Arsip Tag: Pki

Foto Habib Rizieq Di Injak-injak, Ini Sikap Ulama

Lihat Videonya

 

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA FPI, GNPF ULAMA DAN PA 212 ATAS PELECEHAN, PENGHINAAN DAN ANCAMAN PEMBUNUHAN TERHADAP IMAM BESAR HABIB RIZIEQ SHIHAB (IB HRS)

Sehubungan dengan kejadian yang sangat tidak bermoral pada Aksi 27 Juli 2020 di depan
gedung DPR / MPR oleh kelompok Neo PKI yang menghinakan dan melecehkan Ulama
sekaliber Habib Muhammad Rizeiq Shihab ( HRS adalah cucu Rasulullah ) dengan merusak dan
menginjak – injak bahkan membakar poster Ulama Indonesia Imam Besar FPI Al Habib
Muhammad Rizieq Shihab, maka kami dengan tegas menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Bersyukur kepada Allah SWT dengan mengucapkan Alhamdulillah atas tidak
    terbakarnya poster dengan foto IB HRS saat berupaya dibakar oleh gerombolan Neo PKI
    pada saat Aksi, ini menunjukan kebesaran Allah SWT dan Karomah IB HRS.

  2. Bahwa IB-HRS sebagai Warga Negara Indonesia yang merdeka memiliki hak dan kebebasan untuk pulang kembali ke Tanah Air Indonesia kapan saja tanpa tekanan atau ancaman mau pun intimidasi dari pihak mana pun.

  3. Mengecam dan mengutuk keras pelaku penghinaan dan pelecehan terhadap IB HRS di
    depan gedung DPR / MPR RI.

  4. FPI, GNPF Ulama dan PA 212 akan menempuh jalur Hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut kepada kepolisian.

  5. Mendesak penegak Hukum segera memproses pelaku penghinaan dan pelecahan terhadap
    IB HRS dalam waktu yang secepat – cepatnya.

  6. Menghimbau umat Islam untuk mengedepankan proses upaya – upaya hukum baik hukum Negara, Agama ataupun Hukum Adat kepada pelaku – pelaku penghinaan dan pelecehan Ulama / Habaib terutama IB HRS.

  7. Mengintruksikan kepada laskar FPI dan Mujahid 212 untuk bersiap siaga dalam menghadapi tantangan mereka Komunis penghianat bangsa serta menjaga para Ulama dan Tokoh masyarakat dari ancaman gerombolan Neo PKI.

  8. Dikarenakan kebangkitan Neo PKI yang berteriak – teriak mendukung pancasila padahal merusak pancasila itu sendiri maka kami menuntut dengan tegas agar Inisiator RUU HIP dan Partai yang ingin merubah (MAKAR) terhadap Pancasila di proses Hukum dan jika terbukti secara Hukum maka wajib DIBUBARKAN.

  9. Jika “MAKAR” ini tidak diproses secara Hukum maka Netralitas dan Nasionalis POLRI
    sebagai penegak Hukum dan TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI dan pancasila patut dipertanyakan.

Jakarta, 28 Juli 2020 / 7 Dzulhijjah 1441 H

Ketua Umum FPI: KH. M Shobri Lubis.

Ketua Umum GNPF-U: Ust.Yusuf M Martak.

Ketua Umum PA 212: Ust.Slamet Ma’arif.

Foto: Ketua Umum PA 212: Ust.Slamet Ma’arif

*ditulis oleh Ust.Slamet Ma’arif.

Pigai: Umat Islam dan Katolik itu Musuh Utama Komunis

Foto: Natalius Pigai

Opini ini ditulis oleh: Natalius Pigai, Aktivis HAM.

Sampai kapan pun komunis dan turunnya di Indonesia akan dendam terhadap umat Islam dan Katolik.  Mereka tidak akan rela umat Islam dan Katolik menjadi pemimpin. Jadi, siapa pun pemimpin yang keturunan komunis, kaum Islam dan Katolik pasti dikucilkan dari politik atau tidak dikasih jabatan.

Tokoh utama Gereja Katolik dibalik runtuhnya komunisme dunia. Jika di dunia Katolik dibenci, maka di Indonesia umat Islam dan Katolik itu musuh utama komunis.

Mereka dendam peristiwa pasca G30/S di Jawa (Islam) dan Flores (Katolik). Karena peristiwa 1965 itu, umat Islam dan Katolik yang membantai komunis.

Jadi, pemimpin aliran komunis berkuasa, kedua ini (umat Islam dan Katolik) pasti tergeser. Banyak tokoh bangsa dan ormas keagamaan yang menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). RUU ini dikhawatirkan menjadi pintu masuk kebangkitan komunisme.

*Ditulisa oleh Natalius Pigai.

Curigai Paham PKI Bangkit, MUI Serukan Tolak RUU HIP

Screnshot: Maklumat MUI Nomor 1240 / DP-MUI / VI / 2020.

BintangEmpat.Com – Dewan Pimpinan MUI menerbitkan maklumat Nomor Kep-1240/DP-MUI/VI/2020 menyikapi Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang akan segera dibahas DPR.


Dalam maklumat yang diikuti seluruh pimpinan wilayah MUI itu, MUI menyerukan penolakan pada RUU HIP karena tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor 25/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI.


Maklumat diteken oleh Waketum MUI Muhyiddin Junaidi dan Sekjen Anwar Abbas, pada Jumat (12/6/2020).

Viral: Masjid Tetap Dirantai Jamaah Muhammadiyah ‘Pecah’


MUI meminta umat Islam agar tetap waspada dan selalu siap siaga terhadap penyebaran paham komunis dengan pelbagai cara dan metode licik yang mereka lakukan saat in.


MUI meminta fraksi-Fraksi di DPR RI untuk tetap mengingat sejarah yang memilukan dan terkutuk yang dilakukan oleh PKI terutama peristiwa sadis dan tak berperikemanusiaan yang mereka lakukan pada Tahun 1948 dan Tahun 1965 khususnya.

Begini Isi Maklumat Dewan Pimpinan MUI Soal  RUU HIP

MAKLUMAT DEWAN PIMPINAN MUI PUSAT
DAN DEWAN PIMPINAN MUI PROVINSI SE INDONESIA

Nomor : Kep-1240/DP-MUI/VI/2020.

Mencermati dengan seksama terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan
Ideologi Pancasila (RUU HIP), setelah melalui berbagai kajian dan diskusi, maka
kami Dewan Pimpinan MUI Pusat dan Dewan Pimpinan MUI Provinsi se-Indonesia
menyampaikan maklumat sebagai berikut :

1. Tidak dicantumkannya TAP MPRS Nomor 25/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang
PEMBUBARAN PARTAI KOMUNIS INDONESIA, PERNYATAAN SEBAGAI ORGANISASI TERLARANG DISELURUH WILAYAH NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAGI PARTAI KOMUNIS INDONESIA DAN LARANGAN SETIAP KEGIATAN UNTUK MENYEBARKAN ATAU MENGEMBANGKAN PAHAM ATAU AJARAN KOMUNIS/MARXISME-LENINISME, adalah sebuah bentuk pengabaian terhadap fakta sejarah yang sadis, biadab dan memilukan yang
pernah dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia, sehingga
sama artinya dengan persetujuan terhadap pengkhianatan bangsa tersebut;

2. Bahwa RUU HIP telah mendistorsi substansi dan makna nilai-nilai Pancasila, sebagaimana yang termaktub dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD Tahun 1945. Kami memaknai dan memahami bahwa pembukaan UUD Tahun 1945 dan batang tubuhnya telah memadai sebagai tafsir dan penjabaran paling otoritatif
dari Pancasila, adanya tafsir baru dalam bentuk RUU HIP justru telah mendegradasi eksistensi Pancasila;

3. Memeras Pancasila menjadi Trisila lalu menjadi Ekasila yakni “Gotong Royong”,
adalah nyata-nyata merupakan upaya pengaburan dan penyimpangan makna
dari Pancasila itu sendiri, dan secara terselubung ingin melumpuhkan
keberadaan Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa yang telah dikukuhkan dengan Pasal 29 Ayat (1) UUD Tahun 1945, serta menyingkirkan peran agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian hal ini adalah bentuk pengingkaran terhadap keberadaan Pembukaan dan Batang Tubuh UUD Tahun 1945 sebagai Dasar Negara, sehingga bermakna pula sebagai pembubaran NKRI yang berdasarkan pada 5 Sila tersebut;

4. Meminta kepada Fraksi-Fraksi di DPR RI untuk tetap mengingat sejarah yang
memilukan dan terkutuk yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia terutama
peristiwa sadis dan tak berperikemanusiaan yang mereka lakukan pada Tahun
1948 dan Tahun 1965 khususnya. Namun pasca reformasi para aktivis dan simpatisannya telah melakukan berbagai upaya untuk menghapus citra buruknya dimasa lalu dengan memutarabalikan fakta sejarah dan ingin kembali masuk dalam panggung kehidupan berbangsa dan bernegara. Kebedaraan RUU
HIP patut dibaca sebagai bagian dari agenda itu, sehingga Wajib RUUP HIP ini ditolak dengan tegas tanpa kompromi apapun;

5. Kami pantas mencurigai bahwa konseptor RUU HIP ini adalah oknum-oknum yg
ingin membangkitkan kembali paham dan Partai Komunis Indonesia, dan oleh karena itu patut diusut oleh yang berwajib;

6. Meminta dan menghimbau kepada Ummat Islam Indonesia agar tetap waspada
dan selalu siap siaga terhadap penyebaran faham komunis dengan pelbagai
cara dan metode licik yang mereka lakukan saat ini;

7. Mendukung sepenuhnya keberadaan TNI sebagai penjaga kedaulatan Negara
Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus pengawal Pancasila. Karena itu, jika ternyata ada indikasi penyebaran faham komunis dengan pelbagai cara dan kedok, mari segera laporkan kepada pos atau markas TNI terdekat;

8. Bila maklumat ini diabaikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, maka kami Pimpinan MUI Pusat dan segenap Pimpinan MUI Provinsi se-Indonesia menghimbau Umat Islam Indonesia agar bangkit bersatu dengan segenap upaya
konstitusional untuk menjadi garda terdepan dalam menolak faham komunisme dan berbagai upaya licik yang dilakukannya, demi terjaga dan terkawalnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

 

Foto: Buya Gusrizal Gazahar.

Isi maklumat ini dibenarkan oleh Buya Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag, (Ketum DP MUI Provinsi Sumatera Barat) ketika dihubungi via WhatsAppnya.

“Iya, itu adalah maklumat MUI Pusat yang disepakati oleh MUI Prov. se-Indonesia“, kata Buya, melalui WhatsApp kepada BintangEmpat.Com.

Foto: KH. Munahar Muchtar

Senada dengan KH. Munahar Muchtar, Ketum DP MUI Provinsi DKI Jakarta, dirinya juga membenarkan isi maklumat tersebut.

“Ya benar…”, tulis Munahar kepada BintangEmpat.Com. (Red).

Viral Tugu Di Tol Madiun Dikaitkan Palu Arit PKI

“Tentang Tugu di Tol Madiun yang Viral Dikaitkan dengan Palu Arit PKI”

BintangEmpat.Com – Politikus Fadli Zon angkat bicara soal tugu di interchange menuju Gerbang Tol Madiun yang viral di media sosial. Menurutnya, ada kesan palu arit dari tugu tersebut.

Pernyataan itu ia sampaikan lewat akun Twitter pribadinya @fadlizon. Cuitan tersebut diunggah pada Minggu (9/2). “Kesan ‘Palu Arit’ tak bisa dinafikan. Apakah ada kesengajaan?” cuit Fadli seperti yang dilihat detikcom, Senin (10/2/2020).

Pelaku Pembunuhan Mertua Sekda Lamongan Tertangkap

Cuitan tersebut merupakan tanggapan Fadli saat me-retweet posting-an akun Roy Suryo, @KRMTRoySuryo2. Roy Suryo mengunggah posting-an tersebut 3 jam lebih dulu.

“Tweeps, Patung yg terletak di pinggir Jalan Tol Madiun ini lagi kontroversi, banyak pihak yg menginginkan Patung ini dibongkar karena mengingatkan Trauma masa lalu di daerah tersebut sekitar tahun 1948 silam. Bagaimana pendapat anda? Benarkah Patung ini mirip2 simbol2 tertentu?” berikut posting-an Roy Suryo.

Sebelumnya, mengenai tugu Gerbang Tol Madiun itu juga sudah menuai pro dan kontra di media sosial Facebook. Ada banyak yang mengaitkan dengan lambang palu arit PKI, namun banyak juga yang tidak mempermasalahkannya.

Polisi Terbitkan SP2HP Soal Kasus Bupati Lumajang

PT Jasa Marga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) kemudian membantah anggapan tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa tugu tersebut merupakan logo perusahaan.

Lantas, seperti apa logo PT JNK yang menjadi model dari tugu tersebut?Dalam logo PT JNK, terdapat empat warna kombinasi yang tergambar dalam satu lingkaran. Yakni biru laut, kuning, biru muda dan putih.

Kemudian ada tiang berwarna putih dan lengkungan berwarna kuning yang dilengkapi garis putus berwarna putih bak sebuah jalan.

Duuh… Dandim 0824 Jember Datangi Polres Jember

“Filosofi logo JNK berbentuk lingkaran biru yang melambangkan bahwa dalam menjalankan bisnis, perusahaan mengikuti kaidah-kaidah universal yang berlaku (global act).Tugu putih menjulang melambangkan bahwa Perusahaan berorientasi pada pertumbuhan shareholder value, dan peningkatan prosperity stakeholder, dengan memperhatikan prinsip good corporate governance,” jelas Direktur Utama PT JNK, Dwi Winarsa, dilansir dari detikcom.

Meski begitu, Bupati Madiun H Ahmad Dawami menyampaikan usulan untuk mengubah tugu yang dikaitkan dengan palu arit PKI hingga viral. Menurutnya, tugu itu bisa diganti dengan tugu kampung pesilat.

“Logo kampung pesilat insyaallah bagus juga itu. Sudah kita sampaikan ke Bakesbangpol untuk bertemu Jasa Marga,” ujarnya.

Janda Dengan Dua Anak Lumpuh Dan Buta Kisahnya Menyayat Hati

Namun PT JNK mengaku keberatan jika tugu itu harus dibongkar atau diubah. Sebaliknya, usulan penambahan ikon Kabupaten Madiun yakni kampung pesilat akan menjadi pertimbangan.

“Saya kira kalau diganti tidak mungkin ya, karena masa harus diganti. Tapi kalau misalnya dilengkapi penambahan ikon kampung pesilat, sehingga itu tidak menjadi multi persepsi, nah mungkin bisa dipertimbangkan,” lanjut Dwi Winarsa.

Ia juga menambahkan, nantinya akan ditambahkan simbol PT JNK dengan corak biru dan kuning. PT JNK akan secepatnya menyelesaikan pengerjaan tahap berikutnya.

Sebut FPI Bangsat Ade Armando Bakal Dipolisikan

“Contoh penulisan JNK dengan logo di situ. Itu kan sebenarnya ada supaya tidak menimbulkan persepsi. Jadi pemakai jalan bisa langsung tahu, oh ini ternyata bentuk tiga dimensi dari logo ikonik JNK yang sekarang. Karena tidak ada sama sekali, jadi orang mengira-ngira itu apa. Akhirnya ada persepsi palu arit,” imbuhnya.

Menurut, saat ini belum ada usulan secara resmi dari Pemkab Madiun untuk menambahkan ikon kampung pesilat. PT JNK memastikan usulan itu akan masuk dalam pertimbangan manajemen Jasa Marga.

“Belum ada sih usulan resmi seperti itu untuk digabung sehingga bisa menambah bagus. Sekarang juga nggak gampang harus mengubah tapi sampai sekarang belum ada sih usulan resmi itu. Itu kan sudah jadi pertengahan tahun lalu,” pungkasnya. (*)

Soal Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan adalah Keturunan PKI

[Fakta atau Hoaks] Benarkah Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan adalah Keturunan PKI?

Jakarta – Klaim bahwa mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan adalah keturunan Semaun, Ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) yang pertama, beredar di media sosial.

Berita Viral: 

Klaim tersebut menyebar setelah Wahyu, yang ketika itu masih berstatus sebagai Komisioner KPU, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 8 Januari 2020.

Salah satu akun yang menyebarkan narasi itu adalah akun Bijipot Ydempat Itt di Facebook, yakni pada Ahad, 12 Januari 2020. Dalam unggahan akun ini, narasi tersebut tertulis dalam sebuah gambar tangkapan layar unggahan akun lain. Isi lengkap narasi dalam gambar tangkapan layar itu adalah sebagai berikut:

Kasat Reskrim Dicopot, Ada Kaitan Dengan Pemerasan Rp 1 M?

“WS, komisioner yang kena OTT sama KPK dan yang menangin Jaee itu anak Pak Slamet, dan Pak Slamet anak Pak Semaun, gembong PKI asal Jombang. Setali tiga uang dong, Neo Comunist! Embahnya si Wahyu Setiawan #Melawan_Lupa #PKI”

Narasi itu pun dilengkapi dengan foto Semaun yang berwarna hitam-putih yang disandingkan dengan foto Wahyu Setiawan. Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 120 kali, dikomentari 258 kali, dan direspons 231 kali.

Duh… Nenek 65 Tahun Diperkosa Malah Masuk Penjara

Benarkah Wahyu Setiawan adalah keturunan Semaun, Ketua PKI yang pertama? Dan benarkah korupsi termasuk neo komunisme?

PEMERIKSAAN FAKTA

Menurut Tim CekFakta Tempo menelusuri artikel di media massa untuk mendapatkan informasi mengenai riwayat hidup Semaun, termasuk nama keturunannya. Dikutip dari laman Tribunnews Bangka, yang melansir artikel di Majalah Intisari edisi Oktober 1971, Semaun dikaruniai dua anak dari pernikahannya yang pertama.

Ada Apa KPU di KPK?

Anak Semaun yang pertama, laki-laki, bernama Logika Sudibyo. Sementara anak Semaun yang kedua, perempuan, bernama Axioma. Menurut Tribunnews Bangka, kelahiran anak kedua Semaun itu bertepatan dengan penangkapan Semaun oleh pemerintah Belanda pada 8 Mei 1923.

KPK (Bukan Lagi) Terminal Akhir

Dikutip dari majalah sejarah Historia, Semaun diasingkan ke Amsterdam, Belanda, sejak 20 September 1923. Namun, pada November 1925, Semaun pergi ke Uni Soviet. Di sana, ia menetap hingga lebih dari 30 tahun dan menikah dengan wanita setempat.

Puluhan LSM Se-Kalteng Laporkan Bupati Katingan Ke Polda Kalteng

Dari pernikahannya dengan wanita yang bernama Valentina Iwanowa itu, seperti dikutip dari Tribunnews Bangka, Semaun memperoleh dua anak. Anak pertama, laki-laki, bernama Rono Semaun, bekerja di Moskow, Rusia, sebagai wartawan. Sementara anak kedua, perempuan, bernama Elena Semaun, ikut pulang ke Tanah Air bersama ayahnya pada 1957.

Ria Irawan Meninggal Dunia

Cerita soal pernikahan Semaun dengan wanita Rusia yang dikaruniai anak bernama Rono Semaun juga pernah dimuat oleh Majalah Tempo pada 16 Maret 2003 serta Historia. Dalam berita di kedua majalah ini, Rono disebut sebagai penerjemah karya-karya sastra Indonesia ke bahasa Rusia.

Jokowi Dan Prabowo Makin Romantis

Dari berbagai pemberitaan tersebut, Semaun diketahui tidak memiliki anak yang bernama Slamet, sebagaimana yang disebutkan dalam narasi yang diunggah akun Bijipot Ydempat Itt. Dengan demikian, klaim bahwa mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan adalah cucu Semaun dari anaknya yang bernama Slamet merupakan klaim yang keliru.

Jokowi Datang Kapal China Belum Pulang

Benarkah korupsi termasuk neo komunisme?

Klaim ini tidak memiliki relevansi satu sama lain. Sejak terbitnya Ketetapan MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, tidak ada lagi aktivitas PKI di Indonesia. Dugaan korupsi yang menjerat Komisioner KPU Wahyu Setiawan juga tidak terkait dengan ideologi komunis.
Perilaku korupsi pun tidak hanya melekat pada PKI. Di masa lalu, partai-partai selain PKI pernah terjerat korupsi.

Anggota TNI Bacok Polisi Rekonstruksi Diwarnai Demo

Dikutip dari Historia, partai lama yang pernah terjerat korupsi antara lain Partai Nasional Indonesia, Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Sosialis Indonesia, dan Partai Rakyat Nasional.
Menurut Historia, saat menjabat sebagai perdana menteri pada Juli 1953, Ketua Umum PNI Ali Sastroamidjojo menempatkan orang-orang pentingnya di pos-pos strategis.

PDIP Tak Ingin Jadi Partai Pasar Malam

Iskaq Tjokrohadisurjo dijadikan Menteri Perekonomian dan Ong Eng Die dijadikan Menteri Keuangan. Dalam struktur partai, Iskaq adalah Ketua Komite Dana Partai, sedangkan Ong Eng Die adalah anggotanya. Lewat jabatan di pemerintahan itu, mereka mengumpulkan dana partai.

Penculikan Juragan Roti Hebohkan Warga Lumajang

Setelah di-reshuffle pada 8 November 1954, Iskaq dihadapkan ke meja hijau atas tuduhan korupsi dan dijatuhi hukuman penjara selama sembilan bulan serta denda sebesar Rp 200.000. Dia bebas setelah mendapat grasi presiden. Ong Eng Die pun sempat ditahan dan hendak dituntut, tapi ia kabur ke Belanda, tanah air istrinya.

Evi Pengidap Tumor Ganas Dirujuk Ke RS Dr Soetomo, Badan Tinggal Tulang Terbalut Kulit

Masih dikutip dari Historia, menurut sejarawan Greg Fealy, NU merupakan partai yang paling banyak dikotori skandal korupsi setelah PNI. Selama pertengahan hingga akhir 1950-an, sejumlah petinggi NU menghadapi berbagai pengungkapan skandal korupsi di media massa, penyelidikan polisi, dan proses peradilan tindak pidana korupsi.

Pelaku Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Ditangkap, Pelakunya Polisi Aktif

Salah satu kasus paling serius adalah kasus yang menimpa Wahib Wahab. Pada 1962, dia dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Agama karena terbukti bersalah atas kepemilikan mata uang asing sebesar 40.900 dolar Malaysia. Dia juga melakukan transaksi dagang di Singapura tanpa memberitahu pemerintah Indonesia.

Ahmad Dhani Jabat Dewan Penasehat Pejabat

Dia dikenakan hukuman penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp 5 juta. Namun, Presiden Sukarno mengubah hukumannya menjadi tahanan rumah.

Soal Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan adalah Keturunan PKI

KESIMPULAN

Berdasarkan pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa Wahyu Setiawan, Komisioner KPU yang terjaring OTT KPK, adalah keturunan Ketua PKI yang pertama, Semaun, merupakan klaim yang keliru. Semaun diketahui tidak memiliki anak yang bernama Slamet, yang menurut unggahan akun Bijipot Ydempat Itt merupakan ayah Wahyu Setiawan. (*).

Nenek 80 Tahun Hidup Sebatangkara Di Rongsokan

TNI Amankan Buku PKI

BintangEmpat.com, Kediri-Pengambilan buku paham komunis yang di laksanakan oleh anggota Koramil 0809/ 11 Pare untuk di amankan di Makoramil 0809/ 11 Pare Kab Kediri.

Rabu, 26 Desember 2018 pukul 16.40 wib bertempat di toko buku Q Ageng alamat jln. Brawijaya no. 67 Ds. Tulungrejo Kec. Pare Kab. Kediri. Dan toko Buku Abdi jln. Brawijaya No. 123 Kec Pare Kab Kediri telah dilaksanakan pengambilan buku paham komunis yang di laksanakan oleh anggota Koramil 0809/ 11 Pare untuk di amankan di Makoramil 0809/ 11 Pare Kab Kediri.

Adapun ikut Dalam pengambilan Antara lain, Sertu Anis ( Anggota koramil 0809/ 11 Pare Kediri), Serda Priandik ( Anggota koramil 0809/ 11 Pare Kediri), Serka Dwi Nanag .N ( Anggota Unit Kodim 0809/ Kediri), Serka Risas ( Anggota Den Intel Dam V / Brawijaya), dan Serda Sugianto ( Anggota Den Intel Dam V / Brawijaya).

Adapun judul atau jenis buku yang diamankan dengan jumlah nya dari Toko Q Ageng, jln. Brawijaya No. 24, Empat karya filsafat 11 buah, Menempuh jalan rakyat (DN Aidit) 4 buah, Manifesto Partai Komunis 5 buah, Benturan NU PKI 1948 – 1965 4 buah, Negara dan revolusi 2 Buah, Orang” di persimpangan kiri jalan 21 buah, Nasionalisme, Islamisme, Marxisme 14 buah, Oposisi rakyat 4 buah, Gerakan 30 September 1965 3 buah, Catatan perjuangan 1946-1948 8 buah, Kontradiksi MAO-Tse – Sung 18 buah, Negara Madiun 15 buah, Menempuh jalan rakyat DN Aidit 4 buah, Islam sontoloyo 5 buah, Sukarno orang kiri revolusi & G 30 S 1965 2 buah, Maestro partai komunis 4 buah, Komunisme ala Aidit 2 buah, Di bawah lentera merah 1 buah, Lenin 3 Buah, Total Buku di Toko Q Ageng jln. Brawijaya No. 24 sebanyak 119 buah.

Di Toko Buku Abdi jln. Brawijaya No. 123, Adapun judul atau jenis buku yang di amankan, Gerwani 3 buah, Islam sontoloyo 1 buah, Negara Madiun 8 buah, Di bawah lentera merah 7 buah, Total Buku Abdi jln. Brawijaya No. 123 19 Buah.

Sekitar pukul 17.20 Kegiatan pengambilan Buku selesai dilaksanakan dalam keadaan tertib lancar dan aman. Pengambilan atau pengamanan Buku tersebut atas Printah Dandim 0809/ Kediri (Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno, SE, Msi (han) Kepada Danramil 0809 / 11 Lettu Inf Sutejo dan di tindak lanjuti oleh anggota koramil Sertu Anis dan Serda Priandik.

Pengambilan Buku dilaksanakan dengan tujuan untuk dilaksanakan Rapat Evaluasi oleh intansi terkait antara lain Kodim 0809/ Kediri, Polres Kab Kediri dan Kesbangpolinmas Kab Kediri dengan Pihak pemilik Toko. Rapat Evaluasi Akan di laksanakan besok Kamis, 27 Desember 2018 pukul 13.00 di Makoramil 0809/ 11 Pare. (Agung Batu Bara).

Baca juga https://bintangempat.com/2018/12/bau-tidak-sedap-tercium-di-samsat-magetan/