Arsip Tag: Jawa timur

Peti Jenazah Gus Sholah Diangkat Empat Pejabat Utama Forkopimda Jawa Timur

Peti Jenazah Gus Sholah Diangkat Empat Pejabat Utama Forkopimda Jatim

BintangEmpat.Com – Peti jenazah Pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah tiba di Bandara Juanda pukul 11.00 WIB, Senin (3/1/2020).

Empat pejabat di wilayah Jawa Timur, langsung mengangkat peti jenazah ke ambulance Polda Jatim.

Mereka yakni, Kapolda Irjen Luki Hermawan dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe mengangkat peti jenazah menuju ke ambulance Polda Jatim.

Selain itu Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, Danpus Penerbal, Danlanudal dan Dansat Brimob Polda Jatim Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika tampak di lokasi.

Khofifah
Tangis Istri tercinta Gus Solah dipelukkan Khofifah (Gubernur Jatum)

Sementara Gubernur Khofifah Indar Parawansa membawa bingkai foto Gus Sholah didampingi istri Ny Farida Gus Sholah dan anak-anaknya.

Wajah Khofifah tampak sedih dengan berurai air mata dan sesunggukan. Terdengar suara dzikir, tahlil dan tahmid dan kalimah ‘La ilaha illallah’ keluar dari mulutnya.

Muhammadiyah Berduka

“La ilaha illallah, La ilaha illallah,” ucap Gubernur Khofifah sembari berjalan menuju ambulance.
Sementara itu tampak pula keluarga Gus Sholah mengiringi peti jenazah dimasukkan ambulance dan penjagaan di lokasi.

 

Terlihat kesedihan Gubernur Jawa Timur dari status WhatsAppnya, dicaption oleh BintangEmpat.Com, diserta tulisan.

“Jenazah Kyai Salahuddin telah diberangkatkan ke Tebuireng. Pak Pangdam dan Pak Kapolda ikut menandu jenazah beliau. Allahummaghfir lahu war hamhu wa’afihi wa’fuanhu” , tulis status WhatsApp Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (*)

 

Berdalih Kesurupan Lakukan Pemerkosaan

BintangEmpat.com, Jawa Timur – Warga Dusun Tumpangsari, Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang di gegerkan adanya percobaan pemerkosaan, Kamis (16/05/2019).

Pelaku Sholikin melakukan percobaan pemerkosaan kepada seorang wanita sebut saja bunga, warga Dusun Tumpangsari, Desa Poncokusumo.
Sholikin ternyata masih mempunyai hubungan saudara dengan bunga, ia merupakan saudara sepupu bunga.

VIRAL : Potongan Kaki Gegerkan Kota Malang

Irwan, selaku Kepala Desa Poncokusumo saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan jika ada warganya yang melanggar hukum, ia harus diproses secara hukum pula.

“Lho lek warga ku melanggar hukum yo cek di proses hukum, gak popo lek dilaporno, lan terbukti salah, terus maneh bukti lan saksi kudu jelas (lho, kalau warga saya melanggar, ya biar di proses secara hukum, tidak apa-apa kalau mau dilaporkan dan terbukti salah, terus lagi bukti dan saksi harus jelas),” ucap kepala desa.

“Dan itu sudah ada perdamaian di kediaman kasun, membuat pernyataan, dan itupun waktu itu saya sedang ke Jakarta” tutup kepala desa.

Kuasa hukum dari pihak korban, Dwi Indrotito Cahyono, S.H menyampaikan, “Kalau memang permintaannya seperti itu ya kita dampingi untuk melapor ke PPA Polres Malang, dan nanti kita lihat perkembangannya” pungkasnya.

Baca juga : Pelaku Mutilasi Di Malang Tertangkap

Yudi selaku Kasun Tumpangsari juga menyampaikan “Sudah ada kesepakatan bersama siapa yang menutut, ini ada pernyataannya, dan memang saat itu ada disaksikan korban dan Sholikin. Intinya surat peryataan tersebut biar ada efek jera bagi pelakunya dan biar tidak mengulang perbuatanya lagi” ucapnya.

“Dan surat pernyataan kami buat di kediaman saya, tidak dikantor desa. Karena waktu itu kepala desa sedang ke Jakarta, dan nanti di kumpulkan lagi kalau kurang jelas biar tau semuanya” tutup kepala dusun.

Anggota TNI Dikeroyok Tukang Parkir

Sementara itu orang tua korban, Sumarmi saat ditemui menyampaikan “Saya tidak terima atas kejadian yang menimpa anak saya ini. Saat itu kejadian di tanah Simpar di kebun jeruk, anak saya di suruh bekerja satu hari saja katanya di kebun tomat, ternyata bukan di kebun tomat melainkan di kebun jeruk. Kemudian Solikin nunggu istrinya yang saat itu katanya ngantarkan anak sekolah ternyata sampai siang tidak datang. Solikin sendiri saat ditanya oleh perangkat desa mengenai hal tersebut bilangnya kesurupan,” terangnya.

“Masak kesurupan anak saya diseret, ya terus dia minta tolong lari ke arah timur rumah saudaranya, tapi waktu itu saudaranya tidak ada di tempat karena ngantar anaknya sekolah, tapi beruntung ada anak menantu yang berkunjung dan mengetahui bunga minta tolong. Kemudian anak saya diantar pulang ke rumah sama adik iparnya,” imbuh Sumarmi.

 

Perbuatan melanggar hukum percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh Solikin terhadap bunga bisa dikenakan pasal 285 KUHP Jo pasal 53 ayat (1) KUHP. (nart/ tara)

Dijebak Prostitusi Online, Polda Jatim Angkat Bicara

Dugaan artis berinisial VA dan AS terlibat Prostitusi Online
Dugaan artis berinisial VA dan AS terlibat Prostitusi Online.

Bintangempat.com, Surabaya, Jawa Timur- Penangkapan Artis berinisial VA dan AS Terkait kasus Prostitusi Online pada 5 Januari 2019 kemarin yang dilakukan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menuai apresiasi dari masyarakat.

Sukoco (Kiri), dan masyarakat memberikan Apresiasi kepada Polda Jatim terkait Pengungkapan Prostitusi Onlin
Sukoco (Kiri), dan masyarakat memberikan Apresiasi kepada Polda Jatim terkait Pengungkapan Prostitusi Online.

Sukoco mengatakan, “saya memberikan apresiasi kepada Polisi telah bekerja secara profesional karena telah mengungkap kasus Prostitusi Online, Bongkar seakar-akarnya biar enyah dari bumi pertiwi ini”, terangnya.

Namun ada juga beredar isu di masyarakat bahwa artis tersebut dijebak, menanggapai hal ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Lucky Hermawan melalui Kabid Humas Polda jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera angkat bicara.

Kombes Pol Frans Barung Mangera, S.I.K, Kabid Humas Polda Jatim
Kombes Pol Frans Barung Mangera, S.I.K, Kabid Humas Polda Jatim

Melalui WhatsApp (WA) Pribadinya, Kombes Pol menerangkan, “Ngak ada itu memang ybs melakukannya bukan kali ini data ada pada kita kalau ybs mau berpolemik kita akan buka data”, tulis Kombes Pol Frans Barung Mangera Kepada kami melalui WA.

(Pimpinan Redaksi).

Heboh… KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 8 orang tersangka terkait dengan dugaan penerimaan hadiah dan janji oleh pajabat Kementerian Pekarjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR)

Bau Tidak Sedap Tercium Di Samsat Magetan Dan Ponorogo

“Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi menerima hadiah atau janji oleh Pejabat di KemenPUPR terkait proyek-proyek Pembangunan SPAM di KemenPUPR Tahun Anggaran 2017-2018,” ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (30/12/2018) dini hari.

BintangEmpat.com, Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 8 orang tersangka terkait dengan dugaan penerimaan hadiah dan janji oleh pajabat Kementerian Pekarjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) dalam pelaksanaan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2017-2018.

Diduga sebagai pihak pemberi, KPK menetapkan Direktur Utama PT WKE  (Wijaya Kesuma Emindo) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT TSP (Tashida Sejahtera Perkasa) Irene Irma, dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo, sebagai tersangka. Kemudian diduga sebagai pihak penerima, ada Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Waro Kustinah, Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Saut menjelaskan, Anggiat, Meina, Nazar, dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait dengan proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1 dan Katulampa. Dua proyek Iainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana Donggala, Palu, Sulawesi Tengah.

“Anggiat menerima Rp350 juta dan USD5000 untuk pembangunan SPAM Lampung dan Rp500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur,” jelas Saut.

Kemudian, Meina menerima Rp1,42 miliar dan SSD22.100 untuk pembangunan SPAM Katulampa. Nazar menerima Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. “Terakhir Donny menerima Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1,” ungkap Saut. Saut menerangkan, lelang diatur sedemikian rupa untuk dimenangkan oleh PT WKE dan PT TSP yang dimiliki oleh orang yang sama. PT WKE diatur untuk mengerjakan proyek bernilai di atas Rp50 miliar, PT TSP diatur untuk mengerjakan proyek bernilai di bawah Rp 50 miliar. Pada tahun anggaran 2017-2018, lanjut Suat, kedua perusahaan ini memenangkan 12 paket proyek dengan total nilai Rp429 miliar.

Proyek terbesar adalah Pembangunan SPAM Kota Bandar Lampung dengan nilai proyek Rp210 miliar. “PT WKE dan PT TSP diminta memberikan fee sebesar 10 persen dari nilai proyek. Fee tersebut kemudian dibagi 7 persen untuk Kepala Satuan Kerja, den 3 persen untuk Pejabat Pembuat Komitmen,” ujar Saut. “Praktiknya, dua perusahaan ini diminta memberikan sejumlah uang pada proses lelang, sisanya saat pencairan dana dan penyelesaian proyek,” imbuhnya.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Budi, Lily, Irene, dan Yuliana disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. Sebagai pihak yang diduga penerima, Anggiat, Meina, Nazar, dan Donny disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Pim).

#kpk

#spam

#kuhp

#pt wke

#pt tsp

#pipa

#lampung

#jatim

#pasuruan

 

*Sumber dari tribunnews.com. http://m.tribunnews.com/amp/nasional/2018/12/30/kpk-tetapkan-8-tersangka-kasus-suap-pembangunan-spam-pada-kementerian-pupr?page=2