Arsip Tag: China

Pemerintah RI Evakuasi Mahasiswa dari Wuhan

ILUSTRASI
ILUSTRASI
Pemerintah RI Evakuasi Mahasiswa dari Wuhan, Orangtua Sambut Gembira

BintangEmpat.com – Rosnawati, orangtua dari mahasiswa Aceh di Wuhan sangat bahagia mendengar kabar KBRI Beijing mengevakuasi seluruh mahasiswa di Wuhan, Provinsi Hubei.

Rosnawati dihubungi per telepon, Sabtu (1/2/2020), mengatakan, ia sudah berkomunikasi dengan putrinya. Kini mereka sedang berada di bandara untuk menunggu pemulangan.

“Putri saya Hayatul Hikmah kuliah di Huazhong University of Sience and Technology. Tadi sudah mengabarkan dia sudah di bandara. Mereka akan dievakuasi. Kami sangat bahagia,” sebut Rosnawati.

TNI Polri Terjun Ke Warga Terdampak Banjir Bandang Sungai Jompo

Berdasarkan informasi dari putrinya, kata Rosnawati, tadi malam, mereka akan terbang dari Wuhan ke Indonesia.

Seluruh mahasiswa, sambung Rosnawati akan dikarantina di Bandara Sukarno Hatta, Jakarta. Setelah itu, akan dipulangkan ke Banda Aceh via Bandara Sultan Iskandar Muda.

“Nanti saya akan jemput di Bandara Iskandar Muda, Banda Aceh,” katanya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang bisa memulangkan seluruh mahasiswa Aceh di Wuhan.

600 WNI Eks Kombatan ISIS akan Dipulangkan ke Tanah Air

Warga asal Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara bersyukur putrinya tidak terkena virus corona.
Sebelumnya diberitakan, 13 mahasiswa asal Aceh terkurung di Wuhan. Mereka dilarang keluar rumah menyusul merebaknya virus corona di kota itu.

3 WNI Tak Bisa Dievakuasi dari Wuhan, Kemlu: Bukan Berarti Terpapar Virus Corona

Tiga warga negara Indonesia (WNI) tidak dapat dievakuasi dari Wuhan, China. Ketiganya tidak memenuhi persyaratan kesehatan untuk terbang dengan pesawat.

Penghina Wali Kota Surabaya Ditangkap Polisi

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Judha Nugraha menegaskan, ketiganya hanya tidak lolos pemindaian kesehatan untuk terbang, “Bukan berarti terpapar Virus Corona.”
Melalui pernyataan tertulisnya, Minggu (2/2/2020).

Kemlu RI menyatakan terus berkomunikasi dengan ketiga WNI serta berkoordinasi dengan pihak asrama universitas dan otoritas China, memastikan kondisi dan keperluan mereka.

WHO Tetapkan Status Gawat Darurat Virus Corona

“Kemlu RI juga telah menghubungi keluarga mereka masing-masing di Indonesia,” tulis pernyataan tersebut.

Selain tiga WNI yang tidak dapat dievakuasi dengan alasan kesehatan itu, empat WNI lainnya memilih untuk tidak dievakuasi dan tetap tinggal di China dengan alasan keluarga.

Di luar tujuh orang tersebut, sebanyak 243 orang yang dievakuasi Tim Pemulangan Pemerintah Indonesia dari Wuhan telah tiba di Natuna, Kepulauan Riau, pada Minggu siang dan dinyatakan sehat.

Mau ketemu Wapres Bus Rombongan Kiai Jawa Timur Kecelakan di Tol Cipali

Mereka telah menjalani pemeriksaan kesehatan berlapis yang dilakukan otoritas kesehatan China dan tim dokter Indonesia di Bandara Internasional Wuhan sesuai dengan protokol kesehatan.

“Saat transit di Batam dan sebelum dipindahkan ke pesawat TNI AU, seluruh penumpang kembali menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam dan seluruhnya dinyatakan dalam kondisi sehat,” ungkap Kemlu RI dalam pernyataan yang sama.

Perusakan Masjid Al-Amin Dipicu Penertiban Warung Miras

Para penumpang tersebut terdiri dari 237 WNI yang tinggal provinsi Hubei dan satu WNA yang merupakan suami dari seorang WNI, serta lima orang anggota Tim Aju KBRI Beijing.

Meskipun dalam keadaan sehat, para penumpang tetap harus menjalani proses observasi kesehatan selama 14 hari di Lanud Raden Sadjad, Natuna, dengan fasilitas umum yang disiapkan oleh Kementerian Kesehatan, TNI, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Polres Probolinggo Diduga Abaikan Laporan Penghinaan Presiden

Di tengah situasi wabah Virus Corona, Kemlu RI menyediakan layanan hotline di nomor +62 812 900 700 27. Bagi WNI di Taiwan yang memerlukan bantuan, dapat menghubungi layanan hotline KDEI Taipei di nomor +886 9011 32000. (*)

Pengakuan Kivlan Zen Digoda Jaksa Hingga Dipukul Dokter

(*)

Kapal China Masih Berdatangan Pasca Kunjungan Jokowi Ke Natuna Istana Nilai Wajar

Soal Mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan adalah Keturunan PKI

Jakarta – Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani menilai wajar jika kapal China masih terus berdatangan ke Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia di perairan Natuna pasca-kunjungan Presiden Joko Widodo ke wilayah itu.

Bapak Sekap Anak Kandung Di Kandang Ayam Gegerkan Kota Jember

Sebab, memang sejak awal ada perbedaan pandangan antara Indonesia dan China.
Menurut Jaleswari, Pemerintah Indonesia berpegang pada United Nations Convention on The Law of The Sea (UNCLOS) 1982 yang menyatakan wilayah itu adalah bagian dari ZEE Indonesia.

Saeful Bahri Akui Sumber Duit Suap Untuk Komisioner KPU Dari Hasto

Sementara China berpegang pada Nine-Dash Line atau sembilan garis putus-putus yang diklaim oleh sebagai batas teritorialnya.
“Jadi soal klaim-klaim dan lain-lain, sepanjang Indonesia dan China tidak pernah satu ukuran untuk melihat klaim itu, tidak akan bertemu. Dan itu wajar saja,” kata Jaleswari di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Nenek 80 Tahun Hidup Sebatangkara Di Rongsokan

Dengan perbedaan dasar itu, Jaleswari meyakini kejadian kapal China yang masuk ZEE di Natuna akan terus berulang.
Namun, menurut Jaleswari, yang terpenting kehadiran Presiden memberi pesan yang jelas bahwa kedaulatan Indonesia di Natuna tak bisa ditawar.

Lumajang Darurat Aids

“Natuna adalah bagian dari Indonesia yang sudah ditegaskan presiden. Perkara tadi dibilang kapal China yang masuk, dan lain-lain, saya rasa kejadian itu selalu berulang setiap tahun, tiap saat. Karena kita ada perbedaan klaim itu,” ujar dia.

Edar Shabu Residivis Dibekuk Polres Jember

Menurut Jaleswari, yang terpenting saat ini adalah bagaimana Indonesia dapat mengamankan wilayah ZEE Natuna serta melindungi nelayan yang ada disana.
“Dan bagaimana penguasaan efektif dilakukan dengan kehadiran negara terus menerus di Natuna baik soal kesejahteraan dan keamanan,” ujarnya.

TNI Luncurkan Pesawat Intai Di Natuna

Sebelumnya diberitakan, reaksi keras pemerintah Indonesia terhadap pelanggaran perbatasan di perairan Natuna tampaknya tidak dihiraukan oleh kapal ikan asing (KIA).

Pasalnya, pasca-kunjungan Presiden RI Joko Widodo dan gelar pasukan TNI di Pulau Natuna, keberadaan KIA di perairan tersebut masih terdeksi atau masih ada.
Hal tersebut terbukti dari pantauan udara yang dilakukan TNI menggunakan pesawat intai maritim Boeing 737 AI-7301.

Kapolres Jember Ulurkan Tangan Bocah Hidrosepalus

Dari pemantauan itu, ditemukan sekitar 30 KIA yang masih menduduki Laut Natuna bagian utara. “Jumlahnya sekitar 30 KIA,” kata Panglima Komando Gabungan Wilayah I (Pangkogabwilhan) Laksdya TNI Yudho Margono dalam keterangan tertulis yang dilansir Kompas.com, Sabtu (11/1/2020).

Kapal China Masih Berdatangan Pasca Kunjungan Jokowi Ke Natuna Istana Nilai Wajar

Mengetahui ada temuan itu, Yudho langsung menginstruksikan tiga kapal perang, yaitu KRI Karel Satsuit Tubun (KST) 356, KRI Usman Harun (USH) 359 dan KRI Jhon Lie 358 untuk melakukan upaya pengusiran. (*)

 

Jokowi Datang Kapal China Belum Pulang

Jokowi Datang Kapal China Belum Pulang

Mata Najwa
Mata Najwa

‘Mata Najwa’

Rabu, 8 Januari 2020, Presiden Jokowi bertandang ke Natuna. Namun kapal China masih ada di Laut Natuna Utara hingga malamnya.

Polres Jember Raih WBBM 2019

Rabu, 8 Januari 2020 pukul 19.00, sekitar satu jam sebelum Mata Najwa dimulai, masih ada tiga kapal penjaga pantai China di Laut Natuna Utara. Padahal, siang pada hari yang sama, Presiden Jokowi bersama delapan kapal perang TNI baru saja bertandang ke sana.

KPK Tetapkan Enam Tersangka OTT Di Sidoarjo

“Jokowi baru hadir di situ. Harusnya, kan, menimbulkan deterrence effect,” ujar Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Gerindra.

Angin Kencang Amuk Kota Surabaya Dua Orang Tewas

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengkritik kinerja Bakamla. “Bakamla harus melakukan tugas sesuai Perpres.

Lihat Youtube Kami

Bahkan berhak untuk melakukan pengejaran seketika maupun menangkap kapal asing. Tolak ukur ini tegas terukur dan didasarkan pada peraturan hukum di dalam negeri,” ujarnya.

Misteri Kematian Lina Mantan Istri Sule Ada Lebam

“Kita tetap harus memperhitungkan eskalasi, karena eskalasi juga harus dijaga. Kalau diinstruksi [Presiden] untuk menenggelamkan, saya akan lakukan.” kata Kepala Bakamla Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman menanggapi Meutya Hafid. (*).

Nenek 65 Tahun Diperkosa Kapolres Jember Turun

#jokowi #natuna #china #matanajwa

*Mata Najwa

500 Kapal Nelayan Siap Bantu TNI Amankan Laut Natuna

500 Kapal Besar Nelayan Siap Bantu TNI Amankan Perairan Natuna

 

Aliansi Nelayan Indonesia (Anni) menyatakan siap mengerahkan sekitar 500 kapal besar nelayan untuk mencari ikan sekaligus ikut membantu TNI dalam pengamanan perairan Natuna. “Ada hampir 500 kapal nelayan berukuran besar, di atas 100 GT yang siap masuk ke Natuna melakukan penangkapan ikan sekaligus menjadi mata-mata negara dalam rangka mengamankan batas teritorial NKRI,” kata Ketua Umum Anni, Riyono, dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Senin (06/01).

Nenek 65 Tahun Diperkosa Kapolres Jember Turun

Ia menegaskan, bahwa kedaulatan laut merupakan harga mati bagi bangsa Indonesia sehingga para aktivis kelautan dan nelayan Indonesia siap ke Natuna untuk membantu TNI menjaga kedaulatan NKRI.

Situasi perairan Natuna saat ini, menurut dia, memanas menyusul pengawasan armada Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang mengawal kapal nelayan mereka ketika mencari ikan di perairan Natuna yang keberadaannya diakui oleh PBB masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Cemburu Saudara Ipar Dibacok Hingga Usus Terburai

Protes pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri kepada RRT sampai saat ini belum mampu menghentikan aktivitas kapal Tiongkok di Natuna. RRT masih membiarkan kapal-kapal pencari ikan beserta kapal pengawasnya berada di kawasan itu.
Menurut Riyono, aktivitas kapal-kapal nelayan dan kapal pengawas RRT di perairan Natuna tersebut sama saja memprovokasi Indonesia.

Guru Ngaji Tewas Dibacok Kakak Ipar

Selain provokasi yang bisa menyulut implikasi politik dan ekonomi, menurut informasi Riyono, pelanggaran batas teritorial tersebut ternyata juga diikuti dengan ulah nelayan Tiongkok yang memakai pukat harimau, sesuatu yang dilarang di Indonesia.
“Ini menambah runyam masalah sengketa,” kata Riyono yang juga politikus PKS tersebut.

Miris, Polisi Tewas Ditembak Polisi

Anni mendukung langkah pemerintah melayangkan protes keras kepada RRT.
Anni juga mendukung aksi TNI yang melakukan patroli sekaligus memberi ancaman terhadap nelayan dan kapal RRT yang memasuki wilayah Natuna.

Sepuluh Anggota TNI-Polri Tewas Ditangan KKB

“Kami akan menggalang kekuatan nelayan Indonesia seperti HNSI, KTNA, dan organisasi nelayan lokal untuk bekerja sama dengan aparat keamanan dalam bentuk pengerahan kapal-kapal besar nelayan ke Natuna. Nelayan juga akan demo ke Kedubes RRT,” kata Riyono.

Sekdes Gumarupu Lama Diduga Duplikasikan Stempel Kepala Desa

Ia menyatakan pada hari Senin (6/1) nelayan Indoinesia berdialog dengan Menkopolhukam Mahfud MD. “Prinsipnya, nelayan siap membantu pemerintah, 500 kapal siap menuju Natuna,” kata Suyoto, Koordinator Dialog dengan Menkopolhukam, seperti dikutip Riyono.  (*).

Polres Jember Dirikan Kantor Balai Kemitraan Polisi dan Masyarakat

(Arah)

China Klaim Natuna, Susi: Bedakan Sahabat, Investor, Dan Pencuri

Susi soal Natuna: Bedakan Sahabat, Investor, dan Pencuri.

Jakarta – Hubungan Indonesia dan China saat ini sedikit memanas. Penyebabnya lantaran Kapal Coast Guard China memasuki teritori laut Indonesia tanpa izin di wilayah perairan Natuna.

Banyak pihak yang sudah memberikan pandangan, termasuk Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dia meminta agar masalah itu tidak dibesar-besarkan.

Kapolres Jember Rangkul Janda

Pernyataan itu mendapatkan tanggapan dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Susi sebelumnya dikenal tegas terhadap kapal-kapal asing yang mencuri ikan di laut RI.

Lihat Video Kapal Indonesia Usir Kapal China Di Laut Natuna Nyaris Perang

Susi memberikan tanggapan melalui akun twitternya saat membalas link berita pernyataan Luhut. Dia meminta agar persahabatan antar negara, menjaga investor hingga menindaklanjuti pencuri sumberdaya ikan harus dibedakan.

Dituding Terima Suap Jiwasraya Erick Thohir Buka Suara

“Kita jaga persahabatan antarbangsa. Kita undang investor untuk investasi. Kita jaga investor. Dan kita akan tetap menghukum pencuri sumber daya perikanan kita. Kita bedakan tiga hal itu dengan baik dan benar,” cuitnya dilansir Minggu (5/1/2020).

Susi menilai menjaga hubungan baik antarnegara bukan berarti harus mengalah. Menjaga hubungan baik tercipta dengan saling menghormati.

“Hubungan baik antarnegara adalah karena dalung (saling) menghormati,” tambahnya.

Surabaya Hujan Angin Pohon Bertumbangan

Sebelumnya Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta jangan terlalu membesar-besarkan masalah di Natuna. Menurutnya, kejadian ini menjadi bahan introspeksi pemerintah karena kurang menempatkan kapal penjaga di Natuna. Luhut menegaskan pemerintah pun sedang melakukan peningkatan mutu pada Badan Keamanan Laut.

Polisi Panggil Novel Baswedan

China Klaim Natuna

“Sebenarnya enggak usah dibesar-besarin lah. Kalau soal kehadiran kapal itu, sebenarnya kan kita juga kekurangan kemampuan kapal untuk melakukan patroli di ZEE kita itu. Sekarang memang coast guard kita itu. Bakamla sedang diproses supaya betul-betul menjadi coast guard yang besar sekaligus dengan peralatannya,” ungkap Luhut, di Jumat (3/1/2020). (*)

Kapolri Terbitkan Telegram Penanganan Korupsi Untuk Kapolda

*(detik)

Soal Natuna, Jokowi: Tak Ada Kompromi

China Klaim Natuna, Jokowi: Tak Ada Kompromi

Foto: Joko Widodo (Jokowi)

Jakarta –  Tensi diplomatik antara Indonesia dan China belakangan meriang dan perlu dikompres. Ini tak lepas dari pelanggaran Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang dilakukan kapal Negeri Tirai Bambu di perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Nenek 65 Tahun Diperkosa Kapolres Jember Turun

Istana pun memastikan Jokowi bersikap tegas merespons klaim China di perairan laut Natuna. Upaya penanganan klaim China di Natuna dilakukan dengan diplomasi damai.

“Berdasarkan arahan Presiden, pemerintah Indonesia bersikap tegas sekaligus memprioritaskan usaha diplomatik damai dalam menangani konflik di perairan Natuna,” ujar juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman, kepada wartawan seperti dilansir dari detik.com Sabtu (4/1/2020).

Fadjroel lantas mengutip pernyataan Jokowi soal sikap terkait klaim China atas Natuna.

“‘Tak ada kompromi dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia’, tegas Presiden Jokowi,” kata Fadjroel mengutip Jokowi.

Penyiksaan Muslim Uighur Oleh Cina

Jika dirunut, semua berawal dari peristiwa pada pengujung tahun lalu. Saat itu, Pemerintah RI menyatakan protes kepada Pemerintah China pada Senin (30/12/2019) dan Kamis (2/1/2020) karena pelanggaran ZEE di perairan Natuna. Pelanggaran ini termasuk kegiatan illegal, unreported and unregulated (IUU) fishing dan kedaulatan oleh coast guard atau penjaga pantai China di perairan Natuna.”Sehubungan dengan pernyataan Jubir (Juru Bicara) Kementerian Luar Negeri China pada tanggal 31 Desember 2019, Indonesia kembali menegaskan penolakannya atas klaim historis China atas ZEE,” tulis kementerian dalam rilis yang diterima CNBC Indonesia.

Kementerian Luar Negeri RI menyatakan klaim historis China atas ZEEI dengan alasan bahwa para nelayan China telah lama beraktivitas di perairan dimaksud bersifat unilateral, tidak memiliki dasar hukum dan tidak pernah diakui oleh UNCLOS 1982.

Kantor Pendopo Jenggawah Ambruk Timbun Pemuda

Argumen itu, menurut Kemenlu RI, telah dibahas dan dimentahkan oleh keputusan SCS Tribunal 2016. Indonesia juga menolak istilah “relevant waters” yang diklaim oleh China karena istilah ini tidak dikenal dan tidak sesuai dengan UNCLOS 1982. United Nations Convention for the Law of the Sea (UNCLOS) atau Konvensi Hukum Laut PBB merupakan lembaga yang menetapkan batas ZEE.

Lihat Video Kapal Indonesia Usir Kapal China Nyaris Perang

Kemenlu menegaskan Indonesia tidak memiliki overlapping jurisdiction dengan China. Indonesia pun tidak akan pernah mengakui nine dash-line karena penarikan garis tersebut bertentangan dengan UNCLOS sebagaimana diputuskan 2016 lalu.Nine dash-line China adalah garis yang digambar di peta pemerintah China. Di mana negara itu mengklaim wilayah Laut China Selatan, dari Kepulauan Paracel (yang diduduki China tapi diklaim Vietnam dan Taiwan) hingga Kepulauan Spratly yang disengketakan dengan Filipina, Brunei, Malaysia, Taiwan dan Vietnam.

Surabaya Hujan Angin Pohon Bertumbangan

China Klaim Natuna, Jokowi: Tak Ada Kompromi

“China adalah salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan. Menjadi kewajiban kedua belah pihak untuk terus meningkatkan hubungan yang saling menghormati dan membangun kerja sama yang saling menguntungkan,” tulis Kemenlu. (*)

 

Soal Natuna Prabowo Ahli Perang

Jakarta – China menolak protes Indonesia atas manuver kapal coast guard mereka, saat mengawal puluhan kapal yang diduga mencuri ikan di sekitar 3.8 Nautical Miles dari garis Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dan Malaysia.

Evi Pengidap Tumor Ganas Dirujuk Ke RS Dr Soetomo, Badan Tinggal Tulang Terbalut Kulit

Melihat memanasnya situasi di perairan Natuna tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto langsung menyambangi kantor Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Jumat (3/1) sore.

Lihat Videonya, Kapal Indonesia Usir Kapal China, Nyaris Perang.

Menhan Prabowo menjelaskan, masalah tersebut juga diharapkan tidak mengganggu hubungan ekonomi di antara kedua negara.
“Kita cool saja, kita santai kok,” imbuhnya.

OKTOBER PRABOWO DILANTIK

Kendati Menhan Prabowo memberikan keterangan yang datar di depan media, akan tetapi dengan pengalaman strateginya di militer, ia dipercaya sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan rinci untuk operasi khusus di Laut Natuna.

Hal tersebut terlihat dari adanya pengendalian operasi siaga tempur, terkait adanya pelanggaraan di wilayah perairan laut Natuna Utara yang telah disiapkan.

Dua Tahun Idap Tumor Ganas Kapolres Jember Ulurkan Tangan

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono ikut bersuara terkait manuver kapal coast guard Tiongkok di perairan Natuna. Arief Poyuono merupakan politikus yang sangat vokal ketika melihat sesuatu yang kurang beres di pemerintahan.

Arief pun juga menanggapi reaksi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto agar Indonesia bersikap cool. Awalnya Arief menyinggung adanya desakan publik yang meminta pemerintah bersikap keras, ke pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau China. Hingga mengultimatum untuk siap melawan alias perang dengan negara yang dipimpin Xi Jinping.

Investasi Bodong MeMiles Dibongkar Polda Jatim

“Hehehe.. Coba berkaca pada bangsa kita. Saat ini, wong pasca-Pilpres saja di negara kita rakyatnya masih saling fitnah. Saling benci dan saling mengejek, saling curiga kok mau perang lawan RRT. Mana mungkin bisa menang. Yang ada pada berantem sendiri nanti kalau perang,” ungkap Arief Poyuono.

Arief pun kemudian menilai reaksi Menhan Prabowo, dalam menyikapi masuknya kapal coast guard China di Natuna, jauh lebih tepat dibanding reaksioner.

Investasi Bodong MeMiles Dibongkar Polda Jatim

“Jadi yang dibilang Prabowo, kita harus bersikap cool terhadap masalah kapal-kapal RRT yang masuk ke perairan Natuna, itu jawaban dan solusi yang paling tepat,” tukasnya.

Apalagi menurut Arief Poyuono, bahwa China merupakan negara sahabat dan memiliki banyak investasi di Indonesia.
“Jadi cara cool lebih baik menyelesaikan masalah ini. Misalnya dengan jalur perundingan, diplomasi dengan RRT,” jelas pria kelahiran Jakarta ini.

Harga BBM Tahun 2020 Pertamina

Prabowo Ahli Perang

Arief Poyuono pun memberikan jalan, kalau diplomasi mentok maka cara satu-satunya mengajukan gugatan ke arbitrase internasional di Den Haag, Belanda.

“Ini seperti Filipina menggugat Dash Nine Line yang diberlakukan RRT terhadap Laut China Selatan,” tandas Arief.(*)

Kata Prabowo Soal China Dan Natuna

Prabowo Buka Suara soal China dan Natuna

 

Jakarta –  Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan telah berkoordinasi dengan Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan, dan Menko Perekonomian Sri Mulyani. Salah satunya membahas polemik klaim China atas perairan Natuna.

Catatan Akhir Tahun Polres Jember

“Di antaranya (Natuna). Banyak yang kita bahas,” kata Prabowo di Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1).

Prabowo mengatakan Indonesia harus menyelesaikan polemik di Natuna. Dia yakin ada solusi terbaik atas polemik tersebut, sebab Indonesia dan China merupakan dua negara yang bersahabat.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan telah berkoordinasi dengan Menko Polhukam Mahfud MD, Menko Maritim dan Investasi Luhut Panjaitan, dan Menko Perekonomian Sri Mulyani. Salah satunya membahas polemik klaim China atas perairan Natuna.

“Di antaranya (Natuna). Banyak yang kita bahas,” kata Prabowo di Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta, Jumat (3/1).

Isak Tangis Polemik Sengketa Tanah Di Jember

“Kita harus cari satu solusi baik lah di ujungnya. Saya kira ada solusi baik. Kita selesaikan dengan baik ya, bagaimanapun China negara sahabat,” ujar Prabowo.

Namun demikian, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengaku tak ada penambahan pasukan di Natuna sampai saat ini.

Dia juga tak melihat polemik Natuna bisa mengganggu investasi yang tengah digalakkan pemerintah era Presiden Joko Widodo.

“Kita cool saja (soal investasi), kita santai kok ya,” kata Prabowo, dilansir dari CNNI.

Diketahui Indonesia telah melayangkan nota protes kepada China terkait kapal Coast Guard mereka memasuki perairan Natuna, Kepulauan Riau. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan telah memanggil Duta Besar China di Jakarta untuk menyampaikan protes tersebut.

Pemerintah Bojonegoro Tutup Mata Soal Malapraktik RSUD Sosrodoro Disorot Publik

“Kemlu telah memanggil Dubes Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Jakarta dan menyampaikan protes keras terhadap kejadian tersebut. Nota diplomatik protes juga telah disampaikan,” kata Kemlu dalam rilis di web resmi kemlu.go.id, Senin (30/12).

TNI sendiri juga sudah siap tempur terkait masuknya armada China awal pekan ini. Operasi siaga tempur dilaksanakan Koarmada 1 dan Koopsau 1.

Berdasarkan rilis dari Puspen TNI, alat utama sistem senjata (Alutsista) yang sudah disiapkan yaitu 3 KRI, 1 pesawat intai maritim, dan 1 pesawat Boeing TNI AU. Sedangkan dua KRI masih dalam perjalanan dari Jakarta menuju Natuna hari ini.

Petani Protes RHL Kapolres Jember Sidak Lokasi Hutan

Kata Prabowo Soal China Dan Natuna

Pun demikian dengan Bakamla yang juga sudah menambah kekuatan ke Natuna dalam menghadapi situasi tersebut.

Utusan Presiden China Senang Bertemu Jokowi

 

Redaksi BintangEmpat.Com, Bogor – Presiden Joko Widodo menerima utusan Presiden China Xi Jinping di Istana Bogor pada Jumat (20/9/2019). Utusan yang hadir yakni Penasihat Hubungan Luar Negeri Presiden Presiden Xi Jinping, Song Tao. Dia didampingi dua orang dari delegasi Partai Komunis China.

Baca Megawati Bertemu Perwakilan Partai Komunis China

Membuka pertemuan, Presiden Jokowi mengucapkan selamat datang kepada Tao di Indonesia. “Yang Mulia selamat datang dan senang sekali pernah bertemu di 2016,” kata Jokowi.

Sementara itu, Tao juga mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali bertemu Presiden Jokowi. Ia juga menyampaikan salam dari Xi Jinping untuk Jokowi.
“Presiden Jokowi, terima kasih untuk meluangkan waktu untuk bertemu saya, dan delegasi Partai Komunis Tiongkok. Saya gembira sekali kedua kalinya bertemu dengan Yang Mulia dan sudah tiga tahun berlalu,” ujarnya.

SOROT Pungli Di Samsat Pacitan

Tao pun memuji ekonomi Indonesia yang menurut dia berkembang dengan baik.Ia juga memuji pembangunan infrastruktur yang digenjot Jokowi meski menyoroti masalah kelistrikan yang belum rampung.

“Saya mendengar bahwa jalan Tol Trans-Jawa yang pertama hampir mau rampung. Dan masalah listrik juga mau diselesaikan,” ucap Tao.

Zulkifli Polisikan Amien Rais

“Sebagai sahabat baik untuk Indonesia saya benar-benar merasa sangat bahagia untuk Indonesia,” kata dia.

Song Tao juga turut mengucapkan selamat kepada Jokowi yang terpilih kembali untuk memimpin Indonesia dua periode. Ia berharap di bawah kepemimpinan Jokowi Indonesia terus mengalami kemajuan.

Setelah itu, pertemuan berlangsung secara tertutup dari awak media. Dalam pertemuan ini, Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir. (*).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*(Sumber Kompas.com).