Setelah 30 Tahun Berpisah, Akhirnya Bertemu Lagi

Bintangempat.com, Banda Aceh-Aceh (23/12/2018)–Setelah 30 tahun berpisah jauh entah di mana keberadaan masing-masing, akhirnya bertemu lagi dalam acara temu kangen di Banda Aceh.

Ya, inilah mantan siswa alumni SMAN 5 Banda Aceh tahun 1990 yang tahun sudah berkeluarga dan mempunyai anak mereka bernostalgia mengadakan acara temu kangen di GH Corner, Informasi yang di himpun awak media minggu (23/12).

Memang ini acara reuni atau semacam temu kangen para mantan siswa SMA ini menjadi tren akhir-akhir ini karena ingin menjalin kembali silaturahmi yang telah terputus selama puluhan tahun.

Maya Sopa dalam pembicaraannya bahwa ternyata Allah mentakdirkan pada sore ini rekan-rekan bertemu kembali.

Maya mengucapkan selamat datang kepada teman-teman yang datang dari luar kota dan juga yang datang dari Banda Aceh. Atas nama mewakili teman-teman menyampaikan dan mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada teman-teman yang begitu luar biasa. Penghargaan kepada teman-teman semua, diucapkan terima kasih.

Menurut Maya acara ini luar biasa, karena hanya dihadiri alumni dari lokal dan luar kota. Mari ajak teman-teman yang belum bergabung dan mari gunakan media sosial untuk wadah bergabung.

“Pada sore ini kita tidak memandang Si A dan Si B kita semua sama, kita bersaudara seperti kata Sari. Kita adalah teman kecil dulu saat sekolah yang dulu bergurau. Tak beda kita, kita sama. Ini satu komitmen luar biasa, satu tujuan untuk silaturahmi dan kesamaan kita. Harapan Saya di sini marilah kita pelihara hal ini. Jadi sekali lagi penghargaan yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan semua yang telah begitu antusias mendukung suksesnya acara ini,” kata Maya

Mungkin ke depannya inilah yang akan dipertahankan terus. Tidak berhenti sampai di sini dan sesamanya akan terus berkomunikasi dan teruskan silaturahmi ini.

Hal yang sama di ucapkan oleh Susi Yeni , jika sekarang orang bercerita tentang Bhinneka Tunggal Ika, saat di SMA dulu kita sudah melaksanakannya. Bagaimana sesama kita saling bertoleransi, bagaimana sesama kita saling menghormati perbedaan itu. Hanya di sekolah kita ada yang juara umum, hobi musik, jago bola, hanya di kelas kita ada istilah dipanggil kemen, dan ada juga yang saat belajar siswa yang tidur di kelas.

Saat di temui awak media ini Susi mengatakan walau sesamanya jarang berjumpa, teman-teman semua ini selalu ada dihatinya. Terus terang kata Susi seluruh pekerjaannya dibangun atas persahabatan dengan teman-temannya.

Kita menghormati apapun pilihan masing-masing teman, dan itu tidak akan bisa dilupakan karena itu bagian dari hidupnya. “Saya salut dengan semangat teman-teman semua yang begitu bersemangat untuk bertemu setelah lama tak jumpa. Saya mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan semua,”pungkasnya

Pemberita

Sayuti

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas