Diduga Jadi ‘Sapi Perah’ Bank Pasar Lumajang Terus Disubsidi

Pungutan Liar Di Samsat Disorot LBH PETA

Bintangempat.com – Perusahaan Umum Daerah Bank Pasar Lumajang seharusnya menjadi sumber potensi pendapatan asli daerah, karena kegiatan usaha baik sisi permodalan ataupun keberadaanya mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Berdasarkan data yang ada, kerugian yang dialami Bank Pasar sebesar sembilan milyar rupiah dalam laporan keuangan tahun 2018, menjadikannya perusahaan yang mengalami kerugian paling besar.

Mochamad Badrul Huda SH
Mochamad Badrul Huda SH

Direktur operasional, Erna, ketika di konfirmasi terkait besaran kerugian Selasa (25/02/20).

“Adalah angka kerugian akumulasi dari tahun-tahun sebelumnya, termasuk kasus yang menimpa Anton”, ujarnya.

Sementara terkait penyajian data di neraca Bank Pasar total besaran piutang per tahun 2018 sebesar 12.3 milyar ( sumber) website perumda Bank pasar.

Soal Jasad Balita Ditemukan Tanpa Organ Tubuh

Sebagai Praktisi muda yang menduduki jabatan sebagai head manager pada salah satu perusahaan Finance swasta dan juga Lawyer, Mochamad Badrul Huda,SH mengomentari.

“Dalam dunia keuangan ada istilah mirror effect artinya berkaca pada masa lalu, dimana kerugian yang dibukukan akibat dari besarnya piutang tak tertagih pada masa lalu jumlahnya sangat besar, sampai saat ini dibukukan kerugian sebesar sembilan milyar, seharusnya direktur operasional dapat mengambil posisi untuk menahan diri terhadap ajuan kredit pinjaman dan melakukan upaya perbaikan, baik dari sisi proses pinjaman sampai dengan menilai taksasi agunan hutang dengan memperhatikan asas manfaat dan pengenalan nasabah diharapkan bisa menekan NPL (non performing loan) atau Nett Losses (Risk-Management) yang nantinya menaikkan profit sesuai dengan tujuan dibentuknya bank daerah sebagai salah satu penyuplai ABPD daerah”, ujar pria kelahiran Lumajang.

Natalius Pigai: Hasto Batasi Hak Politik Saya

sementara dalam laporan rugi laba yang dirilis dari sumber resmi pemerintah pusat, keuntungan Bank Pasar Lumajang sebesar Rp 511.000.000 (2018).

Menanggapi hal itu ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Laskar Nusantara Dicky agung setyobudi,SE mengkritisi kecilnya angka keuntungan.

website perumda Bank pasar
website perumda Bank pasar tahun 2018

“Saya juga punya data keuntungan Bank pasar tahun 2017 sebesar lima ratus juta tak berbeda jauh angka nya dengan tahun 2018, lalu pertanyaannya, kok berani mengucurkan angka kredit sebesar itu, saya yakin, kerugian akan didepan mata pada laporan keuangan tahun depan, padahal Bank pasar punya pasar yang jelas dalam menyalurkan kreditnya lewat ASN di ruang lingkup Pemerintah Daerah, dan pedagang di pasar pasar yang di kelola Pemda Lumajang sehingga punya banyak pilihan agar tidak terjadi kreditur yang gagal bayar”, pungkasnya. (Wan).

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang