Arsip Tag: presiden

Prabowo Angkat Senjata Presiden Kabur

Prabowo Subianto

BintangEmpat.Com , Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, memang berpikir keras untuk secepatnya membangun kekuatan pertahanan maksimal di penjuru tanah air.

Maka dari itu, Menhan Prabowo ingin memaksimalkan produksi dalam negeri, salah satunya adalah dengan melihat perkembangan PT Pindad.

Prabowo sempat mencoba kendaraan taktis (rantis) Komodo hingga memegang senjata yang diproduksi Pindad.

Baca: Polres Jember Raih WBBM 2019

Kegiatan Prabowo selama kunjungan tersebut diunggah di akun Instagram resmi Kementerian Pertahanan RI, @kemhanri, Rabu (6/11/2019).

Prabowo tampak menutup sebelah matanya sambil mengangkat senjata seperti sedang membidik target.  Dalam video yang diunggah akun tersebut, Prabowo juga terlihat sedang memegang senjata. Jika melihat Menhan Prabowo mengangkat senjata, maka nostalgia Prabowo Subianto beserta pasukan elitenya untuk memburu presiden Fretilin, Nicolao Lobato pun seolah terkuak kembali.

Baca: Anggota TNI Bacok Polisi Di Pamekasan

Dilansir dari buku ‘Jenderal M Jusuf Panglima Para Prajurit’ karya Atmadji Sumarkidjo.  Prabowo Subianto beserta pasukannya dikerahkan, setelah TNI menerjunkan pasukan gabungan yang dinamai Batalyon Parikesit.

Prabowo Subianto, beserta pasukannya diterjunkan untuk membantu misi pasukan gabungan Yon Parikesit yang berisikan prajurit dari kesatuan elit seperti Kopassandha (Kopassus), Marinir serta Kopasgat (Paskhas).

Baca: KGP: Kami Dukung Jokowi Tembak Mati Koruptor

Pasukan elite pimpinan Kapten Prabowo Subianto bernama Nanggala-28, diterjunakn bersamaan dengan Kompi Yonif Linud 700 Kodam XIV, satu kompi Yonif Linud 401 Banteng Raiders dan Batalyon 744 Somodok pimpinan Mayor Yunus Yosfiah.

 

Pada 30 Desember 1978, Kapten Prabowo melapor pada Mayor Yusuf Yosfiah jika anggotanya ada yang memergoki pergerakan sejumlah besar pasukan Fretilin ke arah Selatan. Dugaan kuat pasti Lobato ada ditengah-tengah mereka.

Baca: Menhan Prabowo Unjuk Kekuatan

Kapten Prabowo juga diberi tugas mengkoordinasikan pengepungan dengan seluruh kekuatan yang ada.

Prabowo Subianto beserta pasukan elitenya kemudian meluncur ke lokasi pengepungan.
Mereka langsung menghujani Lobato dan pasukannya dengan timah panas.

 

Prabowo Angkat Senjata Presiden Kabur

Adu tembak silih berganti antar kedua belah pihak, sejumlah pengawal Lobato tewas.
Akan tetapi Presiden Fretilin itu tak mau menyerah. Ia mencoba melarikan diri bersama sisa pengawalnnya. Namun pelariannya berhasil dicegat oleh Yon 744 Somodok pada 31 Desember 1978.

Baca: Oknum Kades Hilimbowo Olora Diduga Kangkangi Perwa

Dikutip dari buku ‘Timor Timur The Untold Story’ karya Kiki Syahnakri, pelarian Lobato berakhir setelah ia ditembak oleh Sertu Jacobus Maradebo, seorang prajurit ABRI asli Timor Timur tepat di dadanya. (*)

Lihat YouTube kami

 

 

 

*(Sumber Redaksi)

Gagalkan Pelantikan Presiden Bakal Berhadapan Dengan TNI

Foto: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (mengangkat tangan kanan).

Video Panglima TNI

Redaksi BintangEmpat.Com, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa siapa pun yang ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 akan berhadapan dengan TNI. Adapun pelantikan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin akan dilakukan pada 20 Oktober 2019.

Baca Kapolri Copot Tiga Kapolda

Dia mengatakan bahwa tugas TNI adalah menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa, sehingga demokrasi dan konstitusi bisa ditegakkan. Jadi siapa pun yang melakukan tindakan anarkis dan melawan konstitusi akan menghadapi TNI.

Video Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI

“Siapa pun yang melakukan tindakan anarkistis inkonstitusional, cara-cara kurang baik termasuk ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih berhadapan dengan TNI,” kata dia di Jakarta, Jumat, 27 September 2019.

Baca Surat Terbuka Bocorkan Internal KPK

Seperti diketahui, demo mahasiswa pada Selasa, 24 September 2019 lalu berakhir ricuh. Jatuh korban luka serta perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas milik pemerintah dan umum. Diduga aksi unjuk rasa mahasiswa kemarin ditunggangi oleh perusuh yang ingin membatalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

Baca Demo RKUHP Dua Mahasiswa Akhirnya Meninggal Dunia

Menko Polhukam Wiranto sebelumnya bilang bahwa demo mahasiswa pada 24 September 2019 kemarin diambil alih oleh perusuh. Mereka punya tujuan untuk menduduki Gedung DPR/MPR, sehingga anggota parlemen tak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

Baca Pungli Di Samsat Pacitan

Massa perusuh itu ingin menggagalkan pelantikan anggota DPR, presiden dan wakil presiden periode lima tahun ke depan.
“DPR tidak dapat dilantik, tujuan akhirnya menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih,” ujar Wiranto.

Baca Mahasiswa Randi Tewas Terkena Tembakan Peluru Senpi

Adapun pengambilan sumpah janji anggota DPD dan DPR terpilih periode 2019-2014 akan dilakukan pada 1 Oktober 2019. Sementara pelantikan Joko Widodo sebagai presiden dan Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden lima tahun ke depan pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Baca Kapolres Lumajang Tabuh Genderang Perang

Soal penanganan aksi demo, Hadi menuturkan bahwa TNI sebatas membantu Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun untuk mengantisipasi, dia sudah menyebar jajarannya ke enam titik. (*)

Baca Juga:

Rezim Jokowi Bakal Didemo Sampai Tumbang, SBP: “Tolak Pelantikan Jokowi !!!”

OKTOBER 2019 PRABOWO-SANDI DILANTIK

Baca Mahasiswa Bergerak

Berdasarkan UUD 1945 Jokowi Tidak Boleh Dilantik

Sri Bintang Pamungkas Bakal Jatuhkan Jokowi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*(Sumber)

Asteria Fitriani, “Tak Usah Pajang Poto Presiden Di Sekolah”

Mengungkap Penyiksaan Tahanan 22 Mei

BintangEmpat.Com, Jakarta – Masih ingatkah kita, pasca pemilu ada seorang wanita yang mengaku sebagai Guru dan mengajak “Di sekolah2 tidak usah lagi memajang foto Presiden & Wakil presiden… turunin aja foto2nya”.

Dia adalah Guru les dan juga salah satu kader PKS bernama Asteria Fitriani akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Polres Metro Jakarta Utara dalam kasus ujaran kebencian di laman media sosial.

Habib Rizieq Tidak Bisa Pulang Karena Faktor X

Asteria ditetapkan sebagai tersangka lantaran mengunggah ajakan untuk tidak memasang foto Presiden di sejumlah media sosial. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, mengatakan Asteria ditetapkan sebagai tersangka setelah    dilakukan penyelidikan yang melibatkan ahli ITE, ahli bahasa, dan ahli pidana.

“Adapun peristiwa ini dilakukan melalui media sosial, yakni oleh tersangka AF tanggal 28 Juni 2019 dengan cara mengunggah di laman facebook-nya dan media sosial lain milik yang bersangkutan,” kata Budhi dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis 11 Juli 2019.

Kasus Novel Baswedan Polisi Periksa Mantan Kapolda Metro Jaya

Kemudian, pada 1 Juli 2019, unggahan Asteria tersebut dilaporkan oleh warga berinisial TCS dengan dugaan adanya pelangggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Atas peristiwa tersebut, kami berpendapat, tersangka AF patut diduga melakukan pelanggaran pidana, baik UU ITE maupun UU hukum pidana,” ujarnya.

Habib Rizieq Temui Wiranto

“Pasal yang dikenakan terhadap tersangka adalah Pasal 28 Ayat 2 Jo Pasal 45 huruf A ayat 2 UU RI No.19 tahun 2016 sesuai perubahan UU RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo pasal 14 ayat 1 atau ayat 2 atau pasal 15 UU RI no 1 tahun 46 tentang Peraturan Hukum Pidana atau pasal 160 KUHP atau pasal 207 KUHP. Ancaman hukuman pidana paling lama 6 tahun penjara atau denda maksimal Rp1 miliar,” kata Budhi.

Dijelaskannya, karena ancaman hukumannya di atas lima tahun, maka tersangka dapat dilakukan penahanan.

PK Nuril Ditolak, Komnas Perempuan: MA Gagal Hadirkan Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual

“Oleh karena itu, saat tersangka ditangkap hari Selasa, ini sudah 1×24 jam. Sudah masuk penahanan,” katanya.

Adapun unggahan tersangka adalah “kalo boleh usul…. Di sekolah2 tidak usah lagi memajang foto Presiden & Wakil presiden… turunin aja foto2nya.. kita srbagai guru ngga mau kan mengajarkan anak2 didik kita tunduk, mengikuti dan membiarkan kecurangan dan ketidakadilan?”.
Cukup paging Foto GOODBENER kita ajaa… GUBERNUR INDONESIA ANIES BASWEDAN…”

Maruf Amin Bakal Diganti Ahok

Sebelumnya, tersangka sempat diduga sebagai seorang guru di sebuah sekolah di Jakarta, namun setelah diperiksa, tersangka diketahui bukan guru sekolah.

Asteria bukan guru di sekolah, dia diketahui sebagai wali murid di sekolah tersebut yang mengaku sebagai guru saat mengunggah.

“Yang bersangkutan juga berprofesi sebagai guru, tapi guru les bimbingan belajar,” ujar Kombes Budhi.

Hoax, Kenali Sosok Audrey Yu

Dijelaskan Budhi, tersangka mengaku terperngaruh dengan lingkungan sekitar, terutama kondisi pasca-pemilu.
“Dia masih terbawa emosi, belum bisa menahan diri, sehingga mengunggahnya,” katanya.

Asteria Fitriani yang juga dihadirkan saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf atas unggahannya di media sosial.
“Bersama ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas unggahan saya per tanggal 28 Juni 2019 yang membuat keresahan di masyarakat,” kata Asteria.

Divonis Tiga Tahun Habib Bahar Tidak Jera

Dia mengaku menyesal tidak bijak berucap di media sosial dan tidak mempertimbangkan dampak unggahanya.

“Saya tidak ada niat sama sekali untuk menghasut atau mengajak orang melakukan sesuatu yang seperti disangkakan masyarakat,” pungkasnya.

Moeldoko Tanggapi Habib Rizieq

*Redaksi

Massa Berdatangan Di Gedung MK

Video Massa Berdatangan Di MK

 

BintangEmpat.Com, Jakarta – Diperkirakan ribuan massa bakak hadir di gedung Mahkamah Konstitusi, pasalnya sejumlah massa mulai berdatangan hari ini, Rabu (26/6/2019), di Patung Kuda, Monas, pada pukul 08.30 WIB. Massa terdiri atas berbagai usia, mulai remaja, Bapak-bapak, hingga Ibu-ibu (Emak-emak) yang akan mengelar aksi di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK).

Viral dan baca

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo: Bangkit Dan Bergerak Atau Negara Kita Akan Punah

Massa kemudian duduk melingkar di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Koordinator aksi Gerakan Kedaulatan Rakyat (GKR), Abdullah Hehamuhua, sudah berada di tengah-tengah massa. Hadir pula Tokoh Agama Ust Fikri Bareno dan Ust Asep Syarifudin, Ustad Fikri.

Massa melantunkan Sholawat dan nyanyian bela Islam. Massa yang memakai atribut kain kuning tersebut mengatasnamakan Gerakan Kedaulatan Rakyat Emak-emak Jabar.

Video Software BPN Bongkar Data Invalid KPU

 

“Kami mengalir saja ke sini. Kami mau aksi di sini, kami hanya duduk-duduk saja, kami mengaji saja, kami mau berdoa semoga bangsa Indonesia ini baik-baik saja, aman saja tidak terjadi suatu apa dan Indonesia ini menang,” kata Ketua GKR Emak-emak Jabar, Ida, di lokasi.

Dikabarkan bakal hadir pula Alumni PA 212, massa dari PA 212 juga akan mengelar Aksi Kawal MK di Patung Kuda hari ini. Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin menyebut pihaknya sudah mengantongi izin dari kepolisian terkait aksi kawal MK. Izin didapat sejak aksi pertama pada 14 Juni 2019. “Sudah, dari tanggal 14 Juni yang saya juga turun dan sampai sore tadi,” kata Novel saat dimintai konfirmasi melalui WhatsApp nya.

 

Novel Menambahkan, ” Tokoh ulama yang hadir diantaranya Sekjen FUI Al Khaththath, Wakil Ketua PA 212 Ustadz Asep Syarifudin, Sekjen PA 212 Bernard Abdul Jabbar, hingga Ustaz Fikri Bareno “.

” Alhamdulillah aksi super damai didepan MK sejak 14 Juni sampai pagi hari ini berlangsung damai dan tertib dan hari ini merupakan puncaknya sebagaimana sudh diagendakan dari jauh-jauh hari yaitu, 26 juni sebagai antisipasi ada dugaan bahwa pengumuman putusan akan dimajukan dan ternyata memang dimajukan, ” jelas Novel.

Novel melanjutkan, ” Untuk itu aksi hari ini merupakan puncak dengan dirangkai topik utama adalah halal bi halal dengan acara doa dan tahlil buat petugas kurang lebih 500 yang wafat serta 10 orang yang mati syahid korban dan tragedi berdarah 21 dan 22 Mei “.

” Nanti di sela-sela zikir dan sholawat tentunya juga ada caramah dan orasi dari perwakilan elemen dan masyarakat, semoga aspirasi didengar 9 hakim untuk segera mendiskualifikasikan jokowi – ma’ruf, ” pungkas Novel.

*Sumber Redaksi

 

Presiden Apresiasi BPN

Baca Emak-emak Ditangkap

Target Sertifikat Terlampaui, Presiden Jokowi Apresiasi Kerja Keras Kementerian ATR/BPN

 

Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja seluruh jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas kerja kerasnya dalam program percepatan penerbitan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat. Kerja keras ini membuahkan hasil terlampauinya target penyerahan sertifikat untuk rakyat dari Presiden.

 

Hal tersebut diungkapkan Presiden saat meresmikan Pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Tahun 2019, di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 6 Februari 2019.

 

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang serta jajaran Badan Pertanahan Nasional dari pusat sampai ke daerah karena target-target yang kita berikan selalu terlampaui. Yang dulu-dulu 500 ribu (sertifikat), kemudian 5 juta lebih. Loncatannya itu 10 kali lipat, jangan keliru. Sebuah loncatan yang sangat tinggi sekali. Kemudian meloncat lagi menjadi 7 juta, menjadi 9 juta,” ujar Presiden.

 

Target-target diberikan Presiden kepada seluruh kementerian agar persoalan yang ada menjadi terukur. Di Kementerian ATR/BPN, persoalannya adalah sertifikat tanah yang sudah bertahun-tahun tidak bisa diselesaikan, padahal rakyat membutuhkan sertifikat sebagai pengakuan hak atas tanah yang mereka miliki.

 

“Harusnya memang rakyat itu ngurusnya gampang, bisa ngurus sendiri, tidak pakai perantara, tidak pakai calo, kalau ada biaya, biayanya juga jelas, dan juga yang kita harapkan selesainya juga cepat, tidak harus menunggu berbulan-bulan atau bertahun. Saya kira enggak musim lah sekarang seperti ini,” tegasnya.

 

Presiden menambahkan, pada akhir 2014 lalu Menteri ATR/Kepala BPN menyampaikan kepadanya bahwa ada 126 juta bidang tanah di seluruh Tanah Air yang belum bersertifikat. Dari jumlah tersebut, baru 46 juta bidang tanah yang diselesaikan.

 

“Ya inilah tugas kita untuk menyelesaikan, harus kita kejar, harus kita rampungkan, dan apabila ada hambatan ya kita carikan solusinya,” lanjutnya.

 

Melihat kinerja dan kerja keras Kementerian ATR/BPN ini, Presiden pun optimistis pada tahun 2025 semua sertifikat bisa diselesaikan di seluruh Tanah Air. Jika seluruh bidang tanah di Indonesia sudah bersertifikat, maka menurut Presiden sengketa lahan tidak akan ada lagi.

 

“Konflik pertanahan enggak akan ada lagi. Dan kita bisa melakukan lompatan-lompatan kemajuan, karena rakyat bisa menggunakan sertifikat aset mereka untuk menjadikan agunan, menjadikan jaminan, sehingga menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

 

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (Siwa).

 

Sumber: Biro Pers Istana