Arsip Tag: Wiranto

Pakai Seragam TNI AD Saat Sidang, Kivlan Minta Eks Kapolri dan Wiranto Dihadirkan

BintangEmpat.Com – BintangEmpat.Com, Jakarta – Sidang pembacaan eksepsi Mayor Jenderal Purnawirawan TNI, Kivlan Zen, berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2020).

Polres Jember Bedah Kamar Mbah Sobirin

Terdakwa kepemilikan senjata api ilegal dan peluru tajam ini telah hadir di ruang sidang Kusuma Admadja 3 lantai 1, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pukul 10.00 WIB.

Kivlan Zen tampak mengenakan seragam TNI Angkatan Darat.Bahkan lengkap dengan topi baret dan segala macam atribut TNI lainnya.
Saat awak media bertanya tentang kesehatannya, Kivlan Zen tersenyum.

Lihat youtubenya

“Sudah mendingan, doakan saja supaya lebih sehat,” kata Kivlan Zen.

Diberitakan sebelumnya, Kivlan Zen tak lagi menggunakan kursi roda. “Saya mau belajar jalan, harus kuat,” kata Kivlan saat ditanya Wartawan, di PN Jakarta Pusat, Kamis (14/1/2020).

Hari ini, Kivlan Zen akan melakukan pembacaan eksepsi sebanyak 22 lembar.
Kivlan Zen juga menyatakan minta doa untuk kelancaran sidang serta kesehatan dirinya.

“Jangan sakit terus, mudah-mudahan saya bisa sembuh. Minta doanya ya agar saya sembuh,” ujar Kivlan Zen kepada Wartawan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sanggup Bacakan 16 Lembar Eksepsi
Terdakwa kepemilikan senjata api dan peluru tajam, Kivlan Zen, dihadirkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

Gegara Kentut Pasutri Dibacok Tetangga

Kivlan Zen bertindak sebagai pembaca eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Di lokasi, Kivlan Zen mampu membaca 16 lembar dari 22 lembar eksepsi.
Kendati begitu, suara Kivlan Zen terdengar serak.

Terkadang batuk-batuk.
Tepat pada pukul 12.00 WIB, sidang ini pun dihentikan. Tersisa enam (6) lembar eksepsi yang belum dibacakan.

Berdasarkan hasil sidang, Majelis Hakim pun memutuskan pembacaan 6 lembar eksepsi ini akan dilanjutkan pada Rabu (22/1/2020).
Kivlan Zen menyatakan keberatan menyoal dakwaan jaksa penuntut umum, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

Menteri Yasonna Hina Warga Priok Kantor Menkumham Dikepung

Dalam isi dakwaan, Kivlan Zen disebut sebagai terdakwa kepemilikan senjata api dan peluru tajam.

Sebagai orang kelahiran Kota Langsa, Aceh, Kivlan Zen menyatakan telah memaknai hidup di wilayah ibu kota Jakarta.

“Sebagai putra Minang kelahiran Aceh, sekarang ini telah memaknai istilah masyarakat, yaitu kejamnya ibu tiri ternyata lebih kejam ibu kota,” ucap Kivlan Zen, membacakan eksepsi atau nota keberatan, di ruang Kusuma Admadja 3, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2o20).

Lebih lanjut, dia menyatakan informasi yang beredar di masyakarat ihwal dalang makar demonstrasi 21-22 Mei 2019, Kivlan membantah.

Tagih Hutang Paman Tewas Dibacok Keponakan

“Luar biasa para petinggi negara untuk melakukan hembusannya melalui press conference terhadap diri saya, sehingga harus tidur di lantai berlapis kasur usang di Rutan Narkoba Tahiti Polda Metro Jaya,” kata Kivlan.

“Sempat terbesit dalam diri saya, akan dijebak dengan narkoba, sehingga dengan meminta kepada kuasa hukum saya untuk selamatkan saya,” lanjut Kivlan.

Sementara itu, Kivlan menyatakan penuntut umum tak cermat saat menjelaskan isi dakwaan terhadap dirinya.

“Usia 73 tahun dalam keadaan sakit, maka saya juga menyatakan keberatan terhadap isi dakwaan a quo, dengan menyatakan penuntut umum dalam menguraikan tidak cermat, tidak jelas, dan tidak lengkap,” kata dia.

Minta Tito Karnavian hingga Wiranto Hadir pada Sidang Lanjutan

Kivlan Zen, meminta Mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian hadir pada sidang lanjutan pembacaan eksepsi.
Kivlan Zen juga meminta mantan Menkopolhukam Wiranto hadir pada sidang lanjutan tersebut.

Sebabnya, menurut Kivlan, mereka diduga telah mencoreng nama baik atas dugaan makar pada demonstrasi 21-22 Mei 2019.

Polres Jember Bongkar Kasus Kejahatan Jalanan Dan Prostitusi

“Semua rekayasa, jadi saya minta Wiranto dan Tito dihadirkan, saya menunutut keadilan,” ucap Kivlan saat diwawancarai Wartawan, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

Selain kedua nama tersebut, Kivlan juga meminta Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan hadir.

Begitu juga nama-nama yang disebut Kivlan di antaranya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan, Gories Mere.

“Iwan mengatakan, saya malah mau dibunuh Wiranto dan Luhut, Goris dan Budi Gunawan. Saya tanya kenapa saya mau dibunuh,” ucap Kivlan.

“Saya tidak takut, tapi sekarang dibalik, saya yang dikira mau bunuh mereka, ini rekayasa, Luhut saya minta hadir, Tito dan Iqbal kadiv humas Mabes Polri,” lanjutnya.

Amankan Istighotsah Polisi Jadi Idaman Emak-emak

Kivlan menegaskan, semua nama-nama tersebut diminta hadir pada sidang lanjutanpembacaan eksepsi pada Rabu (22/1/2020), di PN Jakarta Pusat.

“Saya minta keadilan, ini rekayasa dari aparat negara, saya dituduh semuanya dan sidang ini ditunda sampai Rabu depan datang lah, saya buktikan,” ujar Kivlan.

Kivlan Zen Sebut Tuduhan Tito Karnavian dan Wiranto Rekayasa

Kivlan Zen menyatakan dirinya telah dituduh hal yang tidak benar oleh mantan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan mantan Menkopohukam Wiranto.

Kivlan menjelaskan, semula dirinya dituding sebagai dalang makar saat demonstrasi 21-22 Mei 2019. Kivlan menyebut dirinya juga dituduh sebagai otak di balik penembakan sembilan orang.

“Awalnya saya dituduh dalam 21-22 Mei dan pembunuhan penembakan sembilan orang,” ujar Kivlan, setelah melakukan sidang pembacaan eksepsi, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

Demo Pro Dan Kontra Anies Baswedan

“Tapi dakwaaan, saya dituduh kepemilikan senjata dan terlibat mengadakan persenjataan dengan menyuruh Iwan. Dari pernyataan awal, saya ditegaskan tak ada rekayasa,” lanjutnya.

Dia menyimpulkan, Tito dan Wiranto sebaiknya bertanggung jawab atas tuduhan tersebut.

“Jadi, sudah dirubah perubahan ini. Artinya ada tanggung jawab Tito dan Wiranto yang menuduh saya dalang 21-22 Mei dan pembunuhan yang diviralkan,” ujar Kivlan.

Kivlan juga angkat bicara menyoal berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibacakan Tito dan Wiranto beberapa waktu lalu.

“Kan itu rahasia BAP, tapi diumumkan dalangnya saya. Tapi saya dituntut bukan dalang itu, malah dibilang memiliki dan menyuruh beli senjata,” jelas Kivlan.

Soal Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan adalah Keturunan PKI

“Tapi nyatanya, saksi-saksi menyatakan saya tidak ada suruh beli senjata. Pun saya belikan uang, bukan beli senjata yang Rp155 juta itu. Semua rekayasa,” ujarnya. (*).

Duh… Nenek 65 Tahun Diperkosa Malah Masuk Penjara

*(sumber redaksi)

Wiranto Jabat Ketua Dewan Pertimbangan Presiden

Wiranto Jabat Ketua Dewan Pertimbangan Presiden
Wiranto Jabat Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.

Lihat Video Detik-detik Wiranto Ditusuk Perutnya

Jakarta – Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, telah resmi menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Presiden ( Wantimpres) periode 2019-2024.

Peresmian ditandai dengan serah terima jabatan, antara pejabat terdahulu dan pejabat yang baru dilantik Presiden Joko Widodo.

Baca: Detik-detik Wiranto Ditusuk Pisau

“Hari ini saya bersyukur bahwa dapat melaksakan serangkaian serah terima jabatan, antara Dewan Pertimbangan Presiden masa bakti 2014-2019, ke Dewan Pertimbangan Presiden masa bakti 2019-20249,” ujar Wiranto seusai serah terima jabatan di Kantor Wantimpres, Jakarta, Senin (16/12/2019).

Wiranto menilai, tugas Ketua Wantimpres tidak ringan. Sebab harus memberikan berbagai masukan kepada Presiden.

Baca: 30 Tahun Idap Kusta Kapolres Jember Datangi Nenek Sumirah

Terlebih, kata Wiranto, saat ini Presiden Jokowi memiliki visi hendak membawa Indonesia unggul dalam persaingan global dengan negara-negara lain.

Karena itu, ia memastikan Wantimpres akan bekerja maksimal membantu Presiden Jokowi mewujudkan visinya.

Wiranto meyakini para anggota Wantimpres saat ini memiliki berbagai ide segar yang siap disampaikan untuk membantu kinerja Presiden.

Baca: Menkopolhukam Wiranto Ditusuk, Hanum Rais Sebut ‘Setingan’

“Yang dikatakan Bu Sri Adiningsih (mantan Ketua Wantimpres) tadi bahwa tugas sebagai Wantimpres memang tidak ringan. Karena sesuai undang-undang, kami memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Tentu ini suatu tugas yang cukup berat,” kata Wiranto.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi, lantaran memercayainya mengemban tugas sebagai Ketua Wantimpres.

Baca: Tragedi Semanggi Seret Nama Wiranto Dan Habibie

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden

Menurut Wiranto, sebuah kehormatan hingga dirinya dipercaya mengemban tugas tersebut.
“Kami sangat terima kasih kepada Pak Jokowi yang telah memberikan kepercayaan kepada kita sekalian untuk memberikan sumbang pikir, memberikan nasihat dan pertimbangan. Ini kehormatan kepada kita,” lanjut mantan Panglima ABRI itu.   (*)

Menkopolhukam Wiranto Ditusuk, Hanum Rais Sebut ‘Setingan’

Foto: Menkopolhukam Wiranto dirawat.

Redaksi BintangEmpat.Com – Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Hanum Salsabiela Rais, membuat cuitan kontroversial mengenai insiden penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto.

Dalam cuitannya, putri Amien Rais menyebut ada pendapat yang menduga penusukan tersebut sebagai aksi yang sengaja dibuat alias rekayasa.

Terkait: Pelaku Penusukan Wiranto Diduga Suami Istri, Ini Identitasnya

Begini cuitnya, “Setingan agar dana deradikalisasi terus mengucur.

Dia caper. Krn tdk bakal dipakai lg

Play victim.mudah dibaca sbg plot

Diatas berbagai opini ygberedar terkait berita hits siang ini. Mgkn krn terlalu byk hoax-framing yg slama ini terjadi (disertai emotion)”  ditulis pada pukul 15.14 Wib 10 Oktober 2019 di Twitter for iPhone.

Gambar: Screenshot.

“Setting-an agar dana deradikalisasi terus mengucur. Dia caper (cari perhatian). Karena tidak bakal dipakai lagi,” tulis Hanum, pada unggahan pukul 15.14 WIB.

Hanum menyebut, insiden itu sebagai tindakan play victim. ” Mudah dibaca sebagai plot,” tambah dia.

Baca DPP PA 212 Kecam Aparat Atas Penangkapan Ustad Bernard

Menurut Hanum, kalimat-kalimat itu merupakan opini yang beredar di masyarakat mengenai berita penusukan yang dialami Wiranto.

“Tidak banyak yang benar-benar serius menanggapi. Mungkin karena terlalu banyak hoax-framing yang selama ini terjadi,” kata dia.

Kicauan itu ramai dibicarakan oleh warganet. Namun tak lama berselang, cuitan tersebut raib dari timeline Twitter Hanum Rais.

Baca Demo RKUHP Dua Mahasiswa Akhirnya Meninggal Dunia

Tapi rupanya, ada warganet yang telah menyunting posting itu dan mengunggah ulang ke Twitter. Dan, suntingan itu menjadi viral.Tak lama setelah menjadi sorotan, Hanum kembali berkicau. Dia membuat klarifikasi atas cuitan yang lenyap tersebut.

Meski begitu, cuitan ini sempat menghilang. Tapi, Hanum punya alasan mengapa cuitan itu menghilang.

” Kehapus,” ucap dia.

Baca Amien Rais: Kebijakan Jokowi Pro China, Oposisi Lebih Bermartabat

Hanum mengatakan, unggahan sebelumnya hanya ingin menyampaikan betapa masyarakat saat ini susah mengalami kebenaran yang harus dipercayai. ” Dan itu sangat mengkhawatirkan,” ucap dia.

Unggahan Hanum Rais tersebut sempat menjadi trending topic ke delapan dengan tagar #kehapus di Twitter. Banyak netizen menyayangkan dan bahkan mencibir Hanum Rais. (*).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*(Sumber Red/ DEMOKRASI.CO).

Wiranto Menkopolhukam Ditusuk Pria Bawa Pisau Diduga Pelaku Terpapar Paham Radikal ISIS

 

Redaksi BintangEmpat.Com, – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) wiranto tiba-tiba diserang seorang pria berjaket hitam. Pria itu menggunakan senjata tajam berupa pisau. Beruntung Wiranto tidak mengalami luka-luka.

Baca DPP PA 212 Kecam Aparat Atas Penangkapan Ustad Bernard

Peristiwa penyerangan itu terjadi di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Wiranto ke Serang dalam rangka peresmian Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar yang beralamat di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi.

Baca Autobiografi Bernardus Doni Alias Abdul Jabbar Mantan Misionaris Katholik

Kejadian itu terjadi sangat cepat. Kejadian itu bermula saat Wiranto turun dari mobil dinasnya. Lalu tiba-tiba saja seorang pria mendekati Wiranto dan hendak menusuk dengan menggunakan pisau. Pengawal Wiranto dengan sigap menghalangi. Wiranto sempat terjatuh menghindari serangan itu.

Kumpulan Video Wiranto Ditusuk

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan peristiwa itu. Dia mengatakan, pelaku sudah berhasil diamankan pihak kepolisian.
“Ya mas pelaku sdh diamankan,” ungkap Dedi dilansir dari merdeka.com.

Viral Ahok Jadi Dewan Pengawas KPK

Kepolisian menduga pelaku penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto terpapar jaringan ISIS. Pelaku menyerang dengan menggunakan senjata tajam.

“Pelaku diduga terpapar paham radikal ISIS. Tersangka tidak alami luka,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/10), dilansir dari CNN Indonesia.

Baca Demo RKUHP Dua Mahasiswa Akhirnya Meninggal Dunia

Dedi menambahkan, pelaku berinisial FD dan berasal dari Jawa Tengah. Saat ini polisi masih menyelidiki dan mencari informasi lengkap terhadap pelaku yang saat kejadian datang bersama istrinya.

“Pelaku dari Jawa Tengah. Inisial FD, laki-laki, masih dicari identitas,” ujar Dedi.

Dedi menuturkan usai menyerang Wiranto, pelaku juga menyerang Kapolsek Menes Kompol Daryanto.

Baca Pusaran Buzzer Grup WhatsApp STM

Wiranto diserang saat hendak mengunjungi peresmian gedung baru Mathla’ul Anwar, Pandeglang, Banten, pukul 11.55 WIB. Wiranto mengalami luka dan dibawa ke RSUD Pandeglang. Wiranto disebut mengalami luka tusuk di bagian perut.

Sementara itu Kapolsek Menes Kompol Daryanto turut menjadi korban penyerangan dan mengalami luka di bagian punggung.

Presiden Jokowi Terima Prabowo Di Istana, Prabowo Setuju Ibu Kota Dipindah

Dia belum bisa memberikan banyak informasi mengenai peristiwa tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (*)

Gagalkan Pelantikan Presiden Bakal Berhadapan Dengan TNI

Foto: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (mengangkat tangan kanan).

Video Panglima TNI

Redaksi BintangEmpat.Com, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa siapa pun yang ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 akan berhadapan dengan TNI. Adapun pelantikan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin akan dilakukan pada 20 Oktober 2019.

Baca Kapolri Copot Tiga Kapolda

Dia mengatakan bahwa tugas TNI adalah menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa, sehingga demokrasi dan konstitusi bisa ditegakkan. Jadi siapa pun yang melakukan tindakan anarkis dan melawan konstitusi akan menghadapi TNI.

Video Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI

“Siapa pun yang melakukan tindakan anarkistis inkonstitusional, cara-cara kurang baik termasuk ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih berhadapan dengan TNI,” kata dia di Jakarta, Jumat, 27 September 2019.

Baca Surat Terbuka Bocorkan Internal KPK

Seperti diketahui, demo mahasiswa pada Selasa, 24 September 2019 lalu berakhir ricuh. Jatuh korban luka serta perusakan dan pembakaran sejumlah fasilitas milik pemerintah dan umum. Diduga aksi unjuk rasa mahasiswa kemarin ditunggangi oleh perusuh yang ingin membatalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih.

Baca Demo RKUHP Dua Mahasiswa Akhirnya Meninggal Dunia

Menko Polhukam Wiranto sebelumnya bilang bahwa demo mahasiswa pada 24 September 2019 kemarin diambil alih oleh perusuh. Mereka punya tujuan untuk menduduki Gedung DPR/MPR, sehingga anggota parlemen tak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.

Baca Pungli Di Samsat Pacitan

Massa perusuh itu ingin menggagalkan pelantikan anggota DPR, presiden dan wakil presiden periode lima tahun ke depan.
“DPR tidak dapat dilantik, tujuan akhirnya menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih,” ujar Wiranto.

Baca Mahasiswa Randi Tewas Terkena Tembakan Peluru Senpi

Adapun pengambilan sumpah janji anggota DPD dan DPR terpilih periode 2019-2014 akan dilakukan pada 1 Oktober 2019. Sementara pelantikan Joko Widodo sebagai presiden dan Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden lima tahun ke depan pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Baca Kapolres Lumajang Tabuh Genderang Perang

Soal penanganan aksi demo, Hadi menuturkan bahwa TNI sebatas membantu Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun untuk mengantisipasi, dia sudah menyebar jajarannya ke enam titik. (*)

Baca Juga:

Rezim Jokowi Bakal Didemo Sampai Tumbang, SBP: “Tolak Pelantikan Jokowi !!!”

OKTOBER 2019 PRABOWO-SANDI DILANTIK

Baca Mahasiswa Bergerak

Berdasarkan UUD 1945 Jokowi Tidak Boleh Dilantik

Sri Bintang Pamungkas Bakal Jatuhkan Jokowi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*(Sumber)

Tragedi Semanggi Seret Nama Wiranto Dan Habibie

 

Redaksi, Jakarta – Asih Widodo, ayah korban tragedi Semanggi I, Sigit Prasetyo (mahasiswa YAI), mendapat secercah harapan melalui gugatan yang dilayangkan oleh Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen terhadap Jenderal TNI (Purn) Wiranto ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Proyek Siluman Pasar Lumbang Kabupaten Probolinggo

Melalui pengadilan tersebut, ia berharap kasus yang menewaskan putra semata wayangnya itu mendapat titik terang.

Kivlan sebagai mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu menggugat Wiranto saat kasus 1998 itu yang merupakan Panglima ABRI dan menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas peristiwa itu.”Anak semata wayang saya hafal Alquran 27 juz dan IPK-nya 3,8, tapi dipaksa mati oleh negara. Bagi saya Wiranto dan Habibie tangkap saja, konkret itu,” kata Widodo dalam konferensi pers di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Kamis lalu (15/8/2019).

Dugaan Pungli Kepala Sekolah SMANSA Pabojul Diperiksa

“Saya kalau ke makam anak saya, penjaga makam selalu tanya, `siapa yang bikin mati anak Anda`, saya katakan Wiranto itu yang sebentar lagi modar (mati),” ucap Widodo geram seperti dilansir Viva.co.id.Sementara itu, salah satu orangtua korban tragedi Semanggi I lainnya, Maria Catarina Sumarsih, juga merasakan hal yang sama, bahwa Wiranto adalah orang yang sangat bertanggung jawab dalam kasus tragedi 1998 itu.

Maka dari itu, ibu dari Benardinus Realino Norma Irmawan alias Wawan, mahasiswa Universitas Atmajaya itu berharap agar kesaksian Kivlan Zen terhadap keberadaan Pam Swakarsa yang disebut-sebut perintah dari Panglima ABRI saat itu harus menjadi acuan negara untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat.”Kesaksian Pak Kivlan harusnya jadi acuan pemerintah untuk menyelidiki kasus sampai ke tingkat penyidikan,” ucap Sumarsih.

Pakde Karwo Mangkir KPK Bakal Panggil Ulang

Sumarsih menuturkan, Komnas HAM sebagai lembaga negara yang diberikan kewenangan untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus pelanggaran HAM juga sudah melakukan tugasnya. Hanya saja sikap dari Kejaksaan Agung yang sampai saat ini menurutnya masih belum terlihat untuk menuntaskan kasus itu.”Komnas HAM sudah selesai lakukan tugasnya untuk menyelidiki bersifat pro justitia. Bahkan Komnas HAM siap mendukung Kejaksaan Agung untuk ke tingkat penyidikan, tapi harus ada berkas resmi bukti bahwa Komnas HAM berwenang lakukan penyidikan,” paparnya.

Polsek Wonokromo Diserang Pria Terindikasi ISIS

Lebih lanjut, Sumarsih meyakini bahwa kasus pelanggaran HAM berat masa lalu itu adalah kesalahan dari oknum pejabat negara, bukan merupakan kesalahan dari lembaga negaranya, sehingga oknum-oknum itu harus bertanggung jawab di depan hukum.

Diketahui, dalam gugatannya, Kivlan menyatakan bahwa Wiranto adalah orang yang bertanggung jawab untuk membayar kerugian dirinya dalam upaya pengerahan massa dari Pam Swakarsa sebanyak 30.000 orang dan sampai saat ini belum dibayarkan. Kivlan mengaku untuk membayar massa aksi tandingan mahasiswa tahun 1998 itu dirinya harus membayar secara pribadi.

Sebar Propaganda, Simpatisan FPI Ditangkap Di Cibinong Bakal Diadili Di Kupang

Kivlan juga mempertegas bahwa pengerahan PAM Swakarsa itu atas perintah Wiranto untuk mendukung pelaksanaan Sidang Istimewa di MPR RI pada tanggal 10-13 November 1998. (*)

Video Pendeta Tanggapi UAS

 

 

*(Redakai sumber)

Habib Rizieq Temui Wiranto

Habib Rizieq Temui Wiranto

BintangEmpat.Com, Jakarta – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menerima kunjungan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab dan sejumlah tokoh agama di rumah dinasnya.

SOROT: Kasus Novel Baswedan Polisi Periksa Mantan Kapolda Metro Jaya

Wiranto mengklaim pertemuan di rumah Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Pusat (9/2/2017), untuk meluruskan sejumlah informasi rencana aksi 112 yang sebelumnya keliru.

PK Nuril Ditolak, Komnas Perempuan: MA Gagal Hadirkan Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual

Dia mengaku menerima penjelasan langsung dari Rizieq dan perwakilan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) mengenai rencana aksi 11 Februari alias aksi 112 yang digelar Sabtu, 11 Februari 2017.

Seusai pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Wiranto menyebut bahwa aksi 112 sebagai langkah umat membantu pemerintah mewujudkan cita-cita nasional.

Heboh Pasangan ASN Pasuruan Selingkuh Digerebek Suaminya

“Tapi tentunya di sana-sini kemudian banyak yang menyampaikan pemahaman yang salah, akhirnya terjadi sesuatu yang kami anggap miskomunikasi,” kata Wiranto saat jumpa pers di depan rumahnya, Kamis, 9 Februari.

Wiranto, purnawirawan jenderal, menyebut pertemuan di rumahnya sebagai cara merajut kembali komunikasi, juga sebagai klarifikasi berbagai isu miring terkait dengan aksi 112. “Soal isu tanggal 11 yang menakuti masyarakat, isunya kan ada macam-macam. Nah, sore hari ini kita tepis bersama bahwa pada 11 Februari mudah-mudahan kita jalani dengan aman tertib,” tutur Wiranto.

Heboh Markus Jabat Kepala Kemenag Gresik, Pendeta Hendry Ucap Selamat

Rizieq pun menyampaikan bahwa aksi 112 akan tetap berlangsung esok. Namun, lokasi dan teknis pelaksanaan aksi itu berubah. “Tokoh ormas yang mengikuti aksi mengambil inisiatif memindahkan lokasi yang awalnya Monumen Nasional ke Bundaran Hotel Indonesia, menjadi zikir nasional di Masjid Istiqlal,” kata dia.

Gadis SMP Dengan Rambut Terpanjang Di Indonesia

Bentuk aksi yang sebelumnya direncanakan berupa long march itu diubah menjadi doa dan zikir bersama. “Ini mengingat suhu di Ibu Kota semakin panas, dan kami khawatir ada gerakan yang bisa menimbulkan chaos (kekacauan),” tutur Rizieq.

*Sumber Redaksi

Amien Rais Kritik Wiranto Bentuk Asistensi Hukum

 

Bintangempat.com, Jakarta – Wiranto Bentuk Tim Asistensi Hukum Kemenko Polhukam yang bertugas untuk membantu menelaah, menilai serta mengevaluasi tentang aksi yang meresahkan masyarakat, menuai protes, diantaranya dari Tokoh Reformasi, Amien Rais.

Ani Hasibuan Buka Suara Isu Pembantaian Pemilu

Amien Rais yang menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) dan sekaligus Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi mengatakan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto tengah melakukan abuse of power. Bahkan, Amien menyebut mantan panglima ABRI itu perlu dibawa ke Mahkamah Internasional.

ANAK CHINA ANCAM TEMBAK JOKOWI DIBEBASKAN

” Jadi Pak Wiranto perlu dibawa ke Mahkamah Internasional karena dia melakukan abuse of power, ” Hal tersebut diungkap Amien seusai acara ‘Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019’ di Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

AMP-TKP SOROT KEMATIAN KPPS

Dengan kuasanya, Tokoh reformasi itu menyebut Wiranto akan dengan mudah membidik sejumlah tokoh lawan politiknya. Menurut Amien, hal itu sudah sangat jelas membatasi kebebasan setiap orang untuk berkespresi.

“Di muka bumi ini orang ngomong ditangkap itu enggak ada. Wiranto hati-hati anda,” ujarnya.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengumpulkan 22 pakar atau ahli hukum. Mereka direkrut sebagai anggota Tim Asistensi Hukum Kemenko Polhukam.

Wiranto mengungkapkan, kriteria anggota Tim Asistensi Hukum merupakan orang yang memiliki sikap baik, tahu mengenai persoalan hukum dan memiliki pengalaman di bidang hukum. Selain dari pakar atau ahli hukum, Tim Asistensi juga berasal dari dari Staf Polhukam dan anggota Polri.

“Sejak hari ini mereka sudah bekerja. Kan hari ini sudah rapat,” ujar Wiranto usai memimpin Rakortas Tingkat Menteri membahas Koordinasi Pelaksanaan Tugas Tim Asistensi Hukum Kemenko Polhukam, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019.

 

*Redaksi.