Asteria Fitriani, “Tak Usah Pajang Poto Presiden Di Sekolah”

Mengungkap Penyiksaan Tahanan 22 Mei

BintangEmpat.Com, Jakarta – Masih ingatkah kita, pasca pemilu ada seorang wanita yang mengaku sebagai Guru dan mengajak “Di sekolah2 tidak usah lagi memajang foto Presiden & Wakil presiden… turunin aja foto2nya”.

Dia adalah Guru les dan juga salah satu kader PKS bernama Asteria Fitriani akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Polres Metro Jakarta Utara dalam kasus ujaran kebencian di laman media sosial.

Habib Rizieq Tidak Bisa Pulang Karena Faktor X

Asteria ditetapkan sebagai tersangka lantaran mengunggah ajakan untuk tidak memasang foto Presiden di sejumlah media sosial. Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, mengatakan Asteria ditetapkan sebagai tersangka setelah    dilakukan penyelidikan yang melibatkan ahli ITE, ahli bahasa, dan ahli pidana.

“Adapun peristiwa ini dilakukan melalui media sosial, yakni oleh tersangka AF tanggal 28 Juni 2019 dengan cara mengunggah di laman facebook-nya dan media sosial lain milik yang bersangkutan,” kata Budhi dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara, Kamis 11 Juli 2019.

Kasus Novel Baswedan Polisi Periksa Mantan Kapolda Metro Jaya

Kemudian, pada 1 Juli 2019, unggahan Asteria tersebut dilaporkan oleh warga berinisial TCS dengan dugaan adanya pelangggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Atas peristiwa tersebut, kami berpendapat, tersangka AF patut diduga melakukan pelanggaran pidana, baik UU ITE maupun UU hukum pidana,” ujarnya.

Habib Rizieq Temui Wiranto

“Pasal yang dikenakan terhadap tersangka adalah Pasal 28 Ayat 2 Jo Pasal 45 huruf A ayat 2 UU RI No.19 tahun 2016 sesuai perubahan UU RI No.11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo pasal 14 ayat 1 atau ayat 2 atau pasal 15 UU RI no 1 tahun 46 tentang Peraturan Hukum Pidana atau pasal 160 KUHP atau pasal 207 KUHP. Ancaman hukuman pidana paling lama 6 tahun penjara atau denda maksimal Rp1 miliar,” kata Budhi.

Dijelaskannya, karena ancaman hukumannya di atas lima tahun, maka tersangka dapat dilakukan penahanan.

PK Nuril Ditolak, Komnas Perempuan: MA Gagal Hadirkan Keadilan bagi Korban Kekerasan Seksual

“Oleh karena itu, saat tersangka ditangkap hari Selasa, ini sudah 1×24 jam. Sudah masuk penahanan,” katanya.

Adapun unggahan tersangka adalah “kalo boleh usul…. Di sekolah2 tidak usah lagi memajang foto Presiden & Wakil presiden… turunin aja foto2nya.. kita srbagai guru ngga mau kan mengajarkan anak2 didik kita tunduk, mengikuti dan membiarkan kecurangan dan ketidakadilan?”.
Cukup paging Foto GOODBENER kita ajaa… GUBERNUR INDONESIA ANIES BASWEDAN…”

Maruf Amin Bakal Diganti Ahok

Sebelumnya, tersangka sempat diduga sebagai seorang guru di sebuah sekolah di Jakarta, namun setelah diperiksa, tersangka diketahui bukan guru sekolah.

Asteria bukan guru di sekolah, dia diketahui sebagai wali murid di sekolah tersebut yang mengaku sebagai guru saat mengunggah.

“Yang bersangkutan juga berprofesi sebagai guru, tapi guru les bimbingan belajar,” ujar Kombes Budhi.

Hoax, Kenali Sosok Audrey Yu

Dijelaskan Budhi, tersangka mengaku terperngaruh dengan lingkungan sekitar, terutama kondisi pasca-pemilu.
“Dia masih terbawa emosi, belum bisa menahan diri, sehingga mengunggahnya,” katanya.

Asteria Fitriani yang juga dihadirkan saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Utara menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf atas unggahannya di media sosial.
“Bersama ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas unggahan saya per tanggal 28 Juni 2019 yang membuat keresahan di masyarakat,” kata Asteria.

Divonis Tiga Tahun Habib Bahar Tidak Jera

Dia mengaku menyesal tidak bijak berucap di media sosial dan tidak mempertimbangkan dampak unggahanya.

“Saya tidak ada niat sama sekali untuk menghasut atau mengajak orang melakukan sesuatu yang seperti disangkakan masyarakat,” pungkasnya.

Moeldoko Tanggapi Habib Rizieq

*Redaksi

5 thoughts on “Asteria Fitriani, “Tak Usah Pajang Poto Presiden Di Sekolah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar