Arsip Tag: QNet

Kejamnya PT Q-NET Perdaya Pemuda Difabilitas

foto: Slamet, jadi Korban Kejamnya PT Q-NET .

Redaksi BintangEmpat.Com, Jawa Timur –  (23/09/2019) Baru-baru ini, sebuah akun Facebook bernama @Achmad Cbbtrenggalek Fauzi mengirimkan sebuah video kedalam grup Facebook ‘Sahabat MAS’.

Video PT Q-Net Perdaya Pemuda Difabilitas 

https://youtu.be/I6glzrEERto

Video tersebut berisi sebuah konten yang menceritakan seorang difabel asal Kabupaten Trenggalek yang ternyata pernah menjadi korban Q-NET.

Modus Penipuan QNet Dibongkar Polres Lumajang, Korbannya Jual Harta Benda Sampai Hutang Rentenir

Diketahui, korban bernama Slamet yang berasal dari Kecamatan Munjungan Kabupaten Trenggalek. Dalam video tersebut, korban mengatakan pertama kali ikut bisnis Q-NET pada tahun 2015 lantaran ikut seseorang yang menawarkan nya bisnis dalam bentuk sales. Slamet yang mulai tertarik pun dijanjikan untuk datang ke seminar pada hari Minggu ke daerah yang bernama Karangan.

Bongkar Pungli Di Samsat Pacitan

Dalam presentasi tersebut, Slamet mulai tertarik berkecimpung dalam bisnis Q-NET lantaran melihat uang yang ia katakan sangat ‘ora umum’.

Tim Cobra Ungkap Modus QNet

‘Ora umum’ yang dimaksud disini adalah para motivator yang memberikan presentasi sesekali menyebarkan uang kepada para calon korban tersebut.

Seusai mengikuti seminar yang pertama tersebut, dirinya mengatakan selama 3 minggu tak pulang ke rumah lantaran berpindah pindah mengikuti seminar yang sama namun di kota yang berbeda beda. Dirinya pun akhirnya memantapkan diri untuk pulang ke rumah untuk meminta uang kepada orang tua sebagai persyaratan masuk kedalam bisnis tersebut.

People Power Bongkar Q-Net

Orang tua Slamet yang tak memiliki tabungan pun tak merestui niat sang anak tersebut. Slamet pun akhirnya marah dan melawan orang tuanya hingga akhirnya berani menjual sawah milik orang tuanya. Meskipun sawah tersebut terjual lebih dari 100 juta Rupiah, namun Slamet hanya mengambil 8 Juta Rupiah saja untuk biaya pendaftaran.

Setelah bergabung dengan Q-NET, kakak Slamet yang berada di Hongkong menelfon Slamet dan mengatakan bahwa sang adik telah ditipu oleh Q-NET. Slamet yang bingung dengan kata-kata sang kakak menanyakan balik maksud dari pernyataan tersebut. Akhirnya sang kakak mengatakan bahwa perusahaan tersebut juga telah melakukan penipuan di negara dimana kakaknya bekerja.

People Power Bongkar Modus Q-NET Bupati Turun Jalan

Slamet mengatakan dirinya menyetorkan uang sebanyak 8 juta Rupiah secara kontan kepada seseorang yang telah mengajaknya dulu untuk bergabung. Seusai memberikan uang tersebut, Slamet mengatakan mendapatkan berbagai macam produk yakni Kalung dan juga piringan yang terbuat dari kaca yang disebut Cakra kesehatan.

Setelah mendapatkan produk tersebut, Slamet mendapat tugas untuk mencari calon anggota baru untuk bergabung dengan bisnis tersebut. Namun sayang, dirinya tak pernah mendapatkan anggota baru, dan bahkan harus mengeluarkan biaya sendiri untuk keperluan lain-lain. Keperluan lain lain yang dimaksud Slamet adalah fasilitas transportasi maupun biaya makan untuk calon anggota yang akan diajak Slamet untuk bergabung.

Tipu Daya Q-NET Bidik Mahasiswa

Slamet mengatakan dirinya juga tak bisa mengambil uang yang telah disetor tersebut, meskipun hanya diambil separuhnya saja. Dirinya ingat pada saat memberikan tanda tangan seusai menyetorkan uang, ia tak membaca isi dan peraturan bisnis tersebut. Yang ada dalam benak kepalanya hanyalah tahun depan ia dapat mengantarkan kedua orang tuanya ke tanah suci Mekkah. Ia juga sangat yakin dengan cepat akan sukses dan mendapatkan uang yang sangat banyak.

Bahkan dirinya mengatakan ada teman nya yang menghabiskan sawah di dua tempat yang berbeda lantaran terjerumus dalam bisnis tersebut. Hal tersebut terjadi lantaran teman dari Slamet ikut 16 slot (1 slot senilai 8 juta Rupiah).

Jagad Maya Geger Q-Net Bisnis Model Piramida

Slamet menjelaskan dirinya berhenti dari bisnis tersebut lantaran dirinya sadar setelah sampai di berbagai kota seperti Kediri, Tulungagung, Trenggalek dan Blitar namun tak mendapatkan hasil sama sekali. Dirinya tak pernah berhasil mengajak seorangpun untuk bergabung kedalam bisnis tersebut.

Bahkan dirinya pernah dimarahi oleh seorang teman nya yang akan diajak untuk bergabung lantaran sudah mengetahui bahwa bisnis tersebut hanyalah bisnis penipuan. Sang teman sempat mengatakan kepada Slamet “Kowe iki arep njegorne koncone nang njero segoro. La aku iki yowes tau diajak bisnis koyok ngene (kamu ini mau memasukan temanmu kedalam lautan. Saya sudah pernah diajak ikut bisnis seperti ini)”

Di akhir video, Slamet berpesan kepada mereka yang belum bergabung dalam Q-NET untuk tidak bergabung lantaran bisnis tersebut hanyalah kedok penipuan dan dirinya adalah buktinya. Dirinya tak pernah merasakan kesuksesan seperti yang dikatakan dalam motivator seminar Q-NET. Ia berharap tidak ada lagi korban berjatuhan seperti dirinya.

Slamet adalah potret kecil korban dari keganasan Q-NET. Setiap orang selalu memiliki sebuah harapan dan impian, termasuk mimpi untuk merubah nasib dan kesuksesan, walaupun terkadang tidak sesuai keadaan dan kenyataan. Hati hati dan waspada segala bentuk bujukan dan rayuan serta iming-iming yang menggiurkan sebelum kemudian menyesal.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH,SIK, MH, MM yang juga merupakan putra daerah asli Makassar sangat menyayangkan dengan penipuan berkedok bisnis tersebut. “Mereka sangat tidak manusiawi, dimana kebanyakan mereka menipu para calon anggotanya yang memiliki latar belakang pendidikan yang kurang maupun perekonomian yang bisa dikatakan pas-pasan. Bahkan yang terbaru, ada sebuah akun Facebook yang mengirimkan video melalui Facebook grup ‘Sahabat MAS’ dimana video tersebut berisi Q-NET pernah menipu difabel asal Kabupaten Trenggalek. Mereka yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari orang normal, malah dengan keji diperdaya, hal ini sangat menyayat hati kita semua” terang pria yang menyelesaikan S3 di Universitas Padjajaran Bandung tersebut. *Red.

People Power Bongkar Q-Net

 

 

RIBUAN MASYARAKAT TURUN KE JALAN DUKUNG KAPOLRES TUNTASKAN KEJAHATAN BISNIS SKEMA PIRAMIDA OLEH QNET

Video Lumajang Gaungkan People Power 

Redaksi BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Lumajang (18/09/2019). Tiga ribu lebih masyarakat Lumajang Turun ke jalan dukung kapolres AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH Tuntaskan kejahatan bisnis Skema piramida Qnet. puluhan korban bisnis skema piramida Qnet dari masyarakat lumajang ikut hadir dalam aksi dukungan terhadap Kapolres Lumajang serta tim Cobra untuk menuntaskan kasus tersebut.

People Power Bongkar Modus Q-NET Bupati Turun Jalan

kita ketahui bahwa ratusan ribu korban qnet tersebar di seluruh Indonesia seperti Aceh, Medan, Riau, Pekan Baru, sebagian besar Provinsi Kalimantan Barat, Jogjakarta, Solo, Kediri, Trenggalek, Sulawesi Tenggara dan kota-kota lainnya di indonesia.

People Power Tolak Qnet dan dukung Polres Lumajang Bongkar Q-Net

korban rata-rata adalah orang kecil dan diiming iming kekayaan secara instan dengan doktrin UGD yaitu Utang, Gadai, Dol (jual) sehingga banyak diantara mereka yang menjual Sapi, motor, sawah, perhiasan sampai banyak yang berhutang, akibatnya banyak diantara mereka yang terlilit hutang.

Bantuan PKH Tidak Tepat Sasaran Kades Tempeli Rumah Stiker ‘Miskin’

keberanian Kapolres Lumajang menangkap salah satu orang penting di Qnet mendapat apresiasi dari masyarakat Indonesia karena korban-korban yang berjatuhan di mana-mana.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengungkapkan ”kejahatan bisnis Skema piramida sudah lama dilarang di Negara-negara maju seperti contohnya di Inggris, mereka sudah membuat aturan yang bernama pyramid scheme selling regulation yang dikeluarkan pada tahun 1937. Singapura, Amerika dan negara-negara maju lainnya, umumnya telah melarang karena sangat berbahaya dan rentan digunakan sebagai sarana money games, ” terangnya.

Kontroversi Film The Santri

“Di Indonesia sendiri, aturan terkait Bisnis Skema Piramida diatur dalam undang-undang perdagangan no 7 pada tahun 2014 yang melarang bisnis dengan skema piramida. Bisnis dengan skema piramida akan sangat rentan disusupi money game seperti yang dilakukan oleh Qnet, ” imbuhnya.

Berdasarkan UUD 1945 Jokowi Tidak Boleh Dilantik

“Berdasarkan teori, yang diuntungkan hanya 13% sedangkan 87% pasti akan rugi. untuk itulah model bisnis Skema piramida ini dilarang di Indonesia bahkan di dunia, ” tegas pria yang menyelesaikan S3 di Universitas Padjajaran tahun 2010 di kota Bandung tersebut jurusan hukum bisnis.

Bupati Lumajang M Thoriqul Hak atau biasa disapa cak Thoriq yang ikut angkat bicara juga mengatakan “Saya akan ada untuk Kapolres yang sedang menangani kasus besar terkait bisnis dengan Skema piramida yang dilakukan oleh Qnet. Saya tidak terima jika warga saya menjadi korban. Banyak masyarakat saya yang menjual sapi satu-satunya, menjual sawah satu-satunya, menjual motor satu-satunya bahkan ada yang meminjam kesana sini akibat dicuci otaknya. Kami ada untuk Kapolres, apabila usul ditolak dan kritik dilarang maka hanya ada satu kata LAWAN” tegas Thoriq. (Redaksi).

People Power Bongkar Modus Q-NET Bupati Turun Jalan

BUPATI DAN WAKIL BUPATI LUMAJANG JUGA IKUT TURUN KE JALAN MENDUKUNG KAPOLRES AKBP ARSAL SAHBAN

Redaksi BintangEmpat.Com, Jawa Timur – Ada hal unik dalam aksi people power siang tadi, Rabu, 18 September 2019, dalam mendukung Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM untuk penuntasan kasus Q-NET yang menjalankan bisnis dengan skema piramida.

Tampak Bupati Lumajang Toriqul Haq bersama ribuan massa memberikan orasi serta dukungan kepada Kapolres dan jajaran tim Cobra Polres Lumajang.

Modus Penipuan QNet Dibongkar Polres Lumajang, Korbannya Jual Harta Benda Sampai Hutang Rentenir

Toriqul yang naik keatas truk yang telah dipasangi pengeras suara membakar semangat para pendemo dengan nada penuh semangat. “Kita semua berkumpul disini bukan karena sebab saudara-saudara. Kita semua mendukung Kapolres Lumajang untuk membongkar kejahatan bisnis skema piramida dengan bekedok bisnis PT Q-NET. Sudah banyak contoh korban PT tersebut dari berbagai wilayah Indonesia seperti dari Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Jogjakarta serta dari kota kita ini. Saya Bupati Lumajang dan seluruh masyarakat Lumajang akan terus di belakang Kapolres Lumajang. Saya ingatkan sekali lagi, Pak Kapolres tidak sendirian” ujar Bupati Lumajang.

Tim Cobra Ungkap Modus QNet

Selain itu, Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati menyatakan dukungan penuh terhadap Kapolres Lumajang dalam penuntasan kasus Q-NET. “Warga Lumajang tidak akan pernah mundur mendukung Kapolres Lumajang. Kita semua tahu, PT Q-NET yang menjalankan bisnisnya dengen cara skema piramida adalah bisnis terhadap masyarakat Indonesia. Kita semua akan menyuarakan dan melawan modus perampokan kepada masyarakat ini dengan berbagai cara termasuk melalui media social. Saya yakin dengan kekuatan masyarakat serta seizing Allah Subhanahu Wata’ala, keadilan berada di pihak kita, ” tegas wakil bupati tersebut.

Tipu Daya Q-NET Bidik Mahasiswa

Selain Bupati dan Wakil Bupati Lumajang, terlihat pula H Ahmad Saifudin, dari Fraksi PKB selaku Ketua DPRD Kabupaten Lumajang serta beberapa anggota DPRD Kabupaten Lumajang yang lain, yang secara bergantian menyuarakan aspirasi dari atas truk yang membawa pengeras suara tersebut. (Redaksi).

 

 

Jagad Maya Geger Q-Net Bisnis Model Piramida

 

JAGAT MEDIA DIRAMAIKAN PENGUNGKAPAN BISNIS MODEL PIRAMIDA OLEH TIM COBRA POLRES LUMAJANG

POLRES LUMAJANG. (07/09/2019) Setelah beberapa waktu yang lalu kejahatan bisnis model piramida yang dijalankan oleh Q-Net diungkap oleh Tim Cobra Polres Lumajang, jagat media ramai membahasnya. hal ini tak lain karena banyaknya korban-korban yang mengikuti bisnis ini dengan iming-iming cepat menjadi kaya.

Korbannya banyak orang-orang dengan lapis ekonomi bawah. mereka tanpa sadar menjual aset satu-satunya seperti tanah, rumah, sapi, sawah supaya bisa bergabung ke bisnis ini. Tapi apa yg mereka dapatkan malah semakin terjerumus dalam dunia kelam bisnis piramida.

Hal ini di ungkap melalui postingan-postingan yang ramai di media sosial. Di media sosial Instagram, akun @makassar_iinfo (https://www.instagram.com/p/B18_rdNHlYr/?igshid=ynh3jbk038zn) sampai saat ini sudah di komentari 2.300 kali. Sementara itu di facebook, ada juga group khusus para korban membernya mencapai 27 ribu akun dengan nama ‘korban penipuan QNet Indonesia’. Mereka berasal dari berbagai kota dari seluruh Indonesia dan terus membahas kasus tersebut. Demikian juga di facebook group sahabat M.A.S ( https://www.facebook.com/groups/2097146940360898/permalink/2402241219851467?sfns=mo) yang aktif memposting tentang pengungkapan bisnis model piramida yang dijalankan oleh QNet. postingan-postingan tersebut bahkan sudah dibagi puluhan ribu kali, hal ini menandakan banyaknya korban-korban yang selama ini diam karena tidak tahu kemana harus melapor atau mungkin tidak berani melaporkan.

Penangkapan salah satu orang penting di bisnis QNet akhirnya memberanikan mereka memposting kisah-kisah mereka selama bergabung di QNet, sehingga jagat media sosialpun ramai membahas kasus ini.

berbagai komentar netizen di akun @makassar_info pun menghiasi konten yang membahas penangkapan pentolan Q-Net tersebut. Seperti @yongki_g yang mencurahkan kemarahan nya karena pernah menjadi korban. “Dasar pembohong memang. Katanya bisa buat kaya, tapi nyatanya hanya membuat sengsara”.

Pun demikian kicauan dari akun instagram @adit_ganteng. Ia menjelaskan dirinya juga tertipu hingga puluhan juta. “kurang aj*r memang. Saya pernah dibohongi oleh perusahaan ini. Uang saya nggak kembali, teman teman saya juga menjauhi saya” tulisnya.

(Kiri) Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM didampingi Hasran Cobra, Kapolres menjelaskan tentang bisnis money games

Dalam pernyataannya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MH MM menyampaikan “Banyak masyarakat belum paham tentang bisnis money games atau permainan uang khususnya bisnis dengan model Piramida. Perlu saya sampaikan kepada masyarakat Indonesia bahwa bisnis dengan model piramida adalah kejahatan. karena umumnya bisnis model ini hanyalah permainan uang atau money games. Kalaupun ada barang yang diperjualbelikan, nilainya pasti jauh dibawah uang yang disetorkan. Jadi barang hanya sebagai kedok seakan-akan ada jual beli padahal barang tersebut hanya untuk mensiasati aturan hukum yang ada. Di kasus yang kami tangani, merekapun mengakui kalau harga produk hanya 13,1 % dari nilai yang korban setorkan sisanya digunakan dalam bisnis money games” ujar Arsal.

Tim Cobra Ungkap Modus QNet

 

 

Redaksi, Jawa Timur – Pengungkapan kasus perdagangan model Piramida yang dijalankan oleh QNet oleh Tim Cobra Polres Lumajang berawal dari adanya Laporan anak hilang yang diterima oleh Tim Cobra pada 10 April 2019 atas nama Putri (16th / nama samaran) dimana pelapornya adalah orang tua korban. Korban adalah warga Dusun Karang Tengah Kec Sumbersuko Kab Lumajang.

BACA: Kongkalikong Pejabat dengan Rekanan Terkait Proyek, Ini Kata Inspektorat

Hasil penyelidikan Tim Cobra Polres Lumajang, ternyata Putri pergi dari rumah tanpa pamit karena mendapatkan tawaran pekerjaan di Madiun dari temannya yang bernama Sugiono (24 th) warga Desa Kalipenggung Kec Randuagung Kab Lumajang.

Putri ditawari bekerja sebagai pendata barang di sebuah pabrik kesehatan dengan gaji per bulan Rp 3 Juta.

BACA: PPWI Tamiang Kecam Keras Upaya Pendzaliman terhadap Pewarta

Ternyata, setelah sampai di Madiun, pekerjaan yang dijanjikan tidak ada, karena penawaran kerja hanya akal-akalan saja supaya para korban mau datang ke Madiun.

Tapi setelahnya mereka di cuci otak untuk bergabung dengan bisnis QNet dengan iming-iming kekayaan yang luar biasa, hanya dalam 1 tahun bisa mendapatkan Rp 11 Miliar bila bekerja dengan tekun.

Video QNet

Untuk awalnya Putri harus membayar sekitar Rp 10 juta supaya bisa bergabung ke bisnis QNet tersebut yaitu untuk membeli alat kesehatan yang bernama Cakra. Cakra terbuat dari kaca seukuran telapak tangan yang mereka yakini bisa menyembuhkan penyakit kronis.

BACA: Sebar Hoax Papua Tri Susanti Ditetapkan Tersangka

Selanjutnya di sebuah gedung milik tersangka MK (48th) di Madiun, Putri dan rekan-rekannya yang lain diberikan presentasi oleh beberapa orang seniornya di QNet.

Disinilah proses Brainwash (cuci-otak) dilakukan. Mereka di iming-imingi cara mudah menjadi orang kaya.

Caranya hanya dengan merekrut 2 anggota baru sebagai kaki kanan dan kaki kiri mereka, selanjutnya anggota baru tersebut yang bertugas mencari lagi kaki dibawahnya. didalam buku panduan presentasi tertulis dalam 1 tahun mereka bisa mendapatkan mobil mewah, rumah mewah bahkan bisa menghasilkan Rp 11 milyar hanya dalam 1 tahun. mereka memberikan contoh-contoh orang-orang yang sukses di QNet, seperti yang tadinya hanya pemulung tapi saat ini sudah memiliki mobil mewah, serta contoh-contoh kisah sukses mereka.

BACA: Polisi Tangkap Pengibar Bendera Bintang Kejora

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MH, MM mengatakan, “Pertama kali saya mengintrogasi Putri saat berhasil kami lacak di Madiun, saya sudah melihat ada hal yang janggal, karena dengan kondisinya yang memprihatinkan tapi dia masih berkeyakinan bisa sukses. Bahkan dia merasa tidak ditipu oleh teman yang mengajaknya. Padahal jelas-jelas dia ditawarkan untuk bekerja sebagai pendata barang dengan gaji Rp 3 Juta, tapi kenyataannya pekerjaan tersebut tidak ada. Yang ada malah mereka disuruh ikut bisnis QNet dengan terlebih dahulu harus menyetor uang Rp 10
Juta,” ujar Arsal, (04/08/2019).

“Dari sini saya berkomitmen untuk mengungkap kasus money games di belakangnya. karena mungkin sudah jutaan orang yang tertipu bisnis money games ini.”

BACA: Kunjungan Gubernur Ditolak Mahasiswa Papua

Lanjut Arsal, “Saya pernah mengajar di PTIK sekitar tahun 2007, dan salah satu materi yang saya ajarkan adalah tentang bisnis piramida yang saat itu belum terjangkau oleh hukum, karena saat itu hukum baru bisa menjangkau kalau sudah ada yang dirugikan, sehingga ada situasi anomie yaitu ada sebuah kejahatan tapi belum ada aturan yang mengaturnya, sehingga korban pasti akan terus berjatuhan. Sedangkan pada waktu itu di negara-negara maju seperti Singapura sudah membuat aturan piramid scheme selling regulation, yaitu larangan berbisnis model piramida. Indonedia baru memasukkan aturan ini dalam undang-undang perdagangan tahun 2015 yang melarang bisnis model Piramida.”

BACA: Tim Cobra Tangkap Pengelola Investasi Bodong

“Bisnis model piramida sangat berbahaya bagi semua negara, karena akan membuat malas rakyatnya untuk bekerja karena mengadalkan bisnis model arisan berantai ini. Pada akhirnya bisnis ini akan runtuh disaat sudah tidak ada lagi yang bisa di rekrut. orang yang masuk belakangan pasti akan selalu dirugikan, ” pungkas Arsal.

 

Terpisah, Rumah bos QNet Madiun, Mohamad Karyadi (MK), yang ada di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, kerap didatangi polisi maupun pejabat pemerintahan.

Bos QNet Madiun itu saat ini tengah dirundung kasus penggelapan investasi alias investasi bodong.

BACA: Proyek Siluman Pasar Lumbang Kabupaten Probolinggo

Kuat dugaan MK ini menjalankan bisnis dengan sistem money games dengan mekanisme piramida melalui perusahaan PT Amoeba International. Sedangkan PT QNet sebagai induk perusahaan yang menjalankan perdagangan dengan sistem piramida.

Rumah supermewah di desa tersebut tidak hanya didatangi calon member bisnis MLM QNet. Tetapi aparat kepolisian juga kerap datang ke rumah tersebut. Rumah mewah itu hanya berjarak sekitar 100 meter dari Kantor Desa Singgahan.

“Tamunya Kariyadi itu banyak. Ada yang dari kepolisian dan ada juga dari pejabat pemerintah. Tapi untuk keperluannya apa, saya tidak tahu,” kata Sekretaris Desa Singgahan, Joni Anwar, saat diwawancara wartawan di Kantor Desa Singgahan, Rabu (4/9/2019).

BACA: Pembunuh Anak Mantan Ketua KPUD Nias Terciduk

Joni menuturkan Kariyadi selama ini dikenal sebagai sosok yang dermawan. Pria empat anak itu juga dikenal sebagai donatur berbagai kegiatan sosial, seperti kegiatan 17 Agustus maupun kegiatan lainnya.

Sejak digeledah polisi sebulan lalu, aktivitas di rumah Kariyadi cenderung sepi. Padahal, biasanya rumah itu selalu ramai dikunjungi orang.

Seperti pantauan Solopos.com, Rabu pagi, rumah tersebut tampak lengang dan minim aktivitas. Hanya terlihat dua orang penjaga rumah yang sedang membersihkan rumah dan menyirami taman di halaman rumah.

Gerbang rumah tersebut pun tertutup rapat. Rumah berlantai tiga tersebut pun terlihat tertutup.

BACA: Kapolsek Beri Miras Ke Mahasiswa Papua Dicopot

Solopos.com juga mendatangi gedung pertemuan yang digunakan untuk presentasi MLM QNet yang ada di dekat rumah Kariyadi. Gedung itu juga terlihat sepi dan tidak ada aktivitas. Gedung tersebut tertutup rapat. Padahal sebelumnya gedung itu ramai untuk kegiatan member baru QNet.

Kondisi halaman rumah mewah milik bos bisnis MLM QNet yang ada di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Rabu (4/9/2019).
Kondisi halaman rumah mewah milik bos bisnis MLM QNet yang ada di Desa Singgahan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Rabu (4/9/2019).

Rumah Mewah Rp 3 Miliar

Joni menceritakan rumah mewah itu dibangun sekitar tahun 2006. Kariyadi bisa membangun rumah mewah itu setelah sekitar dua tahun sukses menjalani bisnis MLM QNet.

MK menghabiskan dana sekitar Rp3 miliar untuk membangun rumah mewah itu. “Saat itu habisnya Rp3 miliar. Saya tahu dari orang-orang yang membangun rumah itu,” jelas dia.

 

 

*(Redaksi).