Arsip Tag: polisi

Polrestro Bekasi Kota Bhakti Sosial Polri Peduli Covid-19

 

Foto: Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal., SH., SIK., M.Hum, mendatangi warga dengan membawa gerobak sembako

BintangEmpat.Com – Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal, bersama dengan Kapolsek Bekasi Timur Kompol Suyoto dan Wakapolsek Bekasi Timur Akp Hotman Hutajulu, melakukan kegiatan gerakan Bhakti Sosial Polri Peduli Covid-19.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut :

-. Wakapolres Metro Bekasi Kota
-. Kapolsek Bekasi Timur
-. Kasipropam Polres Metro Bekasi Kota
-. Wakapolsek Bekasi Timur
-. BhabinKamtibmas Kel.Bojong
-. Babinsa Kel.Bojong
-. Ketua RW 03
-. Ketua RT 08

Baca: Kecelakaan di Medan Mobil Saling Tindih

Wakapolres Metro Bekasi Kota melakukan kegiatan gerakan Bhakti Sosial Polri Peduli Covid-19, memberikan bantuan sembako dari sinergritas TNI-POLRI dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

“Bhakti Sosial pada pagi hari ini ditujukan kepada para warga yang kurang mampu yang masuk dalam wilayah Slum Area Bojong RawaLumbu di wilayah hukum Polres Metro Bekasi Kota yang kita harapkan dapat membantu meringankan beban dari para warga yang kurang mampu yang terkena dampak dari virus Covid-19”, terang Alfian, (Wakapolres Metro Bekasi Kota).

Polri dalam hal ini terus memberikan himbauan kepada masyarakat akan pentingnya tidak melakukan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang karena virus Covid-19 ini dapat menyebar dengan mudah melalui orang perorang.

Foto: Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Alfian Nurrizal., SH., SIK., M.Hum, memberikan bantuan kepada warga dengan kelembutan hati.

Wakapolres Metro Bekasi Kota meminta do’a dari masyarakat agar wabah Covid-19 ini segera berakhir dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasa kembali dan semoga kita semua dalam lindungan Tuhan Yang Mana Esa.

Kegiatan itu disambut dengan antusias warga, pasalnya Polisi dan TNI hadir dengan kelembutan hati ditengah sulitnya pandemik.

Lihat Youtube kami

 

“Kami sangat berterimakasih atas bantuan Polisi dan TNI, mereka hadir disaat kita membutuhkan,”, kata seorang ibu (warga) yang tidak mau disebutkan namanya.

Dia memuji sikap polisi yang ramah. “Polisinya ramah dan cakep”, imbuhnya, (15/5/2020).

*Red.

 

Arisan Online Index Dipolisikan

BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Berawal dari media online sejumlah ibu muda atau yang dikenal macan ( mama cantik ) melakukan kegiatan arisan, yang dikenal dengan arisan Index. Essensinya sama seperti arisan pada umumnya, hanya saja yang berhak mendapatkan arisan terlebih dahulu adalah hak dari pengelola yang mengatur arisan online ini.

Namun masalah muncul saat beberapa anggota arisan tersebut tidak mendapatkan hak nya, Mereka berkumpul dan mengadukan ke layanan SPKT Polres Lumajang, terkait masalah arisan online ini, dimana pihak pengelola dianggap lalai atau dianggap melakukan one prestasi.

 

Kasat Reskrim Polres Lumajang,AKP Maskur SH

Menurut Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Maskur SH, saat di temui di ruang kerjanya mebeberkan bahwa akan mengusut kasus tersebut.

“Hendaknya tetap kita berfilosofi bahwa arisan itu hadir karena jalin hubungan silaturahmi bertemu kontak fisik dan nilainya uangnya sekedarnya, namun sekarang bergeser menjadi ajang bisnis, lewat arisan online, ini kita sedang melakukan upaya pemeriksaan apakah ada unsur pidananya, jika ada pihak kepolisian akan menindaknya sesuai KUHP ” ujarnya.rabu (13/05/2020)

Masih menurut kasat Reskrim AKP Maskur SH, hendaknya lebih peka dan bijaksana dalam menanggapi hadirnya fenomena arisan online dan berpesan kepada ibu ibu agar tidak mudah termakan bujuk rayu dan janji manis, pihak pengelola.

Baca juga: Natalius Pigai Kritik Presiden Soal Kenaikan BPJS Ditengah Pandemik Virus Corona

“Sudahlah namanya juga dunia Maya, kita harus realistis, pelajari dulu bentuk arisannya, jangan asal asal ikut karena trend lifestyle, tetap unsur kejahatan akan mengikuti apapun bentuknya”, tambahnya.

Menurut korban dari ibu – ibu muda yang hadir di Polres Lumajang menjelaskan hanya janji manis saja.

“Bahwa uang yang dijanjikan oleh pihak pengelola arisan tak kunjung datang, walau sudah melewati jatuh tempo”, ujar ibu yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurut data sementara bahwa pihak pengelola arisan ber-KTP Desa Karanganom Kecamatan Senduro, kabupaten Lumajang.

Nilai arisan yang biasa dikenal arisan index ini bervariasi dari nilai perolehan 10 juta sampai 50 juta. (Wan).

IKAMI Polisikan ‘Nasi Anjing’

Foto: IKAMI Polisikan ‘Nasi Anjing’

Viral Nasi Anjing, akhirnya berujung pada pelaporan ke polisi. Pada kamis sore, 30 April 2020, seorang Mujahidah, Rina Triningsih, didampingi para Advokat yang tergabung dalam wadah IKAMI (Ikatan Advokat Muslim Indonesia) mendatangi SPKT Polda Metro Jaya.

Maksud kedatangan mereka adalah guna melaporkan atas peristiwa pembagian nasi bungkus pada hari Ahad, 26 April 2020, kepada warga disekitar Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Viral: Masjid Tetap Dirantai Jamaah Muhammadiyah ‘Pecah’

Kegiatan bagi- bagi nasi bungkus itu dilakukan oleh Komunitas Yayasan Kristen ARK Qahal Family. Pembagian nasi bungkus tersebut menjadi heboh terutama di kalangan umat muslim, juga viral di medsos, karena pada bungkusnya tertulis “Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil,” dengan logo Kepala Anjing.

Laporan kepada Polda Metro Jaya telah tercatat dengan Nomor : TBL/2.576/IV/YAN/2.5/2020/SPKT/PMJ, Tanggal 30 April 2020.

Pembagian nasi bungkus gratis “Nasi Anjing”, berlogo “Kepala Anjung” berakibat meradang dan gaduhnya sebagian besar masyarakat muslim, karena tidak terima agamanya dilecehkan dan dihina sedemikian rupa.

Baca: Kasus Corona di Indonesia Tuntas Juni 2020, Ini Hasil Riset Denny JA

Djudju Purwantoro sekjend IKAMI, didampingi Advokat Novel Bamukmin, Humas IKAMI dan rekan lain yang turut mendampingi pelaporan tersebut mengatakan bahwa si pembuat ataupun yang turut membagikan nasi bungkus patut mengetahui dan menyadari atas kemungkinan akibat yang akan timbul di masyarakat karena nasi bungkus dengan label “Nasi Anjing” itu.

“Perbuatan ‘a quo’ berpotensi melanggar pasal 156a KUHP dan UU ITE pasal 28 ayat (2), jo pasal 45a ayat (2), UU ITE No.19 tahun 2016”, kata Djuju.

Advokat Novel Bamukmin, menambahkan bahwa sebagai umat muslim yang beriman, bahwa anjing adalah binatang yang haram dimakan dan merupakan binatang najis sangat berat (mugholadoh) yang wajib umat islam hindari atau jauhkan dari keberadaanya.

“Dengan memberikan nasi bungkus dengan berstempel nasi anjing adalah jelas bagi umat islam adalah bentuk pelecehan dan itu sangat menciderai keyakinan beragama umat muslim, dan merusak toleransi umat beragama. Oleh karenanya para pihak yang telah melakukan perbuatan dan pembagian nasi bungkus tersebut patut dijatuhkan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Agar menimbulkan efek jera bagi masyarakat, sehingga tidak terulang lagi peristiwa serupa”, kata Novel Bamukmin, yang juga penasihat hukum BintangEmpat.Com. *Red

Heboh… Polisi Temukan Batu Meteor dan Batu Kristal ‘Gatot Kaca’

Lihat Youtubenya

BintangEmpat.Com – Polisi temukan batu meteor  kapak lonjong dan batu kristal ‘Gatot Kaca’ di Dusun Sumbercandik, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, tepatnya di wisata Selo Bonang.

Polisi itu adalah Aipda Hadi Poernomo, dinas di Polsek Arjasa, Polres Jember, sekaligus pengelola Wisata Selo Bonang.

Batu meteor berwarna hijau itu, dengan berat 2 kilogram, Kapak Lonjong mempunyai daya magnet searah jarum jam. Jika diputar berlawanan jarum jam, maka batu itu berontak, seolah tidak mau berputar, dan batu kristal yang menyerupai Gatot Kaca, lakon dalam dunia perwayangan.

Menurut para ahlinya jenis meteor Green moldavite adalah batuan meteor yang menabrak bumi 14 Juta tahun lalu, yang meninggalkan jejak kawah atau Lembah dimana tempat yang dijatuhi. Salah satunya yang terkenal didunia di sungai Moldo Rusia.

Kapak Lonjong

Batu meteor itu ditemukan pada tahun 2012 oleh Aipda Hadi Poernomo ketika pertama kali mengawali dan mengelola wisata Selo Bonang.

Bahkan batu itu pernah ditawar dengan harga yang fantastis, namun Hadi enggan menjualnya, dirinya berencana menyerahkan seluruh aset Wisata Selo Bonang ke Polri.

Berita terkait : ‘Selo Bonang’ Lembah Batu Bernyanyi, Nama Polisi Disebut

“Biarlah Polri yang mengelola wisata Selo Bonang”, ucapnya ketika dikonfirmasi BintangEmpat.Com via seluler, (13/3/2020).

Ketika ditanya tentang modal usaha membuka Wisata Selo Bonang, Hadi enggan menjelaskan secara terperinci.

“Yang jelas korban tenaga, waktu dan materi, bahkan waktu pertama membuka, perhartian kepada keluarga berkurang, tapi istri mengerti bahwa sebagai polisi harus mengabdi kepada negara”, ujarnya dengan rendah hati.

Disinggung soal penghargaan, seperti yang dikatakan Kapolri Jenderal Idham Azis, akan memberikan penghargaan dan kenaikan pangkat bagi anggota Polri yang berprestasi, Hadi hanya tersenyum.

“Saya ini prajurit pak, Tut Wuri Handayani saja, mengharumkan nama kepolisian sama saja mengabdi ke masyarakat”, pungkas Hadi, sambil pamit mau ibadah Sholat Jum’at. (RED).

Diduga Salah Paham Puluhan Oknum TNI Aniaya Polisi

Dipicu Salah Paham Diduga Puluhan Oknum TNI Aniaya Polisi dan Hancurkan Mapolsek Pahae

Pungutan Liar Di Samsat Disorot LBH PETA

BintangEmpat.Com – Diduga salah paham antara anggota TNI dan Personil Mapolsek Pahae Julu berujung penganiayaan dan penghancuran Kantor Mapolsek Pahae Julu Kabupaten Tapanuli Utara.

Kronologis kejadian yang dihimpun Kamis (27/2/2020) sekira pukul 08.00 Wib, Kapolsek Pahae Julu AKP. Ramot.S Nababan,SH, Aipda David Simatupang dan Brigadir Dodi Sianturi mengatur arus lalu lintas, karena ada kemacetan diakibatkan terbaliknya 1 ( satu ) unit truk fuso ditengah jalan.

Jemput Paksa Anak Kiai Cabuli Santri, Polisi Dihalangi

Kapolsek coba menelepon crane untuk mengevakuasi truk fuso yang terbalik tersebut, tidak beberapa lama crane tersebut datang dan mengevakuasi truk tersebut, kemudian personil polisi tersebut kembali mengatur arus lalu lintas.

Mengantisipasi kemacetan tersebut maka diberlakukan jalur 1 ( satu ) arah, tidak beberapa lama melintas 1 ( satu ) unit mobil Avanza warna Hitam mengambil jalur berlawanan, personil polisi coba menghampiri mobil tersebut dan bertanya.

“ Bapak mau keman “.

kemudian salah seorang penumpang mobil berpakaian tentara turun dan berkata.

“Kau tidak sopan ngomong ya, aku Komandan Kompi ‘danki’ “ sambil mencekik AKP Ramot dan dilanjutkan menampar kepalanya.

Kongkalikong Oknum Kades, Mulai Hamili Warganya Hingga Penjarakan Wartawan

Usai itu oknum tentara tersebut berjalan berdampingan dengan korban dan korban menjelaskan bahwa personil polsek dan masyarakat sudah susah payah untuk mengatur lalu lintas.

Kemudian oknum tentara tersebut kembali mengatakan, “ Kau ngomong masa nggak sopan “, merasa kesal korban berkata “ kulapor kau nanti, masyarakat ini saksi “,

Seketika oknum tentara tersebut hendak memukul kembali Ramot, Brigadir Dodi dan Serka Gozali menarik oknum tentara tersebut keatas dengan tujuan untuk mengamankan karena sudah dikejar massa, yang pada saat itu berkata, “ Sini kau, Kami udah capek“. akhirnya oknum tersebut pun pergi.

Modus Umum Para Oknum Polisi Menggali Tambang Duit

Sekitar pukul 13.00 Wib, Ipda Bangun Siregar dan Aiptu Velberik Sitompul berangkat dari Polsek Sipirok menuju Polres Tapanuli Utara (Unit Laka Lantas) di Tarutung guna mengurus santunan jasa raharja dari Keluarga Kapolsek Sipirok AKP Hermasnyah.

Tepat pukul 14.00 Wib korban terjebak macet di Jalinsum Sipirok – Tarutung, tepatnya Desa Pangaloan Kecamatan Pahae Jae Kabupaten Tapanuli Utara.

Pelaku Pembunuhan Mertua Sekda Lamongan, Leher Ditusuk Tiga Kali

Melihat keadaan macet, Velberik turun dari mobil hendak melihat penyebab kemacetan dan begitu turun , korban melihat dari arah Tarutung adanya 2 (dua) orang Anggota Polri (berpakaian dinas dan berpakaian preman) berlari menuju arahnya menanyakan “Kenapa Lae” namun kedua personil tersebut tidak menjawab dan terus berlari.

Tiba – tiba dari arah yang sama Ramai datang anggota TNI – AD berpakaian dinas dan preman dengan membawa senjata laras panjang dengan berlari dan langsung melakukan penganiayaan terhadapnya, secara membabi buta.

Bangun Siregar, teman korban yang berada dalam mobil dipaksa keluar lalu dipukuli secara membabi buta sehingga terjatuh.

Dugaan Pungli Dinas Pendidikan Paluta

Tidak berapa lama datanglah anggota TNI – AD (Bhabinsa Pahae Jae Marga Harahap) yang lain, yang mengenal korban dan segera melerai serta menyelamatkan kedua korban sambil mengatakan “orang ini dari Sipirok” sehingga para pelaku berhenti memukuli kedua anggota Polri. Kedua korban pun langsung dilarikan Babinsa tersebut kerumah bidan terdekat.

Lihay Yoitube Kami

Data yang dihimpun yang menjadi korban diantaranya :

  1. AKP. Ramot S. Nababan, SH ( Kapolsek Pahae Jae ), mengalami rasa sakit pada pipi sebelah kiri.

  2. Ipda. Bangun Siregar ( Kapos Lantas Polsek Sipirok Polres Tapsel), mengalami luka memar dan bengkak di mata sebelah kanan dan mengeluarkan darah, rasa sakit pada rahang sebelah kanan .

  3. Aiptu Velberik Sitompul ( Anggota Sat Lantas Polres Tapsel ), mengalami luka pada pelipis sebelah kanan.

Virus Corona, Arab Saudi Stop Umrah

  1. Aipda David Marganti Simatupang ( Brigadir Polsek Pahae Jae ) mengalami sakit pada pergelangan kaki sebelah kanan, luka benjolan dibelakang telinga sebelah kanan.

  2. Brigadir Dodi B. Sianturi, SH ( Brigadir Sat Sabhara Polres Taput ), mengalami luka gores pada tangan sebelah kiri, luka gores pada punggung sebelah kiri. 6. Edi Susanto, Lk, 30 tahun, wiraswasta, Islam, Tap. Selatan (supir /pengemudi).

  3. Ricardo Loves Sitompul (Brigadir Polsek Pahae Jae), mengalami rasa sakit pada bagian perut.

Kantor Polsek Pahae Jae kaca pecah-pecah dan seluruh perlengkapan kantor hancur hingga isi ruangan.

Menurut warga setempat yang menyaksikan kejadian tersebut, puluhan oknum TNI yang melakukan penganiayaan dan pengrusakan berpakaian dinas lengkap membawa senpi laras panjang dan berpakaian preman berkisar 20 orang.(RED/KTN).

Janda Dengan Dua Anak Lumpuh Dan Buta Kisahnya Menyayat Hati

(*)

 

Polisi Panggil Dua Saksi Kasus Bupati Lumajang

Polres Lumajang serius tangani kasus Bupati VS Wartawan

Bintangempat.com – Sebagai bentuk keseriusan polres Lumajang dalam perkara Bupati Lumajang Thoriqul Haq, akhirnya dilakukannya pemanggilan dari saksi terlapor, atas dugaan kasus penghinaan terhadap wartawan, baca disini beritanya Klik

Ada 2 pejabat yang diperiksa oleh Sat Reskrim Polres Lumajang, Senin (24/2/2020) pagi. Keduanya adalah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Iwan Hadi Purnomo serta Kepala Bagian Hukum Agus Dwikoranto.

Informasi yang diterima BintangEmpat.Com keduanya mulai diperiksa di Ruang Unit Tipidkor sekitar pukul 9 pagi. Kemudian keluar dari Polres Lumajang sekitar pukul 12 siang.

Sebelum masuk ke Kantor Pemkab Lumajang, keduanya langsung ditemui sejumlah wartawan yang memang sudah menunggunya keluar dari Polres.

Oknum ASN Judi Diciduk Polisi

Kepala Dinas Diskominfo Iwan Hadi Purnomo ketika ditanya wartawan membenarkan kedatangannya ke Polres Lumajang terkait terlapornya bupati.

“Terkait pasal penghinaan dan pencemaran nama baik yang dilakukan, diduga oleh bupati,” katanya.

Namun dirinya masih belum tahu, saat itu Thoriq berbicara atas nama bupati atau pribadi. Polisi juga masih meminta keterangan padanya seputar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dari Diskominfo.

“Karena pemeriksaan saat itu masih belum selesai,Kemudian akan dilanjut lagi jam 1 (siang),” ujarnya.

Peringkat Kepuasan Publik Terhadap Polri Dan TNI

Semantara, Kepala Bagian Hukum Agus Dwikoranto mengatakan, dirinya ditanya seputar regulasi tentang perbedaan kegiatan bupati yang sifatnya Dinas atau pribadi. Ia pun masih kebingungan soal itu dan belum bisa memberikan jawaban pada polisi.

“Saya masih susah untuk membuktikan untuk mencari dasar-dasarnya. Mangkanya saya hari ini mau cari dasarnya, sebagai bupati atau pribadi, maksudnya terkait ucapannya di kantor PKB itu melekat sebagai Bupati atau pribadi namun jika cuti jelas aturannya dia sebagai pribadi,Jika memang nantinya dipastikan Ia berbicara sebagai bupati, tentu pihak Pemkab Lumajang dalam hal ini Bagian Hukum akan melakukan pembelaan atau pendampingan”, imbuhnya.

Polemik Bantuan Bupati Jember Disorot Publik

“Namun seandainya dalam perkara ini, akhirnya dipastikan atas nama pribadi Thoriqul Haq, pihaknya juga tetap mengupayakan adanya bantuan hukum”. tambahnya.

Ia juga menegaskan, jika pemeriksaan oleh kepolisian itu juga masih belum selesai.

“Jam 1 (siang) akan dilanjut. Saya disuruh cari, bisa gak dibedakan perbuatan itu bupati sebagai kepala kepemerintahan dan pribadi,” pungkasnya.

Sementara pengacara muda kelahiran lumajang Sekaligus sebagai ketua Korwil Organisasi Advokat Lawyer And Legal Indonesia yang sekarang berdomisili di Tuban,
Ikut menyoroti kasus ini.

“Sebenarnya akar masalahnya kalau mau menguraikan itu mudah mengingat Pidana itu akan muncul ketika ada hak yang dirugikan baik secra materil maupun non materiil.” (24/02/2020) ujar pria yang mengaku sangat mencintai Lumajang.

Teror Jelang Aksi 212 Berantas Mega Korupsi, Rumah Ketum Dilempari Batu

“Tugas seorang polisi khususnya penyidik untuk mengurai apakah unsur-unsur tadi sudah terpenuhi dengan mengumpulkan bukti-bukti awal bisa di dapat dari keterangan saksi maupun medsos, karena pasti ada rekam digital yang bisa sebagai bukti awal,” tambahnya.

“Dengan memanggil dua pejabat yang di maksud menguatkan keterangan apakah benar Bupati bicara waktu itu sebagai kepala daerah ataupun sebagai pribadi hal ini bukanlah hal penting, kenapa demikian karena dan seharusnya-lah pihak terlapor diperiksa dahulu bukan mencari keterangan dari pihak lain,” ungkapnya.

APBD dan APBDes Bojonegoro Masihkah Menjadi Lahan Korupsi?

“Semua manusia secara hukum kedudukannya sama “Equality before the law” semua orang sama di mata hukum, dan itu diatur dalam undang undang dasar 1945 pasal 28D, Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum,” pungkasnya.( Wan).

*keterangan foto: Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang terpilih, Thoriqul Haq dan Indah Amperawati . (surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik)

Sebar Hoax Penculikan Anak, Seorang Pemuda Diciduk Polisi

 

BintangEmpat.Com – Ini peringatan bagi kita semua agar tidak mudah menyebarkan berita yang belum terbukti kebenarannya. Perbuatan menyebarkan konten berita palsu tidak dapat dianggap sepele karena bisa berdampak luas, sampai membuat orang lain resah dan ketakutan.

Seperti dilakukan RDA ( 29 ) warga Perum Arjasa Asri 2 Blok B No. 13 Dusun Tegal Bago Desa Arjasa Kecamatan Arjasa Jember  karena dianggap tidak berhati-hati dan meresahkan warga, Ia terpaksa harus berurusan dengan Aparat Kepolisian Sektor Arjasa Polres Jember, Jawa Timur.

Jemput Paksa Anak Kiai Cabuli Santri, Polisi Dihalangi

RDA dianggap menyebarkan berita bohong ( Hoax ) dengan mengunggah konten yang bermuatan informasi adanya peristiwa yang diduga penculikan anak di Wilayah Kecamatan Arjasa lewat jejaring social media grup publik Facebook Info Warga Jember ( IWJ ).

“ Kejadianya pada hari Siang minggu kemarin di Komplek Perumahan Arjasa Asri Dusun Tegalbago Desa Arjasa, Kami menerima laporan ada seorang Ibu yang mengalami gangguan mental sedang memakai seragam SMA seperti kebingungan saat ditanya warga,” Ujar Kapolsek Arjasa AKP. Eko Basuki, saat menemui awak media di Balai Desa Arjasa Kecamatan Arjasa, Jember.

Sebar Hoax Penculikan Anak, Seorang Pemuda Diciduk Polisi
Sebar Hoax Penculikan Anak, Seorang Pemuda Diciduk Polisi

“ Pada saat diamankan petugas Polsek Arjasa difoto oleh warga dan di posting ke grup whatsapp Warga Asri 2 tanpa ada keterangan . Ketika itu, Saudara RDA sedang tidur dibangunkan Istrinya dan menunjukkan berita di grup WA tersebut . Setelah itu RDA langsung memposting di Grup Publik Facebook IWJ dengan konten yang berisikan tulisan ‘Diduga penculikan anak di daerah Perum Arjasa Asri 1, Hati-hati lur…’ “, terang Kapolsek, menirukan.

Akhirnya, Berita hoax tersebut ramai jadi perbincangan di linimasa Grup Publik Facebook yang diikuti ratusan ribu Nitizen pengguna social media. Karena berita ini meresahkan warga, sehingga Jajaran Polsek Arjasa merespon cepat untuk menindak lanjutinya. Untuk menemukan pemilik akun petugas tak kesulitan, selang beberapa jam Petugas Unit Reskrim Polsek Arjasa menemukan alamat RDA.

Insiden Berdarah Kongres V Partai Amanat Nasional Diwarnai Lempar Kursi

Kapolsek Arjasa berpesan kepada warga agar jangan mudah menyebarkan atau mengunggah berita di medsos yang tidak jelas asal -usulnya. Untuk itu Kami menghimbau kepada Warga agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terbukti kebenarannya.

“ Jika ditemukan keberadaan orang asing yang beraktifitas mencurigakan maka segera lapor ke Kepolisian terdekat, Jangan main hakim sendiri apalagi lapor ke medsos yang justru dapat memicu keresahan dan kepanikan warga lainnya. Tetap waspada itu Harus, Jangan Panik dan berlebihan, tapi Kalau Piknik oke dah”, tandasnya.

Sementara itu, Saat didampingi Unsur Muspika Kecamatan Arjasa bersama Tokoh masyarakat setempat, RDA (29 ) memberikan pernyataan terbuka dihadapan awak media. Ia mengaku khilaf dan kurang hati -hati.

Polisi Terbitkan SP2HP Soal Kasus Bupati Lumajang

“ Saya atas nama pribadi meminta maaf. Ini menjadi pelajaran atau edukasi bagi masyarakat jangan mudah menyebarkan berita yang belum diketahui jelas kebenarannya”, ungkapnya dengan nada menyesal. (Hadi/Humas Polsek)

Oknum ASN Judi Diciduk Polisi

BintangEmpat.com, Sumatera Utara – Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) kepergok sedang main judi jenis leng (Kartu) bersama kawan-kawannya di salah satu warung Desa Aek Haruaya Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta). Oknum yang berinisial ASE ini diketahui masih aktif menjabat sebagai Kabag ULP di wilayah Lingkungan Pemerintah kabupaten Paluta.

Baca juga : APBD dan APBDes Bojonegoro Masihkah Menjadi Lahan Korupsi?

Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Irwa Zaini Adib, S.I.K melalui Kanit I Pidana umum Iptu PM. Siboro saat dikonfirmasi media , “benar kami telah melakukan penangkapan terhadap oknum ASN yang bekerja dilingkungan Pemkab Paluta pada Rabu 19/02/2020 sekira pukul 01.00 Wib dini hari di desa Aek Haruaya dan masih dalam pemeriksaan di Unit Umum Polres Tapsel”, jelasnya.

Baca juga : Jemput Paksa Anak Kiai Cabuli Santri, Polisi Dihalangi

“Kami juga mengamankan 3 orang tersangka karena telah melakukan perjudian di salah satu warung di desa Aek Haruaya Kecamatan Portibi kabupaten Padang Lawas Utara salah satu adakah oknum ASN di Pemkab Paluta,barang bukti berupa kartu dan uang”, ungkap Kanit.

Sementara Bupati Padang Lawas Utara Andar Amin Harahap SSTP, M.Si juga dikonfirmasi terkait kasus yang merusak Nawa cita ASN di Kab. Paluta ini memlalui chat WA,  “Dari pihak pemkab akan memproses dan memberikan sanksi terhadap oknum tersebut sesuai dengan peraturan yang ada”,  singkatnya dalam Chat WA.

Tangis Warga Jember Pecah Lepas Kepergian Alfian

(Harahap Kuro Kuro)

Jemput Paksa Anak Kiai Cabuli Santri, Polisi Dihalangi

BintangEmpat.Com – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur telah melakukan upaya penjemputan paksa terhadap anak kiai di Jombang berinisial MSA dalam kasus dugaan pencabulan terhadap santrinya. Namun, proses penjemputan paksa itu pun tak berbuah hasil.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisari Besar Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan gagalnya penjemputan anak kiai di Jombang ini lantaran ada pengadangan dari pihak pondok pesantren, pada Sabtu 15 Februari 2020 kemarin.

Bawa Minyak Tanah Rombongan People Power Dari Madura Diamankan Polda Jatim

“Namun, pada saat melakukan upaya berdasarkan undang-undang oleh direktorat reserse umum ini ada upaya perlawanan,” ujar Trunoyudo di Mapolda Jawa Timur, Senin 17 Februari 2020.

Beruntung, kata Truno, penghadangan kemarin tak sampai penyerangan. Tapi, melihat adanya itu, menurutnya polisi pun memilih kembali ke markas, agar situasi kembali kondusif.

BintangEmpat.Com Laporkan Korupsi Ke Polda Jatim

Sementara saat penjemputan, pihaknya menerjunkan 10 personel untuk membawa MSA ke Polda Jawa Timur. Tapi jumlah penghadang di Ponpes nyatanya jauh lebih banyak, sehingga polisi pun mundur.

“Ada sepuluh personel. Harusnya cukup melakukan upaya paksa sesuai prosedur. Tapi mereka mengerahkan orang lebih dari jumlah personel. Akhirnya kami pilih mundur,” imbuh dia.

Trunoyudo mengimbau, para masyarakat tak bersikap berani, dan bisa membantu polisi dalam penuntasan masalah hukum, anak kiai di Jombang.

Soal Jasad Balita Ditemukan Tanpa Organ Tubuh

“Kami juga telah mengimbau melalui tokoh-tokoh agama yang ada untuk mengajak yang bersangkutan datang ke Polda Jatim namun ini ada pihak-pihak lain yang sengaja membuat keruh,” ujar Truno.

Meski gagal menangkap MSA, Truno menyebut upaya ini tak lain merupakan langkah polisi dalam menjaga kondusifitas. Karena saat melakukan upaya penangkapan, banyak pihak di pesantren yang sengaja menghalangi.

“Ini kemarin kami berusaha untuk menjaga kondusifitas saja, makanya bukan berarti kami tidak berani,” pungkas Truno.

 

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan. Foto: Caption dari Profil WA Kapolda jatim, oleh BintangEmpat.Com.
Tanggapan Kapolda Jawa Timur

Anak Buahnya Gagal Jemput MSA, Kapolda Sebut Akan Datang Langsung ke Jombang
Di sisi lain, Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan menyebut akan datang sendiri untuk menjemput anak Kiai Jombang, MSA yang diduga mencabuli santrinya. Upaya ini dilakukan Luki agar pelaku mau menyerahkan diri.

“Untuk MSA ini, saya bisa datang dengan baik, saya selaku Kapolda kalau perlu nanti saya akan datang sendiri, akan datang baik-baik saya ajak ke sini,” ucap Luki.

Luki menambahkan melihat situasi yang berkembang di pondok pesantren, ia menyebut akan datang sendiri untuk menjaga kondusifitas. Polisi bintang dua ini juga akan meminta kepada ayah MSA untuk menyerahkan putranya.

PT Mpoin Ditutup, Ini Yang dilakukan Polisi

“Nanti saya akan mencoba datang, saya selaku Kapolda Jawa Timur karena melihat ini situasi yang berkembang ini saya akan mencoba turun nanti dengan tim kami,” tambah dia.

Selain itu, Luki menyarankan MSA untuk menggunakan pengacara apabila dirinya merasa benar. Luki menyebut pihaknya membutuhkan bukti MSA supaya bisa mengklaim dirinya tak bersalah.

“Karena ini semakin lama akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain, kami akan menggunakan asas praduga tak bersalah. Kami juga akan proses sesuai aturan dengan bukti-bukti yang ada, kalau memang yang bersangkutan merasa tidak bersalah,” ucap Luki.

Polres Jember Sabet Suara Rakyat Award Tahun 2019

(*)