Arsip Tag: HOAX

Soal Surat Muhammadiyah Tantang Debat Jamaah Yasinan

Dari kiri: Kapolres Jember (Alfian Nurrizal), Kusno (Ketua PD Muhammadiyah Jember), Pujiyono Abdul Hamid (Sekertaris PCNU Jember) dan Halim Subahar (Ketua MUI Jember).

BintangEmpat.Com – Melalui pesan berantai di media sosial, sebuah surat palsu mengatasnamakan Muhammadiyah Jember beredar luas.

Kapolres Jember Jadi Figur Teladan Yang Dicintai Rakyat Kecil

Dalam surat yang ditujukan kepada Pimpinan Jama’ah Yasinan dan Tahlil itu disebut Muhammadiyah menantang debat tentang tema dzikir bersama, tahlil, tawasul, dan lain lain, pada 27 Januari 2020 pukul 18.00. Surat itu berisi catatan khusus: apabila jamaah yasinan dan tahlil kalah berdebat, maka harus ikut dalam ormas Muhammadiyah.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember, Kusno SAg, MPdI mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tahu-menahu perihal surat tersebut.

Natalius Pigai Bongkar Kegagalan Jokowi-Maruf

Surat tersebut juga terlihat janggal di beberapa bagian. ”Di Muhammadiyah tidak ada Pengurus Cabang Muhammadiyah Kabupaten, adanya Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten,” tutur Kusno.

Dari fakta yang ada, pihaknya memastikan bahwa surat tersebut palsu dan tidak pernah dibuat oleh PDM Jember.

Mau ketemu Wapres Bus Rombongan Kiai Jawa Timur Kecelakan di Tol Cipali

Ustad Kusno berharap agar pihak berwenang segera menelusuri siapa pembuat surat, supaya tidak menimbulkan keresahan masyarakat beragama di Kabupaten Jember.

“Selama ini, Muhammadiyah tidak pernah berdakwah dengan cara yang bisa memperlemah kerekatan dan kedekatan dengan pihak manapun,” ungkapnya.

Lutfi Pembawa Bendera Bebas

Merespons surat palsu ini, Ustad Kusno memberikan klarifikasi seperti dikutip laman IMM Jember berikut ini:

“Dengan segala kerendahan hati dan semangat merekat kebersamaan dalam menciptakan suasana Kabupaten Jember yang aman, tenang, dan damai, sehubungan beredarnya surat yang berlogo Muhammadiyah dan mengatasnamakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kabupaten Jember, dengan hormat , Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember menyatakan sikap sebagai berikut:”

Virus Corona

“Bahwa surat tersebut adalah HOAX, tidak benar. Di Kabupaten Jember tidak ada Pengurus Cabang Muhammadiyah, yang ada adalah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember.”

“Sehubungan dengan hal tersebut, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Jember berharap kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini Kepolisian Resort Jember sesuai kewenangannya untuk melakukan pengusutan pengedaran dan penyebaran, serta menghentikan perbuatan yang dapat menganggu kondusifitas keamanan dan ketenangan kehidupan keberagamaan di Kabupaten Jember.”

Megawati Dijambret

“Meminta kepada seluruh pimpinan, kader, anggota, dan warga Muhammadiyah baik di jajaran Persyarikatan Muhammadiyah maupun di Amal Usaha Muhammadiyah untuk tidak berlebih-lebihan dalam mensikapi surat Hoax tersebut, dan hendaknya lebih fokus dalam berkhidmat melayani umat dan masyarakat sesuai Matan Keyakinan dan Cita Hidup Muhammadiyah serta mengindahkan ketentuan hukum dan perundangan yang berlaku. Demikian pernyataan sikap ini dilakukan, agar dapat dimaklumi sebagaimana mestinya.”  (*)

Soal Siswi SMP Tewas Di Gorong-gorong Diambil Ginjalnya

Lihat Videonya

BintanEmpat.Com – “Telah di temukan mayat di depan skolah SMP N 6 Cirebon dia adalah perempuan siswi SMP N 6 kls 7 yg jadi korbannya juga menurut polisi korban di Ambil Ginjalnya lalu di kubur begitu ajh oleh si pembunuh,kejadian tdi pd jam 3 sore setelah warga setempat menemukan galian yg mencurigakan ahirnya polisi datang & skrg lagi di lakukan otopsi bagi ibu2 bpk2 hati-hati skrg penculikan & pembunuhan terhadap anak sdh masuk ke wilayah Tasik ciamis garut , mohon di share,.
Biar publik tau trim,s”

Begitulah bunyi pesan berantai di grup-grup WhatsApp yang disertai dengan video seorang siswi yang tewas di gorong-gorong, padahal itu hoaks atau bohong.

Hoax
Caption: pesan berantai, hoax

Padahal itu adalah jasad Del (13), siswi kelas VII D SMPN 6 Kota Tasik yang ditemukan nyumbat gorong-gorong di depan pintu gerbang sekolahnya, langsung dibawa di Kamar Mayat RSUD Dr Soekarjdo, Senin (27/1/2020) sore.

Hasil pemeriksaan pihak Kepolisian, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.

Namun demikian, aparat Kepolisian akan melakukan otopsi, Selasa (28/1), terhadap jasad korban untuk memastikan kematiannya.
Del, adalah warga Kampung Sindangjaya, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Jaleng Pemilukada Waspadai Hoax dan Hate Speech

 

Lokasi dari rumah ke sekolahnya berdekatan. Jaraknya sekitar 200 meter. Siswi ini sempat dinyatakan hilang sejak Kamis lalu (23/1). Pihak keluarga telah melaporkan kehilangan korban ini keesokan harinya, Jumat (24/1).

“Jadi terakhir itu ada yang melihat korban pulang sekolah bersama temannya. Jadi 3 orang. Sore pas hujan. Saat itu, korban berteduh dahulu di sebuah warung dekat sekolahnya. Sedangkan 2 temannya terus melanjutkan perjalan pulang ke rumahnya masing-masing,” ujar kerabat korban, Ade Munir (56).

Polisi Datang Bawa Alat Pengeruk

“Terang dia, menurut informasi yang dia terima dari ibunya yang berprofesi sebagai pedagang lontong, dua hari sebelum kejadian korban sempat murung dan terdiam. Kata ibunya yang cerita ke saya begitu. 2 hari sebelum kejadian murung dan diam. Tak ceria seperti biasanya,” terangnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro membenarkan adanya temuan jasad siswi SMP ini.

Perusakan Masjid Al-Amin Dipicu Penertiban Warung Miras

“Jadi tadi kami menerima informasi dari masyarakat bahwa ada temu mayat dan memang betul,” tuturnya.

Mayatnya, tambah dia, saat ditemukan masih berada di dalam gorong-gorong dan saat ini sudah dievakuasi ke RSUD.

Ustadz Maaher At-Thuwailibi Sakit

“Dari identitas yang ada memang betul, yang bersangkutan siswa SMP 6. Korban masih pakai baju sekolah lengkap berseragam pramuka,” tambahnya.

Hingga kini belum bisa dipastikan apa penyebab korban meninggal. “Dugaanya karena apa? kami belum bisa menyimpulkan dan akan kami lakukan otopsi,” katanya.

Dimusuhi Partai Petahana Maju Pilkada Jember Secara Independen

Lalu, jelas dia, awal mula ketahuan jasad korban berada di dalam got, berawal dari bau busuk yang tercium warga sekitar dan penjaga sekolah. “Lalu mencari sumber bau tersebut,” katanya.

Beredar Rekaman Mayat-mayat Tergeletak di Jalanan Wuhan Akibat Virus Corona

Soal Siswi SMP Tewas Digorong-gorong Diambil Ginjalnya

Singkat cerita, warga mencari sumber bau tersebut dan diketahui berasal jasad korban.

“Saat ini tidak ditemukan tanda mencurigakan tapi masih kami koordinasikan dengan pihak dokter. Jadi memang sebelumnya korban sempat dinyatakan hilang dan dilaporkan ke Polsek Mangkubumi,” jelasnya.  (*)

Megawati Dijambret

Jaleng Pemilukada Waspadai Hoax dan Hate Speech

Rabu Sore (29/01), Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP. Alfian Nurrizal, S.H, S.I.K, M.Hum mendatangi Kantor Bawaslu untuk melakukan koordinasi memperkuat kapasitas kerjasama  antar Instansi disetiap tahapan Pilkada 2020, antara pihak Polres Jember dan Bawaslu.

Kapolres Jember Minta Penyelenggara Pemilukada 2020 Bersikap Netral

” Kami mengajak Bawaslu untuk bersama-sama menangkal segala bentuk ujaran kebencian dan hate speech yang mulai marak di sosial media. Mari bersama Kita mengantisipasi usaha yang sengaja dilakukan oleh pengobar kebencian untuk mengadakan atau merekayasa kemarahan dan ketersingguan di tengah masyarakat”, Ujar Kapolres Jember.

Dalam kegiatan Koordinasi ini, Ketua Bawaslu Imam Tabroni Pusaka mengatakan pihaknya saat ini sedang melakukan pengawasan tahapan pendaftaran bakal calon perseorangan dan pencalonan dari parpol serta seleksi PPK.

” Kami akan selalu berkoordinasi dengan Polres Jember dan akan menjalankan tugas sesuai tupoksinya demi menjaga Pilkada Kabupaten Jember dapat berlangsung aman dan lancar”, terangnya.

Dimusuhi Partai Petahana Maju Pilkada Jember Secara Independen

Kapolres Jember meminta agar Bawaslu melakukan pemantauan dan meminimalisir berita hoax dan ujaran kebencian.

” Kedepan juga perlu membangun sinergi antar kelompok masyarakat guna mencegah beredarnya narasi hasutan kebencian serta membuat langkah langkah pencegahan dari pihak- pihak terkait agar Pilkada 2020 bisa berjalan dengan aman, lancar dan Kondusif”, pungkasnya.

 

*Red. [email protected] Res Jember

Penculikan Dengan Jual Organ Tubuh Anak Menyebar Kembali

Bintangempat.Com, Jawa Timur – Informasi bahwa telah terjadi kasus penculikan anak dengan mengambil dan menjual organ tubuh korban viral di media sosial, khususnya Facebook, dan aplikasi pesan WhatsApp. Di Facebook, informasi itu diunggah di antaranya oleh akun Rusli Rosnani dan akun Iit Sofia pada 8-9 Januari 2020.

Unggahan kedua akun itu memuat beberapa gambar, yakni:

  • Gambar tangkapan layar sebuah status WhatsApp yang berbunyi, “Telah ditemukan mayat seorang anak SDN Pademangan Barat 11 kelas satu pada pukul 22.00 di Kemayoran dgn kondisi yang mengenaskan yaitu anggota organ tubuh bagian dalamnya telah diambil dan dijual oleh pelaku. Untuk para rekan guru untuk lebih waspada terhadap anak anak didiknya.”

30 Tahun Idap Kusta Kapolres Jember Datangi Nenek Sumirah

  • Foto berita di koran yang berjudul “Satu Anak, 5 Miliar: Predator Intai Korban Tanpa Pengawasan” dengan rincian harga organ tubuh yang dijual di pasar gelap.
  • Foto seorang pria yang disebut sebagai pelaku penculikan anak.
  • Poster dengan logo Polda Metro Jaya yang berisi peringatan untuk memaspadai pelaku penculikan anak yang kerap menyamar sebagi pedagang, pengemis, ibu hamil, orang gila, dan sebagainya.

Camat Di Sidoarjo Terciduk Tim Saber Pungli
Terdapat satu foto lain yang diunggah oleh akun Iit Sofia, yakni foto mayat seorang anak yang disebut sebagai korban penculikan yang telah diambil organ tubuhnya. Dalam foto itu, terlihat dua pria yang menemukan mayat tersebut di antara semak-semak.

PEMERIKSAAN FAKTA

Terkait penemuan mayat anak SD yang telah diambil organ tubuhnya
Dikutip dari situs Viva.co.id, Kepala Polsek Kemayoran Komisaris Syaiful Anwar membantah kabar bahwa telah ditemukan mayat siswa kelas satu SD Pademangan Barat 11 di Kemayoran, Jakarta Pusat. “Tidak benar, itu hoaks,” kata Syaiful pada 25 Oktober 2018.

Saeful Bahri Akui Sumber Duit Suap Untuk Komisioner KPU Dari Hasto

Menurut Syaiful, pihaknya telah melakukan penelusuran untuk mengecek kebenaran informasi itu. Namun, tidak didapati peristiwa tersebut di wilayah Kemayoran.

Penjelasan dari Syaiful ini juga dimuat oleh situs Tribunnews.com pada 29 Oktober 2018. Menurut Syaiful, jajarannya tidak menemukan adanya kasus penculikan ataupun penemuan mayat di kawasan Kemayoran. Ia juga tidak menerima laporan orang hilang dari masyarakat. “Sdah dua kali Kemayoran diisukan begini (penculikan dan penemuan mayat). Tapi tidak ada laporan dari satu pun keluarga korban,” katanya.

TNI Luncurkan Pesawat Intai Di Natuna

Terkait foto mayat yang disebut sebagai korban penculikan

Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, foto mayat tersebut pernah dimuat oleh situs RiauAndalas.com pada 25 Oktober 2018. Mayat itu adalah mayat seorang anak perempuan berumur 11 tahun yang diduga korban pembunuhan. Mayat tersebut ditemukan di Desa Tanjung Medan Utara, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Berita tentang penemuan mayat itu juga dipublikasikan oleh situs FokusRiau.com pada 28 Oktober 2018. Menurut polisi, korban adalah murid kelas 5 SD di Desa Tanjung Medan Utara. Ia dibunuh dan kemudian diperkosa oleh pria berinisial HL, 32 tahun.

Puluhan LSM Se-Kalteng Laporkan Bupati Katingan Ke Polda Kalteng

Setelah itu, HL merobek perut korban dengan tujuan jasadnya cepat membusuk.
Terkait berita “Satu Anak, 5 Miliar”
Berita di koran yang berjudul “Satu Anak, 5 Miliar: Predator Intai Korban Tanpa Pengawasan” itu pernah beredar pada 2017 di Sulawesi Utara. Dikutip dari berita di laman Kompas.com pada 24 Maret 2017, berita tersebut telah dinyatakan sebagai hoaks oleh Divisi Humas Polri.

Melalui akun resminya di Instagram, Divisi Humas Polri membagikan gambar tangkapan layar berita itu dan melabelinya dengan stempel hoaks. Divisi Humas Polri juga menuliskan keterangan: “Kepolisian pastikan informasi penculikan dan penjualan organ tubuh anak-anak yang viral di media sosial adalah hoax. Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta masyarakat untuk tidak termakan isu dan resah terhadap maraknya kabar penculikan anak dan penjualan organ tubuh di media sosial.”

Misteri Kematian Lina Mantan Istri Sule Ada Lebam

Kepala Polda Sulawesi Utara, Inspektur Jenderal Bambang Waskito, juga mengatakan, “Di rumah sakit sudah dicek, tidak ada harga-harga seperti itu. Itu meresahkan masyarakat. Namun demikian, untuk meyakinkan masyarakat, seluruh jajaran sudah saya perintahkan saat bubar anak sekolah, tempat bermain anak di-back up anggota. Saya imbau juga, masyarakat jangan main hakim sendiri kalau ada yang dicurigai.”

Terkait foto pria yang disebut sebagai pelaku penculikan anak

Berdasarkan penelusuran Tempo, foto pria yang disebut sebagai pelaku penculikan anak itu berasal dari sebuah video yang pernah beredar pada 2018. Salah satu kanal di YouTube yang pernah membagikan video itu adalah kanal Juragan Sosmed, yakni pada 24 Oktober 2018.

Siswi Kelas 1 SD Dicabuli Guru Kasusnya Mandek

Namun, kanal tersebut memberikan klarifikasi bahwa pria dalam video tersebut bukanlah pelaku penculikan anak. Dalam keterangannya, disebutkan bahwa pria itu memang sempat diamankan warga Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pungubuan, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, pada 24 Oktober 2018.

Warga menduga pria tersebut adalah pelaku penculikan anak. Warga pun menyerahkannya kepada polisi. Namun, setelah dilakukan interogasi, Kepala Polsek Way Pengubuan, Lampung Tengah, Inspektur Satu Uus Usman, mengatakan bahwa pria itu hanyalah orang yang sedang menunggu bus dalam perjalanan pulang.

Guru Ngaji Tewas Dibacok Kakak Ipar

Untuk memastikan informasi tersebut, Tempo menelusuri video wawancara Uus dalam video kanal Juragan Sosmed di kanal YouTube lainnya. Hasilnya, ditemukan video wawancara Uus yang dimuat oleh kanal milik media Lampung, Genta Merah. Video yang diunggah pada 24 Oktober 2018 itu diberi judul “Kapolsek Jelaskan Pria Bekeliaran di Lamteng Bukan Penculik Anak”.

Berikut penjelasan lengkap Uus:

“Terkait dengan beredarnya video penculikan di Dusun Palis, Kampung Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pengubuan, dengan ini saya Kapolsek Way Pengubuan menyatakan bahwa tidak benar terjadi kasus penculikan di Dusun Palis, Kampung Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pengubuan karena orang tersebut mau pulang ke Batanghari, Lampung Timur. Karena orang tersebut asing di Kampung Lempuyang Bandar, maka oleh warga dibawa ke balai kampung dan diisukan sebagai penculik. Sebetulnya, mereka tidak menculik ataupun bukan penculik, karena mereka itu mau pulang dan menunggu kendaraan.”

Anggota TNI Tewas Dikeroyok Orang Berbadan Kekar

Terkait poster berlogo Polda Metro Jaya
Tim CekFakta Tempo pernah memeriksa fakta terkait poster dengan logo Polda Metro Jaya yang berisi peringatan untuk memaspadai pelaku penculikan anak yang kerap menyamar itu. Poster yang pernah beredar pada Oktober 2019 tersebut telah dinyatakan keliru.

Pasalnya, isi poster tersebut telah dibantah oleh pihak kepolisian di sejumlah daerah, salah satunya Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo Ajun Komisaris Besar Wahyu Tri Cahyono. Bantahan itu dimuat dalam berita di situs Republika pada 30 Oktober 2018.

Angin Kencang Amuk Kota Surabaya Dua Orang Tewas

Wahyu mengatakan bahwa imbauan yang tersebar di media sosial itu, yang mencatut Polda Metro Jaya sebagai pihak yang mengumumkan, adalah berita bohong alias hoaks. “Kami sudah konfirmasi ke Polda Metro Jaya. Polri tidak pernah memberikan informasi-informasi yang meresahkan masyarakat seperti itu,” katanya.

Pada 29 Oktober 2019, Divisi Humas Polri juga mengunggah keterangan resmi dari Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, dalam akun resminya di Twitter. Unggahan itu berisi bantahan dari Dedi terkait beredarnya isu penculikan anak dalam beberapa waktu terakhir. “Kalau ragu-ragu silakan untuk diklarifikasi dan dikonfirmasi ke kepolisian terdekat,” ujar Dedi.

Sepuluh Anggota TNI-Polri Tewas Ditangan KKB

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, informasi bahwa telah terjadi kasus penculikan anak dengan mengambil dan menjual organ tubuh korban adalah informasi yang keliru.

Anak Bupati Penembak Kontraktor Divonis Cuma 1,5 Bulan Bui Langsung Bebas

Berbagai gambar serta informasi yang digunakan untuk mendukung klaim itu sudah terbukti sebagai hoaks ataupun tidak terkait dengan kasus penculikan anak. (*)

Remaja Mabok Dihukum Istigfar Berjamaah

 

Hukum Sebar Hoax

Hukum Sebar Hoax.

 

 

 

 

Sebagian kaum muslimin mungkin akan bersikap sangat hati-hati terhadap makanan dan minuman, jangan sampai makan dan minum yang diharamkan oleh syariat. Atau sebagian kaum muslimin yang sangat hati-hati menjaga diri dari benda atau bahan najis, jangan sampai badan atau pakaiannya terkena najis. Ini adalah di antara sikap dan perbuatan yang baik. Namun sayangnya, untuk urusan menyebarkan (men-share) berita, banyak di antara kita yang tidak bersikap hati-hati, atau bertindak ceroboh, tidak (mau) memilah dan memilih, manakah berita yang valid dan manakah yang bukan sebelum menyebarkannya.

Dua Tahun Idap Tumor Ganas Kapolres Jember Ulurkan Tangan

Baik yang membuat berita dusta atau “sekedar” menyebarkannya, sama-sama disebut sebagai pendusta

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
“Cukuplah seseorang itu sebagai pendusta (pembohong), ketika dia menceritakan semua (berita) yang dia dengar.” (HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim no. 5, Abu Dawud no. 4992 dan An-Nasa’i dalam Sunan Al-Kubra no. 11845)
‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata,
بِحَسْبِ الْمَرْءِ مِنَ الْكَذِبِ أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
“Cukuplah seseorang itu termasuk dalam pendusta, ketika dia menceritakan semua (berita) yang dia dengar.” (HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim 1: 8)
Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga atsar dari sahabat ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu di atas menunjukkan bahwa hukum orang yang membuat berita dusta dan orang yang “sekedar” menyebarkan berita dusta tersebut adalah sama, yaitu sama-sama disebut sebagai pendusta.

Sehingga seseorang tidak boleh meremehkan masalah ini, dengan mengatakan bahwa dia hanya menyebarkan (men-share) berita, bukan orang yang pertama kali membuatnya. Sehingga kaidah Islam dalam masalah ini adalah “Menyebarkan berita bohong adalah pembohong.”
Mengapa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebut orang tersebut pembagai pembohong? Karena tentu saja tidak semua berita yang sampai kepadanya adalah berita yang benar, sebagiannya adalah berita palsu. Sehingga ketika dia menyebarkan semua berita yang dia dengar, bisa dipatikan dia adalah pembohong.

Seseorang itu tidak layak menjadi contoh teladan (panutan), sampai dia mampu memilah dan memilih berita mana yang akan disebarkan

Ibnu Wahab berkata,
قَالَ لِي مَالِكٌ: اعْلَمْ أَنَّهُ لَيْسَ يَسْلَمُ رَجُلٌ حَدَّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ، وَلَا يَكُونُ إِمَامًا أَبَدًا وَهُوَ يُحَدِّثُ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
“Imam Malik berkata kepadaku, “Ketahuilah, tidak akan selamat (dari dusta) seseorang yang menceritakan semua yang dia dengar. Dan tidaklah layak menjadi panutan (menjadi tokoh) ketika dia menceritakan semua berita yang dia dengar.” (HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim 1: 8)
‘Abdurrahman bin Mahdi rahimahullahu Ta’ala berkata,
لَا يَكُونُ الرَّجُلُ إِمَامًا يُقْتَدَى بِهِ حَتَّى يُمْسِكَ عَنْ بَعْضِ مَا سَمِعَ
“Seorang itu tidaklah menjadi imam (teladan atau panutan) yang diteladani sampai dia menahan diri dari menceritakan sebagian berita yang dia dengar.” (HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim 1: 8)
Perkataan Imam Malik di atas menunjukkan bahwa jika seseorang bermudah-mudah menyebarkan semua berita yang dia dengar atau dia baca, dia tidak akan selamat dari dusta.

Selain itu, dua atsar di atas menunjukkan bahwa di antara sikap orang yang layak dijadikan sebagai tokoh, teladan, atau pemimpin adalah ketika dia tidak menyebarkan semua berita yang dia dengar.

Namun dia mampu memilah dan memilih, manakah berita yang valid dan layak untuk disebarluaskan, dan manakah berita bohong yang tidak boleh disebarluaskan. Tidak semua berita yang benar itu harus disebarluaskan

Ketika suatu berita itu terbukti valid, tidak selalu berarti bahwa berita tersebut layak untuk disebarluaskan. Karena bisa jadi berita valid tersebut akan menimbulkan kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat, lalu timbullah keresahan, kekacauan, dan keributan di tengah-tengah mereka.

Hal ini sebagaimana perkataan sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

مَا أَنْتَ بِمُحَدِّثٍ قَوْمًا حَدِيثًا لَا تَبْلُغُهُ عُقُولُهُمْ، إِلَّا كَانَ لِبَعْضِهِمْ فِتْنَةً
“Tidaklah Engkau menceritakan (suatu berita) kepada sekelompok orang, berupa berita yang tidak bisa mereka pahami, kecuali akan menjadi sumber kerusakan (keributan atau kekacauan) bagi mereka.” (HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim 1: 9)

Untuk berita-berita semacam itu, kita serahkan kepada mereka yang memiliki wewenang. Bisa jadi informasi itu bermanfaat, namun untuk kalangan terbatas, bukan kepada semua orang dengan tingkat pemahaman mencerna berita yang berbeda-beda.

Berita kekejaman syiah, bisa jadi menimbulkan keresahan dan ketakutan di sebagian kalangan, misalnya di kalangan muslimah ibu-ibu. Apalagi jika disertai gambar ilustrasi yang menakutkan.

Padahal, peristiwa itu sendiri terjadi di negara lain, misalnya. Sehingga hendaknya kita senantiasa memikirkan dampak luas penyebaran berita valid yang kita sampaikan. Sehingga dakwah tentang agama Syi’ah, bisa disampaikan dengan cara-cara lain yang lebih tepat dan lebih bijak.

Sebagaimana dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu untuk menyampaikan suatu hadits, karena kekhawatiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kalau hadits tersebut bisa disalahpahami oleh para sahabatnya.

Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata,
فَقَالَ: يَا مُعَاذُ، تَدْرِي مَا حَقُّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ؟ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ؟ قَالَ: قُلْتُ: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: فَإِنَّ حَقَّ اللهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوا اللهَ، وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَفَلَا أُبَشِّرُ النَّاسَ، قَالَ: لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku, “Wahai Mu’adz, apakah kamu tahu apa hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba dan apa hak hamba yang wajib dipenuhi oleh Allah?”
Aku menjawab, “Allah dan Rasul-nya yang lebih mengetahui.”
Beliau pun bersabda, “Hak Allah yang wajib dipenuhi oleh para hamba-Nya ialah supaya mereka beribadah kepada-Nya saja dan tidak berbuat syirik sedikit pun kepada-Nya. Adapun hak hamba yang wajib dipenuhi oleh Allah adalah Allah tidak akan mengazab mereka yang tidak berbuat syirik kepada-Nya.”

Lalu aku berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau aku mengabarkan berita gembira ini kepada banyak orang?”
Rasulullah menjawab, “Jangan, nanti mereka bisa bersandar.” (HR. Bukhari no. 2856 dan Muslim no. 154)

Sikap seorang muslim yang benar

Seorang muslim yang menjadikan hadits dan atsar-atsar di atas sebagai pegangan dan dia letakkan di depan kedua matanya, tentu akan bersikap sangat hati-hati dalam memilah dan memilih berita yang berasal dari berita online, surat kabar cetak, atau dari grup whatsapp, atau dari sumber-sumber berita yang lainnya.

Namun perlu kita pahami bahwa bisa jadi cara (metode) untuk memastikan dan menyaring berita itu berbeda-beda tergantung pada topik berita masing-masing. Berita-berita terkait masalah kesehatan, tentu memiliki indikator untuk menilai apakah berita tersebut valid ataukah tidak.

Betapa banyak keresahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat sebagai akibat penyebaran berita kesehatan yang tidak benar, alias informasi dusta, atau dengan bahasa kekinian: informasi hoaks. Demikian pula, berita terkait dengan masalah ekonomi dan politik, tentu memiliki indikator tertentu untuk menilai apakah suatu berita itu valid ataukah tidak.

Kemampuan untuk “menyaring” berita semacam ini, tentu tidak dimiliki oleh semua orang, termasuk ustadz sekalipun. Sehingga sikap yang terbaik adalah tawaqquf, atau kita serahkan kepada orang yang ahli dalam bidang tersebut untuk menilai.

Oleh karena itu, hendaknya kita mawas diri dan berkaca terhadap diri sendiri, apakah kita sudah cukup memiliki kelayakan dan kapasitas untuk menyaring sebuah berita? Atau kita akan termasuk dalam golongan orang-orang pembohong dan pendusta sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas?

Hukum Sebar Hoax

Semoga tulisan ini menjadi bahan renungan bagi kaum muslimin.
[Selesai]
***
@FK UGM tercinta, 16 Ramadhan 1440/21 Mei 2019
Penulis: M. Saifudin Hakim
Artikel: Muslim.Or.Id

HOAX Rekrutmen TNI

Redaksi, Jakarta – Melalui unggahan akun instagram Puspen TNI yang terverifikasi, Minggu (28/7/2019), Puspen TNI memastikan kalau info pendaftaran TNI tersebut tidak benar
“Selamat pagi #sobatpuspen Banyak beredar di WA info spt ini. Kami pastikan info tsb tidak benar (HOAX)” tulis akun @puspentni dalam captionnya.

Terlepas dari berita hoax di atas, saat ini TNI AD memang sedang membuka rekrutmen calon Bintara PK TNI Angkatan Darat.

Berikut info resminya dilansir dari laman http://rekrutmen-tni.mil.id/
1. Persyaratan Umum:
a. Warga negara Indonesia.
b. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
c. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945.
d. Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia.

e. Sehat jasmani dan rohani serta tidak berkacamata.
f. Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

2. Persyaratan khusus:
a. Laki-laki dan/atau perempuan, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI.
b. Berijazah minimal SMA/MA/SMK baik negeri atau swasta yang terakreditasi sesuai kebutuhan, dengan persyaratan nilai rata-rata sebagai berikut:
– Lulus tahun 2015: 55
– Lulus tahun 2016: 50
– Lulus tahun 2017: 40
– Lulus tahun 2018: 39
– Lulus tahun 2019: 40,5

c. Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan pertama sampai dengan 2 (dua) tahun setelah selesai pendidikan pertama.
d. Berumur sekurang-kurangnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 30 September 2019.
e. memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 163 cm untuk laki-laki dan 157 cm untuk perempuan serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.

f. bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 10 (sepuluh) tahun.
g. bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
h. harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi: Administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi, psikologi.

3. Jadwal seleksia. Unggulan Pria (Keahlian):
– Daftar langsung ke Ajendam Jaya pada tanggal 1 Juli sampai dengan 4 Agustus 2019
– Persyaratan khusus, Caba Pria unggulan dengan kejuruan :
– Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya
– Broadcast/Multimedia
– Teknik Mesin
– Teknik elektro/arus lemah
– Teknik listrik arus kuat
– Teknik bangunan
– Paramedis
– Penerbangan
– Keagamaan
– Informatika/Komputer
– Musik
– Peserta menunjukkan bukti berupa sertifikat/ijazah sebagai tanda bukti keahlian pada saat pendaftaran.
b. Reguler Pria
– Daftar online : 1 Januari – 27 Agustus 2019
– Validasi : 13 Juli – 28 Agustus 2019
– Pengecekan awal : 2 – 11 September 2019
– Parade dan pengumuman : 12 September 2019
– RIK/ Uji tingkat pusat : 16 – 26 September 2019
– Pembukaan pendidikan : 30 September 2019
c. Reguler Wanita
– Daftar online: 1 Januari sampai dengan 30 Juni 2019
– Validasi: 1 Juli sampai dengan 4 Agustus 2019
4. Saat daftar membawa (Asli)
– Akte Kelahiran/Kenal Lahir
– Ijazah & SKHUN (SD sd. SMA)
– KTP Calon, KTP Ortu & KK
– SKCK (Mndaftar Caba PK AD)
– Pasphoto warna, baju putih & background biru 4×6= 3 Lembar
5. Keterangan Lain
a. Selama mengikuti kegiatan seleksi penerimaan, calon tidak dipungut biaya
b. Informasi dan penjelasan lebih rinci kunjungi
– Gedung pendaftaran Prajurit TNI AD Makodam Jaya, Jl. Mayjen Sutoyo No. 5 Cililitan Jakarta Timur
– Website TNI AD (www.ad.rekrutmen-tni.mil.id)
– Website Kodam Jaya (www.kodamjaya-tniad.mil.id)
c. Calon mendaftar Online Bintara PK TNI AD melalui website penerimaan prajurit TNI yaitu di alamat http://rekrutmen-tni.mil.id sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

Bagi calon yang belum memahami cara mendaftar melalui Online dapat langsung datang ke tempat pendaftaran untuk mendapatkan penjelasan dari petugas pendaftaran.
Silakan bertanya bagaimana cara mendaftar dengan membawa persyaratan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku
d. Cetak Printout formulir pendaftaran
e. Datang ke Ajendam/Rem terdekat untuk melaksanakan daftar ulang (di luar tanggal yang telah ditentukan adalah tidak sah)
g. Persiapkan diri sebaik-baiknya untuk mengikuti kegiatan seleksi
h. Ikuti tahapan seleksi yang telah diatur oleh Panda masing-masing.

Baca juga:

KSB Kembali Berulah Satu Anggota TNI Gugur

Massa SMB Serang PT WKS, Anggota TNI Polri Terluka

Anggota TNI Tewas Dikeroyok Orang Berbadan Kekar

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo: Bangkit Dan Bergerak Atau Negara Kita Akan Punah

Salah Paham, Anggota Polisi Tembak Anggota TNI

 

 

*Sumber Redaksi

Sebar Hoax Dari WA Ke FB, Pemuda Dari Madura Ditangkap

Deep Fake

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Madura, Sebar berita bohong melalui media Sosial FaceBook (FB), pemuda Sumenep, Madura ditangkap Poliai.

Pemuda itu adalah Moh. Sucipto (34 th) warga Jl. Urip Sumoharjo No. 24 Ds. Pangarangan Kec. Kota Kab Sumenep digelandang oleh Unit Pidum bersama unit resmob Polres Sumenep, di Jl. Imam Bonjol Ds. Pamolokan Kec. kota Kab. Sumenep, Senin 08/07/2019, sekira pukul 11.30 wib

Baca: Heboh Pasangan ASN Pasuruan Selingkuh Digerebek Suaminya

Menurut keterangan dari Akp Widiarti S, SH, kasubag Humas Polres Sumenep bahwa, tersangka mendapatkan berita bohong tersebut dari grup whatsapp dengan nama grup “Eksekulator”, selanjutnya tersangka dengan sengaja memposting berita tersebut melalui akun FB miliknya yang bernama “M Sucipto” ke Grup Facebook yang bernama “Sumenep baru”.

Baca Juga: Kursi Yang Kalian Rebutkan Ada Darah Segar Harun Al Rasyid

“Tersangka memposting berita yang tanpa berdasarkan fakta tersebut bertujuan agar semua orang bisa membaca postingan tersebut.” Ucap Akp Widiarti S, SH.

Lanjut Widiarti, begini isi tulisannya, “-1.Saya mohon dr relawan 02 ada yg mengambil sampling Surat suara dr beberapa daerah untuk di bawa ke Lab,krn kenungkinan besar racun ada di kertas suara Itu sebabnya knp kebanyakan yg meninggal orang yg ber-hari” Kerja menghitung surat suara.Sedang yg hanya I hr di TPS mereka aman! Racun Syaraf VX (nama IUPAC: 0-ethyl S- 2-(diisopropylamino)ethyl methylphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun. VX berupa cairan tidak berwarna dan tidak berbau yang mampu mengganggu sistem saraf tubuh dan digunakan sebagai racun saraf dalam perang kimia. Sepuluh milligram (0,00035 oz) cukup untuk membunuh manusia melalui kontak pada kulit, dan median dosis letal untuk jalur inhalasi diperkirakan sekitar 30-50 mg-min/m3. Sebagai sebuah senjata kimia, VX digolongkan sebagai senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction, WMD) sesuai dengan Resolusi DK PBB 687. Produksi dan penyimpanan VX melebihi 100 gram (3,53 oz) per tahun dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia 1993. Pengecualian hanya untuk ” keperluan penelitian, medis, atau, farmasi di luar fasilitas skala kecil tunggal, jumlah yang diperbolehkan tidak melebihi 10 kilogram /22 lbl per tahun per fasilitas, ” terangnya.

Sorot: Bawaslu Bingung 16 Ribu Surat Suara Dimusnahkan KPU Palembang

“-2. Petugas kpps mati karna diracun! Masalah racun pki jaginya dari dulu pki suka menebrkan racun buat membunuh pribumi! Kita harus waspda,kenap pemerintah bungkam ya jelas karna mereka yg nyuruh dari golonganya dasar rezim pki!.” tulis tersangka.

Viral Plat Nopol Ganda Mobil Dinas Wakil Rakyat Lumajang

“Sehingga Atas perbuatannya Moh.Sucipto di kenakan Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 dan atau pasal 45 A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Terancam hukuman penjara 15 tahun.” pungkas Akp Widiarti S,SH.

*Red

 

Hoax, Kenali Sosok Audrey Yu

Hati-hati Pemalsuan Tingkat Tinggi

BintangEmpat.Com, Nama Audrey Yu mendadak jadi trending topik dan viral di banyak media massa. Sosok gadis keturunan Tionghoa ini disebut-sebut ditawari menjadi salah satu calon menteri dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Isu ini pertama kali dihembuskan akun twitter @nithasist pada Minggu (7/7) pukul 10 pagi. Sontak, kabar burung ini langsung melesat dan menjadi viral. Beberapa media nasional bahkan mengutip isu ini dengan lengkap dan menjadikannya berita utama.
Berikut isi pesan singkat terkait Audrey Yu, dikutip dari akun twitter @nithasist:

Audrey Yu Jian Hui, arek suroboyo asli. Kecerdasan dan kepintarannya luar biasa. SD ditempuh 5 th, SMP ditempuh 1 th, SMA ditempuh 11 bln semuanya di Surabaya. Usia 13 thn dia mau msk Universitas di Indonesia tdk ada yg mau menerima. Akhirnya dia memutuskan kuliah di AS tepatnya di Virginia. S-1 dan S -2 ditempuh hanya 3 th. Dgn ijasah S-2 nya dia mau msk ke TNI, tdk bs diterima krn usianya krg dr 17 th. Dia punya 2 gelar sarjana, Fisika dan Bahasa.Dia aktif menulis buku tentang Indinesia dan jd best seller di seluruh Dunia. Bukunya yg terkenal adlh Indonesia Tanah Airku, Aku Cinta Indonesiaku. Krn gagal msk TNI dia memutuskan ambil S-3 di Paris jg ambil 2 bidang Fisika dan Bahasa. Lulus diusia krg dr 25 thn. Dia lgsg diterima kerja di Badan Antariksa Amerika (NASA) dgn gaji 200 jt/bln. Stlh ketemu Jokowi di KTT G-20 di Jepang kmrn, ditawari msk ke BPPT dan dgn antusias dia terima tanpa mikir brp gajinya. Dia hanya blg Indonesia Love You. Aku datang u/ mengabdi padamu … Semoga dia jg bs msk jajaran menteri.

Menurut penelusuran yang saya lakukan, tercatat hanya situs Okezone yang mencoba untuk mengklarifikasi ke BPPT, tapi belum mendapat konfirmasi jawab. Sementara situs berita lainnya hanya sekedar mengutip pesan singkat dari media sosial dengan dibumbui judul seolah-olah kabar yang beredar adalah fakta sebenarnya.

Fakta Audrey Yu yang Sebenarnya

Terkait sosok Audrey Yu, ada beberapa informasi yang perlu diluruskan supaya netizen tidak mudah termakan informasi palsu atau hoaks. Sebelum namanya dikaitkan dengan isu calon menteri, nama Audrey Yu lebih dahulu dikenal sebagai salah satu dari 72 ikon berprestasi Indonesia. Ikon ini merupakan bagian dari Festival Prestasi Indonesia yang digelar oleh Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi-Pancasila (UKP-P) pada tahun 2017.

Dikutip dari Liputan6, pemilik nama lengkap Audrey Yu Jia Hui ini dikenal sebagai anak yang jenius. Masa SMA hanya dilaluinya selama 1 tahun. Pada usia 13 tahun, Audrey Yu berhasil masuk ke The College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat dengan jurusan fisika. Selang tiga tahun kemudian, ia pun berhasil menyandang gelar sarjana dengan predikat Summa Cum Laude.

Hoaks pertama tentang Audrey Yu adalah tentang buku yang ditulisnya. Audrey memang hobi menulis dan sudah menghasilkan 2 buku. Tapi kedua bukunya itu belum masuk kategori best seller dunia. Bukunya juga bukan berjudul Indonesia Tanah Airku, Aku Cinta Indonesiaku seperti yang dihembuskan akun @nithasist.

Buku pertamanya berjudul Mellow Yellow Drama. Buku yang diterbitkan Bentang Pustaka (20014) ini menceritakan perjalanan hidup Audrey Yu. Dari anak yang dianggap terlahir jenius hingga pandangan pribadinya tentang diskriminasi yang dialami warga keturunan Tionghoa saat era Orde Baru.

Bukunya yang kedua berjudul Mencari Sila Kelima: Sebuah Surat Cinta Untuk Indonesia (Bentang Pustaka, 2015).
“Judul aslinya sebenarnya “Mencari tong bao“. Saya suka istilah itu yang berarti berasal dari rahim yang sama atau kompatriot,” ujar Audrey Yu dikutip dari Liputan6.

Menurut Audrey, bukunya yang kedua ini terinspirasi dari pengalamannya dalam memandang Tiongkok. Wanita kelahiran Surabaya ini kagum dengan kekompakan dan rasa persatuan yang dimiliki oleh masyarakat negeri Tirai Bambu tersebut.

BACA: Lima Komisioner KPU Didakwa Hilangkan Tujuh Ribu Hak Suara

Berdasarkan pengamatan itu pula, ia menyebut Indonesia sebenarnya memiliki kemampuan yang sama untuk menjadi besar, bahkan melebihi Tiongkok. Terlebih, Indonesia memiliki Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Informasi hoaks terkait buku yang ditulis Audrey Yu ini sebenarnya mudah diketahui oleh netizen. Jika buku berjudul Indonesia Tanah Airku, Aku Cinta Indonesiaku ini masuk jajaran best seller dunia, tentu akan banyak ulasannya, terutama dari penggemar buku luar negeri. Faktanya, di situs Goodreads tak ada judul buku seperti itu. Goodreads hanya memuat dua judul buku seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

Hoaks yang kedua adalah terkait profesi dan pekerjaan Audrey Yu. Menurut informasi di media sosial, Audrey Yu disebut langsung bekerja di NASA usai menyelesaikan pendidikan S3 di Paris dengan gaji 200 juta per bulan.Faktanya, Audrey Yu pada tahun 2017 masih berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah di Shanghai, Tiongkok.

Ia mengajar bahasa Inggris dan membantu mempersiapkan siswa untuk menempuh ujian SAT.

Seandainya benar Audrey Yu, dengan kejeniusannya langsung direkrut oleh NASA begitu lulus kuliah, hal ini tentu akan diberitakan media Amerika Serikat. Tapi, hasil penelusuran saya tidak mendapati berita apapun terkait perekrutan Audrey Yu. Berdasarkan pencarian di situs NASA juga tidak ditemukan entry apapun terkait nama Audrey Yu.

SOROT: Pelaku Pencoblosan Massal Dijatuhi Hukuman Penjara

Hoaks ketiga adalah terkait pertemuan Audrey Yu dengan Jokowi saat KTT G-20 di Jepang beberapa waktu yang lalu. Mengingat status KTT G-20 yang dihadiri kepala negara semacam Donald Trump dan negara maju lainnya, sulit untuk diterima akal bahwa Audrey Yu bisa bertemu dengan Jokowi tanpa ada kapasitas apapun yang melekat pada dirinya. Seandainya Audrey Yu bertemu Jokowi dalam kapasitasnya sebagai warga negara Indonesia, pertemuan semacam ini tentu dihadiri WNI lainnya yang tinggal di Jepang, bukan secara pribadi. Seandainya pertemuan pribadi itu memang ada, tentu akan ada dokumentasi resmi dari staf publikasi kepresidenan.

Faktanya, hingga KTT G-20 berakhir, tidak ada berita agenda pertemuan Jokowi dengan WNI di Jepang, atau dokumentasi pertemuan pribadi Jokowi dengan Audrey Yu.

Begitu pula dengan informasi tawaran pekerjaan dari BPPT. Situs Okezone sudah mencoba untuk mengonfirmasi langsung pada BPPT, namun hingga berita tentang Audrey Yu ditayangkan, belum ada jawaban.
Hoaks terkait Audrey Yu sebenarnya tidak bersifat negatif. Sekalipun begitu, hoaks tetaplah hoaks. Tidak ada satupun alasan yang bisa membenarkan motif dibalik penyebaran informasi yang menyesatkan.

 

Ditulis oleh: imam Miladi 

Penulis Freelance Content Writer| Blogger | Editor | Email : [email protected]*

Ditulis oleh: imam Miladi  Penulis Freelance Content Writer| Blogger | Editor | Email : himammiladi@gmail.com
Imam Miladi 
Penulis Freelance Content Writer| Blogger | Editor | Email : [email protected]

 

*Red.

Suku Baduy Turun Ke Jakarta

LIHAT VIDEO SUKU BADUY TURUN KE JAKARTA 

 

BintangEmpat.Com, JakartaBeredar luas video di media sosial dan WhatsApp tentang Suku Baduy turun ke Jakarta, menurut pantauan media ini dicari dari berbagai informasi maka dapat disimpulkan bahwa video itu HOAX.

BACA : Stop Hoax

Tim investigasi Bintangempat.com  menelusuri  beberapa informasi maka ditemukan bahwa video itu sudah beredar Pada 6 Desember 2016, namun disayangkan beredar di media sosial dan WhatsApp seolah-olah suku Baduy mendatangi KPU di Jakarta pada 22 Mei 2019 nanti.

Video itu menerangkan Ribuan Warga Suku Baduy baik dari dalam maupun luar bersama-sama menyerbu Pendopo Gubernur Baten di Kota Serang. Hal ini dilakukan dalam rangkain acara Adat Upacara Seba Baduy yang diadakan setahun sekali setelah masa panen di Baduy.

BACA JUGA : Hoax

Ayo stop HOAX, cek and ricek sebelum share, (20/5).

VIDEO USTAD POTONG JARI DENGAN KAPAK DEMI JOKOWI.

 

*Siwa.