Arsip Tag: polres lamongan

Pelaku Pembunuhan Mertua Sekda Lamongan Tertangkap

Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan,
Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan, dugaan dua pelaku pembunuhan mertua Sekda Lamongan.

BintangEmpat.Com – Kasus pembunuhan mertua Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lamongan, Jawa Timur, Yuhronur Efendi, akhirnya mulai terungkap.

Polisi Terbitkan SP2HP Soal Kasus Bupati Lumajang

Berkat kerja keras Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan, teka-teki kasus pembunuhan Rowani (68), mertua Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan Yuhronur Efendi akhirnya terungkap.

Pengungkapan berhasil dilakukan setelah kurang lebih 38 hari melakukan penyelidikan.

Duuh… Dandim 0824 Jember Datangi Polres Jember

Pria yang tega membunuh seorang nenek tidak berdaya tersebut ternyata bekerja sebagai kuli sebuah toko material yang tidak jauh dari rumah korban yaitu di sekitar wilayah Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten lamongan, Jawa Timur.

Singapura Tetapkan Virus Corona Status Waspada, Mustafa Centre Diserbu Warga

Suami seorang penjual gado-gado yang menjadi eksekutor pembunuhan tersebut diketahui berinisial IM, warga Dusun Lembung Kidul, Desa Tunjung Mekar, Kecamatan Kalitengah.

Kapolres Lamongan AKBP Harun mengatakan eksekutor pembunuhan mertua pak sekda sudah terungkap. Tersangkanya lebih dari satu orang, dan dilakukan secara terencana.

Sebut FPI Bangsat Ade Armando Bakal Dipolisikan

“Alhamdulillah. Kasus sudah terungkap, kita masih kembangkan lagi untuk mengejar pelaku utama atau otak pembunuhan yang menyuruh tersangka lain untuk melakukan (pembunuhan),” ujar kata AKBP Harun, Senin (10/2/2020).

Lihat Youtube Kami

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelumnya pelaku kurang lebih satu tahun, sempat mengontrak rumah di sebelah utara rumah korban.

“Untuk motif utama dan jumlah tersangkanya akan kita sampaikan lebih detail dalam pers rilis nanti,” tegasnya.

Viral Video Hotman Paris Duduk Dibelakang Jamaah Sedang Sholat

Seperti diketahui pembunuhan mertua terjadi pada 3 Januari 2020 malam. Saat dibunuh korban sedang melaksanakan ibadah salat maghrib di Musola rumahnya di Dusun Glogok, Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabuoaten Lamongan. (*)

AMM Geruduk Polres Lamongan

 

Foto: Kapolres Lamongan tanda tangani tuntutan AMM.

Redaksi BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Ratusan kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) geruduk Mapolres Lamongan diterima langsung oleh Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung, Senin (30/9/2019).

Demonstrasi Aksi Solidaritas ini mengambil start dari Gedung Dakwah PDM Lamongan Jl Lamongrejo. Masing-masing kader mengenakan pita hitam tanda duka cita. Kemudian mereka long march menuju ke Mapolres.

Baca Demo DPR Hari Ini, Jokowi: Jangan Rusuh

Aksi ini diikuti oleh seluruh komponen AMM yang terdiri dari Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Tapak Suci dan Hizbul Wathan.

Di halaman Mapolres para pimpinan Ortom itu bergiliran berorasi untuk menyampaikan tuntutan atas meninggalnya Muhammad Randi dan Yusuf Qardawi, kader IMM Sulawesi Tenggara akibat kekerasan polisi.

Baca Aksi Mujahid 212 Kapitra Malu, Ini Tanggapan Novel

Korlap Zainal Abidin menyampaikan maksud dan tujuannya kepada Kapolres. “Kami Angkatan Muda Muhammadiyah Lamongan mengecam tindakan yang diduga dilakukan oleh aparat keamanan pada Immawan Randi mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari,” kecamnya.

“Kami menyampaikan empat poin tuntutan, pertama kami mendesak agar kasus ini diusut tuntas demi tegaknya hukum dan keadilan. Kedua, kami mengutuk tindakan kriminalisasi aktivis,” tuntunya.

Baca Rusuh, Din Syamsuddin Pesan Kepada Pemerintah

“Ketiga, mendesak agar Kaporli meminta maaf kepada publik atas kejadian yang menewaskan Immawan Randi. Dan yang terakhir, jika tuntutan kami di atas tidak terpenuhi, maka Kapolri harus mundur,” pintanya tegas.

Dalam orasinya, wakil AMM menyesalkan dan mengutuk kekerasan yang dilakukan polisi ketika menghadapi demonstrasi mahasiswa. 

Mereka meminta Kapolres untuk mendesak Kapolri Tito Karnavian segera mengusut tuntas pelaku penembakan di Kendari dan meminta maaf kepada publik.
”Perilaku represif polisi telah merusak iklim demokrasi. Sebab demonstrasi menyampaikan pendapat merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi,” teriaknya.

Baca Demo RKUHP Dua Mahasiswa Akhirnya Meninggal Dunia

Setelah orasi, AMM memberikan kartu kuning kepada kepolisian sebagai simbol peringatan atas kejadian yang menimpa Randi dan Yusuf Qardawi, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara.

Menanggapi aksi ini Kapolres AKBP Feby DP Hutagalung memastikan gugurnya mahasiswa di Kendari akan ditangani secara transparan oleh kepolisian.

Baca Suta Widhya: Kapolri Harus Teguhkan Promoter Bagi Personilnya

”Yakinlah tim independen yang melibatkan Kompolnas, bahkan Muhammadiyah Pusat telah bekerja untuk menyelidiki. Kita tunggu hasilnya,” ujarnya.

Setelah adzan Duhur, acara diakhiri dengan penyerahan tuntutan AMM yang ditandatangani perwakilan masing-masing Ortom kepada Kapolres. (*)

Kapolri Lirik Kombes Pol Solehan?

Bintangempat.com, Jakarta- Ditengah tahun politik ini, Indonesia akan mengadakan Pemilihan Umum untuk menentukan Presiden Indonesia yang baru, suhu kondisi politik kita akan memanas dan isu sara sangat sensitif. Guna mendinginkan suhu politik ini maka Polri mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berat. Otomatis dibutuhkan perwira-perwira yang cerdas, sabar, pengalaman dan relegius dalam memimpin daerahnya masing-masing dari sektor sampai daerah, kapolsek, kapolres/ kapolresta dan kapolda agar tercipta suasana yang kondusif.

Kapolri Jenderal Tito Kanavian adalah sosok pemimpin yang cerdas, genius, dan teliti dalam mengambil sikap dan keputusan yang sejalan dengan Presiden Joko Widodo. Bisa jadi Kapolri melirik Kombes Pol Solehan, S.I.k, MH, untuk menjadi Waka Polda atau Kapolres/ta di suatu daerah. Sosok seperti Kombes Pol Solehan bisa jadi dibutuhkan pasalnya Solehan dikenal sebagai sosok yang Religius, agamis, dekat dengan tokoh-tokoh masyarakat dan dekat dengan Ulama-ulama.

Sifat dan karakter Kombes Pol Solehan sangat tampak ketika dia menjabat sebagai Kapolres Lamongan, Jawa Timur pada tahun 2013. Program pertama yang di luncurkan sungguh fenomenal yaitu Mondok, Ngaji dan Sosialisasi ke desa-desa pelosok atau terpencil yang disingkat MONALISA.

Program Monalisa merubah anggota Polres Lamongan menjadikan sosok Polisi yang Religius, sabar dan kuat, hal itu tampak ketika apel pagi dilaksanakan seluruh anggota diwajibkan membaca Asma’ul Husna dan berzikir bagi yang Muslim, berdoa sesuia dengan kepercayaannya masing-masing.

Budaya Lamongan yang kental dengan Pondok Pesantren, Lamongan terkenal dengan Amrozi dkk pelaku peledakan Bom di Bali. Bahkan dunia penasaran dengan kota Lamongan. Tidak mudah mengondusifkan Lamongan, disamping banyak Pondok Pesantren, Lamongan juga banyak perguruan pencak silat beraneka ragam. Ini juga akan mudah memicu pertumpahan darah.

Tak hanya sampai disini, Monalisa menarik hati Masyarakat Lamongan, seminggu sekali Polres Lamongan mendatangkan ustad dan ustadzah kondang seperti Mama Dedeh, Ustad Solmed, Anwar Zahid, kyai Ghofur dan lain-lain untuk memberikan siraman Rohani kepada masyarakat Lamongan, hingga akhirnya masyarakat Lamongan dekat sekali dengan polisi. Monalisa juga mampu mempererat tali persaudaraan antar ummat.

Seminggu sekali Polres Lamongan mendatangi Pondok-pondok pesantren dengan memberikan bantuan sembako dan semacamnya. Tidak itu saja, tiap hari jum’at Polres Lamongan menyantuni janda-janda miskin,kaum fakir miskin, Yatim piatu dan para tukang becak setelah lepas sholat jum’ah bersama.

Polres Lamongan juga sosialisasi ke desa-desa pelosok dengan mengendarai sepeda motor cross karena desa yang di jangkau curam, terjal melewati hutan (Alas). Desa yang kekurangan air minum dibuatkan semacam lumbung air, hingga mengirimkan air bersih dari mobil truk tangki.

Memang saat itu pemberitaan dan media belum banyak seperti sekarang, tapi Akbp Solehan tetap rutinitas melakukannya bersama jajarannya. Akbp Solehan juga dikenal seorang dermawan, kala itu ada seorang pelajar terkena operasi tertib lalulintas bernama fajar, pelajar STM/SMK swasta di Lamongan karena Bannya kecil tidak SNI, saat itu juga Akbp solehan merogoh sakunya mengambil uang 300 ribu dan diberikan kepada Fajar untuk membeli Ban yang SNI. Orang-orang jompo, orang-orang yang dipasung didatangi ke rumah-rumah warga dan diambil terus di bawa ke RS Menur Surabaya guna melakukan terapi dan pengobatan yang semua biaya ditanggung Polres Lamongan.

Kerendahan hati dan kedermawanannya Akbp Solehan hingga sampai saat ini menjadi cerita dikalangan masyarakat Lamongan. Lebih unik lagi, Akbp Solehan juga menciptakan 3 lagu religius yang berjudul: SATRIAKU, POLISIKU SAYANG POLISIKU MALANG DAN MAJU JAYA POLISIKU yang di aransmeni oleh Opik sahabat almarhum Ustad Uje. Lihat video klip nya di youtube kami,

Ditulis oleh Hadi Siswanto

(Pimpinan Redaksi Bintangempat.com)

#jokowi,

#kapolri,

#mabes polri,