Arsip Tag: hasto

Natalius Pigai: Hasto Batasi Hak Politik Saya

Unggah Ulang Meme Captain America, Natalius Pigai: Hasto Batasi Hak Politik Saya.

Captain Papua Dukung Referendum
Captain: NP Papua Dukung Referendum

BintangEmpat.Com – Sebuah meme superhero Captain America berwajah seorang aktivis HAM, Natalius Pigai disertai narasi dukungan referendum Papua diunggah oleh Pigai di akun Twitternya.

Dalam unggahan tersebut, Pigai juga menyebutkan nama Hasto Kristiyanto yang dinilai telah menudingnya sebagai seorang sparatis.

Sertijab Pejabat Utama Polda Jawa Timur dan Kapolres Jajaran Polda Jatim

“Hasto Kristiyanto yang terhormat, saya hanya anak seorang Pamong Praja benteng NKRI di wilayah konflik & pembela orang-orang lemah, bukan maling pengkhianat NKRI, tetapi tidak marah jika anda tuduh saya SEPARATIS untuk batasi batasi saya jadi Gubernur seperti meme ini,” bunyi kutipan yang ditulis Pugai, Kamis (3/2).

Saat dikonformasi, mantan Komisioner Komnas HAM ini menyebut bahwa meme tersebut bukan dibuat dirinya, melainkan pihak-pihak yang sengaja ingin menyudutkannya.

Peringkat Kepuasan Publik Terhadap Polri Dan TNI

Diceritakan, ia memang memiliki sejarah konflik dengan Sekjen Hasto dan PDIP. Meme tersebut pun sempat beredar pada medio 2017-2018 yang diduga untuk mendiskreditkannya.

“Meme itu bukan saya yang buat. Tapi saya duga ini orang-orang di belakang Hasto. Saya kan memang kritik Hasto dulu saat menangisi Azwar Anas mundur.  Itu kan saya nulis artikel khusus, judulnya ‘politik melodrama PDIP di panggung sandiwara’,” kata Natalius Pigai, dilansir dari rmol.id.

 

Hal lain yang menjadi konflik dirinya dengan PDIP yakni soal Megawati yang tidak mau tentara jadi gubernur Sumatera Utara.

Duuh… Dandim 0824 Jember Datangi Polres Jember

Kemudian janjinya kepada Gerindra untuk membuat suara Jokowi di Papua lemah jika didukung sebagai Gubernur Papua. Untuk saat ini, ia memang mengaku tengah tertarik untu ikut kontestasi Pilkada 2020 di Papua.

Sebab berdasarkan analisanya, hanya dirinya yang mampu menandingi kepopuleran Gubernur Papua saat ini, yakni Lukas Enembe.Namun sebagai partai penguasa, PDIP ia duga telah membatasi hak politiknya.

Insiden Berdarah Kongres V Partai Amanat Nasional Diwarnai Lempar Kursi

“Hasto Kristiyanto batasi hak politik saya jadi Gubernur Papua dengan tuduh saya separatis untuk yakinkan tokoh-tokoh politik Jakarta, modus-modus yang selama ini dipakai mereka untuk alienasi umat Islam, dituduh anti-Pancasila dan kilafah atau orang Aceh dituduh GAM,” pungkasnya, ketika dikonfirmasi BintangEmpat.Com via selulernya, Jumat (14/2/2020).  (Red).

 

Captain Papua Dukung Referendum

 

Aktivis pembela Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengunggah sebuah foto atau meme dirinya yang tengah mengenakan kostum mirip tokoh fiksi Captain America di akun Twitternya, @NataliusPigai2.

Dalam foto itu, dia terlihat menggunakan kostum berwarna merah, dengan variasi garis atau kotak biru dan putih di bagian perut, sarung tangan dan sepatu berwarna biru, serta tameng khas Captain America.

PT Mpoin Ditutup, Ini Yang dilakukan Polisi

Keterangan di dalam foto itu tertulis “Saya pulang kampung untuk pimpin Papua karena kalian menyatakan tidak cocok hidup dengan monyet hitam ini – Natalius Pigai – Dukung referendum Papua Captain (simbol bintang) Kejora.”

Dalam cuitannya, Natalius yang juga pernah menjadi Komisioner Komnas HAM itu menyebut-nyebut nama Hasto Kristiyanto. Dia mengaku tidak marah jika Hasto menuduhnya separatis dan menghalanginya menjadi gubernur. Namun di akhir kalimat, dia menyatakan mengutuk Hasto.

“Hasto Kristiyanto yth. Sy hy anak seorg Pamong Praja benteng NKRI di wilayah konflik & pembela org2 lemah, bukan maling penghianat NKRI, tetapi tdk marah jika anda tuduh Sy SEPARATIS utk batasi sy jadi Gub spt meme ini.  Dugaan ini krn sy tahu, org2mu itu org sy. Sy sdh kutuk Kau,” tulisnya dalam cuitan tersebut, dikutip VIVAnews, Kamis, 13 Februari 2020.

Pelaku Pembunuhan Mertua Sekda Lamongan, Leher Ditusuk Tiga Kali

Saat dikonfirmasi, Natalius mengatakan bahwa Hasto Kristiyanto yang dia maksud adalah Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dia mengatakan meme itu dibuat oleh orang-orang Hasto.

Natalius menceritakan bahwa dia punya konflik dengan Hasto dan juga PDIP. Menurutnya, meme atau foto-foto yang berisi ejekan seperti itu muncul sekitar 2017 akhir, dan pada tahun 2018.

“Mereka tersinggung dengan saya,” kata dia
Natalius lalu mengungkap setidaknya lima alasan Hasto dan PDIP tersinggung dengannya.

Insiden Berdarah Kongres V Partai Amanat Nasional Diwarnai Lempar Kursi

Pertama dia menyebut Megawati primordialis karena mengirim Djarot Saiful Hidayat di Pilgub Sumut.

Dua, dia menyebut Megawati tidak mau tentara jadi gubernur Sumatera Utara.

Tiga, PDIP ingin mengdongkel Lucas Enembe sebagai gubernur Papua.

Empat, dia menulis artikel ketika Hasto menangis saat foto-foto Bupati Banyuwangi Azwar Anas berbau pornografi menyebar.

Dan lima, dia mengatakan kalau Gerindra dorongnya jadi gubernur Papua, dia akan nolkan suara Jokowi.

Captain Papua Dukung Referendum
Captain Papua Dukung Referendum

“Foto-foto, meme-meme itu ada di Google, di online-online, ada jejak digitalnya. Banyak,” kata Natalius saat ditanya soal meme ‘Captain America’ itu lagi.

Wahyu: Saya tidak kenal Pak Harun Masiku dan saya mengenal Pak Hasto, Natalius: Merusak citra

BintangEmpat.Com – Pengakuan Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Wahyu Setiawan kembali diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi.

Wahyu mengaku ditanya soal hubungannya dengan eks caleg PDI Perjuangan, Harun Masiku dan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto.

5 tahun Lawan Sakit Mbah Rukan Tutup Usia

“Hari ini saya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Pak Harun Masiku. Saya ditanya banyak sekali, terkait apakah saya kenal dengan Pak Harun Masiku atau tidak, kenal dengan Pak Hasto atau tidak,” kata Wahyu saat meninggalkan Gedung Merah Putih KPK setelah diperiksa, (5/2/2020).

Janda Dengan Dua Anak Lumpuh Dan Buta Kisahnya Menyayat Hati

Wahyu menegaskan, ia tidak mengenal Harun tetapi ia mengenal Hasto. Ia pun mengaku tidak pernah bertemu dan berkomunikasi dengan Harun.

“Ya saya jawab apa adanya bahwa saya tidak kenal Pak Harun Masiku dan saya mengenal Pak Hasto,” ujar Wahyu.

Pernyataan Wahyu sontak menjadi sorotan publik, seperti Natalius Pigai, Tokoh Nasional, Tokoh Papua sekaligus Mantan Komisioner Komnas Hak Azazi Manusia.

“Merusak citra dan memalukan Gereja Katolik yang dikenal ribuan tahun sebagai Anti Moral Vandal. Gereja Katolik harus ekskom Hasto untuk tidak beri Hosti. Circumtante of Crime sudah jelas, KPK harus tetapkannya sebagai tersangka. NP, Korban tuduhan sesat si ecek-ecek” , tulis Natalius Pigai (NP) kepada BintangEmpat.Com, (9/2/2020).

Instruksikan Tembak Harun Masiku

Wahyu dan Harun merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR periode 2019-2024.

KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap ini yaitu Komisioner KPU Wahyu Setiawan, eks caleg PDI-P Harun Masiku, eks anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, dan seorang pihak swasta bernama Saeful.

Alasan Gangguan Jiwa Polisi Bebaskan Tersangka Penganiayaan

KPK menetapkan Wahyu sebagai tersangka karena diduga menerima suap setelah berjanji untuk menetapkan caleg PDI-P Harun Masiku sebagai anggota DPR terpilih melalui mekanisme PAW.

KPK menyebut Wahyu telah menerima uang senilai Rp 600 juta dari Harun dan sumber dana lainnya yang belum diketahui identitasnya.

Sementara itu, Wahyu disebut meminta uang operasional sebesar Rp 900 juta untuk memuluskan niat Harun. *Red.

Instruksikan Tembak Harun Masiku

Kapolri Diminta Instruksikan Tembak Harun Masiku

BintangEmpat.Com – Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane menyatakan sudah saatnya Kepala Polri Jenderal Idham Azis mengeluarkan perintah tembak di tempat terhadap Harun Masiku.

Tujuannya kata Neta agar semua anggota Polri dapat dengan serius menangkap politikus PDI Perjuangan itu dalam keadaan hidup maupun mati.

“Sikap tegas perlu dilakukan Polri setelah Kapolri menyatakan sudah menyebar DPO terhadap Harun Masiku ke 34 Polda dan 504 Polres di seluruh Indonesia,” kata Neta S Pane dalam keterangan tertulis, Sabtu, (8/2/2030).

5 tahun Lawan Sakit Mbah Rukan Tutup Usia

Neta menyesalkan Polri sudah menyebarkan DPO ke semua penjuru Tanah Air, namun anggotanya tak kunjung bisa menemukan dan menangkap Harun Masiku.

“Polri harus bisa bersikap lebih tegas lagi, yakni memerintahkan kepada seluruh anggotanya untuk melakukan tembak di tempat, hidup atau mati, agar Harun keluar dari persembunyiannya,” tegasnya.

Salah Paham Oknum TNI Dengan Polisi Sempat Cabut Pistol

Dengan adanya instruksi tembak di tempat ini, lanjut Neta, Harun pasti berpikir dua kali untuk tetap bersembunyi. Bagaimana pun, berbagai manuver politik yang dilakukan Harun selama ini, yakni pindah partai, berusaha masuk ke DPR hingga bersembunyi dari kejaran KPK, tidak lain adalah untuk mempertahankan hidup dan melanggengkan eksestensi maupun karier politiknya.

Harun diduga adalah saksi kunci dalam kasus pemberian suap terhadap anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang terkena Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK).

Peringatan Hari Pers Nasional 2020, Presiden: Insan pers adalah teman saya sehari-hari

Sejak OTT terjadi pada 8 Januari 2020 terhadap Komisioner KPU, Harun Masiku tenggelam bak ditelan bumi.

“Polri agar bekerja cepat membantu KPK untuk segera menangkap Harun. Sebab sudah sebulan Harun belum tertangkap dan masih bebas berkeliaran di luar,” ujar Pane.

Hilangnya saksi kunci Harun Masiku berakibat pada proses pengungkapan kasus suap yang diduga melibatkan komisioner KPU Wahyu Setiawan menjadi terhambat.

“Harun adalah saksi kunci, bukan mustahil ada pihak-pihak yang berusaha menghabisi nyawanya agar kasus suap di KPU tidak terungkap dengan terang benderang,” tutur Neta S Pane.

Jokowi Setujui Terowongan Penghubung Masjid Istiqlal ke Gereja Katedral

“Untuk itu Polri perlu melindungi Harun. Salah satunya adalah dengan perintah tembak di tempat agar Harun mau segera menyerahkan diri atau keluar dari tempat persembunyiannya.”

Tujuan utamanya, kata Pane, Harun Masiku agar ditangkap dan diserahkan ke KPK supaya kasusnya terselesaikan dengan tuntas, dan nyawa Harun terselamatkan dari pihak pihak yang hendak membunuhnya.

Janda Dengan Dua Anak Lumpuh Dan Buta Kisahnya Menyayat Hati

(*)

Saeful Bahri Akui Sumber Duit Suap Untuk Komisioner KPU Dari Hasto

Saeful Bahri Akui Sumber Duit Suap Untuk Komisioner KPU Berasal Dari Hasto

Saeful Bahri Akui Sumber Duit Suap Untuk Komisioner KPU Berasal Dari Hasto
Screenshot: Saeful Bahri. Foto: rmol.id

Jakarta – Saeful Bahri, orang kepercayaan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Hasto Kristianto, resmi mengenakan rompi oranye sebagai tersangka kasus suap soal anggota DPR RI Pergantian Antar Waktu (PAW).

Lihat Youtube Kami, Tanggapan KPK OTT KPU

Saeful keluar dari ruang penyidik KPK sekitar pukul 02.19 WIB. Saat menuju mobil tahanan, Saeful tak bicara banyak mengenai detail kasus yang menyeretnya.

Rakernas PDI-P Prabowo Disambut Istimewa Oleh Megawati

“Prosesnya sudah selesai, tinggal tanya ke penyidik,” kata Saeful di Gedung Merah Putih KPK, Jumat dini hari (10/1).

TNI Luncurkan Pesawat Intai Di Natuna

Wartawan pun terus mencecar terkait keterlibatan Hasto yang disebut menjadi pemberi uang suap untuk Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Tampak kesal saat terus dicecar, Saeful akhirnya membenarkan jika sumber uang suap berasal dari Sekjen PDIP. “Iya, iya (sumber dari Hasto),” singkatnya. (*).

Polres Jember Bedah Kamar Mbah Sobirin

*(Rmol.id)

Megawati Bertemu Perwakilan Partai Komunis China

 

Redaksi BintangEmpat.Com, Jakarta – Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri bertemu Kepala Polit Biro Hubungan Internasional Partai Komunis China (Head of International Department Communist Party of China) Song Tao, di Hotel Mandarin, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Baca Zulkifli Polisikan Amien Rais

Song Tao pagi tadi juga menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor.
“Ini sebagai sebuah kelanjutan dari pertemuan sebelumnya dengan Bapak Presiden Jokowi. Maka hubungan antara partai dengan partai sebagaimana menjadi tradisi PDI Perjuangan kami kembangkan termasuk dengan CPC (Communist Party of China) ini,” ujar Sekjen PDI-P Hasto Kristianto usai pertemuan.

SOROT Pungli Di Samsat Pacitan

Hasto menambahkan, pertemuan tersebut bertujuan untuk membangun kerja sama antara PDI-P dengan Partai Komunis China di bidang diplomasi internasional.Hal tersebut juga akan membantu Pemerintah Indonesia jika nantinya berdiplomasi dengan Pemerintah China.

“Pada kesempatan itu Yang Mulia Song Tao juga mengundang Ibu Megawati Soekarnoputri untuk menghadiri pada bulan November 2019, pertemuan dengan seluruh partai politik pemerintah di Asia,” ujar Hasto.

People Power

“Jadi ada 10 partai politik yang akan diundang dan untuk berdiskusi bersama membahas tentang kerja sama strategis dan saling tukar pikiran di antara para pimpinan partai tersebut,” lanjut dia. (*)

 

 

 

 

 

 

 

*(Sumber Kompas.com).

Tanggapan Rocky Gerung Megawati Bakal Jabat Ketum PDIP Kembali

Redaksi, Jakarta – Rumor Megawati Soekarnoputri diisyaratkan bakal kembali menduduki kursi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Artinya, massa kepemimpinanya sejak tahun 1999 atau selama 20 tahun akan terus berlanjut.

Pengamat politik Rocky Gerung mengkritisi unsur penamaan pada partai berlambang banteng moncong putih itu. Menurutnya, nama ‘demokrasi’ ditengah penamaan PDIP berseberangan dari kenyataan yang sesungguhnya.

BACA JUGA: Megawati Nasi Goreng Rachmawati Nasi Liwet

Setelah Pertemuan Prabowo-Megawati, TKN Dibubarkan

Pertemuan Prabowo-Megawati Potensi Ancam Partai Koalisi

PDIP tidak mencerminkan demokrasi sama sekali lantaran mempertahankan figur serupa selama 20 tahun.
“Ya nama partainya aja demokrasi. Jadi kalau nggak ada perubahan berpikir tentang konsep demokrasi, ya akan terus dengan keanehan yang sama,” ungkap Rocky Gerung di kawasan Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Jumat (2/8/2019).

SOROT: Amien Rais: Kebijakan Jokowi Pro China, Oposisi Lebih Bermartabat

Keputusan PDIP pun tidak dianggap Rocky Gerung sebagai sebuah keanehan. Sebab menurutnya, hal aneh yang diulang terus menerus dan telah menjadi kebiasaan, lambat laun akan berubah lumrah.

“Menurut saya nggak aneh itu. Kalau puluhan tahun yang aneh itu dilakukan terus, artinya tidak aneh lagi,” kata dia.

Megawati kemungkinan kembali pimpin PDIP

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Kongres V PDIP belum bisa memastikan akan ada penambahan struktur partai seperti Wakil Ketua Umum ataupun Ketua Harian. Namun, Hasto memastikan, struktur tersebut akan dibahas khusus dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Kongres tersebut.

Ia juga mengisyaratakan, jika Megawati akan kembali terpilih sebagai Ketum PDIP berikutnya. “Terkait dengan struktur, tentu saja nanti ketua umum terpilih dalam hal ini adalah Ibu Megawati Soekarnoputri, karena berdasarkan hasil Rakernas IV PDIP dan juga aspirasi dari bawah, memohon ibu Megawati untuk berkenan menjadi ketua umum kembali,” ujar Hasto Kristiyanto saat jumpa pers persiapan Kongres V PDIP di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).

BACA JUGA: Prabowo-Megawati Bertemu Empat Mata, Prabowo Dijamu Masakan Spesial

OKTOBER 2019 PRABOWO-SANDI DILANTIK

Secara tak langsung, peryataan Hasto itu sekaligus menegaskan bahwa Megawati Soekarnoputri akan terpilih kembali untuk periode kelima sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan. Hasto pun belum bisa menjawab kapan Megawati akan digantikan dan siapa sosok penggantinya yang dipersiapkan untuk periode selanjutnya.

Menurut Hasto, hal itu tergantung tergantung isyarat dari langit.
“Bagaimana ke depannya, partai punya cara, tetapi partai punya tradisi dalam membaca suasana kebatinan rakyat, partai juga punya tradisi dalam melihat suasana dan juga campur tangan Allah SWT terhadap kepemimpinan partai,” ungkap Hasto.

Sebagai informasi, Megawati disebut sebagai ketua umum partai terlama di Indonesia. Ia terpilih sebagai Ketua Umum PDIP sejak 1999. Semenjak itu, Megawati selalu terpilih sebagai ketua umum dalam kongres PDI Perjuangan.

Prabowo hingga JK diundang

Sekretaris PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, sejumlah tokoh akan diundang dalam acara Kongres V PDIP yang akan digelar pada 8-10 Agustus 2019 di Bali.
Hasto mengatakan, Presiden terpilih Joko Widodo akan hadir dan membuka acara Kongres V PDIP.

Selain itu, ia menyebut, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto turut diundang dalam acara tersebut.
Hal itu disampaikan Hasto saat jumpa pers persiapan Kongres V PDIP di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).

“Dalam pertemuan dengan Ibu Megawati beberapa waktu lalu, Pak Prabowo menyatakan beliau akan hadir,” ujar Hasto Kristiyanto.
Hasto pun menyebut, akan ada 335 tokoh VIP dan VVIP yang turut diundang.

Sejumlah tokoh lainnya yang diundang antara lain, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin,  jajaran menteri Kabinet Indonesia Kerja, serta tokoh-tokoh organisasi agama seperti Muhamadiyah, NU, dan KWI dan organisasi keagamaan lainnya.

Selain itu, lanjut Hasto, senior partai, pengamat politik mitra PDIP, budayawan, dan bekas menteri kabinet Gotong Royong akan diundang dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengatakan, total akan ada 2047 orang utusan partai yang akan hadir dalam Kongres V PDIP.
Rinciannya, 3 orang perwakilan struktur mulai dari ketua, bendahara dan sekretaris dari setiap Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang berjumlah 514 cabang. 3 orang perwakilan dari ketua, bendahara dan sekretaris setiap Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang berjumlah 34 daerah, serta sayap-sayap partai PDIP juga turut diundang.

 

(Bintangempat.com/ tribunnewa.com)

Bocor Operasi Senyap Budi Gunawan Atas Perintah Jokowi

 

BintangEmpat.Com, Jakarta – Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menilai, Kepala BIN Budi Gunawan mempunyai peran tersendiri dalam dinamika politik nasional, beberapa waktu terakhir. Puan mengakui bahwa peran itu dilakukan Budi Gunawan tidak dalam sorotan orang banyak.

“Pak Budi Gunawan sebagai Kepala BIN punya peran tersendiri, kerja senyap,” kata Puan usai menjadi salah satu pembicara kunci di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (26/7/2019), sebagaimana dikutip dari Antara.

Cara Megawati Tundukkan Prabowo

Melalui kerja senyap, mantan Wakil Kepala Polri tersebut menjadi salah satu sosok kunci dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Budi juga jadi sosok kunci pertemuan Prabowo dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

BACA: OKTOBER 2019 PRABOWO-SANDI DILANTIK

Ketika ditanya apakah Budi Gunawan layak juga disebut sosok rekonsiliator atau pemersatu, Puan meminta masyarakat melihat kembali sepak terjang Budi ke depannya.

Menurut Puan yang menjabat Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, saat ini Indonesia memang membutuhkan sosok pemersatu, siapapun orangnya.

BACA: Nunggak Bayar Pinjaman Online, Wanita Ini ‘Siap Digilir’

Diketahui, Budi Gunawan disebut sebagai sosok yang turut menyukseskan pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Prabowo seusai Pilpres 2019.

Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Setelah itu, mereka melakukan konferensi pers bersama di Stasiun MRT Senayan, dan dilanjutkan dengan makan siang.

BACA: Natalius Pigai Wakil Presiden 2024

Pertemuan itu ditunggu-tunggu publik setelah persaingan yang sengit di pilpres, Jokowi dan Prabowo akhirnya bertemu.
Pertemuan itu sekaligus menjadi simbolrekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo yang terjadi sejak Pilpres 2014.

Budi kemudian juga terlihat dalam pertemuan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo di kediaman Megawati, Menteng, Jakarta, Rabu (24/7/2019).

BACA: Novel Menduga ‘Mereka’ Tahu Siapa Pelakunya

Kehadiran Budi ini menjadi sorotan lantaran ia pejabat negara. Budi Gunawan juga tidak tercatat sebagai kader PDI-P.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Jokowi memang menugaskan Budi untuk membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang berseberangan seusai Pilpres 2019.

Salah satu pihak yang didekati Budi Gunawan ialah Prabowo Subianto.
“Namanya badan strategis (BIN). Tapi Pak Budi Gunawan kan setelah keputusan KPU ditetapkan itu membangun (komunikasi). Dan itu juga sudah penugasan presiden,” kata Hasto di kediaman Megawati, Menteng, Jakarta, Rabu.

BACA: Pertemuan Prabowo-Megawati Potensi Ancam Partai Koalisi

Di sisi lain, Budi Gunawan juga pernah menjadi ajudan saat Megawati menjabat sebagai presiden. Ia menambahkan, peran Kepala BIN dalam menyatukan pihak yang berseberangan saat pilpres bukan sekali ini saja. “Pak Hendropriyono dulu juga (sering terlibat),” kata Hasto.

Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono merupakan kepala BIN yang menjabat di era pemerintahan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri. (*)

 

 

*Sumber Redaksi