Arsip Tag: Madura

Anggota TNI Bacok Polisi Di Pamekasan

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Anggota TNI dari Kodim 0826 Pamekasan dengan inisial AS, membacok seorang polisi dari Polres Pamekasan, Imam Sutrisno (37) ,  karena menganggu istrinya.

Komandan Polisi Militer Pamekasan, Maskun menjelaskan, pembacokan berawal pada Selasa (10/12/2019), pukul 09.30 WIB, AS mendatangi Mapolres Pamekasan untuk menemui Imam. Namun, AS gagal bertemu karena Imam tidak ada di kantor.

Lihat YouTube Kami

 

“AS datang sendirian berseragam TNI lengkap ke Polres Pamekasan,” kata Maskun, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa.

Pukul 10.30 WIB, AS dan Imam akhirnya bertemu di sebuah rumah kosong di Jalan Sersan Mesrul milik Sunarto, setelah membuat janji.

Baca: 30 Tahun Idap Kusta Kapolres Jember Datangi Nenek Sumirah

Di rumah tersebut, AS hendak menyelesaikan secara damai persoalannya dengan Imam.
Namun, karena perbincangan semakin memanas, akhirnya AS membacok perut Imam menggunakan sangkur yang sudah dibawa AS.

Imam kemudian menderita luka di bagian perut sebelah kiri. Imam melarikan diri dari lokasi pembacokan ke arah timur.

Baca: Penghargaan Lagi, Polres Jember Raih WBBM 2019

Sekitar 30 meter dari lokasi pembacokan, Imam merampas motor milik warga dan membawanya lari. Imam kemudian tersungkur bersama motornya di depan Bank SPM di Jalan Abdul Aziz setelah menabrak pagar besi bank.

Pukul 11.30 WIB, oleh warga, Imam kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum dr H Slamet Martodirjo Pamekasan menggunakan ambulans.

Baca: Nenek 65 Tahun Diperkosa Kapolres Jember Turun Tangan

Di waktu bersamaan, AS langsung menyerahkan diri ke kantor Kodim 0826 Pamekasan di Kelurahan Lawangan Daya.

Anggota TNI Bacok Polisi Di Pamekasan

“AS tidak ada niat untuk melukai korban. Namun, saat negosiasi untuk mencari solusi, AS terpaksa melukai korban menggunakan pisau sangkurnya,” ungkap Maskun.

Baca: Duel Oknum TNI Dengan Polisi Di Madura

Terkait peristiwa ini, Polisi Militer Pamekasan terus melakukan koordinasi dengan Kodim 0826 Pamekasan dan Polres Pamekasan. (*)

Baca juga: Anggota TNI Tewas Dikeroyok Orang Berbadan Kekar

*(Sumber Redaksi)

 

Kapolres Jember: “Polisi Buncit Wajib Lari Siang”

Foto: Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal

Redaksi BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Apel pagi yang dilakukan Polres Jember dengan senam pagi diiringi musik dan dipandu seorang pemandu senam yang diikuti oleh seluruh jajaran tampak riang, pasalnya Riris seorang pemandu senam mengajak seluruh peserta senam mengikuti gerakannya.

Baca juga: Kapolri ‘Polisi Perut Buncit Hingga Ancam Copot Kapolres Dan Kapolda’

Menurut Riris senam pagi menyehatkan. “Senam pagi ini akan menyehatkan badan kita, lemak akan terbakar dan badan akan sehat”, ucap Riris wanita yang mempunyai badan ideal dan seksi, (29/11/2019).

Baca juga: Kapolres Minta Proyek, Kapolri: Laporkan Saya

Senada dengan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal, kesehatan itu penting. “Menjaga kesehatan seluruh anggota dan sesuai instruksi kapolri, tidak itu saja kusus bagi anggota yang buncit diwajibkan lari pada siang hari,” pungkas Alfian. *Red

Lihat YouTube Kami

Polisi Di Madura Edar Sabu Dipecat

 

Redaksi, Jawa Timur – Satu anggota Polres Sampang dipecat secara tidak terhormat. Hal tersebut sampaikan langsung Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman saat memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) 4 Perwira polres setempat, Jum’at (2/7/2019).

BACA JUGA: Pemakan Kucing Hidup Menyerahkan Diri Ke Polisi

Taufik Hidayat Diperiksa KPK Terkait Menpora

Agung Hercules Meninggal

Arogansi Bupati Lumajang Usir Advokat Berbuntut Panjang

Amin Rais Dan Habib Rizik Resmi Jadi Anggota Banser

Putri Maruf Dan Istri Sandiaga Bakal Tarung 2020

Satu anggota yang diberhentikan secara tidak dengan hormat (PTDH) yakni Brigpol Rahman Efendi. Diketahui satu anggota Polres Sampang tersebut telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba.

Kapolres Sampang AKBP. Budhi Wardiman mengungkapkan, anggota Polri yang diberhentikan secara tidak terhormat diwilayah hukumnya, karena telah melanggar kode etik Polri yakni menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu.

“Oknum ini terlibat kasus narkoba sejak tahun 2017 lalu sebagai pengedar”, kata Budhi Wardiman saat diwawancara awak media, Jum’at (2/8) pagi.

Dan waktu itu, lanjut Budhi, di TKP telah ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu sekira 4,7 gram. “TKP_nya di Madura (Gunung Sekar, Sampang). Oknum Polri tersebut sudah divonis 5 tahun penjara,” pungkasanya.

(Taufik)

Kejaksaan Negeri Sampang Lemot

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Kejaksaan Negeri Sampang dianggap lemot atau lamban dalam menangani kasus korupsi Dana Desa (DD) desa Sokobenah Daya, Kec Sokobanah. Bahkan masyarakat sangat kesal bakal adakan aksi demo.

BACADiduga Bea Cukai Malang Masuk Angin

Pasalnya hampir empat bulan kasus dugaan korupsi program Dana Desa (DD) Tahun 2018 Desa Sokobanah Daya Kecamatan Sokobanah berada di Kejaksaan Negeri Kabupaten Sampang belum ada titik terang.

BACA:  Kasus Korupsi Jalin Matra Pasuruan

Proses yang terkesan diperlambat oleh aparat penegak hukum kejaksaan Negeri Kabupaten Sampang membuat geram masyarakat Desa Sokobanah Daya.

Masyarakat desa Sokobanah Daya mengancam jika sampai akhir Juli 2019 Kejaksaan Negeri Kabupaten Sampang tidak segera menindaklajuti Maka Masyarakat akan melakukan aksi demo.

BACA JUGA: Tugu Lamongan Senilai 6 Milyar Terindikasi Korupsi

“Jika sampai akhir bulan ini, (Juli 2019) belum ada proses hukum yang jelas dari Kajari, kami akan kepung Kantor kejaksaan, ” kata Zeli, warga Sokobanah Daya.

Begitu juga dengan LSM Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa Timur yang ikut mengawal laporan warga juga akan melaporkan persoalan ini ke Kejakaan Tinggi Jawa Timur.

BACA JUGA: BintangEmpat.Com Laporkan Korupsi Ke Polda Jatim

“Kami menduga persoalan hukum terkait dugaan korupsi DD di Desa Sokobanah Daya memang diperlambat, atau sengaja akan dihilangkan, ” kata H.Tohir, Ketua JCW Kab Sampang.

BACA JUGA: Laporkan Korupsi, Karir Dijegal, Kemana Uang 3,5 Milyar ?

LSM JCW sangat menyayangkan tindakan penegak hukum Kejaksaan Negeri Kabupaten Sampang. Karena sampai saat ini masyarakat belum mengetahui sejauh mana proses hukum yang telah dilakukan Kajari Sampang. (Taufiq)

Sekdes Di Madura Tipu Dan Pungli Warganya Berbuntut Panjang

Sekdes Di Madura Tipu Warganya

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Modus akan membantu kepengurusan surat nikah, Diran, oknum sekretaris desa (Sekdes) diduga kuat menyalah-gunakan jabatannya untuk menipu warganya.

Hal itu seperti yang dinyatakan oleh Marwati (45) selaku ibu kandung korban yeni warga Dusun Dapan, Desa Rongdalam, Kecamatan Omben, Kab. Sampang.

Berita Terkait Oknum Sekdes Di Madura Tipu Dan Pungli Warganya

Dia mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi korban oknum Sekdes (Carek) Desa Rongdalam.

Berdasarkan keterangan yeni (21), Yeni mengatakan, “Telah membayar biaya Rp. 850.000, (delapan ratus ribu lima puluh ribu rupiah), uang tersebut untuk kepengurusan surat nikah, namun tidak kunjung selesai hampir setahun. ”

Yeni melanjutkan, “Sampai saat ini saya merasa dibohongin sama sekdes bernama Diran selaku Sekdes Rongdalam, ” lanjutnya.

Ditempat yang sama, Taufik (29) selaku saudara dari Yeni tidak terima merasa dipermainkan sama oknum Sekdes (Diran) Rongdalam tentang perkawinan adiknya Yeni dan Samsul.

Tidak mempunyai surat nikah, merasa keluarganya tertipu sama sekdes, Taufik bergerak cepat untuk menyelesaikan persoalan keluarganya.

Taufik melaporkan ke lembaga LSM JCW, DPD sampang yang di komandoi Hj. Toher.

Hj. Toher ketika dikonfirmasi beberapa awak media, membenarkan bahwa memang ada masyarakat warga Dusun Dapan, Desa Rongdalam, Kecamatan Omben, Sampang,

“Benar, ada warga yang melaporkan kejadian menimpa keluarganya yang merasa dirugikan sama oknum Sekdes Rongdalam, yang menyalah-gunakan jabatannya alias dengan modus pungli. ”

Lanjut Toher, “Saya tidak segan-segan akan melaporkan kejadian ini ke ranah hukum sebagai mana yang diatur oleh undang-undang, ” tegasnya.

Toher menuturkan, “Saat ini ada peraturan pemerintah yang baru yaitu PP, NO.48 tahun 2014 yang penganti PP NO. 47 tahun 2004 yang tentang Tarif atas jenis penerima negara bukan pajak (PNBP) dalam praturan yang baru, KUA pada jam kerja maka biayanya yaitu Rp.0 alias geratis, ” terangnya.

Lanjut Toher, “Namun bila proses nikah dilakukan diluar jam kerja maka di kenakan biaya administratif sebesar Rp. 600.000 (Enam ratus ribu rupiah) sesuai prosdur yang ada. ”

“Saya memerintahkan kepada anggota saya, tim investigasi lapangan untuk mencari fakta yang akurat, ” lanjut Toher.

Berdasarkan penjelasan Tollip Sanjaya, selaku tim investigasi LSM JCW membenarkan kejadian yang menimpa keluarga Yeni yang dirugikan oleh oknum Sekdes Rongdalam yang tidak bertangung jawad, dalam perbutannya menyalah-gunakan kewenangannya selaku Sekdes memungut uang sebesar. Rp. 850.000 dan perbuatan melanggar hukum pidana.

Tollip menuturkan, “Saya sudah memkonfirmasi ke kantor Urusan agama KUA di Kecamatan Omben bahwa pelayanan di KAU memberikan keterangan sejelas mungkin bahwa atas nama Yeni dan Samsul tidak terdaftar di kantor KUA, perlu diketahui akad nikah Yeni dan Samsul dilangsanakan pada tgl. 26/7 2018, pukul 10:26 Wib. Namun sampai saat ini mempelai belum menerima buku akte nikah, ” jelasnya.

 

 

*Redaksi

Sebar Hoax Dari WA Ke FB, Pemuda Dari Madura Ditangkap

Deep Fake

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Madura, Sebar berita bohong melalui media Sosial FaceBook (FB), pemuda Sumenep, Madura ditangkap Poliai.

Pemuda itu adalah Moh. Sucipto (34 th) warga Jl. Urip Sumoharjo No. 24 Ds. Pangarangan Kec. Kota Kab Sumenep digelandang oleh Unit Pidum bersama unit resmob Polres Sumenep, di Jl. Imam Bonjol Ds. Pamolokan Kec. kota Kab. Sumenep, Senin 08/07/2019, sekira pukul 11.30 wib

Baca: Heboh Pasangan ASN Pasuruan Selingkuh Digerebek Suaminya

Menurut keterangan dari Akp Widiarti S, SH, kasubag Humas Polres Sumenep bahwa, tersangka mendapatkan berita bohong tersebut dari grup whatsapp dengan nama grup “Eksekulator”, selanjutnya tersangka dengan sengaja memposting berita tersebut melalui akun FB miliknya yang bernama “M Sucipto” ke Grup Facebook yang bernama “Sumenep baru”.

Baca Juga: Kursi Yang Kalian Rebutkan Ada Darah Segar Harun Al Rasyid

“Tersangka memposting berita yang tanpa berdasarkan fakta tersebut bertujuan agar semua orang bisa membaca postingan tersebut.” Ucap Akp Widiarti S, SH.

Lanjut Widiarti, begini isi tulisannya, “-1.Saya mohon dr relawan 02 ada yg mengambil sampling Surat suara dr beberapa daerah untuk di bawa ke Lab,krn kenungkinan besar racun ada di kertas suara Itu sebabnya knp kebanyakan yg meninggal orang yg ber-hari” Kerja menghitung surat suara.Sedang yg hanya I hr di TPS mereka aman! Racun Syaraf VX (nama IUPAC: 0-ethyl S- 2-(diisopropylamino)ethyl methylphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun. VX berupa cairan tidak berwarna dan tidak berbau yang mampu mengganggu sistem saraf tubuh dan digunakan sebagai racun saraf dalam perang kimia. Sepuluh milligram (0,00035 oz) cukup untuk membunuh manusia melalui kontak pada kulit, dan median dosis letal untuk jalur inhalasi diperkirakan sekitar 30-50 mg-min/m3. Sebagai sebuah senjata kimia, VX digolongkan sebagai senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction, WMD) sesuai dengan Resolusi DK PBB 687. Produksi dan penyimpanan VX melebihi 100 gram (3,53 oz) per tahun dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia 1993. Pengecualian hanya untuk ” keperluan penelitian, medis, atau, farmasi di luar fasilitas skala kecil tunggal, jumlah yang diperbolehkan tidak melebihi 10 kilogram /22 lbl per tahun per fasilitas, ” terangnya.

Sorot: Bawaslu Bingung 16 Ribu Surat Suara Dimusnahkan KPU Palembang

“-2. Petugas kpps mati karna diracun! Masalah racun pki jaginya dari dulu pki suka menebrkan racun buat membunuh pribumi! Kita harus waspda,kenap pemerintah bungkam ya jelas karna mereka yg nyuruh dari golonganya dasar rezim pki!.” tulis tersangka.

Viral Plat Nopol Ganda Mobil Dinas Wakil Rakyat Lumajang

“Sehingga Atas perbuatannya Moh.Sucipto di kenakan Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 dan atau pasal 45 A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Terancam hukuman penjara 15 tahun.” pungkas Akp Widiarti S,SH.

*Red

 

Cemburu Saudara Ipar Dibacok Hingga Usus Terburai

 

Guru Ngaji Tewas Dibacok

 

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Nasib na’as dialami Santoso (39), warga Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kab Sumenep, Madura, ketika sedang menonton televisi dirumahnya, tiba-tiba dibacok dengan sabit tepat diperutnya hingga ususnya terburai dengan luka sobek sangat kebar. Pelakunya adalah Samad, (39) yang masih saudara iparnya Santoso.

Samad
Samad

Kali ini motif pembacokan dilatarbelakangi perasaan terbakar api cemburu pasalnya istri dari Samad digoda oleh iparnya sendiri.

Menurut Kabag Humas Polres Sumenep Akp Widiarti, dalam keterangan rilisnya mengatakan, ” Saat itu korban Santoso (39), sedang nonton TV di ruang tamu rumah milik korban, tiba-tiba datang terlapor Saudara Samad langsung membacok perut korban pada saat posisi korban terlentang hingga usus terburai, insiden terjadi pada jumat (5/7/2019) sekitar pukul 13.30 WIB “.

Video Anggota TNI Tewas Dikeroyok

Widiarti melanjutkan, “Menurut pengakuannya pelaku bahwa korban
menyukai kakak iparnya. Kemudian korban berdiri dan langsung dibacok lagi sebanyak 3 kali oleh pelaku mengenai lengan kiri bagian atas, lengan kiri bagian bawah dan telapak tangan kiri,” terangnya.

Kemudian istri korban bernama Salma mendengar suara teriakan suaminya, langsung mendekati korban.

“Seketika itu terlapor langsung keluar rumah pergi lewat pintu depan rumah korban,” ungkapnya.

Santoso (39), warga Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kab Sumenep, Madura,
Santoso (39), warga Desa Juluk, Kecamatan Saronggi, Kab Sumenep, Madura,

Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami Luka robek pada bagian perut hingga usus terburai, luka robek pada bagian lengan kiri atas, lengan kiri bagian bawah dan luka robek pada telapak tangan kiri. Dan koban langsung dilarikan ke RSUD Sumenep.

“Sementara Pelaku bernama Samad sudah diamankan oleh petugas Polsek Saronggi untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Widiarti.

*Red.

 

Kapal Kandas Dua Orang Tewas

HAKIM KETUA MK MAINKAN GENDANG

 

BintangEmpat.Com, Sumenep – Madura – Kapal penumpang Arim Djaya yang memuat sekitar 40 penumpang dikabarkan tenggelam di sekitar perairan Gili Iyang, Senin, (17 Juni 2019) sekitar pukul 14.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, kapal yang bertolak dari desa Guwa-Guwa Kecamatan Ra’as tersebut, berangkat sekitar pukul 08.00 WIB.
“Jam 8 berangkat, yang tenggelam sekitar jam 2 paling,” ujar Rodi salah satu korban selamat beserta istri dan anaknya.

KARTU AS TIM HUKUM PRABOWO

Lebih lanjut, dirinya mengaku sekitar dua jam berada di tengah lautan dengan arus gelombang yang cukup tinggi, sampai akhirnya ditolong oleh nelayan setempat.
Untuk saat ini, belum ada keterangan pasti dari Polsek setempat, karena masih dalam tahap pengumpulan data dan pencarian.

Data yang diterima korban yang sudah dipastikan meninggal sekitar 2 orang, saat ini berada di Puskesmas Dungkek.

Menurut saksi, Nurhasan mengatakan, ” Untuk sementara korban meninggal :
1.Raha
2.Hatije
3.Suliha
4.Anaknya Suliha
5.Istrinya Dussa’ad
6.Anaknya Dussa’ad
7.Anaknya Dussa’ad
8.Anaknya Dussa’ad
9.Istrinya Jae
10.Fery Ardiyansyah
11.Tasya
12.Anaknya Tasya
13.Massama
14.Putri
15.Jannah
Untuk sementara ke 15 jenazah berada di puskesmas Dungkek”.

Baca Juga:

3 Truk Alat Bukti Kubu 02 Tiba Di MK

Tim Hukum Prabowo-Sandi Minta Perlindungan 30 Saksi

Pernah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Yusril Selalu Menang Gugat MK

“Korban yang selamat :
1.ABK an.Marwi 50 th
2.Basri 40 th
3.Ulum 35 th
4.Taufik 35 th
5.Heriyansah 28
6.Rahman 28 th
7.Rahman 40 th
8.Salehan 36 th
9.Aditia P 9 bln
10.Abd.Saad 35 th
11.Ach.Hariadi 20 th
12.Rauda(pr)28 th
13.Iqbal 17 th
14.Jainudin 39 th
15.Madiansah 30 th
16.Atnawi 60 th
17.Busadin 30 th
18.Rodi 45 th
19.Sirtu 40 th
20.Dini Aminarti 14 th
21.Sandriansah 17 th
22.Nuriansah 17
23.Nurasia(pr) 27
24.M.Lutfi Hakim 1 th
25.A.Saifullah30 th
26.Ahmad 8 th
27.Pardi 12 th
28.Sifa nursiyami(pr) 9 th
29.Gina Safira 7 th

Dan korban yang menunggal :
1.Zahra 28 th
2.Hanisah 30 th, ” pungkas Nurhasan

 

Polda Jatim Kembali Amankan 3 Dari 18 DPO Pembakar Mapolsek

Polda Tangkap Pembakar Polsek

BintangEmpat.com, Jawa Timur – Polda Jatim kembali mengamankan 3 orang dari 18 DPO dalam kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan, Sampang, Madura. Ketiga tersangka tersebut adalah Satiri (42) warga Lonjukung, Desa Samaran, Tambelangan, Sampang, H. Abdul Rohim (49) warga desa Lonjukung, Kec. Tambelangan, Sampang; dan Bukhori (33) warga Desa Samaran, Tambelangan.

“Dari enam yang sudah dilakukan penahanan, kita mendapatkan lagi tiga,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. F. Barung Mangera saat merilis tiga DPO di Mapolda Jatim, Rabu (12/6).

Menurut Barung, saat ini surat penahan untuk ketiga tersangka ini sudah terbit, sehingga saat ini total yang sudah ditahan ada 9 orang.
“Dari tiga orang yang dilakukan penahanan, 2 orang menyerahkan diri, kita lakukan penahanan juga, pada kemarin surat penahanan juga sudah keluar,” ungkapnya.

Total yang sudah dilakukan pada hari ini ada 9 tersangka perusakan dan pembakaran penjarahan di Mapolsek Tambelangan Sampang,” imbuh Barung.

Sementara Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Suruono menambahkan, dari 21 Daftar Pencarian Orang (DPO), saat ini masih ada 13 orang lagi yang masih diburu.
“Kita masih mencari DPO yang sekarang kita buru, sedangkan jumlah saksi-saksi yang sudah diperiksa sebanyak 31 orang,” kata Suryono.

Lebih lanjut Suryono mengatakan, bahwa peran 3 orang ini sebagai pelempar batu di Mapolsek Tambelangan.
“Peran dari tiga pelaku ini sama dengan tersangka sebelumnya, ikut melakukan pelemparan menggunakan batu-batu ke arah Polsek Tambelangan,” jelasnya.

Suku Baduy

Tersangka Abdul dan Satiri dikenakan pasal komulatif yaitu Pasal 200, 170, 187, 363 KUHP. Sementara Bukhori dikenakan Pasal 55 KUHP.
Dengan ditangkapnya tiga tersangka ini, Polda Jatim telah menetapkan tersangka pembakaran Mapolsek Tambelangan sebanyak 9 orang.
Sementara menurut pengakuan tersangka Satiri, dirinya hanya ikut-ikutan melakukan perusakan Mapolsek Tambelangan.
“Awalnya saya mendengar suara letusan, dan ikut-ikutan saja,” tutur Satiri. (ryL/ tara)