Amien Rais: Kebijakan Jokowi Pro China, Oposisi Lebih Bermartabat

Redaksi, Jakarta – Tokoh Reformasi sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menuliskan sepucuk surat yang ditujukan kepada Senior Instruktur PAN Icu Zulkafril dan seluruh kader PAN.

Dalam surat yang dibacakan Icu, Amien Rais menyoal sikap PAN ke depan dalam perpolitikan Indonesia usai terpilihnya Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang Pilpres 2019.

BACA JUGA: Amien Rais Tuntut Jokowi Mundur

Amien Rais Bacakan Surat Dari Prabowo

Amien Rais Kritik Wiranto Bentuk Asistensi Hukum

Menurut Amien, sikap oposisi bagi PAN jauh lebih bermartabat dan terhormat dibanding pilihan merapat ke kubu pemerintahan.

Apalagi, Amien menyebut hampir dipastikan pemerintahan Jokowi periode kedua bakal melanjutkan kebijakan pro China. Sedangkan urusan kepentingan rakyat cuma sebatas lip service alias umbaran janji di bibir saja.

“Sikap oposisi lebih bermartabat, terhormat, dan sesuai aspirasi mayoritas anggota dan para pemilih PAN,” kata Icu membacakan surat Amien Rais dalam diskusi bertajuk ‘Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat 2019’ di Padepokan Pencak Silat, Jakarta Timur, Jumat (2/8/2019).

Pada poin lainnya dalam surat yang ditulis Amien, ia mengatakan jangan sampai PAN mendapat imbas dosa sejarah pemerintahan Jokowi yang disebut melenceng dari Pasal 33 UUD 1945 karena mengesampingkan prinsip adil dan keadilan.

BACA JUGA: Amin Rais Dan Habib Rizik Resmi Jadi Anggota Banser

OKTOBER 2019 PRABOWO-SANDI DILANTIK

Tragedi Kematian Petugas Pemilu Dirasa Janggal Oleh Prabowo

 

Untuk lebih lengkap, berikut enam poin isi surat Amien Rais kepada para kader PAN.
1. Sikap oposisi lebih bermartabat, terhormat, dan sesuai aspirasi mayoritas anggota dan para pemilih PAN.
2. Kalau PAN mendukung tanpa syarat pemerintahan Jokowi, masyarakat luas sangat sinis, dan jangan harap PAN bisa lolos threshold pileg yang akan datang.
3. Hampir pasti, pemerintahan Jokowi akan melanjutkan kebijakannya yang jelas menghancurkan masa depan bangsa dan negara. Semua politik ekonomi Indonesia akan disubordinasikan di bawah kepentingan China. Sementara kepentingan rakyat sendiri hanya dipidatokan untuk lip service dan peninabobok masyarakat luas.
4. Alangkah aib dan malu, serta hina dina PAN dihadapan Allah YME. Kita gadaikan aqidah dan pokutuk kita untuk kepentingan sesaat, sedangkan masa depan PAN sungguh tragis dan tidak ada lagi jalan kembali.
5. Jangan sampai tangan kita ikut kotor berlumuran dosa sejarah, karena ekonomi pemerintahan Jokowi sangat jauh dari Pasal 33 UUD 1945 dari prinsip adil dan keadilan sebagaimana tertera dalam Pancasila.
6. Hidup cuma sekali. Hidup bagaikan sandiwara singkat, cuma puluhan tahun saja. Mari kita ambil peran dan oposisi yang diridhoinya. Jangan sebaliknya.

Sebelumnya Ketua Umum Partai Amanat Nasion (PAN), Zulkifli Hasan membantah partainya melakukan penjajakan dengan koalisi pendukung presiden terpilih Joko Widodo.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengaku tidak pernah bicara terkait bergabungnya PAN dengan pemerintah.
“Tidak. Kita yang baik-baik ikut saja. Ya kita dukung, kita doakan supaya sukses,” tuturnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Dirinya menegaskan, PAN tidak pernah memberikan syarat bahkan minta jatah menteri kepada koalisi pemerintah jika nantinya sikap resmi partai mendukung pemerintahan Jokowi jilid II.

Menurutnya, terkait komposisi kabinet adalah hak prerogatif presiden.
“Kita tidak ada syarat-syarat, tidak ada minta-minta, tidak ada dan PAN tidak pernah minta-minta,” tegasnya.

Namun, Zulhas mengatakan kerja sama politik pasti tidak dapat dihindarkan.
Pasalnya, Indonesia menganut sistem multi partai.
“Tidak mungkin parpol sendiri, karena kita ini multi partai. Tidak mungkin tidak ada kerja sama, siapa yang bisa sendiri, tidak bisa mesti kerja sama. Tidak di pusat bisa di provinsi, tidak di provinsi bisa di kabupaten. Tidak di Jawa, di tempat lain,” pungkasnya.

Video Abah Grandon Pemakan Kucing Hidup

 

 

*Sumber Redaksi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar