak ketiga pemicu perceraian pernikahan antara Badrul dan VN.

Dari kiri Badrol dan Rudi

“Itu tidak benar, kami hanya berteman biasa, dan dia (VN) memang sering curhat kepada saya, ya hanya sebatas itu, ” ujar Rudi yang sempat ditemui diruang kerjanya, Jumat (21/6/2019).

Diakui bahwa Rudi pernah satu kantor di Dinas Lingkungan Hidup Lumajang dengan VN, namun meski saat ini keduanya sudah tidak bekerja sekantor lagi, namun komunikasi diantara keduanya tetap berlangsung hingga saat ini.

“Saya baru akrab lagi dengan dia (VN) pada bulan Mei 2017 lalu, kami ketemu didepan Masjid alun-alun (Anas Mahfud), saat saya tanya, katanya diusir sama Suaminya, ” tambahnya.

Jika dikatakan Rudi sebagai pihak ketiga penyebab perceraian rumah tangga antara Badrul dan VN, Rudi langsung menegaskan bahwa itu tidak benar.

“Awal perceraian mereka karena Suaminya sudah menikah dengan wanita lain, ” paparnya.

Lanjutnya, Rudi juga menceritakan bahwa dalam perceraian VN dengan Suaminya, Ia mengatakan, kalau Badrul tidak mau membagi harta gonogini dengan VN.

Baca Juga:

Lumajang, Janda Tewas Tanpa Busana

Jabatan Kepala Dinas PUPR Lumajang Terindikasi ‘Titipan’

“Awalnya suaminya tidak mau membagi harta gonogini, lha wong waktu diusir dari rumahnya saja tidak boleh membawa pakaian, ” tegas Rudi.

Disinggung soal kabar penggerebekan yang dilakukan oleh warga perumahan Griya Semeru Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, saat Rudi bertandang kerumah kontrakan VN beberapa waktu silam, Rudi juga menyanggah bahwa dirinya digerebeg warga.

“Kebetulan saat saya bertamu kerumahnya, bersamaan dengan salah seorang warga yang juga kebetulan bertamu, lalu warga tersebut bertanya kepada saya, tentang siapa saya, ya hanya itu saja, ” tambahnya.

Soal penyanggahan penggerebegan Rudi dirumah kontrakan VN, itu dibantah oleh salah seorang warga yang masih satu RT dengan rumah kontrakan VN.

“Itu tidak benar mas, waktu digrebek warga mereka mengaku sudah menikah siri, ” tegas warga yang meminta namanya disembunyikan.

Sementara itu Badrul yang dihubungi via sellularnya sesaat setelah mengkonfirmasi Rudi, pihaknya tetap akan melakukan gugatan atas perkara yang sudah menimpa diri dan keluarganya, keseriusan dalam gugatan tersebut diceritakan olehnya bahwa Ia sudah menyiapkan Tim Advokasi 10 orang pengacara sebagai Kuasa Hukumnya.

“Mengaku atau tidak (Rudi,red) itu sudah bukan ranah saya, kita lihat saja nanti di pengadilan, karena Tim Kuasa Hukun saya, sudah mengantongi bukti dan petunjuk serta para saksinya yang bakal kami hadirkan juga sudah siap semua, “, tandasnya.

Sedangkan VN yang dikonfirmasi, Sabtu (22/6/2019), Nampaknya enggan memberikan keterangan perihal hubungannya dengan Rudi Purbo Wahyono,ST., Pihaknya hanya mengatakan bahwa mantan suaminya masih mencintainya, karena dimungkinkan tidak bahagia dengan istrinya yang baru.

“Oh soal itu mas, mungkin dia (Badrul) masih mencintai saya, sebenarnya kita sudah cerai mas, ” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi lebih mendalam, VN langsung menyatakan keberatannya dengan alasan familinya ada yang meninggal dunia. (bas).

Dikibuli Mantan Istri, Pengacara Bakal Gugat Dua Oknum ASN

Video Anak Tenggelam

 

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Bermula dari kecurigaan Muhammad Badrul Huda, SH., (40) seorang suami yang melihat tingkah laku istrinya berinisial VN (40) ASN yang bekerja menjadi salah seorang staf pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Lumajang tidak seperti biasanya, kecurigaan pria yang akrab dengan panggilan Badrul ini semakin kuat setelah teman Badrul menceritakan kepadanya, bahwa suami temannya yang berinisial RD sebagai oknum ASN yang menjabat sebagai Kasubag pembinaan evaluasi dan konsultasi pada Kantor Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Setda pemkab Lumajang, sudah berani menikahi secara sirri terhadap istrinya (VN), yang lebih konyol lagi pada saat itu keduanya sama-sama masih memiliki suami dan Istri yang sah.

Video Bus Rem Blong

 

“Dulu sempat saya tanyakan kepada istri saya (VN – red) soal kabar pernikahan sirri tersebut, namun dia mengelak dan marah-marah”,Ujar Badrol, Jumat (21/6/2019)

Badrol yang kesehariannya berkerja dibidang Hukum Advokasi dan juga bekerja disalah satu kantor swasta diluar kota Lumajang, merasa semakin gelisah disaat harus balik ke kota tempatnya bekerja, dikarenakan informasi dari pernikahan sirri antara VN dan RD semakin hari semakin santer masuk ketelinganya, hingga pria yang sudah dikarunia 2 orang putra hasil pernikahannya dengan VN ini harus melayangkan gugatan cerai kepada istrinya.

“Hubungan kami saat itu sudah tidak harmonis lagi, sehingga dengan terpaksa saya ajukan gugatan cerai ke PA Lumajang”,Tambahnya.

Singkat cerita setelah proses persidangan perceraian tersebut usai, hingga putusan gonogini harta bersama juga sudah diputuskan, barulah Badrul merasa sadar bahwa selama proses persidangan, mantan istrinya (VN) memberikan keterangan palsu karena tidak ada pengakuan dari mantan istrinya tersebut bahwa sudah melangsungkan pernikahan sirri dengan RD.

Video Polisi Berani

“Setelah saya serahkan harta gono gini berupa Uang tunai sebesar Rp 100 juta dan penyerahan 1 unit mobil Freed, barulah mantan istri saya tersebut mengakui bahwa selama ini dirinya sudah menikah sirri dengan pria yang selama ini dituduhkan kepadanya”,Jlentreh badrul.

VN juga menceritakan kepada Badrol bahwa pernikahan sirri mantan istrinya tersebut dengan RD yang statusnya juga sudah memiliki istri sah, terjadi di Surabaya, saat itu VN sedang demam yang dijemput oleh RD untuk diajak ke Surabaya melangsungkan pernikahan sirrinya.

“Saya sangat kecewa ternyata mantan istri saya sengaja tidak mengakui kasus perselingkuhannya dengan pria lain selama proses persidangannya, itu hanya politik saja untuk mengeluarkan harta gono gini selama menikah dengan saya”,Terangnya.

Cerita VN soal pernikahan sirri nya dengan RD semakin diyakini oleh Badrul setelah pihaknya mendengar informasi bahwa VN dan RD pernah digrebeg oleh warga ditempat kontrakan barunya VN yang beralamat diperumahan Griya Semeru Desa Klanting, Kecamatan Sukodono.

“Hampir seluruh warga diperumahan tersebut tahu atas kejadian penggerebekan oleh warga terhadap mantan istri saya dengan dugaan pria selingkuhannya”,Katanya.

Ternyata tidak dipungkiri oleh warga sekitar cerita Badrul soal penggerebekan dugaan perselingkuhan antara VN dan RD yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Waktu itu sempat ditegur dan dimintai keterangan oleh warga sini, karena warga merasa risih”.Terang Warga yang melarang namanya untuk dimediakan.

Namun dalam penggerebekan tersebut RD dan VN mengakui sudah menikah sirri, dan diakui oleh RD bahwa dirinya juga sedang proses perceraian dengan Istri sah nya, namun warga tidak percaya begitu saja, warga meminta bukti tertulis yang bisa membuktikan pasangan mesum antara VN dan RD benar-benar sudah menikah secara sirri.

“Sampai sekarang bukti itu tidak pernah ditunjukkan kepada warga”,Pungkasnya.

Sedangkan dalam perkara ini, Badrul yang merasa menjadi korban VN atas Keterangan palsu dengan secara berani dan menyakinkan di depan majelis hakim Pengadilan Agama tidak mengakui perbuatan perselingkuhan, pernikahan dibawah tangan dan perbuatan perzinahan yang mengakibatkan perceraian rumah tangganya, bakal melakukan gugatan secara hukum dan pihaknya juga bakal membuat pengaduan kepada inspektorat, BKD dan Bupati Lumajang atas dugaan ASN berpoligami.

“Dengan bukti-bukti baru yang sudah saya dapat, saya akan melakukan gugatan secara hukum, selain itu dalam PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil disana juga sudah jelas diatur, belum lagi dalam PP Nomor 45 Tahun 1990 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil Pasal 4 Ayat 2 yang menyebutkan bahwa Pegawai Negeri Sipil wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat, ” pungkasnya. (bas)

ASN Dilarang Terima Parsel Dan Pakai Mobil Dinas

Lihat Video Pengemudi Chiness Dihentikan Polisi

 

BintangEmpat.Com, Jakarta – Menghadapi tradisi mudik lebaran dan libur panjang mulai Sabtu (1/6), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap menjalani aturan yang ada, salah satunya adalah tidak menggunakan mobil dinas untuk mudik lebaran, karena hal ini tertuang dalam surat imbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Saat lebaran, mobil dinas dipergunakan untuk kedinasan dan tidak boleh dipergunakan untuk kepentingan pribadi,” kata Syafruddin di kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Senin (28/05/2019).

Kombes Pol Solehan
Kombes Pol Solehan

Selain itu, Menteri PANRB juga meminta para aparatur negara untuk tidak menggunakan sepeda motor untuk pulang mudik bertemu sanak keluarga, karena penggunaan kendaraan roda dua untuk mudik sangat rawan.

Menurut Menteri PANRB, terdapat beberapa pilihan agar tetap aman dan nyaman pulang ke kampung halaman, seperti sepeda motor yang dimasukan kedalam gerbong kereta, untuk kemudian digunakan pada saat tiba di kota tujuan. Selain itu, dapat menggunakan bus, kereta api, atau memanfaatkan mudik gratis yang diselenggarakan oleh banyak instansi.
Parsel Lebaran
Hal lain yang dilarang untuk ASN adalah menerima bingkisan atau parsel lebaran. Menteri PANRB Syafruddin meminta agar segenap ASN tidak menerima bingkisan lebaran dalam bentuk apapun, sebab parsel dapat diindikasikan sebagai gratifikasi atau suap.

Lebih lanjut Menteri Syafruddin mengajak para ASN yang mendapatkan kiriman parsel agar hanya menerima kartu ucapan yang biasa tertera pada parsel, dan untuk bingkisan dapat dikembalikan ke pihak yang mengirim.

“Bagi ASN yang membandel menerima parsel akan menerima risiko masing-masing yakni dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” tegas Syafruddin.
Sebelumnya, KPK telah menerbitkan Surat Edaran perihal imbauan pencegahan gratifikasi terkait hari raya keagamaan. Dalam surat edaran nomor B/3956/GTF.00.02/01-13/05/2019 dijelaskan beberapa hal terkait larangan ASN menerima parsel.
Dijelaskan sebagai pegawai negeri/ penyelenggara negara dilarang menerima gratifikasi baik berupa uang, bingkisan atau parsel, fasilitas, dan bentuk pemberian lainnya yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya. Penerimaan gratifikasi dapat menimbulkan konflik kepentingan, bertentangan dengan peraturan/kode etik, dan memiliki risiko sanksi pidana.
Dalam surat edaran tersebut juga disampaikan apabila ASN sebagai penyelenggara negara menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya, maka diwajibkan melaporkan kepada KPK dalam jangka waktu 30 hari kerja sejak tanggal penerimaan gratifikasi. Hal tersebut juga diatur dalam Undang-undang No. 20/2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain itu, para Aparatur Negara juga dilarang melakukan permintaan dana, sumbangan dan hadiah sebagai Tunjangan Hari Raya (THR), kepada masyarakat, perusahaan, ataupun penyelenggara negara lainnya, baik secara lisan atau tertulis, karena dapat berimplikasi pada tindak pidana korupsi.
Kemudian terhadap penerimaan gratifikasi berupa bingkisan makanan yang mudah rusak dan kadaluarda dapat disalurkan sebagai bantuan sosial ke panti asuhan, panti jompo, dan pihak yang membutuhkan, dan melaporkan kepada instansi masing masing disertai dokumentasi penyerahaan. Selanjutnya instansi melaporkan rekapitulasi penerimaan tersebut kepada KPK.
Disampaikan juga bagi pimpinan Kementerian/Lembaga/Organisasi/Pemerintah Daerah/ dan BUMN/BUMD diharapkan dapat melakukan tindakan pencegahan korupsi dengan memberikan imbauan kepada para pegawai dengan menolak gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan. Selain itu, para pimpinan instansi juga dapat menerbitkan surat edaran terbuka melalui media massa yang ditujukan kepada para pemangku kepentingan agar tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apapun kepada penyelenggara negara.

*Siwa

*kominfo

Padang Lawas, PNS Dipecat Tidak Hormat

Bintang Empat.com, Padang Lawas – Delapan orang Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negara Sipil (PNS)di Pemerintahan Kabupaten Padang Lawas (Pemkab Palas) Terpaksa Diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH).

Baca: Pungutan Liar Di Samsat Jember

Pemberhentian terhadap PNS yang masih aktif ini berdasarkan keputusan SKB 3 menteri tentang penegakan hukum terhadap PNS yang telah dijatuhi hukuman berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana kejahatan penyalahgunaan jabatan.

Empat Perampok Ditembak Polisi

Menurut kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Hj. Aslamiyah saat ditemui awak media BintangEmpat.com,  jumat (03/05/2019 ) “Pemberhentian 8 PNS tersebut tanggal 29 April 2019 lalu, wajib dilaksanakan Bupati Palas selaku PPK (Penilaian Prestasi Kerja). Jika tidak dilaksanakan, maka sanksi dikenakan terhadap PPK selaku kepala daerah”

“Hal tersebut tertuang dalam surat Menteri PAN-RB Nomor B/50/M.SM.00.00/2019, perihal petunjuk pelaksanaan penjatuhan PTDH oleh PPK bagi PNS yang telah dijatu(Penilaian Prestasi Kerja))hi hukuman yang berkekuatan hukum tetap,” terangnya.

“Dan ini keputusan berat, mau tak mau memang harus dilaksanakan. Kalau tidak, Bupati yang kena (sanksi),” jelasnya dengan tegas.

Selamat Datang Caleg Stres Hebohkan LAmongan

Berikut data yang berhasil  dihimpun 8 PNS tersebut :

  1. JK  jabatan Asisten Administrasi Umum Sekretariat daerah Pemkab Palas, Tindak pidana dengan nomor putusan 101/Pid.sus-TPK/2014/PNMed tanggal 25 Februari 2015.
  2. AH staff Dinas Perizinan. Dengan nomor putusan 87/Pidsus-TPK/2018/Pn.Mdn tanggal 3 Desember 2018 ,
  3. AHN Staff Dinas PU. Nomor putusan 2/PID.SUS/K/2014/PN.MDN tanggal 13 Mei 2014
  4. PMD staff Setdakab. Nomor putusan 3/PID.SUS/K/2014/PN.MDN tanggal 5 Mei 2014.
  5. MP Staff BPPKAD. Nomor putusan 48/PID.SUS/K/2016/PN.MDN tanggal 5 Agustus 2016.
  6. MFA Kabid Kedaruratan di BPBD. Nomor putusan 64/PID.SUS/K/2014/PN.MDN tanggal 20 Oktober 2014,
  7. KA  Kasubbid Sejarah dan Nilai Budaya di Dinas Pendidikan. Nomor putusan 43/PID.SUS/K/2011/PN.MDN tanggal 13 Agustus 2012. Dan
  8. PH Staff Inspektorat. Nomor putusan 1965K7/PID.SUS/2009 tanggal 3 November 2009.

 

*Leo