LITERASI DIGITAL KABUPATEN ASAHAN – PROVINSI SUMATERA UTARA

LITERASI DIGITAL
KABUPATEN ASAHAN – PROVINSI SUMATERA UTARA

Selasa, 9 November 2021, Jam 09.00 WIB
Dalam mencapai target 50 juta masyarakat Indonesia untuk mendapatkan Literasi di bidang Digital hingga 2024 oleh Presiden Jokowi, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL merupakan 4 (empat) pilar yang diberikan dalam kegiatan webinar Literasi Digital 2021.
Gubernur Provinsi Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi., menjadi keynote speaker dalam webinar dengan tema besar PENTINGNYA INTERNET UNTUK PENGENALAN BUDAYA, yang dipaparkan oleh para nara sumber Nasional dan Lokal yang mempunyai kompetensi di bidangnya serta seorang Key Opinion Leader yang memberikan sharing session di akhir webinar.
Perkembangan yang serba digital saat ini dimana semua aspek kehidupan mengikutinya termasuk Budaya Indonesia dan kita tetap harus mempertahankan budaya dan jati diri bangsa Kita. Mizwar, S.E Budayawan Sumatera Utara menyatakan bahwa perubahan ke era teknologi digital hanya penyajian yang lebih praktis dan efisiensi saja. Jangan sampai budaya kita rusak karena tidak menjaga adab, sopan santun dan bijak dalam berinternet. Dr. Prilani, M.Si Dewan Pakar ASKOPIS memaparkan tentang perlindungan hak cipta di ranah digital yang menjadi salah satu budaya bangsa untuk menghargai karya orang lain. Karya atau kekayaan intelektual antara lain ilmu, seni dan sastra dari intelektual manusia yaitu pikiran, ide, rasa dan karsa yang dilindungi hukum (Hak Kekayaan Intelektual). Beragam pelanggaran hak cipta antara lain plagiat, reposting berita, video, foto tanpa ijin dan penggunaan musik atau lagu untuk kepentingan tertentu dan bajakan. Mari kita budayakan untuk selalu meminta ijin, menuliskan penciptanya dan mengunduh aplikasi yang berlisensi.
Khairul Lubis,S.Sos.,MSP Akademisi Labuhan Batu mengingatkan netizen untuk berfikir sebelum mengunduh di internet. Dampak dari adanya globalisasi dan internet, dari sisi positif adalah mudah mengakses informasi dan komunikasi sedangkan sisi negatifnya yaitu masuknya budaya asing yang bertentangan dengan budaya Indonesia. Jangan sampai terjebak dengan hal yang melanggar hukum UU ITE baik secara sadar (penipuan, provokasi, komentar dan sebagainya) maupun tidak sadar (menyebar berita hoax tanpa membaca secara teliti dan langsung di sebar luaskan). Superwiratni, S.E.,Par Dosen Tetap Akpar NHI mengajak kita untuk mengasah skill baru di era pandemik, yaitu kita jangan hanya aktif di media sosial tetapi harus paham bagaimana membangun engagement terhadap audiens. Berpikrilah out of the box untuk menciptakan efektifitas komunikasi, mampu untuk riset dan analisa, melatih empati untuk memahami sudut pandang orang lain. Key Opinion Leadr oleh Rio Hijau Daun yang menekankan untuk selalu menjaga dan melestarikan budaya Indonesia bahkan kita harus mengenalkan seni budaya Indonesia ke dunia luar melalui digital platform dimana seni budaya Indonesia sangatlah beragam dan bisa menjadi potensi untuk meningkatkan ekonomi Bangsa.

BintangEmpat .Com

Media Investigasi Hukum Dan Kriminal, Terpercaya Dan Berimbang