Arsip Tag: jember

Covid 19 Resahkan Warga Jember

Foto: kondisi ekonomi para pedagang disekitar wisata Papuma

BintangEmpat.Com – Apalah arti masyarakat bagi kaum elit pemerintahan pada khususnya Pemerintahan Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Sejak presiden republik Indonesia, Jokowi Dodo yang akrab disapa Jokowi, memberi himbauan tentang pencegahan penularan wabah yang menimpa pada bangsa ini yaitu COVID – 19 .

Sebagaimana perturan yang ditetapkan oleh presiden tersebut juga dialami dan dipatuhi oleh semua masyarakat Jember pada khususnya warga atau pedagang yang berjualan di pantai wisata Papuma.

Sebagaimana keterangan warga sekitar yang merasa dampak wabah COVID – 19, sangat kesulitan untuk mencari nafkah untuk para keluarga masing-masing sehingga mereka melakukan aktifitas seadanya, untuk menyambung hidup dan memberi nafkah pada masing masing keluarga.

Poster Habib Rizieq Tak Mempan Dibakar Malah Dipampang Di Markas FPI

“Dengan adanya himbauan dari presiden kami para warga tidak bisa berjualan di pantai wisata Papuma, sedangkan untuk menyambung hidup, kami mencari penghasilan, hanya bisa berjualan di pantai wisata papuma, karena dengan adanya COVID – 19, sampai sekarang kami dan warga sini mencari nafkah, untuk mengikuti perahu nelayan mencari ikan dilaut”, ujar salah satu warga yang mempunyai warung makanan yang berada di pantai wisata Papuma, (7/8/2020).

Lanjut, sebagaimana keterangan salah satu warga, sampai saat ini pantai wisata Papuma masih belum beroprasi atau dibuka, oleh pemerintah yang berada di Kabupaten Jember, padahal para warga (pedagang ) sudah berulang-kali dikumpulkan dan diadakan rapat untuk membuka kembali pantai wisata Papuma, yang berada di daerah Desa Lojejer, Kecamatan, Wuluhan, Jember.

Dan dalam keadaan New Normal saat ini pantai wisata Papuma masih keadaan tutup, padahal menurut keterangan warga semua pencegahan-pencegahan sudah sangat di sediakan , diantara fastavel untuk cuci tangan dan alat pengetesan suhu badan bagi semua para wisatawan yang mau masuk ke pantai wisata Papuma.

Dan sehingga dari team Dinkes, team pencegahan wabah virus COVID – 19 telah turun untuk memeriksa keadaan pantai wisata Papuma dan menjajikan untuk membuatkan surat untuk layaknya pantai wisata Papuma untuk dibuka kembali dan beroprasi seperti hari biasa waktu keadaan normal.

Baca juga: Gempar… Budi Djarot Angkat Bicara Soal Poster Habib Rizieq

Tetapi sampai saat ini warga dan pedagang yang berjualan di pantai wisata papuma tidak mendapatkan jawaban kepastian dari pemerintah yang berada di Jember.

“Sehingga para warga dan para pedagang mengatakan apabila dalam satu Minggu terhitung sejak hari Jumat, (7/8/2020), pemerintah Jember tidak bisa memberi solusi untuk membuka pantai wisata Papuma, maka dengan terpaksa semua warga di sekitar pantai papuma akan membuka paksa dan berjualan di pantai wisata tersebut”, ujar para warga dan pedagang yang berada di pantai wisata Papuma.

“Dan apabila Pemerintah Jember tidak menuruti perkataan warga dan pedagang, maka Pemerintah Jember harus bertanggung jawab atas ketidak-adilan kepada warga pada khususnya pedagang yang terdampak PSBB, karena menurut warga semua wisata yang berada di kab, Jember sudah dibuka ya dan menjalankan aktifitas semuala”, ancam warga dan pedagang Papuma.

Dan dengan protes warga dan pedagang yang berada di Papuma, warga segera mengirim surat pemberitahuan dan permohonanya kepada Bupati Jember, hingga tembusan kepada para intansi dan presiden RI yang akan dikirim besok pada hari Senin (10/8/2020). *Anton Raja Ahmad.

Jember Darurat Corona

BintangEmpat.Com – Usai gelar Rapat Koordinasi (rakor) dengan sejumlah fihak terkait, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember tetapkan status tanggap darurat virus Corona (Covid-19).

Keputusan Status tersebut seiring dengan perkembangan penyebaran COVID-19 di Jember dan mengikuti Status Nasional.

Demikian disampaikan Bupati Jember, dr Hj Faida, MMR usai rapat koordinasi bersama Forkopimda, MUI, NU, Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia, juga Muslimat NU, Fatayat NU, tokoh agama dan tokoh masyarakat  Kamis (26/3/2020) malam.

Fatwa MUI Jember
Fatwa MUI Jember

Penerapan status ini berlaku sejak 26 Maret 2020.  Selama penerapan status ini diharapkan seluruh kegiatan sosial, budaya, keagamaan dan sejenisnya yang melibatkan orang berkumpul dalam jumlah yang banyak agar ditunda atau ditiadakan, dan cukup dilakukan di rumah untuk sementara.

“Dalam Kondisi darurat Corona, manakala ada pasien positif maka yang berhak mengumumkan adalah juru bicara negara, ketika pusat mengumumkan di Jember dan positif maka Jember akan kita rubah statusnya menjadi KLB, kondisi kita hari ini belum KLB, tetapi darurat covid-19,”  Kata Bupati.

Namun Faida meminta seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan, namun diminta meminimalkan aktivitas di luar rumah, serta menghindari kerumunan. Pada kesempatan itu juga ditegaskan bahwa saat ini belum ada masyarakat yang positif terkena Covid-19.

“Untuk itu hari ini saya membuat surat edaran ke seluruh desa, agar membuat status darurat corona dan mengikuti instruksi dari kementerian desa untuk  membuat satgas darurat COVID-19 agar dapat menangani kedaruratan secara serentak, dan mengintruksikan setiap desa membuat pergeseran anggaran desa untuk kebencanaan,” katanya.

Biasanya pada Hari Kamis malam Jumat Jumat, Lanjutnya, banyak kegiatan keagamaan dan besok penyelenggaraan shalat Jumat, agar tidak menjadi polemik di masyarakat Umaro dan ulama duduk bersama untuk membuat panduan yang jelas agar masyarakat tidak bingung.

“Pada keadaan darurat, berkumpul di masyarakat akan menyebabkan risiko penularan yang luar biasa, maka berdiam di rumah adalah yang paling baik, untuk itu kami menyikapi pada kondisi kita ini belum KLB maka masjid-masjid yang memenuhi standard-standar prosedur masih diijinkan menyelenggarakan shalat Jumat”, jelas Faida.

Namun untuk detailnya dirumuskan bersama MUI untuk menjadi panduan di setiap masjid, jarak 1 meter jamaah itu menjadi satu standar, untuk menghindari penularan, lantai Masjid  tidak lagi boleh pakai karpet dan diberi tanda jarak 1 meter, manakala status meningkat KLB, maka kegiatan-kegiatan ini mengikuti prosedur KLB tidak lagi seleluasa seperti saat ini,” lanjutnya.

Faida menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah bekerjasama dengan baik. “Kita ingin wabah di Jember cepat teratasi agar perekonomian segera pulih, kita jaga dan jangan sampai lengah, karena kalau tak terkendali, kerugian dan risiko besar yang didapat”, harapnya.

Sedangkan untuk detailnya terkait bagaimana terkait pengelolaan kegiatan sosial keagamaan secara rinci  akan disampaikan Majelis Ulama Indonenesia (MUI)  jember, sedangkan bagian Pemerintah Kabupaten Jember mengenai prosedur-prosedur kesehatan. (eros).

KPK Lakukan Penyelidikan Di Jember

Lihat Youtube Kami

BintangEmpat.Com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Indonesia Dicoret Dari Negara Berkembang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan tengah menangani perkara di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Kongkalikong Oknum Kades, Mulai Hamili Warganya Hingga Penjarakan Wartawan

Perkara tersebut kini telah memasuki tahap penyelidikan.“Iya (sudah penyelidikan),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat ditanya soal penanganan perkara di Jember, Rabu (25/2/2020).

Pelaku Pembunuhan Mertua Sekda Lamongan, Leher Ditusuk Tiga Kali

Ali juga tidak menjelaskan rinci soal perkara yang dimaksud. “Masih penyelidikan,” ujar Ali.

Pungutan Liar Di Samsat Disorot LBH PETA

(*)

Arsitek RS Khusus Corona di Wuhan, Lahir dan Sekolah di Jember

Huang Xiqiu, Arsitek RS Khusus Corona di Wuhan yang Lahir dan Sekolah di Jember

BintangEmpat.Com – Kecepatan Pemerintah China dalam membangun rumah sakit khusus untuk menangani wabah virus corona menjadi perhatian dunia.

Di balik cepatnya pembangunan yang hanya berlangsung 10 hari, ada nama Huang Xiqiu, yang merupakan sang arsitek.

Siapa sangka, Huang Xiqiu adalah pria kelahiran Jember, Jawa Timur. Di kota tembakau ini, Huang Xiqiu belajar di Chung Hua School atau Sekolah Tionghoa di jalan Lanasan, yang sekarang menjadi Jalan Untung Suropati, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Soal Kerja Sama Pemerintah Dengan Media Pers

Masa pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama Huang Xiqiu dihabiskan di Jember.

“Karena di Jember tidak ada SMA, setelah lulus dia pindah ke Surabaya,” kata mantan guru Chung Hua School, kata Iwan Natawidjaja dilansir dari Kompas.com saat ditemui di rumahnya, Jumat (7/2/2020).

Menurut dia, orang tua Huang Xiqiu memang berasal dari China dan merantau ke Indonesia.
“Saat itu, orangtuanya sebagai seksi pendidikan di Chung Hua School,” kata Iwan.

Polemik Yayasan Imam Syafii Polisi Tinjau Lokasi

Menurut Iwan, tak heran jika Huang Xiqiu menjadi arsitek di balik rumah sakit khusus virus corona tersebut, karena lahir dari orang yang berpendidikan juga.

Meskipun tidak pernah bertemu langsung dengan Huang Xiqiu, Iwan mendapat cerita dari beberapa temannya yang juga sahabat dari Huang Xiqiu.

“Saya mengajar di sekolah Tionghoa itu, Huang Xiqiu sudah berangkat ke Surabaya,” kata Iwan.

Soal Pemulangan WNI Eks ISIS, Jokowi: Saya akan bilang tidak

Iwan sendiri mengajar olahraga di Chung Hua School pada sekitar 1958.
Sementara, Huang Xiqiu sudah lulus SMP di sekolah tersebut sekitar 1957 dan pindah ke SMA di Surabaya.

“Saya hanya mengajar dua adiknya Huang Xiqiu, yakni Wang Sik Sin dan Wang Siang In,” kata Iwan.
Sekarang, kedua adik Huang tersebut juga berada di China.

Risma: Kalau Saya Kodok Berarti Ayah Dan Ibu Saya Kodok

Dikenal cerdas

Iwan yang kini berumur 81 tahun tersebut mengatakan, Huang Xiqiu memang dikenal sebagai sosok yang cerdas, rajin belajar, sederhana dan tidak terlalu banyak bicara.

“Yang saya baca dari Huang Xiqiu, sedikit bicara, namun banyak kerja,” tutur Iwan.

Bahkan, Huang Xiqiu juga pernah sebagai ketua asosiasi murid di Sekolah Tionghoa.
Chung Hua School sendiri berdiri pada 1910, dan dimiliki oleh tokoh Tionghoa di Jember, yakni di bawah yayasan Tionghoa Hwee Koan.

Empat Perwira Polisi Berpangkat AKBP Dicopot Dari Jabatan Karena Diperiksa Propam

Lalu, pada 1966, sekolah ditutup karena kondisi politik yang tidak kondusif saat itu.
Sebelumnya, Pemerintah China membangun rumah sakit khusus untuk wabah virus corona di Wuhan selama 10 hari.

Arsitek di balik pembangunan itu adalah Huang Xiqiu yang pernah mengeyam pendidikan di Jember.

Rumah sakit tersebut dilengkapi dengan fasilitas medis yang sangat memadai dengan 1.000 tempat tidur. (*)

Isak Tangis Polemik Sengketa Tanah Di Jember

“ Saya adalah Polisinya Rakyat, Saya ini digaji oleh Rakyat, maka Saya wajib berbakti kepada masyarakat ”

Foto: Tukimin, Tokoh Masyarakat Ketajek. Polemik Sengketa Tanah Di Jember, warga menangis dipelukan Kapolres Jember.
Foto: Tukimin, Tokoh Masyarakat Ketajek. Polemik Sengketa Tanah Di Jember, warga menangis dipelukan Kapolres Jember.

Jawa Timur – Berbagai momen suasana tangis haru, tawa bahagia hingga ungkapan terima kasih mewarnai penyambutan kedatangan AKBP. Alfian Nurrizal, S.H,S.I.K, M.Hum di Kantor Koperasi Ketajek Makmur, Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jember. Sabtu Siang (28/12/2019).

Tepat Pukul 10.00 Wib, rombongan Pejabat Utama Polres Jember, bergerak dari Mapolsek Panti. Mereka mengendarai Kendaraan Trail, menyusuri jalan bebatuan yang masih basah bekas disirami hujan. Perjalanan memasuki kawasan Ketajek melewati jalan berliku menanjak tajam. Di tepian hutan herjajar hamparan pohon dan semak belukar hijau alam perbukitan. Sesekali menjumpai aliran sungai jernih menyuguhkan pemandangan yang masih alami.

Kantor Pendopo Jenggawah Ambruk Timbun Pemuda

Perjalanan yang tak membosankan, membius rasa lelah hingga membuat tertantang orang nomor satu Kepolisian di Jember untuk menjelajah hutan hingga tiba ke tujuan.

Ratusan orang warga berpakaian hitam bergambar sosok Alfian Nurrizal, yang bertuliskan slogan ” Jegeh Apike Jember ” terlihat memadati wilayah kehandran besaran. Dari wajah mereka tergambar sebuah cita-cita yang lama terpendam.

Mereka sedang menunggu kedatangan rombongan Polres Jember untuk bersama-sama merayakan Tasyakuran. Ini merupakan sebuah penanda sejarah yang ingin diluapkan dalam bentuk rasa syukur dan doa bersama. Kerena, butuh melampaui waktu hampir seperempat abad bagi rakyat ketajek untuk berjuang dengan keringat dan air mata agar dapat menyelesaikan persoalan sengketa tanah Ketajek antara ahli waris, Pihak PDP dan Koperasi Ketajek Makmur.

Entah sampai kapan cita-cita mencapai pada titiknya, namun demikian hal itu tak terlepas dari peran penting Alfian Nurrizzal, yang telah membantu mereka memberikan secercah harapan. Bukan hal mudah untuk menemukan solusi dari sebuah persoalan yang panjang, rumit dan berliku. Namun ternyata lewat kepiawaian sosok Kapolres Jember, penyelesaian persoalan tanah Ketajek berujung pada sebuah titik temu.

Rasa haru tak terelakkan, saat pria rupawan Lulusan Alumni Akpol 2000 tiba di lokasi. Tampak, seorang pria paruh baya berlari kecil mendatangi Kapolres Jember. Sejenak Ia menatap dengan sorot mata berkaca-kaca. Lalu, Ia tak segan memeluk erat Kapolres. Melepaskan pelukan hanya untuk sekedar memandang kembali. Isak tangis yang tertahan pun pecah.

“ Kami masyarakat Ketajek tidak bisa membalas kebaikan bapak, hanya bisa mendoakan bapak. Ini adalah sejarah yang tidak Kami lupakan. Kami belum bisa membanggakan, mudah-mudahan Allah yang membalas nasib baik Bapak sebagai pengabdi bangsa dan Negara yang bisa melindungi dan melayani masyarakat’, ungkap Tukimin Tokoh Masyarakat Ketajek.

Wagiman, yang juga warga Ketajek, mengapresiasi cara kerja Alfian, pasalnya tidak mudah untuk menyelesaikan polemik sengketa tanah ini. ” Tidak mudah menyelesaikan sengketa ini, masalah ini sudah bertahun-tahun, karena ada tiga pihak yang beda pandang, namun kedatangan polisi ini membuat kami bahagia karena ada titik temu, ” ujar Wagiman.

Sementara itu Kapolres Jember mengaku terharu dan tersanjung atas penyambutannya. Menurutnya, Desa Pakis memiliki sumber daya alam yang melimpah. Ini adalah hak yang seharusnya dinikmati oleh petani dan rakyat setempat. Hal ini yang harus bisa di rasakan masyarakat.

“ Saya adalah Polisinya Rakyat, Saya ini digaji oleh Rakyat, maka Saya wajib berbakti kepada masyarakat,” tegas Kapolres Jember.

Sorot Malapraktik Dokter RSUD Dr Sosrodoro Bojonegoro

Polemik Sengketa Tanah Di Jember

“ Disini Kita bisa lihat, masyarakat begitu membutuhkan kehadiran Polisi, tentunya Kita harus mampu memberikan problem solving sehingga masyarakat bisa merasakan hidup yang aman, tentram, sejahtera dan lebih bahagia lagi,” pungkasnya. ( Red. Hadi Poernomo @Humas Polres Jember ).

Curiga Disantet Tiga Rumah Dibakar

Jawa Timur – Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP. Alfian Nurrizal,S.H,S.I.K, M.H mengarahkan jajarannya agar merespon cepat dalam  menangani kasus pembakaran 3 rumah milik Keluarga Sulikandi  Warga RT 28 Rw 07 Dusun Junggrang Desa Patempuran Kecamatan Kalisat Jember.

Baca: Nenek 65 Tahun Diperkosa Kapolres Jember Turun Tangan

Berkat Kerja cerdas dan cepat Jajaran Kepolisian Sektor Kalisat akhirnya membuahkan hasil dengan ditangkapnya seorang pelaku, selang 9 Jam setelah kejadian pada pukul 11.00 Wib. Minggu (15/12/2019)

Tersangka AR ( 38 )  yang berperan sebagai eksekutor pembakar rumah, ditangkap Tim Buru Sergap Satuan Reserse Krminal di hari yang sama, sekira Pukul. 20.00 Wib. Sementara itu  BR  dinyatakan masih buron, dan masih dalam pengejaran petugas.

Baca: Polri Berduka Satu Anggota Brimob Gugur Baku Tembak Di Poso

“ Pelaku sudah kami amankan, Ia tidak lain adalah tetangga RT dari rumah Korban. Pada waktu kejadian Tersangka AR dibonceng oleh BR mengunakan  Sepeda Motor Suzuki Shogun tanpa plat nomor mendatangi rumah Sulikandi Al. P. Ririn”, Ujar Kapolsek Kalisat AKP. Sukari, S.H,M.H.

“ Setiba disana, karena tidak bisa bertemu korban. Akhirnya mereka meluapkan emosinya. Tersangka AR melemparkan batu ke kaca cendela. Lalu Ia mengambil kulit kelapa kering dan dibakar dengan korek api gas yang dibawanya. Kulit kelapa yang sudah dalam keadaan menyala kemudian di taruh ketumpukan kain yang berada di ruang tamu korban, “ Imbuhnya.

Akibatnya, api menjalar cepat ke dinding bambu rumah ( gedhek ). Api semakin membesar dan tidak terkendali dan merembet dua rumah milik keluarganya, hingga menghanguskan 3 rumah sekaligus.

Baca: Kantor Pendopo Jenggawah Ambruk Timbun Pemuda

Lebih lanjut, Kapolsek mengatakan sesuai hasil pemeriksaan, diketahui motif Tersangka AR adalah dendam dan curiga akan disantet. Awalnya, Ia bermaksud melakukan kekerasan terhadap Korban. Karena target yang dicari tidak ketemu, Tersangka melampiaskan emosinya dengan cara membakar rumah korban.

Curiga Disantet Tiga Rumah Dibakar

Kini Tersangka sudah diamankan Polisi dan mendekam di balik jeruji besi. Ia dijerat Pasal 187 ayat (1) ke 1e KUHPidana, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

( Redaksi – Hadi Poernomo )

SOROT Video Mesum Staf Kecamatan Di Malang Diduga Pelakunya Bertetangga Sudah Berkeluarga

Kantor Pendopo Jenggawah Ambruk Timbun Pemuda

Foto: Kapolres Jember bopong pemuda yang tertimbun atap pendopo.

Redaksi BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Selasa Siang (03/12/2019) Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jember AKBP. Alfian Nurrizal, S.H, S.I.K, M.Hum mengunjungi lokasi ambruknya kantor pendopo Kecamatan Jenggawah yang masih dalam tahap proses pembangunan.

Ambruknya bangunan pendopo ini terjadi pagi hari tadi sekira pukul 08.30 Wib. Akibatnya, satu orang korban tertimpa atap kerangka galfalum yang roboh.

Baca: Remaja Mabok Dihukum Istigfar Berjamaah

Usai ditemukan ada korban tertimbun, Muhammad Hafid (26) Warga Kelurahan Jubung Kecamatan Sukorambi harus dilarikan ke Puskesmas Jenggawah untuk segera mendapat pertolongan dan perawatan intensif.

Didampingi Camat Jenggawah, Kapolsek Jenggawah dan Kasat Reskrim setelah
meninjau TKP (Red. Tempat Kejadian Perkara). Kapolres Jember langsung mendatangi puskesmas untuk melihat kondisi Korban.

Baca: Gedung SD Jamintoro Nyaris Roboh Kapolres Jember Pasang Tenda

Kepedulian sosial dan perhatian khusus diberikan kepada korban Muhammad Hafid. Bentuk rasa empati kemanusiaan AKBP. Alfian Nurrizal dilakukannya dengan membagikan santunan dan tali asih kepada pasien dan keluarganya.

Tak cukup hanya memberi. Sifat murah hati dan ringan tangannya juga Ia tunjukkan dengan ikut membantu mengangkat pasien yang sedang menjalani perawatan medis.

Baca: Polres Jember Bekuk Pencuri Spesialis Rumah Kosong

” Semoga bermanfaat dan dapat membantu meringankan beban keluarga korban yang tertimpa musibah,” tutur Alfian, pria yang mempunyai wajah keartisan ini.

Kantor Pendopo Jenggawah Ambruk

Sementara itu terkait laporan kejadian ambruknya rangka atap Kantor Kecamatan Jenggawah, pihaknya masih bekerja di TKP. ” Mohon waktu, Kami masih perlu perdalam penyelidikan, ” pungkasnya. (Redaksi)

JCW Dan BPNRI Angkat Bicara Dugaan Pungli Di Samsat

Baca: Dugaan Pungli Di Samsat Disorot LBH PETA

BintangEmpat.com, Surabaya, Jawa Timur-  Hukum harus ditegakkan, bila  berita itu benar adanya, maka istilah HOAX jangan dijadikan dalil lagi untuk menepis perbuatan melanggar hukum yaitu  pungli (pungutan liar), karena itu justru akan memalukan dan tidak mendidik pada bangsa ini.

Saat ini kita memang harus waspada terhadap berbagai  pemberitaan yang beredar dimasyarakat, bila berita itu tidak ada dasar hukum dan tidak ada sumber yang jelas, memang perlu kita pertanyakan, tetapi kalau itu  sumbernya jelas-jelas Informasi dari Masyarakat, seharusnya pejabat publik merespon dengan baik dan tidak menganggapnya bahwa itu adalah  sebuah berita  hoax.

Informasi dari masyarakat yang berkembang bahwa ada dugaan  pungli (pungutan liar) di Samsat Ponorogo, Madiun kota, Madiun Kabupaten, Jember, Katang, Trenggalek dan Magetan, ini harus di sikapi dengan cara yang arif dan bijaksana, karena bila informasi itu  ternyata benar adanya, bahwa di daerah tersebut ada dugaan pungli, maka tidak sepatutnya pejabat itu langsung mengatakan bahwa berita itu adalah HOAX.

Foto Stnk R4 yang dibuka blokir tanpa Ktp dengan nominal Rp 600.000
FStnk R4 yang dibuka blokir tanpa KTP dengan nominal Rp 250.000

Adanya pemberitaan dugaan pungli di Samsat Ponorogo, Madiun Kabupaten, Madiun kota, Magetan, Katang, Trenggalek dan Jember, kini jadi perhatian dan ramai diperbincangkan kusus-nya masyarakat Jawa Timur.

Melihat realita ini, Menurut Muzakkin Ketua Umum JCW (Jatim Corruption Watch) Provinsi Jawa timur, merasa terpanggil dan akan turun untuk melakukan Investigasi ke lapangan.

Menurut Muzakkin, dalam prosesnya JCW akan tetap husnudhon (baik sangka) dan mengedepankan praduga tak bersalah, namun  bila ternyata ditemukan ada indikasi yang mengarah pada perbuatan melawan hukum, benar ada praktek pungli, maka JCW beserta sederet  pengacaranya tak segan-segan akan  melaporkanya ke Polda Jatim agar oknum pejabatnya  segera diproses ke meja hijau.

Foto Stnk R4 yang dibuka blokir dengan nominal Rp 600.000
Struk Bapenda yang dibuka blokir dengan nominal Rp.600.000

Bagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, seharus-nya melakukan Investigasi atas informasi Masyarakat yang berkembang, Bapenda Jatim kan punya data-nya, Adpel atau Pimpinan Samsat seperti itu perlu dipertimbangkan lagi untuk dijadikan pemimpin.

Masyarakat merasa takut melaporkan Pungli, mereka tak mau bersaksi namun mereka hanya berani memberikan informasi kepada Media, hak mereka harus dihargai, Negara ini adalah negara hukum, jangan takut pada siapapun,” tutur-nya saat ditemui awak media di sekretariat JCW Jatim, (Sabtu 19/01/2019).

Lanjut Muzakkin, Pria yang juga Ketua Pusat BPAN RI (Badan Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia) menegaskan.

“Menjadi Pejabat publik itu jangan alergi dengan kritik dan pengawasan dari  masyarakat, kalau benar mengapa harus takut disorot, juga jangan sinis dan tersinggung dengan sorotan Wartawan dan LSM, sebab mereka dan masyarakat juga punya hak dan dilindungi hukum untuk mengawasi dan mengawal  jalannya pemerintahan, bila disuatu instansi mendapat informasi dari masyarakat dan media, bahwa telah  ditemukan adanya  indikasi yang mengarah pada  pelanggaran hukum baik pungli maupun korupsi, seharusnya pimpinanya senang, karena mengetahui boroknya, sehingga cepat tanggap segera instrospeksi dan evaluasi diri, benarkan informasi dari masyarakat itu, sebab  masyarakatlah  yang telah merasakan langsung telah terjadi pungli itu, berilah hak jawab secara profesional dan  apa adanya, sebab sebagai pejabat publik, bersikap  demikian itu  adalah pelanggaran etika, karena  wartawan dan LSM  juga melaksanakan tugas, dilindungi Undang-Undang untuk  menyambung lidah masyarakat demi mengawal proses pembangunan di Negeri ini”, bebernya.

“Akhir-akhir ini diakui atau tidak, diberbagai daerah telah banyak terjadi pungli dan korupsi uang negara, tidak sedikit dari pelaku-nya yang sudah   tertangkap, oknum yang lain-nya tinggal menunggu giliran saja, kita optimis suatu saat merekapun juga pasti akan tertangkap, karena orang yang telah berkhianat terhadap bangsa-nya dan mendholimi rakyat-nya pasti akan mendapat balasan, Allah  maha adil dan bijaksana, Siapa yang beramal jelek akan mendapat  balasan kejelekan  pula, Pepatah jawa   mengatakan, Becik ketitik, olo ketoro, Dalam peribahasa disinggung, Sepandai-pandai membungkus bangkai, suatu saat pasti akan tercium juga”, pesannya.

“Semoga tanggapan ini ada guna dan  manfaatnya, yang menjadi pejabat  bisa amanah, yang biasanya  melakukan  pungli dan korupsi agar segera berhenti dan tobat, kembali ke jalan yang benar yang di ridhoi Allah, agar bisa terus berjuang di jalan Allah demi negeri tercinta ini”, imbuh Muzaqqin.

“Selamat berjuang wahai LBH PETA, JCW Jatim, BPAN RI dan teman-teman Pers semua, kiprahmu ditunggu masyarakat, ayo terus maju berjuang demi mengawal pembangunan  Negeri ini, semoga Allah meridhoi-Nya, Aamiin”, pungkas-nya mengakhiri dengan tutur yang berwibawa. (Kiki/MM).