Arsip Tag: dpr

Puan Maharani Jadi Ketua DPR, Novel: Buat Saya Musibah

Foto: Novel Bamumin.

Redaksi BintangEmpat.Com, Jakarta – Penunjukan Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Puan Maharani sebagai Ketua DPR menuai respon dari beberapa tokoh nasional, seperti tokoh alumni PA 212, Novel Bamumin.

Video Mantan Penasehat KPK Tanggapi Demo RUU KPK

“Diangkatnya Puan Maharani menjadi ketua DPR mungkin ini wanita pertama memimpin DPR RI, buat saya musibah jika melihat trac-recordnya yang diduga terindikasi terlibat tersandung kasus korupsi E-KTP Setya Novanto, ” jelas Novel yang juga advokat AAB.

Baca Megawati Bertemu Perwakilan Partai Komunis China

Lanjut Novel, dia menduga kebijakan PDIP dianggap melemahkan KPK. “Jelas preseden buruk buat lembaga legislatif di Indonesia, sehingga harus tuntas kasus korupsi itu dan KPK harus berani memproses puan maharani apalagi jelas PDIP adalah paling keras menolak Perpu atas tolak revisi RUU KPK yang sangat melemahkan KPK.”

Baca Demo DPR Hari Ini, Jokowi: Jangan Rusuh

Novel merasa bahwa kebijakan PDIP tidak pro umat Islam. “Dan kita tahu PDIP ini partai yang oknumnya paling banyak dan terbesar korupsinya diantara partai-partai yang ada di Indonesia, serta kebijakannya tidak pro umat Islam serta terdepan dalam membela penista agama dan kriminalisasi ulama, serta penampungan segala kemunkaran termasuk komunis yang belum lama ini mengadakan hubungan diplomasi dengan partai komunis China dan terang terangan menampung anak pki seperti Ribka Tjiptaning Proletariyati yang pernah menjadi ketua komisi IX, ” terang Novel Bamumin.

Baca Syawaludin Bebas

“Dan masih banyak partainya Puan ini dengan trac record yang buruk buat umat islam sehingga bisa menimbulkan masalah buat bangsa dan negara ini, ” pungkas Novel Bamumin, (2/10/2019) ketika dikonfirmasi media ini. *Red.

 

 

Demo DPR Hari Ini, Jokowi: Jangan Rusuh

 

Gambar: Screeshot Foto Massa menaiki kendaaraan untuk menuju Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (30/9/2019). Massa gabungan dari elemen mahasiswa dan pelajar mulai memenuhi akses menuju Gedung DPR untuk menyuarakan penolakan Rancangan Undang-Undang KUHP dan Revisi Undang-Undang KPK. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho).

 

Redaksi BintangEmpat.Com, Jakarta – Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama mahasiswa sejumlah perguruan tinggi lainnya akan kembali menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (30/9/2019) siang.

Aksi unjuk rasa akan kembali digelar di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan.
Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Sultan Rivandi mengatakan, tuntutan mahasiswa masih sama dengan aksi sebelumnya.
Namun, ada satu tuntutan tambahan yang akan mereka sampaikan.

Baca Aksi Mujahid 212 Kapitra Malu, Ini Tanggapan Novel

“(Tuntutan) masih sama, tapi ada tambahan soal kemanusiaan. Kami menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab atas korban-korban aksi,” ujar Sultan, dikutip dari Kompas.com, Senin pagi.

Sultan menyampaikan, ada sekitar 500 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang akan mengikuti aksi unjuk rasa pada hari ini. Dema UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah berkoordinasi dengan badan eksekutif mahasiswa (BEM) perguruan tinggi lain soal aksi hari ini.

Baca Dua Mahasiswa Tewas Polres Pasuruan Gelar Shalat Ghaib

“(Demonstrasi) sama di DPR juga. (Mahasiswa UIN Jakarta) sekitar 500 orang, titik kumpul di kampus,” kata Sultan.

Presiden Mahasiswa Trisakti Dinno Ardiansyah sebelumnya mengatakan, Aliansi BEM Seluruh Indonesia akan melanjutkan aksi demo di depan Gedung DPR pada Senin ini. Aksi demo tersebut bertepatan dengan rapat paripurna terakhir anggota DPR periode ini.

Untuk itu, mahasiswa akan mengawal dan tetap menyampaikan penolakan terhadap RKHUP dan revisi UU KPK.

Baca Rusuh, Din Syamsuddin Pesan Kepada Pemerintah

“Tuntutan kami sama kayak kemarin iya, kita menolak RUU bermasalah dan kita tetap menolak UU KPK yang telah disahkan,” ujar Dinno, Sabtu lalu.

Dinno berharap, aksi demo di depan Gedung DPR itu nantinya dapat memberikan tekanan psikologi bagi pemerintah dan DPR agar segera mengambil keputusan Perppu untuk mencabut UU KPK.

Terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak masalah mahasiswa kembali menggelar aksi unjuk rasa menolak UU KPK baru dan sejumlah tuntutan lainnya. Jokowi meminta peserta aksi tidak bertindak rusuh.

Baca Gagalkan Pelantikan Presiden Bakal Berhadapan Dengan TNI

“Nggak apa, konstitusi kita kan memberikan kebebasan untuk menyampaikan pendapat. Yang paling penting jangan rusuh, jangan anarkis, sehingga menimbulkan kerugian,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9/2019), dikutip dari detik.com.

Dia berharap tak ada kericuhan yang terjadi hingga membuat kerusakan fasilitas umum. Jokowi mengatakan pihaknya sangat mendengar aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

Baca Rezim Jokowi Bakal Didemo Sampai Tumbang, SBP: “Tolak Pelantikan Jokowi !!!”

“Jangan sampai ada yang merusak fasilitas-fasilitas umum. Yang penting itu,” ujar Jokowi.

“Kita mendengar kok, sangat mendengar. Bukan mendengar, tapi sangat mendengar,” sambungnya.

Pada hari ini, mahasiswa rencananya kembali menggelar demo di DPR. Selain itu ada juga demonstrasi mahasiswa yang digelar di Kendari, Malang, Makassar, hingga Banjarmasin.

Seperti di Makassar, mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) berunjuk rasa di depan kantor DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo. Mahasiswa menyuarakan penolakan sejumlah RUU termasuk menolak UU KPK hasil revisi.Mahasiswa juga kembali beraksi di Kalimantan Selatan. Tuntutan mereka masih sama, yaitu meminta Jokowi mencabut UU KPK yang baru.

Baca Demo RKUHP Dua Mahasiswa Akhirnya Meninggal Dunia

Aksi mahasiswa ini digelar di gedung DPRD Kalsel, Jl Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (30/9), dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Massa mahasiswa duduk di jalan hingga mengakibatkan jalan utama di Kota Banjarmasin itu ditutup. (*)

 

 

 

Kenali Istilah Dan Formulir Pemilu 2019

 

 

BintangEmpat.Com, Jakarta- Minggu, 14 April 2019. Tak kenal maka tak sayang, maka sudah sepantasnya kita harus kenali dan pilih Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, dengan keyakinan hati masing-masing, antara Calon Presiden dengan nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Foto: Dokumen KPU
Foto: Dokumen KPU.

Namun kita juga wajib tahu dan mengerti istilah-istilah dan Formulir Pemilihan Umum (Pemilu), kadang kita dibingungkan dengan banyaknya formulir dan istilah.

Bpn Prabowo-Sandi Malaysia Temukan 95 Kantong Surat Suara Tercoblos Jokowi

Diambil dari berbagai sumber, dibawah ini adalah daftar istilah dan Formulir Pemilu 2019:

1. TPS: Tempat Pemungutan Suara.

2. PPK: Panitia Pemilihan Kecamatan merupakan panitia yang dibentuk oleh KPU/KIP Kabupaten/Kota untuk melaksanakan Pemilu pada tingkat kecamatan.

3. PPS: Panitia Pemungutan Suara, merupakan panitia yang dibentuk oleh KPU/ KIP Kabupaten/ Kota, untuk melaksanakan pemilu ditingkat Kelurahan/ Desa.

4. KPPS: Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, kelompok ini dibentuk oleh PPS untuk melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

Video Kertas Suara Tercoblos Di Malaysia Bukan Hoaks

5. DPT: Daftar Pemilih Tetap, daftar ini memuat nama-nama pemilih yang telah memiliki hak pilih dan tercatat sebagai pemilih.

6. DPK: Daftar Pemilih Khusus, daftar ini memuat nama pemilih penyandang disabilitas.

7. DPTb: Daftar Pemilih Tambahan, diperuntukkan bagi pemilih yang melakukan pindah memilih dari TPS asal ke TPS tujuan.

8. DPTHP: Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan, merupakan hasil perbaikan dari DPT yang sebelumnya telah ditetapkan.

9. PSU: Pemungutan Suara Ulang.

10. Formulir model A5: surat pemberitahuan pemilih tambahan atau pemilih pindah TPS.

11. Model C6-KPU: surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih.

12. Model C6-KPU PSU: surat pemberitahuan pemungutan suara ulang kepada pemilih.

13. Model C7 DPT-KPU: Daftar hadir pemilih tetap, biasanya formulir model ini diisi saat pemilih datang ke TPS.

14. Model C7 DPTb-KPU: Daftar hadir pemilih tambahan.

15. Model C7 DPK-KPU: Daftar hadir pemilih khusus.

16. Model C-KPU: Berita Acara Pemungutan dan Penghitungan Suara

17. Model C1-PPWP: Sertifikat hasil penghitungan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden.

18. Model C1-DPR: Sertifikat hasil penghitungan suara Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

19. Model C1-DPD: sertifikat hasil penghitungan suara calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

20. Model C1 Plano: catatan hasil penghitungan suara.

21. Model C2-KPU: Pernyataan keberatan saksi atau catatan kejadian khusus pemungutan dan penghitungan suara.

22. Model C3-KPU: Surat pernyataan pendamping pemilih, formulir ini digunakan untuk orang yang pendamping pemilih disabilitas saat pencoblosan.

23. Model C4-KPU: surat pengantar penyampaian berita acara pemungutan dan penghitungan suara pemilu tahun 2019 di TPS kepada PPS.

24. Model C5-KPU: tanda terima penyerahan salinan berita acara pemungutan dan penghitungan suara serta sertifikat hasil penghitungan suara.

Itulah istilah dan Formulir yang kadang membuat bingung para peserta Pemilu.

*Siwa

 

Ustadz Raja Beri Dukungan T.Saifullah

“Ke Kursi Parlemen DPD-RI 2019.Ustadz Raja Beri Dukungan ke T.Saifullah”

Foto Bersama Ustadz Raja (kanan) the CEO of GH Corner Aceh bersama masyarakat.

BintangEmpat.com, Banda Aceh, Aceh-Raja Saifullah yang menjadi Pemangku Keturunan Raja ke 13 Poe teumerhom yang sebelunya berziarah dengan anggota DPR-RI Komisi I Teuku Riefky Harsya, terus mendapatkan dukungan dari berbagai Kalangan Masyarakat Aceh yang memberikan kekuatan mengembalikan kejayaan Aceh hal ini disampaikan Syurkani pada awak media Rabu 12 desember 2018
T.Saifullah mendapat kehormatan Undangan yang diberikan oleh Ustadz Raja Pimpinan CEO GH Corner Aceh, Beliau sangat Mengagumi sosok Keturunan Raja Meuruhom daya yang Masih Sangat ketat dengan Leluhurnya Sultan Alaidin Righayat Syah (meuruhom daya) bin Sultan Inayat Syah bin Raja Abdullah Al Malik Al Mubin.

Dengan dukungan penuh terus diberikan kepadanya menjadi harapan Baru bagi Kejayaan nyata akan lahir di Nanggroe Aceh Darussalam.

Inilah Pesan dari Ustadz Raja :,’( Mahkuta nanggroe sajan gata Wahai T.Saifullah puwoe keu beubagai amanah bangsa. Kejayaan Atjeh ken lah sie uroe bek lah geutanyoe tuwe keu asai mula.saleum geuwareh dum sigoe atjeh Bek sampe gadeh biejeh Bangsa Mulia )

Pesan yang memberi sebuah magnet untuk memperjuangkan kejayaan Aceh sebelunya yang menunjukkan bahwa amanah yang jangan pernah kita lupakan,salam sejahtera kepada seluruh anak bangsa Aceh dengan sebuah kemuliaan . Punkas syurkani. (Muhammad).