Arsip Tag: isis

Indonesia Bakal Hadapi Perhelatan dan Isu Nasional

Indonesia Bakal Hadapi Perhelatan dan Isu Nasional, Ini Kata Wakapolri
Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, memberikan arahan dalam Rakernis Baharkam Polri di Pusdik Sabhara, Sidoarjo, Selasa (10/03/2020).
Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, memberikan arahan dalam Rakernis Baharkam Polri di Pusdik Sabhara, Sidoarjo, Selasa (10/03/2020).

BintangEmpat.Com – Polri menegaskan bakal terus fokus dan konsistensi, khususnya yang terkait dengan berbagai isu strategis dalam melayani dan melindungi melalui pemantapan Harkamtibnas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat-red). Sebab sejak hari ini hingga beberapa hari ke depan, Indonesia bakal menghadapi tantangan dalam pemeliharaan keamanan.

“Sebut saja mengawal kebijakan pemerintah terkait peningkatan industri pariwisata di 5 destinasi wisata prioritas, yaitu Labuhan Bajo (NTT), Mandalika (NTB), Borobudur (Jateng), Danau Toba (Sumut) & Likupang (Sulut),” tegas Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, usai memberikan arahan dalam Rakernis Baharkam Polri di Pusdik Sabhara, Sidoarjo, Selasa (10/03/2020).

Soal Pemulangan WNI Eks ISIS, Jokowi: Saya akan bilang tidak

Wakapolri melanjutkan, beberapa agenda bangsa dan negara di hari mendatang juga telah menanti. Polri siap mengantisipasi cipta kondisi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat itu.

“Terlebih lagi, salah satu dari tujuh program prioritas Kapolri adalah pemantapan harkamtibnas. Di sisi lain, berbagai isu di masyarakat juga menghangat. Untuk itu, Polri pasti mengawal dan mengantisipasi dampak, misalnya, dari kebijakan pemerintah terkait Omnibus Law, penyebaran virus Corona dan isu soal WNI eks ISIS. Nah, mari amankan jika ada unjuk rasa dengan cara yang humanis dan tidak menggunakan peluru tajam,” lanjut Wakapolri.

Prabowo Jenguk Observasi WNI Di Natuna, Ada Kejadian Menghebohkan …

Berdasarkan catatan Wakapolri, ada beberapa isu strategis bagi Polri. Khususnya juga bagi Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri. Mulai dari Pilkada serentak di tahun ini, PON dan PEPARNAS 2020, pencegahan kejahatan modern, karhutla, proyek strategis nasional dan pemeliharaan keamanan di laut Indonesia.

“Siapkan seluruh personel, termasuk polwan untuk pengamanan Pilkada Serentak di 270 wilayah, PON ke-20 di Papua. Bersama Brimob dan istansi terkait lainnya bersinergi mengantisipasi dampak bencana alam (Karhutla, Banjir, Tanah Longsor, dan lainnya. Jaga kekayaan laut di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, Ditpolair harus proaktif dan bekerjasama dengan KKP, Bakamla, TNI dan elemen masyarakat. Lalu optimalkan tugas polisi berseragam sebagai Garda terdepan Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sebagai simbol kehadiran negara untuk rakyat,” papar Wakapolri.

Bukan itu saja, Wakapolri juga meminta penguatan sinergi Polri dengan TNI di semua tingkatan sebagai pilar utama penjaga keutuhan bangsa.

“Sinergi juga penting. Maka, terimakasih kepada 155.715 personel Baharkam Polri atas pelaksanaan tugas memelihara kamtibmas, mari bersiap melaksanakan tugas ke depan,” pungkas Wakapolri.

Soal Pemulangan WNI Eks ISIS, Jokowi: Saya akan bilang tidak

Soal Pemulangan WNI Eks ISIS, Presiden: Akan Dibahas dalam Ratas

Pandangan dari jajarannya di kabinet diperlukan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan tersebut.

Soal Pemulangan WNI Eks ISIS, Jokowi: Saya akan bilang tidak
Soal Pemulangan WNI Eks ISIS, Jokowi: Saya akan bilang tidak

Bintangempat.com – Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah masih dalam proses pembahasan rencana pemulangan ratusan warga negara Indonesia (WNI) eks organisasi Negara Islam di Iraq dan Suriah (ISIS) ke Tanah Air dari berbagai faktor.

Menurut Kepala Negara, pandangan dari jajarannya diperlukan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan tersebut.

“Kita ini pastikan semuanya harus lewat perhitungan, kalkulasi, plus minusnya, semuanya dihitung secara detail dan keputusan itu pasti kita ambil di dalam rapat terbatas setelah mendengarkan dari kementerian-kementerian dalam menyampaikan hitung-hitungannya,” kata Presiden di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 5 Februari 2020.

Namun saat ditanya wartawan bahwa ada dari mereka yang telah memusnahkan paspor dengan membakarnya, Presiden menjawab tidak setuju dengan rencana kepulangan mereka.
“Kalau bertanya kepada saya, ini belum ratas lo ya, saya akan bilang tidak. Tapi masih dirataskan,” ucap Presiden.

(BPMI Setpres)

600 WNI Eks Kombatan ISIS akan Dipulangkan ke Tanah Air

Menag Fachrul: 600 WNI Eks Kombatan ISIS akan Dipulangkan ke Tanah Air
Menag
Menteri Agama Fachrul Razi

BintangEmpat.Com – Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan sebanyak 600 WNI yang sempat bergabung dalam kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), akan dipulangkan ke Tanah Air dari Timur Tengah.

Informasi tersebut diterima Fachrul dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Proses pemulangan mereka akan terwujud, kata Fachrul, dalam waktu dekat.

Sungai Jompo Meluap Warga Kawatir Banjir

Menurut Fachrul, pemerintah tetap menerima mereka kembali karena Indonesia memiliki kewajiban untuk mengawasi dan membina ratusan WNI yang sempat tergabung ke dalam ISIS.

“Sekarang mereka terlantar di sana dan karena kepentingan kemanusiaan minta dikembalikan ke Indonesia itu termasuk kewajiban kita bersama untuk mengawasinya dan membinanya.

Penghina Wali Kota Surabaya Ditangkap Polisi

Mudah-mudahan mereka bisa kembali menjadi warga negara Indonesia yang baik,” ujar Fachrul dalam pidato sambutannya di acara Deklarasi Organisasi Kemasyarakatan Pejuang Bravo Lima (PBL), Discovery Ancol Hotel, Jakarta Utara pada, Sabtu (1/2).

Lalu, apa rencana pemerintah untuk membina kembali ratusan WNI yang secara sukarela pernah meninggalkan Indonesia untuk bergabung dengan ISIS?

Polisi Panggil PD Muhammadiyah Jember Soal Surat Tantangan Debat Ke Jamaah NU

600 WNI bergabung dengan ISIS untuk membangun negara mengatasnamakan khilafah

Fachrul menjelaskan 600 WNI yang sempat tergabung ke dalam ISIS itu semula percaya ingin membangun sebuah negara yang mengatasnamakan konsep khilafah di Timur Tengah.

Bahkan, pada awal bergabung, mereka sudah membuang dan membakar paspor. Hal itu bisa diartikan mereka sudah tak lagi menyandang status WNI dan membuang identitas resminya.

PWI Jember Kecam Ucapan Kasar Bupati Lumajang

Namun, usai ISIS berhasil dikalahkan, ratusan WNI itu kini terlantar. Atas nama kemanusiaan, mereka kemudian meminta agar bisa dipulangkan ke Tanah Air.

Fachrul pun memastikan ketika ratusan WNI itu tiba di Tanah Air, maka mereka akan dibina. Tidak disebut bagaimana cara membina ratusan WNI yang sudah terpapar paham radikal tersebut.

Perusakan Masjid Al-Amin Dipicu Penertiban Warung Miras

600 WNI Eks Kombatan ISIS akan Dipulangkan ke Tanah Air

“600 orang yang sekarang tersesat di ISIS di Timur Tengah. Beberapa dulu tergabung di ISIS untuk mendirikan negara yang mereka namakan khilafah. Mereka sebagian besar membakar paspor Indonesia karena merasa sudah dekat ke Tuhan. Sekarang mereka terlantar di sana,” ujar Fachrul.

(*)

Ada Kelompok Terafiliasi ISIS Di Papua

 

 

Redaksi, Jakarta – Ada kelompok terafiliasi ISIS di Papua. Yakni kelompok pemberontak bersenjata, kelompok pemberontak politik, dan kelompok klandestin atau rahasia.

SOROT: Veronica Koman Diburu Interpol

“Perlu kami jelaskan kelompok di Papua ini ada tiga kelompok, yaitu kelompok pemberontak bersenjata, kelompok pemberontak politik dan kelompok pemberontak klandestin,” jelas dia, dikutip dari kompas.com, (5/9/2019).

Ryamizard pun mengatakan TNI dan Polri harus selalu siap bersinergi untuk mempertahankan NKRI serta bijak menghadapi kelompok-kelompok. (*)

 

*Redaksi.