Arsip Tag: Nu

Kyai Gus Ali Dari Sidoarjo Akui FPI Adalah Bagian Dari Nadhatul Ulama

 

“Agung Purnomo: Harus Diingat Kyai Gus Ali Dari Sidoarjo Akui FPI Adalah Bagian Dari Nadhatul Ulama”

Foto: dari kiri, Kivlan Zen Bersama Agung Purnomo, usai Sidang Kesaksian dalam Gugatan Kivlan Zen

Inilah yang paling menarik untuk mengetahui lebih dalam tentang Front Pembela Islam (FPI). Ternyata ada “fatwa” yang mengatakan FPI yang dilahirkan oleh Habieb Rizieq Shihab (HRS). HRS adalah Duryat Rossullilah atau keturunan Nabi Muhammad. Hal itu disampaikan sendiri oleh kyai Gus Ali dari Sidoarjo, Jawa Timur dalam sebuah kesempatan ceramahnya.

Dalam keyakinan muslim, keturunan Rossullilah Muhammad yang jelas – jelas dijamin mendapat surga. Sehingga tidak pantas andai ada oknum Santri NU, oknum Banser, oknum ANSOR yang seakan menentang dan memusuhi FPI? Sehingga dipertanyakan, adakah takut pada Allah SWT atau takut pada Rezim?

” FPI Adalah Bagian Dari keluarga besar NU. Mereka tidak punya paham radikalisme sebagaimana yang dilansir oleh media yang membenci Islam. Yang radikal setidaknya ada 3 ciri. Pertama, ingin mendirikan negara di dalam negara yang ada. Sedangkan FPI tidak ada arah ke situ,” kata Agung Purnomo, usai Sidang Kesaksian dalam Gugatan Kivlan Zen di PN Jakarta Selatan, Selasa (7/7) siang.

Kedua, lanjut Agung. Suka mengafirkan sesama muslim. Dan yang ketiga, ingin merobah dasar negara. Negara berdasarkan Ketuhanan YME. Negara mempunyai sumber segala sumber hukum yaitu Pancasila.

“Sehingga bila ada kekuatan politik seperti PDIP dan Golkar yang ingin ngotot merubah Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila, hal itu sudah masuk dalam ranah pidana. Yaitu ingin merobah dasar negara ini,” Tutup Agung Purnomo. *(Hans).

Safari Dakwah PA 212

 

BintangEmpat.Com – Safari Dakwah PA 212 di Balikpapan, Kalimantan Timur, selama 3 hari, sejak 21-23 Februari 2020, dalam setiap kunjungan dakwahnya selalu dikawal oleh laskar FPI juga ormas setempat, selain juga PA 212 safari dakwah juga berkunjung dengan para tokoh atau mujahid 212 yaitu H Kamal, Klara serta para tokoh yang lainya.

Dalam safari dakwah PA 212 selama tiga hari banyak mengunjungi masjid-masjid yang ada disana, tanpa pilih-pilih masjid yang semua masjid berpaham apapun dikunjungi selama masjid itu berpaham Aswaja dari yg mazhab hambali (Muhamadiyah , Alirsyad , Persis) sampai yang syafi’i (NU, FPI) sebagai perwujudan Islam yang rahmatan lil alamin, yang memang spirit 212 berhasil menyatukan semua ormas islam dan mazhab yang ada.

Dalam kesempatan safari dakwah PA 212 tersebut 3 mubaligh masing-masing menyampaikan materi yang berbeda-beda namun dengan tujuan yang sama, untuk menyadarkan umat akan pentingnya persatuan dan semangat terus dalam membela islam, yang saat ini rezim ini tidak bersahabat dengan islam.

Total 18 masjid baik mengisi hutbah jum’at, kuliah subuh, kajian magrib dan tabligh akbar yang diselenggarakan oleh majlis gabungan para habaib muda di masjid Agung Attaqwa Balipapan ba’da isya malam ahad, 22 Februari 2020.

Dalam kegiatan safari dakwah PA yang dikordinir oleh advokat muda, yang bernama M Oki Alfiansyah, merupakan mujahid 212 dan juga ikut bersafari dakwah, Ustadz Fuad, merupakan mujahid 212 yang bersepeda dari Balikpapan ke reuni akbar 212 tahun 2019 kemarin.

“Kami meminta dukungan, doa serta partisipasinya agar ustadz fuadz kembali bisa goes sepedanya dari balikpapan ke mekah dalam menyampaikan salam perdamaian sekaligus untuk berkunjung ke kediaman Imam besar umat islam indonesia, Alhabib Muhammad Rizieq Syihab” , kata Ust Novel Bamukmin.

Panitia safari Dakwah PA 212 yang diselenggrakan oleh DPW FPI Balikpapan dan juga GNPF Ulama juga selalu berkordinasi dengan aparat kepolisian.

“Untuk itu PA 212 mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruhnya yang ikut berpartisipasi dalam mensukseskan acara Safari Dakwah PA 212 juga atas perhatian dan pengorbanan sehingga acara tersebut berjalan sukses dan lancar serta berkah”, ucap Ust Novel Bamukmin.

“Juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan baik tidak sengaja maupun yang sengaja, semoga terus terjalin ukhuwah islamiyah dalam memperjuangkan agama islam demi tegaknya keadilan di negara yang kita cintai ini”, imbuh Ust Novel Bamukmin.

“Harapan dakwah ini semoga bisa mengetuk hati umat islam untuk bangkit memperjuangkan keadilan serta para pemimpin kita bisa taubat dan sadar atas kekeliruannya selama ini yang telah mendukung penista agama dan kriminalisasi ulama dengan itu mereka wajib untuk bisa memulangkan imam besar umat islam Indonesia Alhabib Muhammad Rizieq Syihab, agar ulama dan umat islam bisa merdeka di negaranya sendiri”, pungkas Ust Novel Bamukmin, Ketua media center PA 212 Novel Bamu’min. *Red.

Keterangan Foto: Ust Novel Bamukmin saat memberi kajian magrib di masjid Mutmainah yang juga sekretariat PCNU Balikpapan Kaltim

Polisi Panggil PD Muhammadiyah Jember Soal Surat Tantangan Debat Ke Jamaah NU

Lihat Videonya

BintangEmpat.Com – Pertemuan membahas beredarnya surat permintaan pertemuan diskusi yang berisi tantangan dialog atau debat terbuka yang mengatasnamakan Pengurus Cabang Muhammadiyah Kabupaten Jember, yang ditujukan kepada warga Nahdlatul Ulama (NU).

Polisi mengambil langkah cepat, pada hari Kamis 30 Januari 2020, pukul 14.00 sampai 15.30 wib, bertempat di Ruang Lobby Kapolres Jember, telah dilaksanakan pertemuan membahas beredarnya surat permintaan pertemuan diskusi yang berisi tantangan dialog atau debat terbuka, yang mengatasnamakan Pengurus Cabang Muhammadiyah Kab. Jember dan ditujukan kepada warga Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam surat yang beredar tersebut, disebutkan tentang pembacaan dzikir bersama, tahlil, tawasul yang dianggap bertentangan dengan ajaran yang dibawa Rasulullah SAW.

Dari kiri: Kapolres Jember (Alfian Nurrizal), Kusno (Ketua PD Muhammadiyah Jember), Pujiyono Abdul Hamid (Sekertaris PCNU Jember) dan Halim Subahar (Ketua MUI Jember).
Dari kiri: Kapolres Jember (Alfian Nurrizal), Kusno (Ketua PD Muhammadiyah Jember), Pujiyono Abdul Hamid (Sekertaris PCNU Jember) dan Halim Subahar (Ketua MUI Jember).
Tanggapan Kapolres Jember

a.Tahun 2020 adalah tahun politik dimana Kabupaten Jember akan melaksanakan pesta demokrasi.
b. Beberapa waktu lalu, Polres Jember menerima informasi bahwa ormas terlarang yang telah dihentikan oleh Pemerintah dalam hal ini HTI mengadakan kegiatan di Universitas Jember.
c. Namun setelah dilakukan pengecekan, pengkajian dan menganalisis bahwa informasi kegiatan tersebut tidak benar dilaksanakan di Kab. Jember melainkan di Kab. Bogor.
d. Hal serupa saat ini terjadi dimana Polres Jember menerima informasi tentang surat permintaan pertemuan diskusi yg berisi tantangan dialog / debat terbuka yang mengatasnamakan Pengurus Cabang Muhammadiyah Kab. Jember dan ditujukan kepada warga Nahdlatul Ulama (NU).
e. Meminta kepada Ketua PD Muhammadiyah untuk memberikan klarifikasi terkait beredarnya surat tersebut.
f. Peran Polres Jember disini untuk memberikan kemanan dan kenyamanan sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
g. Berharap kepada rekan media untuk tidak memberikan informasi sepotong2 yang dapat menimbulkan perbedaan penafsiran bahkan menimbulkan berita hoax.
h. Polres Jember telah memiliki tim untuk melihat, mengkaji dan menganalisis pelaku dan pembuat konten / berita hoax.
i. Meminta kepada seluruh tokoh agama apabila mendapatkan informasi yang berpotensi menimbulkan kerawanan kamtibmas dan keresahan di masyarakat agar langsung memberitahukan kepada Polres Jember.

 

Tanggapan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jember

a. Bahwa PD Muhammadiyah meliah surat tersebut adalah hoax dan tidak benar sehingga tidak perlu ditanggapi berlebihan.
b. Muncul di media sosial bahwa PD Muhammadiyah Kab. Jember difitnah.
c. Dilihat dari fisik yang tertulis dalam surat sudah tidak benar mulai kop surat sampai tanda tangan bahkan stempel organisasi.
d. Istilah pengurus tidak ada di Muhammadiyah dimana dalam kop surat yang beredar mengatasnamakan Pengurus Cabang Muhammadiyah Kab. Jember padahal yang benar Pimpinan Daerah Muhammadiyah.
e. Untuk penomoran surat juga tidak benar dan tidak sesuai dengan register dan aturan PD Muhammadiyah Kab. Jember.
f. Tanda tangan pada surat yg beredar bukan tanda tangan Bpk. KUSNO selaku Ketua PD Muhammadiyah Kab. Jember.
g. Kelaziman PD Muhammadiyah Kab. Jember dalam penulisan surat selalu ditanda tangani oleh Ketua dan Sekertaris PD Muhammadiyah Kab. Jember.
h. PD Muhammadiyah tidak mengetahui asal sumber surat tersebut.
i. Redaksi dan narasi dalam surat bukan merupakan bahasa dakwah dan karakter Muhammadiyah karena berisikan tantangan dan provokasi dimana prinsip Muhammadiyah memiliki prinsip menciptakan suasana hidup yang damai dan sejahtera.

 

Tanggapan PCNU Kabupaten Jember

a. GUS AAB (Ketua PCNU Jember) berhalangan hadir karena sedang perjalanan pulang dari ibadah umroh.
b. Mengakui bahwa pengurus PCNU Jember mendapatkan banyak keluhan dan pertanyaan dari warga NU.
c. Hasil pertemuan dan klarifikasi ini akan disampaikan kepada seluruh warga NU bahwa surat yang beredar tersebut tidak benar.
d. Perlunya kerja sama dengan unsur Pemerintah Daerah karena memiliki struktur hingga tingkat bawah (Rukun Tetangga) untuk menberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahayanya berita hoax dan ujaran kebencian.

 

Tanggapan GP Anshor Jember

a. Berterima kasih atas forum ini yang diinisiatori oleh Kapolres Jember.
b. Kita harus berhati-hati terhadap skenario besar yang ingin membenturkan sesama umat Islam.
c. Perlunya diantisipasi peran media sosial yang dimanfaatkan untuk menghasut dan memprovokasi masyarakat, karena masyarakat di kalangan bawah memiliki pemahaman yang berbeda.
d. NU dan Muhammadiyah merupakan aset besar bangsa dan merupakan pilar negara.
e. Apabila ingin menghancurkan bangsa Indonesia cukup dengan membenturkan NU dan Muhammadiyah.
f. Berharap kepada semua pihak baik NU dan Muhammadiyah untuk memberikan klarifikasi bersama kepada masyarakat.

 

Tanggapan Ketua MUI Jember

a. Permasalahan beredarnya surat tersebut sudah diketahui oleh MUI Pusat.
b. Langkah kongkrit pertama dengan melaksanakan konferensi pers bersama.
c. Kalau tidak segera dikhawatirkan terjadi benturan dan gesekan di tingkat bawah.

Hadir dalam pertemuan :
1. AKBP ALFIAN NURRIZAL S.H.,S.I.K.,M.Hum. (Kapolres Jember)
2. AKP DARTOK DARMAWAN, S.H. (Kasatintelkam Polres Jember)
3. H. KUSNO S.Ag.,M.Pd.I (Ketua PD Muhammadiyah Kab. Jember)
4. PUJIYONO ABDUL HAMID (Sekertaris PCNU Kab. Jember)
5. Prof. Dr. HALIM SUBAHAR (Ketua MUI Jember)
6. AYUB JUNAEDI (Ketua GP Anshor Jember)
7. Dr. Ir. MUHAMMAD HASMI D.R.S.S. (Sekertaris PD Muhamamdiyah Kab. Jember / Rektor Universitas Muhammadiyah Jember).
8. DJOKO PURWANTO, SUTOYO (Pengurus PD Muhammadiyah Kab. Jember)
9. TAUFIK HIDAYAT, M. YAZID KHOBIR (Pengurus PCNU Jember).

*(Humas Polres Jember)

Kontroversi Film The Santri

Foto: (dok.trailer ‘The Santri’).

 

Redaksi BintangEmpat.Com, Jakarta – Film The Santri, yang disutradarai Livi Zheng, menuai kontroversi. Film inisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mendapat reaksi penolakan dari Habib Hanif Alathas, menantu Imam Besar Front Pembela Islam Habib M Rizieq SHihab.

Film The Santri

Penolakan Hanif muncul pada poster yang beredar, Minggu, 15/9/19. Juru Bicara FPI yang juga Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif telah mengonfirmasi bahwa FSI dan Hanif memang menolak penayangan film The Santri.

Sedangkan Sekretaris Umum DPP FPI Munarman juga mengirim poster penolakan yang diutarakan Luthi Bashori. Luthfi merupakan pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari, Malang, Jawa Timur.

SOROT Pungli Di Samsat Pacitan

Luthfi meminta kepada para santri dan jamaahnya agar tidak menonoton film The Santri yang akan tayang pada Oktober mendatang. Dia menyampaikan imbauan itu lantaran menilai film The Santri tidak sesuai dengan syariat Islam serta tidak mengandung tradisi pesantren ahlussunah wal jamaah.

“Karena film ini tidak mendidik. Cenderung liberal. Ada akting pacaran, campur aduk laki perempuan dan membawa tumpeng ke gereja,” tutur Luthfi.

Oknum ‘Nakal’ Mengatasnamakan Aktifis Pemerhati Anak

Menurut rencana, film The Santri sedianya bakal ditayangkan di bioskop pada awal Oktober mendatang. Menurut laman nu.or.id, The Santri merupakan film yang diinisasi PBNU melalui NU Channel yang bekerja sama dengan sutradara Livi Zheng dan Ken Zheng serta Penata musik Purwacaraka.

Senada dengan Novel Bamumin, Ketua Media Center PA 212 mengecam film tersebut, “Kami dari PA 212 menyerukan kepada umat Islam untuk tolak film the santri yang disutradarai oleh Livi Zheng, yang jelas sutradara film ini sangat tidak paham tentang Islam, apalagi tentang santri karena memang bukan orang yang beragama Islam, yang lebih memprihatinkan lagi dengan berpakaian tidak santun bertandang ke tempat dimana wadah para ulama berkumpul dan bersebelahan kepada seorang yang mengatasnamakan Ulama, yang seharusnya oknum kiyai ini sangat menjaga akhlaq dan menjungjung tinggi syariat, kalau syariat saja sudah dikesampingkan apalagi cuma akhlaq, ” tutur Novel.

Baca: Tak Terima Penembakan Aparat, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

Novel melanjutkan dalam chat WhatsApp nya, “Jadi jelas kenapa film ini harus ditolak, karena diproduksi oleh NU Struktural yang oknum pengurusnya sudah sesat dan isi film itu jelas pasti sesat mengikuti paham SPILIS karna mencampur adukan agama (Pluralisme), yang paham sesat ini sudah di fatwakan MUI pada tahun 2005 dengan ketetapan no 7, bahwa SPILIS adalah bukan ajaran Islam, ” jelas Novel.

Novel menambahkan, “Juga dalam film The Santri ini sangat fatal karena atas nama santri melakukan khalwat berduaan insan berlain jenis yang sangat bertolak belakang dengan Islam, apalagi santri yang jelas wajib terpisah antara santriwan dan santriwati, sehingga film ini adalah kesesatan atas nama agama, lebih berbahaya dari teroris dan film porno, ” imbuhnya.

Baca Proyek Siluman Resahkan Warga, Pemkab Tutup Mata

“Dan kami meminta agar SAS mengundurkan diri dari pimpinan NU serta meminta maaf kepada umat Islam atas kesesatannya yang juga sudah sering membuat gaduh dan memecah belah umat Islam, bahkan pernah menjadi terlapor yang diduga memfitnah kelompok Islam demi kepentingan politik mungkar untuk membela kelompok penista agama, ” jelas Novel.

“Dan kami juga meminta kepada Polri untuk segera memproses hukum SAS karena sudah terlapor atas kasus yang diduga ujaran kebencian dan fitnah, dengan begitu SAS ini bisa berhenti melakukan kegaduhan demi kegaduhan serta terjaganya kesatuan negara indonesia ini, ” pungkas Novel dalam chat WA-nya ketika dikonfirmasi, (16/9/2019). *(Red).

PA 212 Gelar Ijtima IV, NU Muhammadiyah Angkat Bicara

BintangEmpat.Com, Jakarta – Ijtima Ulama ke- IV (4) siap digelar oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas). Direncanakan pada 5 Agustus 2019 datang, Ijtima Ulama ke-4 yang dimotori oleh Persaudaraan Alumni 212 juga akan diikuti oleh Front Pembela Islam (FPI) dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF Ulama.

Sikap serius ormas tersebut menggelar acara disampaikan secara langsung oleh Ketua PA 212 Slamet Ma’arif. Dimana Slamet mengatakan, mereka akan berjuang dengan sekuat tenaga agar Ijtima ulama itu berjalan dengan sukses dan lancar.

BACA: KPK Segera Tangkap Menteri Perdagangan

“Kami akan terus mengawal hingga akhir perjuangan. Siapapun yang satu visi dengan PA 212, silahkan naik ke dalam gerbong. Sementara siapa pun yang tidak nyaman dan tidak sevisi, silahkan turun,” tegas Slamet yang juga mengatakan, “Siapa pun yang berada di depan dan menghalangi akan kami tabrak, karena kereta akan jalan terus,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menyatakan pihaknya akan menggelar Ijtima Ulama keempat pada Agustus 2019 nanti.

“Iya [Ijtima Ulama keempat] insyaallah awal Agustus,” ujarnya, Senin (15/7/2019).

BACA JUGA: Anies Disebut ‘Goblok’

Dirinya menerangkan pada pertemuan nanti, pihaknya akan membahas terkait rencana langkah politik ke depan bagi para ulama, aktivis dan tokoh mengambil oposisi bersama partai kelompok lainnya.

Selain itu, pihaknya juga akan membahas terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), 10 orang korban tragedi 21-22 Mei, korban 500 petugas KPPS yang diduga wafat tidak wajar, juga kriminalisasi ulama, aktivis dan tokoh alumni 212, termasuk permasalahan Habib Rizieq Shihab. Termasuk membahas terkait langkah politik kelanjutan dengan Prabowo-Sandi.

“Benar semua ini akan dibahas,” ucapnya.

BACA: Memahami Visi Indonesia PR untuk Presiden Jokowi 2019-2024

Kemudian dirinya menuturkan, pada pertemuan nanti, pihaknya kemungkinan akan melibatkan mantan capres-cawapres 02 Prabowo-Sandi yang pernah mereka dukung pada pilpres 2019 kemarin.

“Insyaallah [libatkan Prabowo-Sandi],” tuturnya.

Pada pertemuan nanti, sekitar 1.500 orang yang terdiri dari ulama, tokoh, dan aktivis akan berkumpul pada Ijtima Ulama keempat.

“Seperti yang sudah-sudah 1.500 ulama, tokoh dan aktivis hadir, ” pungkasnya.

BACA: Bakal Ada Pertemuan Lanjutan Antara Jokowi Dan Prabowo

Sikap itu pula yang membuat dua ormas agama terbesar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah bersuara. Khususnya terkait akan digelarnya Ijtima Ulama yang didasarkan pertemuan Jokowi dan Probowo, beberapa waktu lalu. Dimana, PA 212 merasa kecewa atas hal tersebut.

Padahal dari para tokoh NU dan Muhammadiyah, pertemuan kedua tokoh bangsa itu dinilai sebagai langkah positif. Setelah rentang pilpres 2019 yang menciptakan polarisasi tajam di antara dua belah pihak.

BACA : Prediksi Habib Rizieq Bakal Calon Presiden 2024

“Kita tidak melarang Ijtima Ulama itu, tapi jangan kemudian ada ijtima ulama yang keempat hanya ingin memelihara keterbelahan. Jangan begitu. Saat ini umat pada umumnya sudah menginginkan rekonsiliasi dan tidak ada lagi pembelahan,” ujar Masduki Baidowi, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar NU.

Masduki juga mengingatkan, bahwa ulama itu merupakan tokoh terhormat. Mempunyai visi keislaman dan keilmuan sebagai pewaris nabi. Sehingga ulama sebaiknya tidak masuk dalam kepentingan politik praktis.

“Jadi kita pertanyakan urgensi Ijtima Ulama keempat itu. Di NU, ijtima dilakukan hanya untuk membahas masalah fiqih dan keagamaan, bukan politik praktis. Karena itu NU  tidak akan terlibat dalam ijtima ulama yang digagas PA 212,” ujarnya.

BACA: “Tak Usah Pajang Poto Presiden Di Sekolah”

Muhammadiyah pun senada dengan apa yang disampaikan NU terkait rencana Ijtima Ulama keempat itu. Melalui Ketua Majelis Hukum dan HAM Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Trisno Raharjo, Ijtima ulama IV tidak diperlukan bila hanya merespons pertemuan Jokowi-Prabowo.

“Ijtima tidak perlu bersifat responsif akibat suatu pertemuan. Ini kurang baik menurut saya. Akan lebih baik jika ijtima dilakukan untuk konsolidasi umat dalam peningkatan partisipasi kebangsaan. Sehingga bangsa Indonesia menjadi lebih baik,” ucap Trisno.

Dirinya juga mengatakan, tidak mempermasalahkan rencana ijtima ulama yang akan dilakukan oleh berbagai ormas itu. “Itu ekspresi mereka. Sepanjang sesuai undang-undang tidak dilarang,” ujarnya.

SOROT: Tugu Lamongan Senilai 6 Milyar Terindikasi Korupsi

Senada dengan NU, Muhammadiyah juga menyampaikan, tidak ada  warga Muhammadiyah yang akan hadir dalam ijtima ulama yang digagas PA 212.

*Redaksi.

Doa Pendukung O2 Diterima Tuhan

BintangEmpat.Com, Jakarta – Intelektual Nahdlatul Ulama (NU) KH Nadirsyah Hosen menilai bahwa doa para pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sudah diterima oleh Tuhan.

BACA: Anies Disebut ‘Goblok’

“Gus, kenapa doa ulama pendukung 02 tidak dikabulkan Allah? Padahal katanya sudah konsultasi ke wali yang kasyaf. Gimana penjelasannya?. Doa mereka tidak ditolak Allah, bahkan diterima Allah,” tulis Nadirsyah dalam akun twitternya @na_dirs, Jumat (19/7/2019).

BACA JUGA: Mahkamah Agung Vonis Jokowi Bersalah

Hanya saja doa yang diterima oleh Tuhan adalah doa yang baik. Dan pria yang karib disapa Gus Nadir itu menduga doa terbaik yang dilantunkan pendukung Prabowo-Sandi adalah Jokowi sehingga Capres nomor urut 01 itu terpilih menjadi Presiden di periode 2019-2024.“(Doa diterima) dalam bentuk diberi sesuatu yang lebih baik. Itulah kasih sayang Allah. Makanya 01 menang,” celetuk Gus Nadir.

BACA: Penulis Buku ‘Jokowi Under Cover’ Bebas

Perlu diingat bahwa sepanjang Pemilu 2019 Indonesia sempat dihebohkan dengan doa salah satu deklarator tagar 2019 Ganti Presiden yakni Neno Warisman.

BACA: MA Tolak Kasasi Kedua Prabowo

Di mana dalam agenda Munajat 212 di Monas pada hari Kamis 21 Februari 2019 itu, Neno berseloroh dalam doanya, jika Tuhan tidak menangkan Prabowo-Sandi, ia khawatir tidak ada yang menyembah Tuhan lagi.

BACA: Mahkamah Agung Vonis Jokowi Bersalah

“Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami.Karena jika Engkau tidak menangkan, Kami khawatir ya Allah Kami khawatir ya Allah, Tak ada lagi yang menyembah-Mu,” penggalan isi doa Neno Warisman.

SOROT: Bakal Ada Pertemuan Lanjutan Jokowi-Prabowo

*Sumber Redaksi

 

 

Pelajar NU Gelar Ramadhan Milenial

Lihat video MER-C

 

Bintangempat.com, Jawa Tengah -Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdhotul Ulama Kabupaten Kendal mengadakan acara dengan tema Ramadhan Millenial bertempat di SMK NU 1 Kendal, ada berbagai kegiatan yg dilaksanakan diantaranya pelatihan membuat kreasi sajian lebaran membuat boneka dari permen, pelatihan administrasi dasar, khotaman alquran dan bagi bagi takjil , jumlah peserta yg ikut kurang lebih 100 peserta.

BACA JUGA:

Tabrakan Di Tol Semarang Empat Orang Tewas

PT Tossa Sakti Group Didemo

Berjalan Kaki Dari Tegal, Rahman Temui Prabowo

Widji Astuti, selaku narasumber mengatakan ” Harapan saya, anak-anak setelah dilatih membuat kreasi sajian lebaran, mereka di rumah bisa membuat sendiri, sehingga orang tua di rumah bisa menghemat dalam pembelian sajian lebaran, ” ucapnya.

(Rfk).

Sumpah Demi Jokowi, Potong Jari Dengan Kapak

LIHAT VIDEO : POTONG JARINYA DEMI JOKOWI

 

BintangEmpat.Com, Jakarta – Viral video yang beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp (WA) tentang seorang laki-laki berpakaian jubah putih, dengan songkok hitam berambut sebahu, yang menyebut Gus Nur dengan mengucapkan sumpah demi Jokowi, NU, Banser, dan Pemerintah yang disertai aksi nekat dengan memotong jari telunjuk kirinya, (19/5).

Stop Hoax

Dalam video itu, dia mengucapkan, ” Bismillahirohmanirohim Alloohuakbar, ini Gus Nur… , ” disertai pemotongan jari telunjuknya sebelah kiri dengan mengayunkan kapak ditangan kanannya.

Hasibuan Tewas Dimakan Harimau

Tampak darah keluar dari ujung jari telunjuknya yang sudah terpotong, dia tidak merasa kesakitan bahkan melanjutkan berkata, ” Ini Gus Nur, sumpahnya anak Wonosobo yang seperti ini, ini sumpah demi Jokowi, demi Pemerintah, demi NU, demi Banser, begini Gus Nur… ” .

Pasutri Tewas Gantung Diri Hebohkan Kota Malang

Hingga berita ini ditulis, redaksi belum mendapatkan apa maksud dan tujuan video tersebut, hingga nekat melakukan tindakan yang membahayakan dirinya.

TERORIS ANCAM AKSI 22 MEI, LIHAT VIDEONYA: 

*Siwa.

 

 

TNI Amankan Buku PKI

BintangEmpat.com, Kediri-Pengambilan buku paham komunis yang di laksanakan oleh anggota Koramil 0809/ 11 Pare untuk di amankan di Makoramil 0809/ 11 Pare Kab Kediri.

Rabu, 26 Desember 2018 pukul 16.40 wib bertempat di toko buku Q Ageng alamat jln. Brawijaya no. 67 Ds. Tulungrejo Kec. Pare Kab. Kediri. Dan toko Buku Abdi jln. Brawijaya No. 123 Kec Pare Kab Kediri telah dilaksanakan pengambilan buku paham komunis yang di laksanakan oleh anggota Koramil 0809/ 11 Pare untuk di amankan di Makoramil 0809/ 11 Pare Kab Kediri.

Adapun ikut Dalam pengambilan Antara lain, Sertu Anis ( Anggota koramil 0809/ 11 Pare Kediri), Serda Priandik ( Anggota koramil 0809/ 11 Pare Kediri), Serka Dwi Nanag .N ( Anggota Unit Kodim 0809/ Kediri), Serka Risas ( Anggota Den Intel Dam V / Brawijaya), dan Serda Sugianto ( Anggota Den Intel Dam V / Brawijaya).

Adapun judul atau jenis buku yang diamankan dengan jumlah nya dari Toko Q Ageng, jln. Brawijaya No. 24, Empat karya filsafat 11 buah, Menempuh jalan rakyat (DN Aidit) 4 buah, Manifesto Partai Komunis 5 buah, Benturan NU PKI 1948 – 1965 4 buah, Negara dan revolusi 2 Buah, Orang” di persimpangan kiri jalan 21 buah, Nasionalisme, Islamisme, Marxisme 14 buah, Oposisi rakyat 4 buah, Gerakan 30 September 1965 3 buah, Catatan perjuangan 1946-1948 8 buah, Kontradiksi MAO-Tse – Sung 18 buah, Negara Madiun 15 buah, Menempuh jalan rakyat DN Aidit 4 buah, Islam sontoloyo 5 buah, Sukarno orang kiri revolusi & G 30 S 1965 2 buah, Maestro partai komunis 4 buah, Komunisme ala Aidit 2 buah, Di bawah lentera merah 1 buah, Lenin 3 Buah, Total Buku di Toko Q Ageng jln. Brawijaya No. 24 sebanyak 119 buah.

Di Toko Buku Abdi jln. Brawijaya No. 123, Adapun judul atau jenis buku yang di amankan, Gerwani 3 buah, Islam sontoloyo 1 buah, Negara Madiun 8 buah, Di bawah lentera merah 7 buah, Total Buku Abdi jln. Brawijaya No. 123 19 Buah.

Sekitar pukul 17.20 Kegiatan pengambilan Buku selesai dilaksanakan dalam keadaan tertib lancar dan aman. Pengambilan atau pengamanan Buku tersebut atas Printah Dandim 0809/ Kediri (Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno, SE, Msi (han) Kepada Danramil 0809 / 11 Lettu Inf Sutejo dan di tindak lanjuti oleh anggota koramil Sertu Anis dan Serda Priandik.

Pengambilan Buku dilaksanakan dengan tujuan untuk dilaksanakan Rapat Evaluasi oleh intansi terkait antara lain Kodim 0809/ Kediri, Polres Kab Kediri dan Kesbangpolinmas Kab Kediri dengan Pihak pemilik Toko. Rapat Evaluasi Akan di laksanakan besok Kamis, 27 Desember 2018 pukul 13.00 di Makoramil 0809/ 11 Pare. (Agung Batu Bara).

Baca juga https://bintangempat.com/2018/12/bau-tidak-sedap-tercium-di-samsat-magetan/