Arsip Tag: Nenek diperkosa

Bejat Cucu Perkosa Neneknya Sampai Pendarahan

Nenek Warga Klakah Lumajang Diperkosa Cucunya Sampai Berdarah

Kapolres Jember: “Polisi Buncit Wajib Lari Siang”

Jawa Timur – Inisial KY (62) warga jalan Ranu Klakah, Desa Klakah, Kecamatan Klakah, Kqbupaten Lumajang, menjadi korban pemerkosaan hingga mengalami pendarahan.

Baca : Tak Ingin Disebut Kebanjiran Pemkot Surabaya Sebut Hanya Genangan Air

Mochamad Riduwan Al Hakiki Jabbar Saimima (20), warga Desa Namaflo, Kecamatan Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, tak lain cucunya sendiri.

Baca : Surabaya Banjir Warganet Salahkan Anies Baswedan

“Korban sudah menopause ya, sehingga mengalami pendarahan saat diperkosa,” ujar Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Siregar SIK, saat menggelar rilis, Rabu (15/01/2020).

Baca : Korupsi Tanah Kuburan Wakil Bupati Ditahan

Pelaku merupakan pemuda asal Klakah dan lama menetap di Ambon. Pelaku kemudian pulang ke Lumajang dan bekerja di daerah Kunir.

Lihat Videonya, Cucu Perkosa Neneknya

Pelaku datang kepada korban untuk meminta sejumlah uang untuk menemui istrinya yang bekerja di luar daerah.

Sorot : Siswi Kelas 1 SD Dicabuli Guru Kasusnya Mandek

Entah setan apa yang merasukinya, pelaku tiba-tiba tega memperkosa korban di kamarnya. Korban dibekap mulutnya, celana dalamnya dibuka kemudian membuka daster dan menindih tubuh korban. Korban yang sudah tua tidak bisa melawan dan tidak bisa meronta.

Baca : Mertua Sekda Lamongan Dibunuh

“Korban ini minta uang, setelah diberi kartu ATM, pelaku ini malah memperkosa korban,” pungkasnya.

Baca : SURABAYA BANJIR

 

Bejat Cucu Perkosa Neneknya Sampai Berdarah

Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 285 KUHP dengan ancaman selama-lamanya 12 tahun penjara. Pelaku kini sudah meringkuk di tahanan Mapolres Lumajang dan kasusnya ditangani Polsek Klakah. (*).

Amankan Istighotsah Polisi Jadi Idaman Emak-emak

#Lumajangsatu.com #Entah setan apa yang merasukinya

Duh… Nenek 65 Tahun Diperkosa Malah Masuk Penjara

Duh… Nenek 65 Tahun Ngaku Diperkosa Malah Masuk Penjara

Jawa Timur – Sumintuk/S (65), seorang perempuan warga Dusun Krajan, Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaporkan pemerkosaan atas dirinya ke polisi. Belakangan terungkap bahwa laporan itu adalah palsu.

Sumintuk mengaku di hadapan polisi, bahwa peristiwa pemerkosaan dan penganiayaan itu terjadi pada 4 Desember 2019 di rumahnya. Saat itu, ia ditemukan oleh tetangga dalam keadaan terlentang dan pingsan di atas ranjang.

Tak ada yang tahu penyebabnya. Namun saat itu, lehernya terluka. Ia memakai daster warna merah dan di sampingnya ada celana dalam warna putih.

Berita Terkait : Nenek 65 Tahun Diperkosa Kapolres Jember Turun

Polisi baru meminta keterangan pada 6 Desember 2019, saat S sudah pulih di RS Daerah dr. Soebandi. Penganiayaan dan perkosaan meluncur dari bibirnya.

Polisi pun melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara. Polisi mencurigai adanya sejumlah keterangan yang tidak masuk akal. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kerusakan pada vagina Sumintuk maupun bekas sperma. Tempat tidur Sumintuk juga rapi dan tak ada tanda-tanda adanya pergumulan.

Darurat Sampah Kapolres Ubah Sampah Jadi BBM

Darah dari leher Sumintuk mengalir ke arah dada. Ini artinya Sumintuk mendapat luka di leher dalam keadaan duduk. “Seharusnya kalau pemerkosaan dalam posisi tidur, seharusnya aliran darah di leher akan mengenai ke belakang. Pengakuan korban dengan alat bukti tidak ada keterkaitan,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal.

Tanggal 9 Januari 2020, polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah Sumintuk. Di sana ditemukan sebilah pisau dengan bercak darah yang diletakkan dalam bak plastik warna hijau di bawah ranjang Sumintuk.

Penculikan Dengan Jual Organ Tubuh Anak Menyebar Kembali

Sehari kemudian, polisi kembali meminta keterangan Sumintuk. Dari sini terungkap bahwa si nenek melukai lehernya sendiri saat itu. “Saya berusaha bunuh diri dengan melukai leher saya dengan menggunakan pisau itu,” katanya.

Duh… Nenek 65 Tahun Diperkosa Malah Masuk Penjara

Ia memang tiga kali menyayat kulit lehernya hingga tiga kali dalam keadaan duduk.
Sumintuk kemudian tak sadarkan diri setelah sempat sebelumnya meletakkan pisau itu dalam bak di bawah ranjangnya. Ia baru sadar pada 4 Desember 2019 di Puskesmas Umbulsari.

Ada Apa KPU di KPK?

“Dia mengaku melukai dirinya dengan alasan terjerat utang Rp 10 juta. Kami menjadikan dia tersangka karena pengaduan palsu, dan kami jerat dengan pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman penjara satu tahun empat bulan,” kata Alfian. (*)

Polres Jember Dirikan Kantor Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat

 

Nenek 65 Tahun Diperkosa Kapolres Jember Turun

 

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Nasib naas dialami Nenek Sumintuk, 65 tahun warga Dusun Krajan Desa Umbulsari Jember harus menjalani perawatan medis setelah Ia ditemukan tergeletak di atas kasur dengan kondisi luka di lehernya, diduga menjadi korban kekerasan seksual pada Rabu (4/12/2019).

Baca: Kantor Pendopo Jenggawah Ambruk Timbun Pemuda

Polisi sudah mengantongi ciri-ciri pelaku. Untuk modus dan motifnya sedang dalam penyelidikan. ” Pelaku sudah kami kantongi identitasnya, untuk motif dan modusnya sedang kami selidiki, ” kata Kapores Jember AKBP. Alfian Nurrizal, S.H, S.I.K, M.Hum.

Hari ini Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP Alfian Nurrizal, S.H, S.I.K, M.Hum menjenguk nenek Sumintuk korban kekerasan seksual di Ruang Rawat Inap Edelwis Rumah Sakit (RS) Dr. Soebandi Jember, Jumat (06/12/2019), kedatangannya karena mendapat kabar bahwa nenek Sumintuk tidak mampu bayar biaya rumah sakit.

Baca: Gedung SD Jamintoro Nyaris Roboh Kapolres Jember Pasang Tenda

“ Kami telah berkordinasi dengan pihak rumah sakit, sesuai Informasi yang kami dapatkan, Nenek Sumintuk karena alasan ekonomi tidak mampu mambayar biaya rumah sakit. Melihat kondisinya yang memilukan seperti ini,  dan   karena  alasan  kemanusiaan,  Pihak Polres Jember akan  menanggung biayanya,”  kata Alfian sambil mencium tangan nenek Sumintuk yang terkapar diatas kasur sembari memberi santunan.

Baca: Kapolres Jember: Film Sang Prawira Cocok Buat Milenial

Keluarga nenek Sumintuk merasa senang dengan uluran tangan Kapolres Jember, pihaknya juga berharap agar kasus ini segera tuntas. “Kami berterimakasih kepada pak Kapolres atas bantuannya, dan kami harap pelaku segera ditangkap, ” ujar salah satu keluarga nenek Sumintuk.

Kapolres Jember memberikan santunan kepada Nenek Sumintuk.
Kapolres Jember memberikan santunan kepada Nenek Sumintuk.

Bukan rahasia lagi kedermawanan Kapolres Jember dalam aksi sosialnya, seperti membantu anak-anak SD yang gedungnya nyaris roboh dan menyantuni mereka, seorang pemuda yang tertimpa atap pendopo pun juga disantuni dan ditanggung biaya pengobatannya.

Baca: Siswi Kelas 1 SD Dicabuli Guru Kasusnya Mandek

Didampingi Kasat Intelkam, bersama 2 Orang Polwan Kapolres Jember tiba di RS. Dr. Soebandi sekira pukul 09.10 Wib. Mereka langsung menuju tempat pasien Sumintuk yang sedang  menjalani  pengobatan medis.

Nenek 65 Tahun Diperkosa Kapolres Jember Turun

Kedatangan petugas Kepolisian ini untuk melakukan pemeriksaan awal guna kepentingan penyidikan terkait kasus kekerasan seksual yang dialami Sumintuk.

Baca: Polisi Di Jember Patungan Untuk Kaum Duafa

“ Kami sudah menerima hasil visum dokter, sesuai diagnosa luka sayatan sepanjang 9 cm namun tidak mengenai pembuluh arteri, mengenai otot saja. Insya Allah hari ini korban sudah bisa rawat jalan”, pungkas Alfian, pria berdarah Madura dengan wajah idaman wanita ini.

( Redaksi- Hadi Poernomo ).