Arsip Tag: demo

Polisi Berpeci Putih Kawal Demo Tolak Paham Radikalisme

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP. Alfian Nurrizal, S.H,S.I.K, M.H memimpin sejumlah pasukan yang berjaga mengamankan jalannya aksi damai tolak penjajahan idiologi bangsa ( Topi Bangsa ) yang digelar di Jalan PB. Sudarman Depan Kantor Pemkab Jember. Kamis Siang (12/12/2019)

Baca:  Polres Jember Sabet Suara Rakyat Award Tahun 2019

Ada yang beda dalam pengamanan aksi ini. Tak seperti biasanya, kali ini Polisi yang disiagakan tampak berpenampilan agamis. Polisi pria berpeci putih sedangkan bagi Polwan Muslim menggunakan Hijab .

Disisi lain, aksi simpatik ditunjukkan Kapolres Jember saat memimpin pengamanan di lapangan. Kapolres turun langsung menyapa peserta aksi dengan ramah sembari bagi-bagi air mineral sebagai bentuk pengamanan yang humanis.

Baca: Nenek 65 Tahun Diperkosa Kapolres Jember Turun Tangan

Sejumlah 350 Orang Personil Polisi di kerahkan untuk mengawal aksi demo yang menuntut penolakan paham radikalisme dan upaya memecah belah kerukunan bangsa. Kendaraan water canon, security barier, ambulance juga disiagakan guna mengantisipasi adanya kejadian yang tidak diinginkan.

Baca:  30 Tahun Idap Kusta Kapolres Jember Datangi Nenek Sumirah

Sekitar 200 Orang massa bergerak dari Lapangan Talangsari Kecamatan Kaliwates menuju Kantor Pemkab. Pengamanan aksi damai berlangsung dalam suasana religi. Peserta aksi pun menyampaikan pendapat di muka umum dengan cara- cara damai dan sejuk, kemudian diiringi menyanyikan lagu kebangsaan, istighotsah dan pembacaan pakta integritas.

AMANKAN AKSI DAMAI TOPI BANGSA, KAPOLRES JEMBER PIMPIN PASUKAN POLISI BERPECI PUTIH DAN BERHIJAB

“ Syukur Alhamdulillah kegiatan aksi Topi bangsa dapat berjalan dengan tertib dan damai. Dimana dalam menyampaikan orasi juga dilakukan bergantian dengan cara yang luar biasa, mengingatkan Kita untuk mengedepankan ukhuwah Islamiyah”, Kata Kapolres Jember, AKBP Alfian Nurrizal, mantan pemain basket dengan tinggi 185 Cm ini.

Baca: Anggota TNI Bacok Polisi Di Pamekasan

Lebih Lanjut Kapolres menegaskan tidak ada radikalisme di Wilayahnya Kabupaten Jember. Pihaknya mengoptimalkan pengamanan humanis karena penyampaian pendapat di muka umum ini adalah aksi damai dan istighotsah untuk itu Polres Jember melaksanakan pengamanan secara religi.

” Insya Allah paham radikalisme tidak ada di Jember, sebelum ada demo ini, kami bersama jajaran sudah mendeteksi dini, kami sosialikan ke masyarakat, bahkan ke kampus-kampus sudah kami lakukan, mari Jegeh Apike Jember (red: Ayo jaga kebaikan kota Jember), ” pungkas Alfian pria berdarah Madura ini.

*( Redaksi _Hadi Poernomo ).

Demo DPR Hari Ini, Jokowi: Jangan Rusuh

 

Gambar: Screeshot Foto Massa menaiki kendaaraan untuk menuju Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (30/9/2019). Massa gabungan dari elemen mahasiswa dan pelajar mulai memenuhi akses menuju Gedung DPR untuk menyuarakan penolakan Rancangan Undang-Undang KUHP dan Revisi Undang-Undang KPK. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho).

 

Redaksi BintangEmpat.Com, Jakarta – Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama mahasiswa sejumlah perguruan tinggi lainnya akan kembali menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (30/9/2019) siang.

Aksi unjuk rasa akan kembali digelar di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan.
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sultan Rivandi mengatakan, tuntutan mahasiswa masih sama dengan aksi sebelumnya.
Namun, ada satu tuntutan tambahan yang akan mereka sampaikan.

Baca Aksi Mujahid 212 Kapitra Malu, Ini Tanggapan Novel

“(Tuntutan) masih sama, tapi ada tambahan soal kemanusiaan. Kami menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab atas korban-korban aksi,” ujar Sultan, dikutip dari Kompas.com, Senin pagi.

Sultan menyampaikan, ada sekitar 500 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang akan mengikuti aksi unjuk rasa pada hari ini. Dema UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah berkoordinasi dengan badan eksekutif mahasiswa (BEM) perguruan tinggi lain soal aksi hari ini.

Baca Dua Mahasiswa Tewas Polres Pasuruan Gelar Shalat Ghaib

“(Demonstrasi) sama di DPR juga. (Mahasiswa UIN Jakarta) sekitar 500 orang, titik kumpul di kampus,” kata Sultan.

Presiden Mahasiswa Trisakti Dinno Ardiansyah sebelumnya mengatakan, Aliansi BEM Seluruh Indonesia akan melanjutkan aksi demo di depan Gedung DPR pada Senin ini. Aksi demo tersebut bertepatan dengan rapat paripurna terakhir anggota DPR periode ini.

Untuk itu, mahasiswa akan mengawal dan tetap menyampaikan penolakan terhadap RKHUP dan revisi UU KPK.

Baca Rusuh, Din Syamsuddin Pesan Kepada Pemerintah

“Tuntutan kami sama kayak kemarin iya, kita menolak RUU bermasalah dan kita tetap menolak UU KPK yang telah disahkan,” ujar Dinno, Sabtu lalu.

Dinno berharap, aksi demo di depan Gedung DPR itu nantinya dapat memberikan tekanan psikologi bagi pemerintah dan DPR agar segera mengambil keputusan Perppu untuk mencabut UU KPK.

Terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak masalah mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak UU KPK baru dan sejumlah tuntutan lainnya. Jokowi meminta peserta aksi tidak bertindak rusuh.

Baca Gagalkan Pelantikan Presiden Bakal Berhadapan Dengan TNI

“Nggak apa, konstitusi kita kan memberikan kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Yang paling penting jangan rusuh, jangan anarkis, sehingga menimbulkan kerugian,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9/2019), dikutip dari detik.com.

Dia berharap tak ada kericuhan yang terjadi hingga membuat kerusakan fasilitas umum. Jokowi mengatakan pihaknya sangat mendengar aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Baca Rezim Jokowi Bakal Didemo Sampai Tumbang, SBP: “Tolak Pelantikan Jokowi !!!”

“Jangan sampai ada yang merusak fasilitas-fasilitas umum. Yang penting itu,” ujar Jokowi.

“Kita mendengar kok, sangat mendengar. Bukan mendengar, tapi sangat mendengar,” sambungnya.

Pada hari ini, mahasiswa rencananya kembali menggelar demo di DPR. Selain itu ada juga demonstrasi mahasiswa yang digelar di Kendari, Malang, Makassar, hingga Banjarmasin.

Seperti di Makassar, mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) berunjuk rasa di depan kantor DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo. Mahasiswa menyuarakan penolakan sejumlah RUU termasuk menolak UU KPK hasil revisi.Mahasiswa juga kembali beraksi di Kalimantan Selatan. Tuntutan mereka masih sama, yaitu meminta Jokowi mencabut UU KPK yang baru.

Baca Demo RKUHP Dua Mahasiswa Akhirnya Meninggal Dunia

Aksi mahasiswa ini digelar di gedung DPRD Kalsel, Jl Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (30/9), dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Massa mahasiswa duduk di jalan hingga mengakibatkan jalan utama di Kota Banjarmasin itu ditutup. (*)

 

 

 

Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto Dipanggil Puspomal

 

Redaksi BintangEmpat.Com, Jakarta – TNI Angkatan Laut (AL) angkat bicara mengenai pemanggilan mantan KSAL Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto oleh Pusat Polisi Militer AL (Puspomal) Jumat (27/9/2019). TNI AL menegaskan panggilan terhadap Slamet hanya ingin melakukan klarifikasi.

Baca Gagalkan Pelantikan Presiden Bakal Berhadapan Dengan TNI

Kadispen AL Laksma TNI Mohamad Zaenal menuturkan, dalam panggilan klarifikasi tersebut Puspomal ingin melakukan dialog terkait dugaan keterlibatan Slamet dalam aksi massa mahasiswa di sekitar Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada 25-26 September 2019.

Baca Mayjen Soenarko Makar Boleh Potong Leher Saya

“Sebagai langkah persuasif untuk memediasi dan berdialog, berkaitan dengan kegiatan aksinya dalam menyampaikan aspirasi bersama mahasiswa di depan pintu gerbang Mabes TNI, Cilangkap,” ujar Zaenal, Jumat (27/9/2019).

Baca Polemik Penangkapan Mayjen (Purn) Soenarko Atas Kepemilikan Senjata Ilegal

Pada aksi tersebut Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto yang pernah menjabat sebagai petinggi di lingkungan TNI AL, terlihat mendukung aksi damai mahasiswa dengan menggunakan atribut topi dengan logo TNI AL berbintang empat.

Baca Rezim Jokowi Bakal Didemo Sampai Tumbang, SBP: “Tolak Pelantikan Jokowi !!!”

Sebelumnya, beredar surat panggilan klarifikasi terhadap mantan KSAL Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto dari Pusat Polisi Militer AL (Puspomal) Jumat (27/9/2019). Pemanggilan terhadap Slamet untuk berdialog mengenai kehadirannya dalam aksi mahasiswa di depan Mabes TNI, Cilangkap, 24-25 September 2019.

Baca Demo RKUHP Dua Mahasiswa Akhirnya Meninggal Dunia

Surat bernomor R/555/IX/2019 tertanggal 26 September 2019 itu ditandatangani Komandan Puspomal Laksamana Pertama TNI Nazali Lempo. Surat itu berupa panggilan klarifikasi.

Video Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto Dipanggil Puspomal

Surat menyatakan dua poin utama. Pertama, dasar pemanggilan yaitu berdasarkan laporan informasi Satlak Puspomal Nomor LI.01/IX/2019 tertanggal 25 September tentang aksi demonstrasi mahasiswa di depan pintu utama Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Kedua, terkait hal itu, Puspomal memanggil Slamet.

Baca Mahasiswa Randi Tewas Terkena Tembakan Peluru Senpi

“Sehubungan dasar di atas, bersama ini dimohon kehadiran Laksamana (Purn) Slamet Soebijanto di kantor Puspomal, Jalan Boulevard BGR No 9 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat, 27 September 2019 pukul 09.00 WIB untuk memberikan klarifikasi terkait tujuan dan keberadaan Bapak dalam demonstrasi tersebut,” bunyi surat itu, dikutip Kamis (26/9/2019).

Baca OKTOBER 2019 PRABOWO-SANDI DILANTIK

Slamet menjadi sorotan setelah terlihat dalam demonstrasi massa yang mengaku mahasiswa dekat Mabes TNI, Cilangkap, pada Rabu, 25 September 2019. Alumnus AAL 1973 ini diketahui pernah mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden 2009-2014 silam. (*)

Baca Hasil Autopsi Harun Tewas Karena Peluru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*(Sumber)

PT Tossa Sakti Group Didemo

Lihat video PT Pria Didemo

 

BintangEmpat.com, Jawa Tengah- Ratusan buruh yang dirumahkan, PT Tossa Sakti Group Kaliwungu Kendal, Jawa Tengah melakukan aksi berdemonstrasi senin, (27/2/2019) menuntut dicairkannya Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji. Pasalnya, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak management perusahaan itu akan membayar gaji dan THR,.

Baca juga : Habib Abdul Qadir Otak Pembakaran Mapolsek Di Madura

Koordinator aksi demo, Karyono mengatakan aksi buruh PT Tossa Sakti Group yang berlokasi di desa Nolokerto Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kendal Provinsi Jawa Tengah, ini menuntut pihak perusahaan membayar gaji dan THR yang saat ini masih belum ada kejelasan.

“Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi, namun hingga sampai saat ini, sekarang kami belum juga menerima THR dan gaji,” ujarnya.

Lebih lanjut Karyono mengatakan”kami menuntut beberapa hal yang menjadi hak kami sebagai karyawan yang dirumahkan, yaitu, THR tahun 2018 masih ada 75% yang belum di bayar, THR tahun 2019 masih 100% dan gaji bulan mei ini yang belum di bayarkan harus keluar saat ini, dan yang terakhir kami menolak pesangon yang dicicil selama 42 bulan,” jelasnya lagi.

Baca juga : Pelaku Pembakaran Mapolsek Tambelangan Madura Tertangkap

Para pendemo berharap, “pihak pemerintah daerah segera turun tangan untuk memberi solusi dan memperjuangkan nasib karyawan, apalagi ini sudah mendekati lebaran,” harap koordinator aksi.

SOROT : Purel Cantik Bagi Takjil

Sementara itu Djoko Mulyono salah satu pihak manajemen perusahaan tersebut saat menemui para pendemo untuk melakukan negosiasi belum menemukan titik temu dan kesepakatan para pendemo. Karena keputusan mutlak ada pada pemimpin perusahaan itu.

(Ainur)

Diduga Siswa SMP Tewas Dengan Luka Tembak

LIHAT VIDEO HARUN

 

BintangEmpat.Com, Jakarta – Demo didepan gedung Bawaslu, Jakarta pada 22 Mei 2019 banyak memakan korban, namun sangat disayangkan, kali ini korban yang tewas masih dibawah umur, yaitu :

Nama : Muhammad Harun Al Rasyid. Usia : 15 thn / Pelajar/ kelas 7 SMP AA, Tanjung Duren.

Alamat : Jln. Duri Mas Barat 1 Rt 09 Rw 010 No. 81 Kel. Duri Kepa Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Putra dari Didin.

BACA: Usut Tuntas Tragedi 22 Mei

BACA: Tragedi 22 Mei Delapan Orang Tewas

 

Menurut narasumber yang tidak mau disebutkan namanya, dia menjelasksn, (25/5), berikut penjelasan singkatnya :

” Pada Hari Selasa, 21 Mei 2019 pukul 15.00 wib Korban keluar rumah untuk bermain dengan temannya, pada saat di jalan, korban bertemu dengan rekan-rekannya dan langsung pergi bersama-sama menuju ke arah tempat terjadinya Kerusuhan dan pada saat malam hari rekan-rekannya mengajak korban untuk pulang akan tetapi korban tidak mau dan malahan pergi kedepan untuk ikut unjuk rasa tidak kembali pulang “.

” Orang tuanya mendapat kabar pada hari Kamis tgl 23 Mei 2019 pukul 23.30 Wib oleh relawan bahwa putranya berada di Rumah Sakit (RS) Kramat Jati “.

” Pada saat orang tua korban ingin mengambil jenazah putranya tidak diperbolehkan melihat seluruh bagian tubuhnya hanya bagian wajahnya saja yang boleh dilihat “.

” Permintaan dari RS Keramat Jati, Jenazah bisa dikeluarkan dari RS harus langsung dimakamkan. Apabila jenazah minta divisum hasilnya tidak boleh ada tuntutan. Pada saat almarhum tiba di rumah sudah terbungkus kain kafan hanya bagian wajah yang bisa diperlihatkan ”

” Pada saat team medis melintas dekat pom besin Kemanggisan, ada orang membawa korban dengan berboncengan motor untuk dinaikan ke mobil ambulan “.

LIHAT VIDEO PENGAKUAN TIM MEDIS DIINJAK POLISI

LIHAT VIDEO TIM MEDIS DIHAJAR BRIMOB

” Pada saat Team medis membantu korban untuk dipindahkan kedalam mobil ada tanda-tanda luka-luka pada bagian tubuh diantarnya, Batok kepala bagian belakang sudah tidak keras lagi,
Lengan kiri terdapat luka seperti luka tembak, Dada sebelah kanan terdapat pembengkakan, Dari mulut dan hidung mengeluarkan busa bercampur darah “.

” Pada saat korban dibawa Team medis menuju RS DARMAIS korban meninggal dunia “.

” Sesampai di UGD RS Darmais team medis menyerahkan kepada Dokter jaga dan ambulan meninggalkan korban untuk mengevakuasi korban lainnya “.

” Karena korban sudah meninggal dunia dan tidak ada identitas, pihak RS menghubungi kepolisian “.

” Pada saat polisi tiba di RS Darmais lalu Korban dibawa kembali oleh Polisi dengan menggunakan mobil Caren menuju RS Keramat Jati “.

Sebelumnya beredar video mirip  seorang anak yang dikeroyok anggota Polisi di halaman masjid, dipastikan itu bukan HARUN, dan sekarang kasus video tersebut dalam proses penanganan Mabes Polri.

*(Red).

22 Mei Disusupi Penyusup Brutal

Lihat Video Penyusup Yang BRUTAL

 

BintangEmpat.Com, Jakarta – Aksi damai di depan gedung Bawaslu diwarnai berbagai kericuhan dan kerusuhan yang memakan korban 8 orang tewas per tanggal 23 Mei 2019.

Aksi tersebut disusupi orang yang tidak dikenal dan brutal, penyusup itu sangat brutal, dia membakar dan membuat keonaran dengan membawa senjata ketapel dan petasan.

BACA:Polisi Brimob China

BACA: Usut Tuntas Tragedi 22 Mei

BACA: Tragedi 22 Mei Delapan Orang Tewas

Seperti yang terjadi pada dini hari, Kamis (23/5/2019), di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

 

Seorang peserta aksi demo yang tidak mau disebutkan namanya itu menerangkan, ” Ini penyusup, ini bukan massa kita, bahkan TNI ketika melerai saja tidak digubris dan penyusup itu malah brutal, ” ujarnya.

LIHAT VIDEO MER C

LIHAT VIDEO Kericuhan Petamburan

LIHAT VIDEO Demonstran Kocar-kacir

LIHAT VIDEO UI Tuntut Pemerintah

Dia melanjutkan, ” lihat, massa kita menasehati penyusup itu, tapi penyusup itu tidak menggubris kita, ” jelasnya.

 

” Penyusup ini tiba-tiba datang, tanpa mengenakan baju selayaknya kita pejuang penuntut keadilan” herannya.

*Siwa.

Demo Bawaslu Dua Orang Tewas

 

Farhan Syafero, 21 thn, Depok
Farhan Syafero, 21 thn, Depok

BintangEmpat.Com, Jakarta – Demonstrasi didepan gedung Bawaslu RI memakan dua korban, dua orang tewas, yaitu Farhan Syafero, 31 tahun, Depok, dengan Luka tembak di leher depan tembus ke punggung kiri mencederai paru kiri, tempat kejadian perkara di Pasar Tanah Abang, Jakarta, dini hari (22/5) dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan namun nyawanya tidak tertolong.

Abdul Aziz, usia 27 tahun asal Pandeglang
Abdul Aziz, usia 27 tahun asal Pandeglang

Korban kedua Abdul Aziz, usia 27 tahun asal Pandeglang, yang tewas dengan luka tembak dibagian tangan, di Markas FPI Petamburan, Jakarta, dia adalah Salah satu anggota Laskar FPI.

Menurut keterangan seorang dokter yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan, “luka belakang keluar 1 senti_ _sequer luka leher dari depan peluru masuk 0,5 cm._
_trakeo bergeser_ _hematopneumothorax, “.

 

BACA: Titiek Soeharto Tenangkan Suasana Demo

Semula, pada Selasa malam, polisi membubarkan massa yang berdemonstrasi didepan Kantor Bawaslu RI, Jakarta. Massa kemudian mundur ke arah pasar Tanah Abang.

Kemudian, massa menyebar ke sejumlah titik, seperti Jalan Wahid Hasyim, pasar Tanah Abang, Jalan Sabang dan sekitarnya. Massa juga menyerang aparat dengan lemparan batu, petasan dan bom molotov.

Polisi terus berupaya membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata dan mengerahkan mobil water cannon. Pada sekitar pukul 02.30 WIB, polisi juga terlihat menembakkan peluru karet ke arah massa di sekitar Jalan Sabang.

BACA: Aksi Kedaulatan Rakyat Diwarnai Ketegangan

Hingga pukul 04.30 WIB, Rabu pagi, polisi masih berupaya membubarkan massa yang berkumpul di sekitar kawasan Tanah Abang.

Diperkirakan korban yang jatuh pingsan dan luka-luka mencapai ratusan.

*Siwa.

Amankan 22 Mei, Aparat Keamanan Tidak Dibekali Senjata Api

 

BintangEmpat.com, Jakarta – Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., menjelaskan bahwa aparat gabungan TNI-Polri yang melakukan pengamanan saat pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang tidak dilengkapi dengan senjata api. Aparat keamanan akan dilengkapi dengan tameng, gas air mata, dan water canon.

Densus 88 Tangkap Terduga 29 Teroris

“Konsep pengamanan Polri untuk tanggal 22 Mei yang akan datang bersama dengan rekan-rekan TNI, paling pokok adalah seluruh aparat keamanan yang melaksanakan pengamanan tidak dibekali senjata api,” jelas Karo Penmas Divhumas Polri di di Nanggewer, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/5).

 

*Siwa.

 

Makanan Beracun Warnai Aksi Demo Bawaslu

 

Takjil beracun yang dibagikan laki-laki pembawa koper merah
Takjil beracun yang dibagikan laki-laki pembawa koper merah

 

Bintangempat.com, Jakarta – Demo di gedung Badan Pengawasan Pemilu ( Bawaslu ) Republik Indonesia pada Jumat, 10 Mei 2019 memakan korban, 15 orang harus dilarikan ke rumah sakit RSCM Jakarta karena makanan takjil beracun yang dibagikan oleh seseorang laki-laki dengan membawa koper merah pada saat menjelang buka puasa.

BACA: Peserta Aksi Demo Bawaslu Keracunan

Salah seorang peserta aksi demo berinisial NZ, usia 42 tahun, dari 15 orang tersebut dirawat semalam di RSCM Jakarta.

Ketika dikonfirmasi via telepon, menurut Dokter Ana yang menangani NZ, ” secara pribadi memang makanan itu beracun, namun racun ini tergolong racun biologis sejenis  kuman karena pasien setalah dirawat sudah membaik dalam semalam dan diperbolehkan pulang “.

SOROT: Massa Tuntut Diskualifikasi Paslon 01

Ana menambahkan, ” Berbeda dengan racun kimia, butuh waktu lama untuk memulihkan, ” jelasnya.

Lanjut Ana, ” ini pernyataan pribadi, belum resmi dari RSCM karena masih di laboratorium, kita tunggu hasilnya nanti, ” pungkasnya. ( 12/5 ).

Ditempat terpisah, NZ ketika dikonfirmasi Via WhatsApp ( WA ) mengatakan, ” Aq masih lemes bang, kemarin tenggorokan agak panas, sekarang justru agak sakit suara jadi berubah, dikit tinggal diujung lidah gatal disekitar mulut hanya ketika lagi makan baru agak timbul gatal, ” tulisnya kepada Bintangempat.com, pukul 18.00 wib, Minggu ( 12/5 ).

SOROT: AMP-TKP 2019 Sorot Misteri Kematian Petugas Pemilu

NZ menambahkan, ” Sempet demam tadi pagi kliyengan tangan dingin sama mual tapi udah normal sehabis minum air klapa, ” pungkasnya.

 

 

*Siwa.