Arsip Tag: Polres lumajang

Gugatan di PN Lumajang, Oknum DPRD Lumajang ‘Bungkam’

 

Mahmud,SH kuasa hukum Amari

Bintangempat.com, Jawa Timur – Mediasi gugatan perdata antara penggugat berinisial AM dengan tergugat, Direktur PT Bumi Subur dan anggota DPRD Lumajang berinisial TR akhirnya dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Lumajang, Senin (10/8). Namun dari tergugat, hanya TR saja yang hadir.

Mediasi tersebut dilakukan sekitar 2 jam. Tetapi tidak ada titik temu dalam mediasi kali ini. Mediasi akan kembali digelar, Rabu (12/8) mendatang. Seperti diketahui, AM menggugat Direktur PT Bumi Subur dan TR agar mengembalikan sejumlah aset yang diduga dikuasai oleh keduanya.

Oknum Perhutani Lumajang Kalap

“Yang jelas gak ada titik temu,” kata Kuasa Hukum dari AM, Mahmud SH pada wartawan.

Ia menegaskan, karena tidak ada titik temu dalam mediasi itu, Ia pun meminta dilakukan mediasi lagi dan Direktur PT Bumi Subur harus hadir. “Karena TR tidak punya hak untuk memutuskan, yang penting ini pemilik tambak udang (PT Bumi Subur), damai atau tidak, kalau damai bagaimana, kalau tidak bagaimana,” ucapnya.

“Kalau gak hadir, sudah saya anggap tidak ada niat baik,” tambah Mahmud.

Eks GAM Bakal Tuntut Pemerintah Indonesia

Mahmud menyampaikan, dalam mediasi itu, TR menyebut jika aset yang dimaksud sudah diserahkan ke pihak Polres Lumajang. Mahmud pun setelah mediasi itu, mendatangi Polres Lumajang untuk menanyakan hal ini.

“Kalau memang barang ini tidak ada di Polres, ini beratikan Pak TR gak bener ini. Memberikan keterangan palsu kepada hakim mediator,” ujarnya.

Usai mendatangi Polres, Mahmud menyampaikan, jika aset AM ternyata masih di Direktur PT Bumi Subur. “Saya langsung ke Pak Kasat (Reskrim), hasil konfirmasi saya, barang itu masih ada di Direktur PT Bumi Subur, Polres tidak menyita. Karena masih dalam tingkat penyelidikan. Ada uang satu kresek, sama akta jual beli, itu semua di Direktur PT Bumi Subur,” ucapnya.

“Khusus mobil, tidak disita tapi diamankan di Samsat. Alasannya khawatir kalau tidak diamankan, misal ada sabotase, kacanya dipecah dan sebagainya. Jadi gak papa, barangnya ada,” pungkasnya.

Gempar… Budi Djarot Angkat Bicara Soal Poster Habib Rizieq

Sementara kuasa hukum dari pihak tergugat, Adi Riwayanto masih belum berhasil dikonfirmasi terkait ini. Ia enggan memberikan keterangan pada sejumlah wartawan ketika ditemui di PN. Ketika dicoba konfirmasi via telepon, tidak tersambung. Hingga berita ini dinaikkan, pesan whatsapp yang dikirim kepadanya, juga belum dibalas.

Tidak menyurutkan kami untuk terus menggali informasi yang valid, kami juga mengkonfirmasi langsung kepada TR perihal ini, lewat pesan singkat, namun tidak seperti biasanya oknum anggota dewan tersebut tidak membalas WhatsApp dari wartawan media ini, sebagai catatan bahwa pesan pendek tersebut sudah di baca.
Sampai berita ini diturunkan tidak ada tanda tanda TR membalas konfirmasi dari media ini. (Wan).

Lihat Youtube Kami

 

 

Kasus PT Bumi Subur Penyidik Harus Buktikan Kerugian Perusahaan

Dugaan Pencurian Udang di PT Bumi Subur Yosowilangun. Kuasa Hukum Terlapor: Penyidik Harus Buktikan Kerugian Perusahaan

Mahmud,SH

Bintangempat.com – Proses hukum mengenai kasus dugaan pencurian udang di Dusun Maleman, Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, terus berlanjut.

Pihak Polres Lumajang telah memanggil sejumlah terlapor untuk dimintai keterangan dalam perkara dugaan pencurian udang di PT Bumi Subur. Ada empat orang yang dimintai keterangan secara bergantian di ruang Unit Pidum Sat Reskrim, Kamis (30/7/2020).

Kuasa hukum terlapor, Mahmud SH menyampaikan, dalam perkara ini kerugian yang tertulis di laporan polisi adalah Rp 1,4 miliar. Nilai kerugian tersebut menurutnya, harus bisa dibuktikan oleh pihak penyidik.

“Harus dibuktikan, yang membuktikan penyidik, bukan kita. Misal Si A dituduh melakukan pencurian, ya jelaskan, buktikan. Bukan harus mengakui, Ia ya pak saya mencuri. Kan gak boleh gitu,” ucapnya.

Bahkan, pihak perusahaan menyebut adanya kerugian sampai Rp 15 miliar. Hal ini kata Mahmud, juga perlu dibuktikan. “Ini beban penyidik, harus membuktikan benar gak ada pencurian senilai Rp 15 miliar, siapa pelakunya harus dibuktikan,” tegasnya.

Namun Mahmud sebenarnya menyayangkan adanya pemanggilan terlapor. Karena pihaknya sudah mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan. Sebab di sisi lain, pihaknya mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Lumajang. Apalagi tak ada jawaban dari pihak Polres terkait permohonan penundaan pemeriksaan yang sudah Ia layangkan.

“Yang saya sayangkan itu, saya sudah mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan, tetapi diabaikan oleh Polres. Tanpa adanya jawaban, tanpa ada tanggapan. Ditolak atau diterima mestinya ada jawaban. Tahu-tahu ada panggilan terlapor, empat orang terapor. Oke sebagai warga negara yang baik, saya hadirkan semuanya, empat-empatnya,” tegasnya.

Dirinya juga menyayangkan, permintaan penundaan pemeriksaan satu orang terlapor karena sudah malam hari, juga ditolak oleh pihak Unit Pidum. Apalagi saat itu bertepatan dengan malam takbiran Hari Raya Idul Adha.

“Karena mulai jam 10 pagi (pemeriksaan), saya meminta penundaan satu orang. Senin (3/8) saya hadirkan tanpa dipanggil, namun ditolak oleh Kanitnya. Oke memang harusya begitu, berjalan semuanya,” ucapnya.

Dengan adanya pemeriksaan ini menurutnya, persoalan ini juga akan semakin jelas. “Siapa yang harus bertanggungjawab terhadap laporan yang dilakukan oleh Pak Hendra (Direktur PT Bumi Subur),” jelas Mahmud.

Ia menambahkan, sudah bertanya pada penyidik terkait aset yang diserahkan oleh terlapor pada oknum anggota DPRD Lumajang berinisial TR yang disebut untuk mengganti kerugian perusahaan.

“Bahwa uang, mobil, sertifikat yang diserahkan ke Pak TR itu, jawaban penyidik ada di Pak Hendra semuanya. Jadi ada di sana. Lah ini nanti akan kami ambil langkah hukum tersendiri,” pungkasnya.

Perlu diketahui dalam dugaan pencurian di tambak udang ini banyak adegan hukum yang di peragakan. Adanya tuntutan hukum terkait dugaan penggelapan dan pemerasan, ada juga terkait dugaan pelanggaran UU ITE dan juga dugaan pencemaran nama baik.( Wan)

Terkait Dugaan Pencurian Udang PT. Bumi Subur, TR Tak Akui Terima Uang dan Aset dari Amari

BintangEmpat.com, Lumajang – Kuasa Hukum dari TR Oknum anggota DPRD kabupaten Lumajang akhirnya buka suara.
Suriyadi.SH kuasa Hukum TR saat ditemui media di tempat kerjanya di bilangan Tempeh Lumajang, menjelaskan.

“Dua hari yang lalu saya bertemu bapak (TR) dalam kondisi sehat, berkenan dengan somasi yang dilayangkan kepada klien kami,saya sebagai kuasa hukum telah menjawab, bahwa aset yang dipertanyakan kubu AM, tidak detail, mobil Yaris nomer polisi berapa tidak disebutkan,atas nama siapa BPKB nya juga tidak disebutkan,juga aset tanah yang di tulis dalam somasi juga tidak disebutkan lokasi tanah yang mana,luasnya berapa,jadi somasi pihak AM tidak jelas ” ujarnya kamis (9/7/20).

Berita terkait : Direktur PT Bumi Subur dan Oknum DPRD Digugat ke PN Lumajang

Keesokan harinya kuasa Hukum TR,Suriyadi SH sempat menemui media di Polres Lumajang. menjelaskan bahwa Kliennya tidak merasa menerima aset yang disangkakan kepada nya.

“Pak trisno tidak pernah menerima titipan uang atau aset apapun dari Pak Amari,” tandas Suryadi dg mimik muka serius.Jumat (10/07/20)

Sementara itu ditempat yang berbeda.Kuasa Hukum dari AM, Mahmud SH meminta pihak Polres Lumajang menunda proses penyidikan perkara dugaan pencurian udang di PT Bumi Subur. Pasalnya saat ini ada gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) terkait masalah ini. Dimana Direktur PT Bumi Subur dan Oknum DPRD selaku tergugat.

Baca juga :  Gaji Pegawai Tambak Udang PT Bumi Subur Tak Sesuai UMK

Mahmud sudah melayangkan permohonan penundaan itu ke Sat Reskrim Polres Lumajang. Ia meminta kepolisian menunda penyidikan hingga ada putusan dari PN.

“Saya mengajukan permohonan penundaan penyidikan ke Kasat Reskrim. Alasannya itu biar tidak terjadi tumpang tindih atau simpang siur masalah yang berkaitan dengan dugaan pencurian ini,” katanya, Kamis (9/7).

Karena menurutnya saat ini jumlah kerugian yang dialami PT Bumi Subur pun masih simpang siur. “Sebenarnya kerugian PT Bumi Subur berapa, apakah Rp 15 miliar, Rp 4 miliar, Rp 1,4 miliar, atau tidak ada kerugian sama sekali,” tegas Mahmud.

Dirinya juga khawatir keputusan atau kesimpulan dari Polres dan Pengadilan Negeri tidak sinkron. “Ini kan nanti kalau di pengadilan ketemunya berapa, polres berapa ini kan gak sinkron jadi tumpang tindih. Nanti pengadilan menyimpulkan A, Polres menyimpulkan B. Pengadilan ternyata sesuai fakta persidangan tidak sejalan dengan polres, ini untuk menghindari tumpang tindih,” katanya.

Mahmud menambahkan, dalam perkara hukum harus bicara payung hukum. “Kalau tidak ada payung hukum namanya debat kusir. “Ada di pasar 81 KUHP istilahnya pra yudisial, ada pra sengketa sebelum masuk ke pokok persoalan. Ini kan ada dugaan pencurian, sebelum masuk ke pencurian, periksa dululah ke PN terkait lain-lain,” ujarnya.

*wan

Cemarkan Nama Baik ‘Waker’ Dipolisikan

BintangEmpat.com, Jawa Timur – Waker atau penjaga tambak udang PT Bumi Subur merasa namanya dicemarkan oleh seseorang berinisial AR, warga Desa Wotgalih Kecamatan Yosowilangun, Lumajang. Mereka pun mengadukan masalah ini secara resmi ke Polres Lumajang, Kamis (25/6/2020).

Dugaan pencemaran nama baik itu, bermula dalam obrolan di grup whatsapp SADARKUM LUMAJANG pada 23 Juni 2020. Saat itu ada anggota grup yang membagikan tautan berita terkait PT Bumi Subur. Kemudian dikomentari oleh anggota lainnya, “30 tahun sudah beroperasi luar biasa…”

Lalu AR menyahuti, “Dan Kurang Lebih 10 Tahun Udangnya Di Curi Wakernya Dengan Jumlah Yg Besar,” tulis AR. Komentar dari AR inilah yang kemudian menjadi permasalahan. Karena dianggap mencemarkan nama baik waker PT Bumi Subur.

Anggota grup sudah mengingatkan AR, agar mengedepankan asas praduga tak bersalah. Namun tak berselang lama, AR keluar dari grup yang berisi 200 lebih anggota itu. Diketahui, anggota grup itu dari berbagai kalangan.

Salahsatu waker PT Bumi Subur, H. Amari menyampaikan, di perusahaan yang berada di Desa Wotgalih itu ada 5 waker. Termasuk dirinya. Ia mengaku, merasa tersinggung dengan ucapan dari AR. Sehingga mengadukannya ke pihak kepolisian.

Amari bersama waker lainnya mendatangi Polres Lumajang dengan didampingi Tim Kuasa Kuasa Hukum dari Firma Hukum Api Sadarkum, Dummy Hidayat SH dan Abdul Rokhim SH M.Si . “Wakernya ada lima orang, tapi yang datang hari ini tiga orang,” kata Amari.

Dummy Hidayat SH menyampaikan, pihaknya sudah melayangkan surat pengaduan resmi ke Polres Lumajang. Surat itu diterima oleh Kasat Reskrim AKP Masykur. “Pengaduan terkait dengan dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial,” ucapnya pada wartawan.

Tim kuasa hukum pun sudah menemui Kasat Reskrim. Namun AKP Masykur berharap diadakan mediasi dulu antara keduabelah pihak. Rencanannya mediasi itu akan dilakukan Senin (29/6/2020).

“Dalam percakapann dengan Kasat, Alhamdulillah diterima dengan baik. Sehingga Kasat berkesimpulan seyogyanya kasus ini dimediasi dulu. Kenapa sih mediasi tetap boleh, kembali ke Perkap (Peraturan Kapolri) Nomor 6 Tahun 2019,” ucap Dummy.

“Ini kan masalah sosial, dan bahaya juga di daerah tambak itu. Tujuannya apa, biar kondisi ini kondusif. Kasat menginginkan, kasus tambak ini kondusif. Tidak ada gesekan, tidak ada apa-apa,” tambahnya.

Menurut Dummy, sebelumnya kliennya sempat marah ketika dituduh mencuri. “Klien saya kemarin juga marah, dikatakan gitu, dituduh mencuri semacam itu. Tapi alhamdulillah klien saya, saya redam amarahnya,” ujar dia.

Ia menjelaskan, ketika AR menyebut waker dari PT Bumi Subur, artinya semua waker yang ada di perusahaan tambak udang tersebut. “Kalau dia ngomong waker, jadi semua waker, karena tidak nyebutkan namnya,” katanya.

Dummy pun berharap, adanya aduan ini, agar AR bisa berhati-hati lagi ketika menggunakan sosial media. Aduan ini bisa menjadi pembelajaran bagi AR. “Tujuan kami ini, hanya mengingatkan kepada terlapor, agar bijak dalam bersosmed,” tegasnya.

“Jangan berkata sembarangan, patuhi asas praduga tak bersalah, itu. Tujuan kami cuma itu. Agar dia bijak, ada penindakan hukum, apalagi di grup SADARKUM (LUMAJANG), untuk pendidikan hukum, penyadaran hukum gitu,” pungkasnya.

sadar hukum adalah grup yang menjadi barometer kehidupan berpolitik di Lumajang dalam ruang dan dalam kerangka mengedukasi masyarakat dari tingkat semua lapisan tentang hukum,sebagai panglima tertinggi di negri ini.

*Wan

Di tengah Isu COVID 19 Polres Lumajang Me-rotasi Perwiranya

BintangEmpat.com, Lumajang – Mewabahnya virus Corona / Covid – 19, tidak mengurangi intensitas institusi Polri untuk meningkatkan kinerja, guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Saat ini, Sabtu (18/4/2020) Polres Lumajang, dipimpin Kapolres AKBP Adewira Negara Siregar SIK M.Si, melaksanakan serah terima jabatan sejumlah Perwira diantaranya, Kabag Ops, Kasat Intel dan Kapolsek Jajaran.

Ada sedikit 7 orang pindah jabatan, 2 diantaranya promosi jabatan Kapolsek.

“Artinya promosi itu adalah sebelumnya belum pernah menjabat sebagai Kapolsek,” kata Kapolres Lumajang AKBP Adewira Negara Siregar, dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Ipda Catur Budi Bhaskara melalui handphone pribadinya.

Sementara, disisi lain Ipda Catur juga memaparkan, ke 7 perwira tersebut diantaranya :

1. AKP Kusnan, Kasat Intel Polres Lumajang digantikan oleh pejabat yang baru yaitu AKP Ondik Andrianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit Intelkam Polsek Ngunut Polres Tulungagung.

Sementara AKP Kusnan, selanjutnya menjabat sebagai Bhayangkara Penyelia Bagren.

2. Kompol Yatno Mardi Wahyu Sejati, Kabag Ops Polres Lumajang digantikan oleh pejabat yang baru yaitu AKP Amar Hadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit II Sat PJR Ditlantas Polda Jatim.

Baca juga : Cara Menghadapi Debt Collector

Sementara Kompol Yatno Mardi Wahyu Sejati, selanjutnya menjabat sebagai Kabag Ops Polres Situbondo.

3. AKP Bambang Ponco Utomo, Kapolsek Candipuro Polres Lumajang, digantikan oleh pejabat yang baru yaitu AKP Sajito yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Rowokangkung.

Sementara AKP Bambang Ponco Utomo, selanjutnya menjabat sebagai Kapolsek Mayangan Polres Probolinggo.

4. AKP Suhari, Kapolsek Yosowilangun Polres Lumajang, digantikan oleh pejabat yang baru yaitu Iptu Hariyanto yang sebelumnya menjabat sebagai PS. Kapolsek Tempursari.

Sementara AKP Suhari selanjutnya menjabat sebagai Kapolsek Rowokangkung Polres Lumajang.

5. Iptu Nanang Sulistyo, Paurlat Bagsumda Polres Lumajang berpindah jabatan menjadi PS Kapolsek Tempursari Lumajang.

6. AKP Rudi Istanto, Kapolsek Gucialit diganti oleh pejabat yang baru yaitu Iptu Joko Triyono yang sebelumnya menjabat sebagai Kaur Bin Ops Satlantas Polres Lumajang.

Sementara AKP Rudi Istanto selanjutnya menjabat sebagai Kapolsek Jatiroto Polres Lumajang.

“Jabatan itu berkah dari Tuhan YME. Lewatan untuk mengabdi kepada masyarakat,” imbuh Ipda Catur meneruskan ucap Kapolres.

 

*wan

Lecehkan Wartawan, Kader PKB Diperiksa Polres Lumajang

BintangEmpat.com, Lumajang-Tiga anggota Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lumajang telah dipanggil polisi. Mereka menjadi saksi terkait terlapornya Bupati Lumajang Thoriqul Haq oleh Memo Timur. Terakhir, Azoman Nur Fajar Pratama diperiksa penyidik, Kamis (9/4/2020).

Polres Lumajang sebenarnya mengundang Azoman pukul 9 pagi. Namun yang bersangkutan sudah tiba sekitar pukul 8. Azoman memenuhi panggilan polisi, setelah pada panggilan pertama Ia tidak hadir.

Anggota DPRD Lumajang itu dimintai keterangan penyidik di ruang Unit Pidana Korupsi (Pidkor). Azoman diperiksa sekitar 3 jam. Sebelum pukul 11 dia sudah keluar meninggalkan Polres Lumajang.

Baca juga : Kegaduhan Ditubuh Pemuda Pancasila Lumajang

Ia menjadi saksi, lantaran ada di dekat Thoriqul Haq ketika bupati melontarkan kata-kata yang dinilai melecehkan wartawan Memo Timur, Mujibul Choir beberapa waktu yang lalu.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Masykur ketika dikonfirmasi wartawan, menyampaikan ada 36 pertanyaan dari penyidik pada Azoman. “28 pertanyaan diantaranya materi pokok. Sekitar 3 jam,” ucapnya.

Materi pertanyaan yang diberikan, menurutnya fokus untuk menggali dengan peristiwa dugaan pencemaran nama baik seperti dilaporkan Mujibul Choir. “Terkait dengan apa yang dia ketahui terkait dengan statement daripada kader PKB (Thoriqul Haq) pada saat itu,” ucapnya.

“Yang intinya yang bersangkutan mengetahui yang disampaikan itu,” lanjutnya. Namun terkait maksud dan tujuan bupati melontarkan kata-kata itu, Azoman mengaku tidak tahu.

Baca juga : MAKLUMAT PA 212

“Dalam artian tidak ada semacam pembicaraan sebelumnya. Nampaknya itu adalah hal pribadi dan spontan. Mungkin simpati terhadap kader lainnya,” kata AKP Masykur.

Ditanya apakah ada materi pertanyaan sampai pada akar masalah, Kasat Reskrim menegaskan tidak sampai sejauh itu. “Terkait akar masalah, kami tidak menajadi pertanyaan. Karena itu beda kasus menurut kami. Jika akar masalah kalau kami gali akan membias dan tidak fokus pada peristiwa seperti bukti petunjuk vidio,” ungkap.

Setelah pemanggilan Azoman, menurut Kasat Reskrim tidak menutup kemungkinan ada saksi lainnya yang akan diapanggil. Tergantung pembahasan di internal pihaknya.

“Nanti kita sampaikan lebih lanjut apakah masih perlu ada keterangan dari saksi lain. Ini kan sifatnya klarifikasi. Kita komunikasikan nanti untuk bisa menentukan kira-kira apa perlu ada saksi lain atau tidak,” jelasnya ketika ditemui wartawan di ruangannya.

Bahkan bisa saja kata dia, ada saksi dari kalangan wartawan yang hadir dalam waktu kejadian untuk dimintai keterangan juga. “Mungkin dari rekan (wartawan) yang ikut pers rilis saat itu kami undang. Jika kami butuh tambahan dari saksi eksternal PKB,” tambahnya.

Ditanya apakah perkara ini masih lama untuk naik tingkat menjadi penydikan, AKP Masykur pihaknya akan mengupayakan secepatnya. “Kita upayakan, ini kan situasionalnya seperti ini (Pandemi Covid-19),” pungkasnya.

 

*Wan

Pemasangan Lampu Penerangan Jalur Angker Lumajang

BintangEmpat.com, Lumajang – Tindak lanjut dari keluhan masyarakat tentang penerangan lampu jalan pada jalur rawan kecelakaan terutama jalur provinsi, kanit laka Polres Lumajang Iptu Joko Triyono, menjelaskan bahwa telah selesai pemasangan lampu penerangan pada beberapa titik di jalur jalan provinsi.

Baca Juga : FORKOM 3L Lumajang Tegaskan Akan Tempuh Jalur Hukum

“Jalur Jember via Jatiroto, selesai pemasangan empat titik,jalur Lumajang-probolinggo empat titik,jalur pasirian malang empat titik,dan di kota empat titik pada daerah blank spot( gelap), harapannya agar pengguna kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat,dapat melihat rambu-rambu jalan,ini sebagai bentuk pencegahan kecelakaan lalu lintas, sehingga dapat menekan angka kejadian,baik dari kecelakaan lalulintas, maupun kejahatan jalanan” ujarnya, Rabu (18/03/20).

Baca juga : Virus Corona, Harga Masker Naik Tajam, Ini Kata Dinkes Lumajang

Jalur lintas provinsi Lumajang dalam beberapa tahun ini mengalami peningkatan jumlah kendaraan yang melintas.
Sejak adanya pintu tol Probolinggo. Juga sebelumnya belum pernah terjadi kemacetan, namun sekarang kemacetan sering terjadi pada jalur Lumajang-probolinggo karena jalur ini sering dilewati oleh kendaraan besar yang bermuatan pasir.

 

*Wan

Ibu RT Kecanduan Shabu Diciduk Polisi

BintangEmpat.Com – Tim Optional Reskoba, yang dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Lumajang, AKP Ernowo, kembali mengungkap peredaran narkoba jenis shabu-shabu, kali ini pelakunya berjumlah lima orang didominasi oleh wanita dan satu pria.

Berawal dari informasi warga bahwa ada
pesta Shabu-Shabu di Dusun Keramat, Kecamatan Randuagung, Lumajang, Jawa Timur, maka tim reskoba gelar giat penyidikan.

Polemik Bantuan Bupati Jember Disorot Publik

Dan akhirnya tertangkap basah dua orang wanita sedang asik berpesta Shabu di dapur, tempat mereka mengolah masakan, dengan barang bukti 5.1 gram.

Dalam jumpa pers (17/02/20) di halaman polres Lumajang, dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang AKBP Adewira Siregar.

Wartawati Dianiaya, Dipukul Payudaranya Akibat Beritakan Proyek

” Pada hari Kamis (13/02/21) anggota reskoba telah mengamankan tersangka inisial
Ys, dan Hn di dapur rumah seseorang berinisial Jn,vyang juga tertangkap dengan kasus yang sama namun berkas yang berbeda. Para tersangka ini berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Sementara dalam pengakuannya tersangka Hn menggunakan Shabu dikarenakan stress akibat
kasus perceraian yang menimpanya”
, ujar Kapolres.

Pasal tentang penyalahgunaan
Narkoba pasal 35 KUHP 2009 dengan ancaman dua belas tahun,dan denda maksimal sepuluh miliar.

Sementara menurut kepala BNN Kota Lumajang AKBP Indra Brahmana yang juga turut hadir dalam jumpa pers tersebut, mengaku sangat senang atas pengungkapan kasus narkoba ini.

Ngaku Anggota TNI Pemburu Janda Dibekuk Polisi

” Memang tersangka Jn merupakan target operasi bersama antara BNN dengan polres Lumajang, saya sudah menyerahkan detail profil Jn ini sekitar bulan September kepada Kasat reskoba, dan atasnya Jn ini atau suplyer Jn dari Sokobana Madura, jadi perlu kesabaran untuk mengungkap jaringan Jn ini, karena jaringan ini terbilang rapi dalam menjalankan aksinya”, ujarnya. (Wan)

Polres Lumajang Gelar Safety Riding

Bintangempat.com – Upaya Jajaran Satlantas Polres Lumajang dalam peningkatan kesadaran beretika masyarakat berlalu lintas, Rabu (12/2/2020), menggandeng Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kabupaten Lumajang, menggelar kegiatan yang bertajuk ‘Lumajang Safety Riding Center’.

Polres Lumajang Gelar Safety Riding.
Kasat Lantas Polres Lumajang

Adapun sasaran dari program tersebut adalah aparatur sipil negara (ASN) Dispora Lumajang dan seluruh para atlit serta komunitas kepemudaan dibawah binaan Dispora Kabupaten Lumajang itu sendiri.

Dalam sambutan Kasat Lantas Polres Lumajang AKP I Putu Angga Feriyana, S.H., S.IK., pihaknya menegaskan bahwa Lantas safety riding bertujuan untuk sosialisasi etika berlalu lintas, dan tentu saja harapannya untuk menekan angka kecelakaan pengendara dijalan.

“Giat Lantas safety riding ini untuk sosialisasi kepada masyarakat terutama dalam etika berlalu lintas, dan ini adalah salah satu untuk menekan angka kecelakaan”,Tegasnya.

Salah satu rangkaian acara tersebut, Kepala Dispora Lumajang, Drs. Paimen, juga berkesempatan mendapat cinderamata Plakat Tri Brata yang diserahkan langsung oleh Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP I Putu Angga Feriyana, S.H., S.IK.,

“Saya berterima kasih kepada Satlantas Polres Lumajang, yang selama ini terus bermotifasi terhadap etika masyarakat dalam berkendara, sehingga mampu menekan angka kecelakaan”,Terang Paimen.

Selain itu Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP I Putu Angga Feriyana, S.H., S.IK., juga mengatakan dalam giat tersebut ada sosialisasi terkait Hak Korban Laka Lantas oleh Kepala PT. Jasa Raharja persero perwakilan Probolinggo.

“Selain kuis dan tanya jawab, dalam rangakaian giat tersebut juga ada sosialisasi tentang hak dari korban laka lantas yang disampaikan oleh perwakilan dari PT Jasa Raharja Persero”,Tandasnya. Kamis (13/2/2020).

Bukan itu saja, masih menurut Kasat Lantas Polres Lumajang, dalam rangkaian acara tersebut juga digelar Praktek Safety Riding di lapangan, dan Atraksi oleh atlit Freestyle.

“Ada Praktek Safety Riding di lapangan, dan Atraksi oleh atlit Freestyle, dan tentunya giat ini kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta menekan angka kecelakaan terlebih saat berkendara”,Pungkasnya. (Wan)