Arsip Tag: Penipuan

Duh… Nenek 65 Tahun Diperkosa Malah Masuk Penjara

Duh… Nenek 65 Tahun Ngaku Diperkosa Malah Masuk Penjara

Jawa Timur – Sumintuk/S (65), seorang perempuan warga Dusun Krajan, Desa Umbulsari, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, melaporkan pemerkosaan atas dirinya ke polisi. Belakangan terungkap bahwa laporan itu adalah palsu.

Sumintuk mengaku di hadapan polisi, bahwa peristiwa pemerkosaan dan penganiayaan itu terjadi pada 4 Desember 2019 di rumahnya. Saat itu, ia ditemukan oleh tetangga dalam keadaan terlentang dan pingsan di atas ranjang.

Tak ada yang tahu penyebabnya. Namun saat itu, lehernya terluka. Ia memakai daster warna merah dan di sampingnya ada celana dalam warna putih.

Berita Terkait : Nenek 65 Tahun Diperkosa Kapolres Jember Turun

Polisi baru meminta keterangan pada 6 Desember 2019, saat S sudah pulih di RS Daerah dr. Soebandi. Penganiayaan dan perkosaan meluncur dari bibirnya.

Polisi pun melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara. Polisi mencurigai adanya sejumlah keterangan yang tidak masuk akal. Polisi tidak menemukan tanda-tanda kerusakan pada vagina Sumintuk maupun bekas sperma. Tempat tidur Sumintuk juga rapi dan tak ada tanda-tanda adanya pergumulan.

Darurat Sampah Kapolres Ubah Sampah Jadi BBM

Darah dari leher Sumintuk mengalir ke arah dada. Ini artinya Sumintuk mendapat luka di leher dalam keadaan duduk. “Seharusnya kalau pemerkosaan dalam posisi tidur, seharusnya aliran darah di leher akan mengenai ke belakang. Pengakuan korban dengan alat bukti tidak ada keterkaitan,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal.

Tanggal 9 Januari 2020, polisi kembali melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah Sumintuk. Di sana ditemukan sebilah pisau dengan bercak darah yang diletakkan dalam bak plastik warna hijau di bawah ranjang Sumintuk.

Penculikan Dengan Jual Organ Tubuh Anak Menyebar Kembali

Sehari kemudian, polisi kembali meminta keterangan Sumintuk. Dari sini terungkap bahwa si nenek melukai lehernya sendiri saat itu. “Saya berusaha bunuh diri dengan melukai leher saya dengan menggunakan pisau itu,” katanya.

Duh… Nenek 65 Tahun Diperkosa Malah Masuk Penjara

Ia memang tiga kali menyayat kulit lehernya hingga tiga kali dalam keadaan duduk.
Sumintuk kemudian tak sadarkan diri setelah sempat sebelumnya meletakkan pisau itu dalam bak di bawah ranjangnya. Ia baru sadar pada 4 Desember 2019 di Puskesmas Umbulsari.

Ada Apa KPU di KPK?

“Dia mengaku melukai dirinya dengan alasan terjerat utang Rp 10 juta. Kami menjadikan dia tersangka karena pengaduan palsu, dan kami jerat dengan pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman penjara satu tahun empat bulan,” kata Alfian. (*)

Polres Jember Dirikan Kantor Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat

 

Penipuan Dan Penggelapan Sapi Diringkus Polisi

 

 

*Disuruh Ngrawat Sapi Malah Di Jual*

 

BintangEmpat.com, Malang – Seorang pria yang merupakan pelaku penipuan dan penggelapan sapi berhasil diamankan oleh polisi. kamis  (7/3/2019).

Baca Duel Oknum TNI Vs Polisi

Anggota Buru Sergap Polres Malang dan Reskrim Polsek Poncokusumo meringkus tersangka kasus penipuan disertai penggelapan 3 ekor sapi. Diminta untuk merawat sapi, tersangka malah menjualnya tanpa seijin pemiliknya.

 

Tersangka Moh Siono (36) warga Dusun Pulungdowo RT04/RW07, Desa Glagahdowo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Ia dilaporkan pemilik sapi bernama Retiono (58) warga Desa Belung RT04/RW03, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Baca Polisi Tangkap Pembacok Bupati

Korban melaporkan perbuatan tersangka, Rabu (04/03/2019) lalu ke Polsek Poncokusumo. Persoalan penipuan tersangka sendiri telah berlangsung selama 2 tahunan atau sejak 2016.

Baca FKPPI

Sekira Mei 2016, mulanya korban bermaksud menitipkan 3 ekor sapi jenis Brahma untuk dirawat tersangka. Tersangka sempat menyanggupi permintaan korban dengan meminta uang Rp 16 juta untuk pembuatan kandang.

Perlahan, korban percaya, tersangka merawat 3 ekor sapi tanpa ada masalah. Hingga kemudian, perbuatan tersangka diketahui korban selang beberapa minggu kemudian.

 

Alhasil, korban dan tersangka sempat membuat kesepakatan. Tersangka juga menyanggupi menandatangani surat pernyataan berisi janji tersangka akan mengembalikan uang kepada korban.

 

Dalam isi surat pernyataan diakui tersangka jika ia telah menjual 3 ekor sapi korban senilai Rp 46 juta. Bukan hanya itu, tersangka juga meminjam uang sebesar Rp 15 juta untuk kepentingan lain.

 

Isi surat pernyataan disebutkan tersangka bahwa ia menyanggupi akan mengembalikan uang korban dengan tenggat waktu akhir Agustus 2017. Surat tersebut ditandangani saksi dan bermaterai.

 

Namun, hingga 2019, janji tersangka tak kunjung terwujud. Alhasil, korban melaporkan perbuatan tersangka ke pihak kepolisian. Sebab itu, berdasar laporan korban, petugas melaksanakan penangkapan terhadap tersangka.

 

Dalam laporan korban, total kerugian korban mencapai Rp 85 juta. Karena tidak ada itikad mengembalikan sesuai tenggang waktu dan mencapai 2 tahunan, terpaksa, perbuatan tersangka diperkarakan korban.

 

Terkait penangkapan tersangka penipuan, dibenarkan Kapolsek Poncokusumo, AKP Okta Panjaitan. Penangkapan tersangka dilaksanakan anggota Reskrim Polsek Poncokusumo bersama anggota Buru Sergap Polres Malang.

 

Akibat perbuatannya, tersangka terancam mendekam di sel tahanan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. (Nat)