Kontroversi Film The Santri

Foto: (dok.trailer ‘The Santri’).

 

Redaksi BintangEmpat.Com, Jakarta – Film The Santri, yang disutradarai Livi Zheng, menuai kontroversi. Film inisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mendapat reaksi penolakan dari Habib Hanif Alathas, menantu Imam Besar Front Pembela Islam Habib M Rizieq SHihab.

Film The Santri

Penolakan Hanif muncul pada poster yang beredar, Minggu, 15/9/19. Juru Bicara FPI yang juga Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif telah mengonfirmasi bahwa FSI dan Hanif memang menolak penayangan film The Santri.

Sedangkan Sekretaris Umum DPP FPI Munarman juga mengirim poster penolakan yang diutarakan Luthi Bashori. Luthfi merupakan pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari, Malang, Jawa Timur.

SOROT Pungli Di Samsat Pacitan

Luthfi meminta kepada para santri dan jamaahnya agar tidak menonoton film The Santri yang akan tayang pada Oktober mendatang. Dia menyampaikan imbauan itu lantaran menilai film The Santri tidak sesuai dengan syariat Islam serta tidak mengandung tradisi pesantren ahlussunah wal jamaah.

“Karena film ini tidak mendidik. Cenderung liberal. Ada akting pacaran, campur aduk laki perempuan dan membawa tumpeng ke gereja,” tutur Luthfi.

Oknum ‘Nakal’ Mengatasnamakan Aktifis Pemerhati Anak

Menurut rencana, film The Santri sedianya bakal ditayangkan di bioskop pada awal Oktober mendatang. Menurut laman nu.or.id, The Santri merupakan film yang diinisasi PBNU melalui NU Channel yang bekerja sama dengan sutradara Livi Zheng dan Ken Zheng serta Penata musik Purwacaraka.

Senada dengan Novel Bamumin, Ketua Media Center PA 212 mengecam film tersebut, “Kami dari PA 212 menyerukan kepada umat Islam untuk tolak film the santri yang disutradarai oleh Livi Zheng, yang jelas sutradara film ini sangat tidak paham tentang Islam, apalagi tentang santri karena memang bukan orang yang beragama Islam, yang lebih memprihatinkan lagi dengan berpakaian tidak santun bertandang ke tempat dimana wadah para ulama berkumpul dan bersebelahan kepada seorang yang mengatasnamakan Ulama, yang seharusnya oknum kiyai ini sangat menjaga akhlaq dan menjungjung tinggi syariat, kalau syariat saja sudah dikesampingkan apalagi cuma akhlaq, ” tutur Novel.

Baca: Tak Terima Penembakan Aparat, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

Novel melanjutkan dalam chat WhatsApp nya, “Jadi jelas kenapa film ini harus ditolak, karena diproduksi oleh NU Struktural yang oknum pengurusnya sudah sesat dan isi film itu jelas pasti sesat mengikuti paham SPILIS karna mencampur adukan agama (Pluralisme), yang paham sesat ini sudah di fatwakan MUI pada tahun 2005 dengan ketetapan no 7, bahwa SPILIS adalah bukan ajaran Islam, ” jelas Novel.

Novel menambahkan, “Juga dalam film The Santri ini sangat fatal karena atas nama santri melakukan khalwat berduaan insan berlain jenis yang sangat bertolak belakang dengan Islam, apalagi santri yang jelas wajib terpisah antara santriwan dan santriwati, sehingga film ini adalah kesesatan atas nama agama, lebih berbahaya dari teroris dan film porno, ” imbuhnya.

Baca Proyek Siluman Resahkan Warga, Pemkab Tutup Mata

“Dan kami meminta agar SAS mengundurkan diri dari pimpinan NU serta meminta maaf kepada umat Islam atas kesesatannya yang juga sudah sering membuat gaduh dan memecah belah umat Islam, bahkan pernah menjadi terlapor yang diduga memfitnah kelompok Islam demi kepentingan politik mungkar untuk membela kelompok penista agama, ” jelas Novel.

“Dan kami juga meminta kepada Polri untuk segera memproses hukum SAS karena sudah terlapor atas kasus yang diduga ujaran kebencian dan fitnah, dengan begitu SAS ini bisa berhenti melakukan kegaduhan demi kegaduhan serta terjaganya kesatuan negara indonesia ini, ” pungkas Novel dalam chat WA-nya ketika dikonfirmasi, (16/9/2019). *(Red).

B4

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *