Arsip Tag: habib rizieq

Poster Habib Rizieq Tak Mempan Dibakar Malah Dipampang Di Markas FPI

Foto: Poster IB HRS yang gagal di bakar masa, dan sekarang dipampang di Markas FPI Pusat, Petamburan, oleh anggota FPI.

BintangEmpat.Com, Jakarta – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya video poster gambar pentolan FPI, Habib Muhammad Rizieq Shihab (IB HRS) tak bisa dibakar oleh sejumlah pendemo. Meski pendemo telah menyulut api, api tersebut hanya bertahan beberapa detik saja kemudian padam. Spanduk Rizieq Shihab tak mempan dibakar.

Dalam video tersebut tampak sejumlah orang mengenakan pakaian merah putih menggelar demo di depan kantor DPR RI pada Senin (27/7/2020).

Dalam demo tersebut mereka menolak Habib Rizieq Shihab (HRS) kembali ke Indonesia dan menyebut Rizieq sebagai pengkhianat bangsa. Mereka menyebut Rizieq dalam spanduk tersebut sebagai manusia sampah.

Lihat Videonya, Poster Habib Rizieq Shihab Tak Mempan Dibakar

“Manusia di foto ini adalah sampah. Dia tidak berguna lagi. Jadi tidak ada tuntutan kita mencemarkan nama baik karena dia sudah mengkhianati negeri ini, tak mengakui kemenangan pak Jokowi,” teriak orator dalam video tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum PA 212, Ustad Slamet Ma’arif, menyatakan sikap. “Kami Mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS”, kata Ustad Slamet dihubungi BintangEmpat.Com, (28/7/2020).

Baca: Foto Habib Rizieq Di Injak-injak, Ini Sikap Ulama

Senada dengan Wasekjen PA 212, Ust Novel Ba Mu’min buka suara. “Sudah qodarullah mas, pada hari itu Allah tunjukan dan berikan karomah untuk hambanya imama besar Hb Rizieq Syihab yang posternya saja tidak mempan dibakar bahkan posternya sudah ditemukan dan di pampang di Petamburan, lagi lagi Allah Tunjukan Karomah atau kewalian Habib Rizieq Syihab”, tulis Ust Novel kepada BintangEmpat.Com, (29/7/2020).

“Sebagai bukti kalo kita buka sejarah mundur sedikit saja ketahun 2016 pada saat Aksi Bela Islam yang kedua yaitu ABI 411, HRS ditembaki dengan membabi buta dengan gas air mata ternyata beliu tidak bergeming apalagi tumbang, padahal selongsong gas air mata banyak yang jatuh di atas mobil komando dimana HRS berdiri dan hampir semua masa kocar kacir dan tumbang serta dibawa kerumah sakit Budi Kemuliaan”, jelas Ustad Novel.

“Dan baru di zaman ini selama bumi diciptakan dan juga manusia diciptakan manusia bisa berkumpul pada ABI ke tiga, 212 tahun 2016 sebanyak tujuh juta orang, bahkan tahun 2018 hampir kurang lebih tiga belas juta orang dan dengan izin Allah, HRS satu-satunya menjadi magnet untuk berkerumunnya masa karena beliau sudah menjadi salah satu korban kriminalisasi ulama, beliau berada di Saudi Arabia karena hijrah mengikut kepada Rasulullah selaku sang datuk HRS yang juga berhijrah untuk menyiasati perjuangan dakwahnya”, imbuh Ustad Novel.

“Namun kami umat Islam khususnya pencinta imam besar sudah suatu kewajiban membela ulama, yang juga cucu Rasulullah dengan cara apapun dan resiko apapun, karena jelas hanya neo pki yang berani menghina dan menantang ulama, yang mana pki perjuangan ini sangat kecewa atas kekalahan ruu hip tidak jadi diterima di DPR karena TAP MORS  No 25 Tahun 1966 gagal dibuang serta trisila dan ekasila gagal masuk dalam RUU BPIP, yang memang justru BPIP pun harus dibubarkan”, jelas Ustad Novel lagi.

“Dan kami meminta kepada aparat kepolisian untuk segera menindak para provokator yang jelas telah memecah belah anak bangsa dan selalu membuat gaduh bangsa ini dengan gaya – gaya neo pki itu sebagaimana polri dengan segera memproses kasus pembakaran poster bergambar kepala banteng yang kemarin sempat dibakar masa”, pungkas Ustad Novel. Tim.

Foto Habib Rizieq Di Injak-injak, Ini Sikap Ulama

Lihat Videonya

 

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA FPI, GNPF ULAMA DAN PA 212 ATAS PELECEHAN, PENGHINAAN DAN ANCAMAN PEMBUNUHAN TERHADAP IMAM BESAR HABIB RIZIEQ SHIHAB (IB HRS)

Sehubungan dengan kejadian yang sangat tidak bermoral pada Aksi 27 Juli 2020 di depan
gedung DPR / MPR oleh kelompok Neo PKI yang menghinakan dan melecehkan Ulama
sekaliber Habib Muhammad Rizeiq Shihab ( HRS adalah cucu Rasulullah ) dengan merusak dan
menginjak – injak bahkan membakar poster Ulama Indonesia Imam Besar FPI Al Habib
Muhammad Rizieq Shihab, maka kami dengan tegas menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Bersyukur kepada Allah SWT dengan mengucapkan Alhamdulillah atas tidak
    terbakarnya poster dengan foto IB HRS saat berupaya dibakar oleh gerombolan Neo PKI
    pada saat Aksi, ini menunjukan kebesaran Allah SWT dan Karomah IB HRS.

  2. Bahwa IB-HRS sebagai Warga Negara Indonesia yang merdeka memiliki hak dan kebebasan untuk pulang kembali ke Tanah Air Indonesia kapan saja tanpa tekanan atau ancaman mau pun intimidasi dari pihak mana pun.

  3. Mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS di
    depan gedung DPR / MPR RI.

  4. FPI, GNPF Ulama dan PA 212 akan menempuh jalur Hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian.

  5. Mendesak penegak Hukum segera memproses pelaku penghinaan dan pelecahan terhadap
    IB HRS dalam waktu yang secepat – cepatnya.

  6. Menghimbau umat Islam untuk mengedepankan proses upaya – upaya hukum baik hukum Negara, Agama ataupun Hukum Adat kepada pelaku – pelaku penghinaan dan pelecehan Ulama / Habaib terutama IB HRS.

  7. Mengintruksikan kepada laskar FPI dan Mujahid 212 untuk bersiap siaga dalam menghadapi tantangan mereka Komunis penghianat bangsa serta menjaga para Ulama dan Tokoh masyarakat dari ancaman gerombolan Neo PKI.

  8. Dikarenakan kebangkitan Neo PKI yang berteriak – teriak mendukung pancasila padahal merusak pancasila itu sendiri maka kami menuntut dengan tegas agar Inisiator RUU HIP dan Partai yang ingin merubah (MAKAR) terhadap Pancasila di proses Hukum dan jika terbukti secara Hukum maka wajib DIBUBARKAN.

  9. Jika “MAKAR” ini tidak diproses secara Hukum maka Netralitas dan Nasionalis POLRI
    sebagai penegak Hukum dan TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI dan pancasila patut dipertanyakan.

Jakarta, 28 Juli 2020 / 7 Dzulhijjah 1441 H

Ketua Umum FPI: KH. M Shobri Lubis.

Ketua Umum GNPF-U: Ust.Yusuf M Martak.

Ketua Umum PA 212: Ust.Slamet Ma’arif.

Foto: Ketua Umum PA 212: Ust.Slamet Ma’arif

*ditulis oleh Ust.Slamet Ma’arif.

Rizieq Sindir Muwafiq Sebut Nabi Muhammad Ingusan

Redaksi BintangEmpat.Com, Jakarta- Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok disebut-sebut dalam aksi Reuni Akbar 212 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12). Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab lewat teleconference dari Makkah menyebut peristiwa pelengseran Ahok harus menjadi penyemangat untuk tetap melawan aksi penistaan agama.

“Ingat dan belajarlah dari sejarah Aksi Bela Islam berjilid-jilid di 2016 dan 2017. Ingat bagaimana Ahok penista agama lengser dan longsor karena adanya anugerah pertolongan Allah SWT. Ini lantaran keikhlasan umat Islam Indonesia melawan arogansi rezim zalim,” kata Rizieq kepada para peserta Reuni 212.

BacaKabar Habib Bahar Bin Smith Dianiaya Di Lapas Cibinong

Rizieq mengatakan, Ahok dengan segala kekuatan di belakangnya, tetap runtuh karena keikhlasan umat untuk berjuang. Rizieq menyebut Ahok mendapat dukungan di dalam maupun luar negeri, yaitu dibela Panglima TNI, dilindungi KPU dan KPK, hingga dikampanyekan media nasional, serta didanai oleh sembilan naga merah.

“Semua kekuatan pendukung Ahok penista agama rontok. Inilah pertolongan Allah kepada umat Islam. Kenapa? Karena ketika itu berjuang ikhlas, sabar, dan bersatu berjuang bersama melawan kezaliman,” tegas Rizieq.

BacaMenkopolhukam Wiranto Ditusuk, Hanum Rais Sebut ‘Setingan’

Belajar dari lengsernya Ahok, Rizieq kemudian memerintahkan para peserta Reuni 212 untuk tidak pernah berhenti membela agama, bangsa dan negara.

Rizieq menyebut saat ini di negara Indonesia telah terjadi aneka ragam penodaan agama. Rizieq pun menyinggung kasus Sukmawati Soekarnoputri yang saat ini dianggap menghina Nabi Muhammad SAW dan dugaan KH Ahmad Muwafiq yang menyebut Nabi Muhammad Rembes.

“Ada yang membandingkan rasul dengan ayahnya, dia merasa ayahnya merasa lebih baik. Ada juga yang menggambarkan masa kecil nabi dekil kumel tidak terurus,” ujar Rizieq.

BacaPelaku Penusukan Wiranto Diduga Suami Istri, Ini Identitasnya

“Ini penodaan agama. Dan banyak peristiwa penodaan agama lainnya,” tegas Rizieq.

“Jika terjadi penodaan agama, menghina Allah atau Rasul, atau melecehkan Alquran, maka kita serukan kepada seluruh umat Islam memproses secara hukum karena negara Indonesia adalah negara hukum,” ujar Rizieq menegaskan.

Baca Juga : Massa Reuni 212: “Tangkap Si Busuk”

Sebelumnya, dalam kesempatan yang sama Rizieq juga menyinggung persoalan tentang kesulitannya pulang ke Indonesia. Seperti diketahui Rizieq berada di Arab Saudi sejak 2017.

BacaPrabowo Datangi Kongres PDI P Bakal Terbentuk Poros TK

“Kapan pengasingan berakhir? Jangan tanya ke saya, jangan tanya ke DPP FPI, jangan ke GNFP, ulama atau 212. Jangan ke Saudi (pemerintah Arab Saudi), tanyalah otoritas pemerintah Indonesia yang menggelar sinetron pengasingan dalam kemasan pencekalan,” ucap Rizieq.

Baca Juga : Massa Reuni 212: “Tangkap Si Busuk”

Sebelumnya pernyataan KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq dalam sebuah tausih di Purwodadi, Jawa Tengah beberapa hari lalu mendapatkan kritik keras dari masyarakat.

Polemik pun bergulir lantaran asisten pribadi KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu menyebut Nabi Muhammad Rembes (ingusan) dan tidak terawat ketika kecil karena ikut kakeknya.

BacaPolisi Harus Hentikan Laporan Dewi Tanjung Soal Novel Bawedan

Menanggapi hal itu Muwafiq dengan rendah hati meminta maaf kepada seluruh ummat Islam, dirinya tidak bermaksud menghina Nabi Muhammad.

“Untuk Kaum Muslimin di Indonesia, apabila kalimat ini (Rembes) dianggap terlalu lancang saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucap Muwafiq dalam videonya (2/12/2019). *Red

MEMBANGUN MODEL POLITIK HUKUM BERSYARIAH DALAM PARADIGMA NEGARA HUKUM PANCASILA

 

 

PRESS RELEASE MILAD I HRS CENTER DAN DISKUSI PUBLIK : MEMBANGUN MODEL POLITIK HUKUM
BERSYARIAH DALAM PARADIGMA NEGARA HUKUM PANCASILA.

Paguruyung Ballroom Hotel Balairung, Jakarta
Selasa, 3 September 2019.

Bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Islam adalah satu kesatuan yang tidak dapat
dipisahkan.

Keduanya saling melengkapi sesuai dengan paham negara simbiotik, sebagaimana diatur
dalam pasal 29 uud 1945.

Paham Negara simbiotik, mengakui peranan agama (Islam) dalam Negara.
Bahkan menurut teori hokum plurarisme yang kuat, Hukum Islam dapat menjadi hukum Negara.

Dalam rangka mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional, maka peranan Islam dengan syariat Islam sangat
dibutuhkan dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Perihal keterpaduan syariat Islam
dalam sistem hukum nasional menjadi suatu model yang interaktif dan solutif.

Perspektif hukum negara Pancasila yang mengaskan aksilogi hukum “kepastian hukum yang adil” adalah
sejalan dengan tujuan syariah Islam.

Dalam dimensi syariat, kemanfaatan/kemaslahatan menjadi tujuan
dari syariah, sebab keberadaan syariat adalah untuk kemaslahatan. hal ini sejalan dengan pemikiran alm.
Prof. Dr. Satjipto Rahardjo, bahwa hukum untuk manusia, bukan manusia untuk hukum.

Tiada hukum yang tidak adil, oleh karena itu dalam banyak kajian ilmiah perihal keadilan demikian menjadi
perhatian para ahli, sehingga banyak lahir teori-teori tentang keadilan.

Padahal Islam telah menegaskan
perintah untuk berlaku adil dalam banyak ayat al Qur’an dan telah pula dicontohkan oleh Nabi
Muhammad SAW.

Kitab-kitab fiqh telah pula banyak menjelaskan tentang keadilan.
indonesia sebagai negara hukum, tentu sangat membutuhkan suatu model pembangunan hukum dalam
upaya mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional.

Syariat Islam dapat menjadi rujukan dalam membangun
model pembangunan hukum dimaksud.
Telah banyak teori-teori yang menjelaskan tentang hubungan antara hukum Islam dengan hukum
nasional. Oleh karena itu, sebagai lembaga kajian ilmiah strategis HRS Center sesuai dengan maksud dan
tujuan didirikan adalah untuk mempertemukan antara islam sebagai agama dengan negara syariat Islam  secara legal – konstitusional dapat diterapkan dalam sistem hukum nasional.

*Novel Bamumin, Bidang Media Center HRS Center.

*(PENGURUS HRS CENTER).

BACA JUGA: Warga Papua Datangi Markas FPI Kota Malang

Milad FPI Ke-21 Dihadiri Ribuan Orang

Dituding Komunis FPI Bubarkan HUT PRD

Papua Memanas, Satu Anggota TNI Tewas Terkena Panah

 

Polemik Bubarkan BPIP

 

Redaksi, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta pentolan organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab belajar Pancasila. Itu menanggapi pernyataan Rizieq yang meminta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dibubarkan.

Tjahjo menilai Habib Rizieq sebagai ulama perlu kembali mempelajari nilai-nilai Pancasila. Sebab, kata Tjahjo, Pancasila merupakan prinsip berbangsa Indonesia yang tidak bisa lagi diganggu gugat.

“Ya Habib Rizieq sebagai ulama ya perlu belajar mengenai Pancasila. Secara prinsip, Pancasila UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, itu sudah prinsip selesai. Sudah final,” kata Tjahjo di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019).

BACA: Milad FPI Ke-21 Dihadiri Ribuan Orang

Tjahjo mengatakan Pancasila merupakan perekat bangsa hingga 74 tahun Indonesia merdeka. Sehingga, kata dia, jika ada pihak yang kembali mempersoalkan tentang Pancasila menurutnya hal itu bentuk kemunduran.

“Ini perekat bangsa ini yang dibangun sudah 74 tahun ini. Jadi kalau sekarang masih dipertanyakan ya mundur lagi,” ujarnya.

Berkenaan dengan itu, Tjahjo juga menegaskan bahwa mengakui Pancasila sebagai ideologi merupakan syarat utama bagi ormas atau partai politik.

BACA: Sebar Propaganda, Simpatisan FPI Ditangkap Di Cibinong Bakal Diadili Di Kupang
“Siapapun ormas, siapapaun partai politik, siapapun warga negara, berhak berserikat, berhimpun, berpartai, berormas, ya harus mengakui ideologi Pancasila,” tegasnya.

Sebelumnya, Rizieq Shihab, pentolan FPI, menyerukan pembubaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang dibentuk pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sebab, Rizieq mengklaim, pembentukkan BPIP bukan hanya pemborosan, tapi juga berbahaya untuk eksistensi Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.

BACA: VIDEO Warga Papua Datangi Markas FPI Kota Malang

“Sehingga (BPIP) harus dibubarkan. Karena bukan saja pemborosan uang negara, melainkan sangat berbahaya untuk eksistensi Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Innalillahi wa innailaihi rojiun,” ujar Rizieq dalam rekaman video yang diputar saat Milad ke-21 FPI di Stadion Rawabadak, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019).

Menurut Rizieq, anggota BPIP yang digaji Rp 100 juta per bulan justru tidak paham eksistensi Pancasila. Mereka, kata dia, hanya menonton dagelan penghianatan pergeseran dari dasar negara menjadi pilar negara.

“Karenanya jangan salahkan orang saat ini menyebut bahwa BPIP adalah badan penghianat ideologi Pancasila,” ucapnya.

BACA: Kunjungan Gubernur Ditolak Mahasiswa Papua

Terpisah, Tokoh Alumni PA212, Novel Bamumin juga ikut menanggapi pernyataan Mendagri, ketika dikonfirmasi dia mengatakan, “Mendagri harus menjelaskan latar belakang pendidikannya dan apa saja kajian-kajian ilmiah mengenai pancasila yang pernah dipahaminya sehingga untuk melakukan perbandingan harus dari dua sisi yang seimbang. ”

Lanjut Novel,
“Dan kalau Tjahyo tidak ada latar belakang pendidikan dan kajian ilmiahnya tentang pancasila maka kesampingkanlah untuk mendikte HRS karena HRS tesis nya adalah tentang pancasila yang sangat mendalam dan mendapatkan caumlaude dan aplikasinya/pengamalan dari tesis itu seiring dan sejalan sampai saat ini dengan apa yang dilaksanakan yaitu memperjuangkan NKRI bersyariah karena negara ini berdasarkan pancasila dan unsur semua dari sila-sila tersebut adalah nilai-nilainya terdapat dalam alqur’an dan perumusan pancasila adalah perannya ulama, ketika itu yang berbeda dengan perumusan Pancasila Soekarno tanggal 1 juni 1945 yang unsur Ketuhanan diletakan dibuntut. ”

BACA: Mahasiswa Papua Undang Anies Baswedan

“Dan ternyata pancasila versi Soekarno bukan yang berlaku saat ini, yang berlaku saat ini adalah pancasila rumusan ulama HRS adalah ulama dan penerus ulama yang merumuskan pancasila, jelas HRS sebagai ulama  menguasai alqur’an maka akan merawat pancasila dengan syariat islam karena yang berlaku saat ini sesuai dekrit presiden 5 juli 1959, bahwa sila pertama ketuhanan yang maha esa dijiwai piagam jakarta yaitu menjalankan syariat islam bagi pemeluknya artinya NKRI bersyariah sesuai dengan konstitusi yang tidak berlawanan dengan ayat suci, ” imbuh Novel.

“Beda dengan pemahaman Tjahyo Kumolo diduga pancasila yang diaplikasikannya dalam bernegara adalah nkri – komunisme – marxisme- lenimisme sebagai mana pernah di sampaikan oleh Tjahyo Kumolo beberapa waktu silam yang sempat Indonesia dihebohkan oleh pernyataan Tjahyo itu, juga pernah meresmiskan patung Pho An Thui yang terindikasi laskar cina komunis dan jelas pemahaman pancasila Tjahyo sangat dangkal karena pancasila tidak pernah sejalan dengan komunis, ” terang Novel.

“Dan pernyataan ini pernah dilontarkan oleh Jenderal AH Nasution,
Jadi jelas pengaplikasian pancasila versi tjahyo dalamm bernegara bisa menjadi NKRI – komunisme
NKRI – liberalisme , NKRI – kapitalisme serta NKRI – sosialisme, ” lanjut Novel.

BACA: Dituding Komunis FPI Bubarkan HUT PRD

“Artinya Tjahyo Kumolo dan jajaranya harus memulangkan HRS melalui presiden dan jajarannya agar ketika HRS pulang bisa memberikan pendidikan pancasila kepada Tjahyo Kumolo dan jajarannya agar pancasila ini selamat tidak disalah gunakan oleh paham komunisme , marxisme , leninimisme , kapitalisme , sosialisme , liberalisme sebagai penghianat bangsa yang menggerogoti ideologi bangsa indonesia ini, ” pungkas Novel Bamumin, (29/8/2019).

*Redaksi

 

Milad FPI Ke-21 Dihadiri Ribuan Orang

Redaksi, Jakarta – Milad Front Pembela Islam (FPI) ke 21 bakal digelar hari ini 24 Agustus 2019, Pukul : 02.00 s/d 11.00 WIB, lokasi di Stadion Rawabadak, Koja, Jakarta Utara, diperkirakan bakal meriah karena dihadiri dengan estimasi 5000 orang.

Ini Susunan acara peringatan Milad FPI ke-21:

• Sholat Tahajjud berjamaah
• Sholat Subuh berjamaah
• Istighosah Qubro, dzikir, sholawat
• Pembacaan Ayat Suci Al Quran
• Parade, Defile dan Peragaan oleh Laskar
• Menyanyikan Indonesia Raya
• Menyanyikan Mars dan Hymne FPI
• Sambutan Panitia dan Ketum DPP DPI
• Ceramah Agama
• Amanah Imam Besar (live streaming)
• Doa Penutup.

Emak-emak PA 212 yang berjuang di posko logistik.

Pada acara milad FPI ini sudah dimulai dari sholat subuh berjamaah yang dihadiri juga gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ikut sholat subuh berjamaah bersama para ulama, petinggi fpi dan anggota fpi serta para tokoh dan tamu undangan luar negeri dari palestine dan mesir.

Dan Anies memberikan sambutanya setelah zikir dan doa sholat subuh. Habib Rizieq memberikan sambutannya 45 menit melalui rekaman langsung dari Saudi Arabia.

Juga hadir ditengah-tengah para ulama dan tokoh tentunya adalah ketua PA 212 Ust Slamet Ma’arif yang juga membantu jalannya acara bersama para anggotanya dengan membuat posko logistik serta memberikan 2000 bingkisan makanan lengkap kepada para peserta milad fpi, tampak para hadirin sedang menggantri sarapan di tadi pagi hari.

Acara milad ditutup pukul 11.00 pagi dengan doa KH Abdur Rasyid abdullah Syafi’i.

Dan laskar pun meninggalkan lapangan upacara yang dikomandani langsung oleh panglima LPI ust Maman Suryadi.

Menurut Novel Bamu’min, tokoh PA 212, dia mengatakan dalam sebuah puisi, begini bunyinya:

Tahajud di Rawa Badak membahana dalam milad FPI ke 21 di sana
Tepat milad Imam besar kami yang masih di Saudi Arabia
InsyaAllah kami tetap satu komando bersama ulama.

Wahai Imam Besar, kami yang milad patuh dan setia, siap berkorban jiwa dan raga Menegakan NKRI Bersyariah yang tercinta dan menjadi garda terdepan mengawal Pancasila.

Perjuangan kami terus akan menggelora, Mencari Ridho Allah Subhana Wa Ta’ala
selalu mencinta kepada Rasulnya
agar Indonesia berkah dan sejahtera.

Wahai imam besar kami tercinta,
Selamat atas hari lahir dari kami yang belum bisa berbuat apa-apa,
Semoga selalu dengan kami bersama
berjuang sampai Allah SWT memanggilnya.

Selamat milad ya Imamuna yaa Habibana Alhabib Muhammad Rizieq Bin Husein Syihab yang ke 54,
Selamat milad FPI yang ke 21,
Semoga Allah Subhana Wa Ta’ala meridhoi perjuangan kami, Aamiin Yaa Rabbal Aalamiin.

Allahu Akbar ! Allahu Akbar ! Allahu Akbar !

Jakarta 24 Agustus 2014. (Novel Bamu’min).

BACA:

Warga Papua Datangi Markas FPI Kota Malang

Polisi Kirim Minuman Alkohol Ke Mahasiswa Papua

Mahasiswa Papua Undang Anies Baswedan

*Red.

Pemerintah Wajib Pulangkan Habib Rizieq, Pengacara Pertanyakan Pencekalannya

BintangEmpat.Com, JAKARTA – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kapitra Ampera meminta agar pemerintah bertanggung jawab untuk memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dari Arab Suadi ke Indonesia.
“Pemerintah berkewajiban kalau ada warga negara‎ yang tidak bisa pulang, bukan karena dia melanggar hukum, di negara tempatnya dituju, pemerintah harus bertanggung jawab memulangkannya,” kata Kapitra, Minggu (28/7/2019), dikutip dari okezone.com.

Habib Rizieq sendiri saat ini masih berada di Arab Saudi. Pihak kuasa hukum menyebut Habib Rizieq terhambat untuk pulang ke Indonesia. ‎Imam Besar FPI tersebut juga disebut harus membayar denda Rp110 juta karena overstay atau telah melewati batas tinggalnya di Arab.

BACA: Megawati Nasi Goreng Rachmawati Nasi Liwet

Menurut Kapitra, yang pernah jadi pengacara Habib Rizieq, pemerintah diwakili oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) wajib mengurus segala keperluan untuk pemulangan Habib Rizieq. Sebab, kata Kapitra, Habib Rizieq masih berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang wajib dilindungi hak-haknya. “Kalau warga negara kita terkatung-katung, pemerintah tidak boleh diam begitu. Pemerintah itu pelayan,” terangnya.

Kapitra menegaskan, instansi yang harus bertanggung jawab untuk mengurus kepulangan Habib Rizieq yakni, Kemenlu. Ditekankan Kapitra, jika Kemenlu tidak sanggup melindungi warga negaranya, maka Presiden Jokowi harus mengambil alih.
“Kalau Menlu tidak punya kemampuan untuk memberikan perlindungan, atau memulangkan Habib Rizieq Shihab, maka presiden harus mengambil alih,” kata dia.

BACA: KPK Bicarakan Tuntutan Hukuman Mati Bupati Kudus

Pengacara Pertanyakan Pencekalan Habib Rizieq

Terpisah, Pengacara Front Pembela Islam (FPI) Sugito Atmo Prawiro membantah isu adanya persyaratan yang diajukan dari pemerintah untuk memulangkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia.
“Enggak ada, saya enggak denger sama sekali. Dan sejauh ini enggak ada,” tutur Sugito, Minggu (28/7/2019).

Di sisi lain, Sugito yang juga kuasa hukum Habib Rizieq menyinggung soal pencekalan pemerintah Arab Saudi kepada kliennya sehingga tak bisa pulang.

BACA: Putra Jokowi-Maruf Bakal Masuk Pilkada 2020

“Kalau yang saya tahu Habib dicekal, tapi dicekal istilah orang Indonesia mau keluar negeri. Ini untuk orang Indonesia yang mau pulang kok enggak bisa dan dicekal oleh pemerintah Arab Saudi?” katanya.

Dia pun menduga ada oknum yang sengaja bermain di atas pencekalan kepada Imam Besar FPI ini. Sebab pemerintah Arab Saudi tak mungkin mengeluarkan larangan tanpa adanya sebuah kesepakatan.
“Tapi saya enggak tahu ada apa di balik itu semua,” kata dia.

Sekedar diketahui, isu yang berhembus akhir-akhir ini adalah pemerintah menjanjikan Habib Rizieq dapat pulang dengan lancar, tetapi izin ormas FPI di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tak diperpanjang lagi alias dibubarkan.

Hingga saat ini FPI tengah berusaha mendapatkan izin ormasnya agar dapat diperpanjang oleh pemerintah dan Kemendagri belum memutuskan apakah akan memperpajang izin FPI.

Sementara, Habib Rizieq masih tak bisa kembali ke tanah air usai pergi ke Arab Saudi setelah terjerat beberapa kasus hukum. Karena itu, Sugito membantah isu yang muncul tersebut. *