Inilah Hasil Ijtima’ Ulama IV

BERITA TERKAIT: Ijtima’ Ulama IV Dibuka Langsung Oleh Habib Rizieq Shihab

Redaksi, Jakarta – Inilah Hasil Ijtima’ Ulama’ IV:1. Menolak kekuasaan yang berdiri atas dasar kecurangan dan kedzaliman serta mengambil jarak kekuasaan
2. Menolak segala putusan hukum yang tidak memenuhi prinsip keadilan
3. Mengajak seluruh ulama’ dan ummat untuk terus berjuang dan memperjuangkan :
a. Menegakkan hukum terhadap penodaan agama apapun oleh siapapun, sesuai amanat UU anti penodaan agama yangtertuang dalam PNPS No. 1 Tahun 1965 jo UU No. 5 Tahun 1999 jo KUHP pasal 156a
b. Mencegah bangkitnya ideology marxisme, leninisme, komunisme, maoisme dalam bentuk apapun dan cara apapun, sesuai amanat TAP MPRS No. XXV tahun 1966, UU No.27 tahun 1999 jo KUHP Pasal 107a, 107b, 107c dan 107d
c. Menolak segala bentuk perwujudan tatanan ekonomi kapitalisme dan liberalism disegala bidang termasuk penjualan asset Negara kepada asing maupun aseng, dan memberikan kesempatan kepada semua PRIBUMI tanpa memandang suku maupun agama utuk menjadi tuan di negeri sendiri
d. Pembentukan Tim Investigasi dan advokasi untuk mengusut tuntas tragedy PEMILU 2019 terkait kematian lebih dari 500 petugas pemilu tanpa otopsi dan lebih dari 11 ribu petugas pemilu yang jatuh sakit, serta ratusan rakyat yang terluka ditangkap dan disiksa, bahkan 10 orang dibunuh secara keji, dan yang 4 diantaranya adalah ana-anak
e. Mengehentikan agenda pembubaran ormas islam dan stop kriminalisasi ulama’ maupun persekusi da’I serta membebaskan semua ulama’ dan aktivis 212 beserta simpatisannya yang ditahan/dipenjara pasca aksi 212 tahun 2016 hingga ini dari segala tuntutan, serta memulangkan imam besar umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq Bin Husain Shihab ke Indonesia tanpa syarat apapun
f. Mewujudkan NKRI bersyariah yang berdasarkan PANCASILA sebagaimana termaktub dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 dengan prinsip AYAT SUCI DIATAS AYAT KONSTITUSI agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama berbangsa dan bernegara
4. Perlunya ijtima’ ulama’ dilambangkan sebagai wadah musyawarah antar Habaib dan Ulama’ serta tokoh istiqomah untuk terus menjaga kemaslahatan agama, bangsa dan Negara.
5. Perlunya dibangun kerja sama dari pusat hingga daerah antar ormas Islam dan partai politik yang selama ini istiqomah berjuang bersama habaib dan ulama’ serta ummat Islam dan membela agama, bangsa dan Negara
6. Menyerukan kepada segenap umat Islam untuk mengkonfersi simpana dalam nentuk logam mulia
7. Membengun sistim kaderisasi yang sistimatis dan terncana sebagai upaya melahirkan generasi Islam yang tangguh dan berkualitas
8. Memberikan perhatian secara khusus terhadap issue dan masalah substabsial tentang perempuan, anak dan keluarga melalui berbagai kebijakan-kebijakan regulasi yang tidak bertentangan dengan agama dan budaya.

*Sumber Novel Bamukmin Dan Slamet Ma’arif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar